lapkas abses hepar

Download lapkas abses hepar

Post on 22-Dec-2015

23 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

interna

TRANSCRIPT

BAB ISTATUS PASIEN

I. Identitas PasienNama: Tn. Chalik AlsyafaJenis Kelamin: Laki-lakiTTL: Medan, 13 Januari 1970Usia: 45 tahunAlamat: Jl. Bojong Rangkong No. 7 RT 7/8 Pulo Gebang Cakung Jakarta TimurPekerjaan : Pegawai SwastaNo.Rekam Medik: 00-90-02-80Tgl Masuk RS : 8 Februari 2015

II. AnamnesisKeluhan Utama:Nyeri perut kanan atas sejak 2 minggu SMRSKeluhan Tambahan:DemamRiwayat Penyakit Sekarang: Pasien masuk RSIJ Cempaka Putih dengan keluhan nyeri perut kanan atas sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan hilang timbul dan tembus ke belakang. Nyeri dipengaruhi perubahan posisi, berkurang bila duduk atau berbaring. Selain itu, pasien mengeluh demam yang dirasakan sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit, demam naik turun, lebih tinggi pada malam hari. Menggigil (+) disertai keringat banyak. Pasien kalau berjalan sering membungkuk dan memegang perut kanan atas.Mual (-), muntah (-), riwayat sesak (-), batuk (-), nyeri dada (-), nafsu makan berkurang (-).BAB : lancar, konsistensi padat, tidak ada darahBAK : lancar, warna kuning teh

Riwayat Penyakit Sebelumnya : Riwayat pergi ke daerah endemis disangkal Riwayat alkohol (+) selama 3 tahun, baru berhenti sejak 2 bulan yang lalu Riwayat merokok (+), sekitar bungkus/hari Riwayat sakit kuning (-) Riwayat DM (-), Riwayat hipertensi (-) Riwayat penyakit jantung (-) Riwayat konsumsi obat anti nyeri (-) Riwayat kencing batu (-) Riwayat diare (-) Sakit typhus (-)

III. Pemeriksaan FisikKeadaan Umum:Tampak sakit sedangKesadaran:ComposmentisStatus Gizi:BB = 70 kg; TB = 165 cm; IMT = 25,71Tanda Vital:TD = 120/70 mmHgN = 80 x/menitP = 24 x/menitS = 38oC Kepala:Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus, bibir tidak sianosisMulut:Lidah tidak kotor dan tidak ditemukan bercak bercak putih pada rongga mulutLeher:Tidak didapatkan massa tumor, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar leher. DVS 5-2 cmH2O.Thoraks (Paru):Inspeksi = Simetris kiri dan kanan, ikut gerak napas, bentuk normochestPalpasi = Tidak ada massa tumor, tidak ada nyeri tekan, vocal fremitus simetris kiri dan kananPerkusi= Sonor kedua lapangan paru, batas paru hepar sela iga VI anterior dextraAuskultasi = Bunyi pernapasan vesikuler, tidak didapatkan bunyi tambahanThoraks (Jantung):Inspeksi = Ictus cordis tidak tampakPalpasi = Ictus cordis teraba di ICS 5 linea medioklavikularis sinistraPerkusi = Pekak, batas jantung kesan normal (batas jantung kanan terletak pada ICS 4 linea sternalis kanan, batas jantung kiri sesuai dengan ictus cordis terletak pada ICS 5 linea medioklavikularis kiri)Auskultasi = Bunyi jantung I/II murni reguler, bunyi tambahan (-)Abdomen :Inspeksi = Datar, ikut gerak napasAuskultasi = Peristaltik (+) kesan normalPalpasi = MT (-), NT (+) di regio hipokondrium dextra, Murphy sign (-), Hepar teraba 1 jari bac, lien tidak terabaPerkusi = TimpaniEkstremitas : Edema (-)/(-)

IV. Diagnosis Sementara Susp. Abses heparDD/ Cholelithiasis Hepatitis Hepatoma

V. Penatalaksanaan Awal Diet lunak/Diet Hepar IVFD RL 20 tpm Metronidazole 500 mg/8 jam/drips Sistenol 3 x 1

VI. Rencana Pemeriksaan Darah rutin LED SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, gula darah sewaktu, bilirubin total, bilirubin direk, PT, APTT, Albumin, HBsAg, Anti HCV USG abdomen

VII. Pemeriksaan Laboratorium:8 Februari 2015 jam 23.24Jenis PemeriksaanHasilSatuanNilai Rujukan

Hematologi RutinHb11.9g/dL13.2-17.3

Leukosit17.00ribu/l3.80-10.60

Ht35%40-52

Trombosit269ribu/l150-440

Eritrosit4.24106/l4.40-5.90

MCV82fL80-100

MCH28pg26-34

MCHC34g/dL32-36

Kimia KlinikGDS87mg/dL70-200

ElektrolitNa Darah136mEq/L135-147

K Darah3.9mEq/L3.5-5.0

Cl Darah96mEq/L94-111

9 Februari 2015 jam 13.00Jenis PemeriksaanHasilNilai Normal

HbsAgNon-reaktifNon-reaktif

Anti HCVNon-reaktifNon-reaktif

VIII. Pemeriksaan RadiologiUSG Abdomen (9 Februari 2015) Abses pada lobus kanan hepar, ukuran SOL 3,72 cm Ginjal, Lien, Gall Bladder, Pankreas dan Vesica urinaria normal

IX. Follow UpTanggalPerjalanan PenyakitInstruksi

9/02/2015Perawatan Hari IS : Nyeri perut kanan atas, mual(-), muntah(-), demam(+), sesak napas(-), BAB lancar, BAK lancar warna kuning tuaO : TD = 120/70 mmHg, N = 80 x/menit, P = 24 x/menit, S = 37,80C. NT (+) di regio hipokondrium dextraUSG abdomen kesan : Abses hepar ukuran SOL 3,72 cm A : Abses hepar amuba IVFD RL 20 tpm Metronidazol 500 mg/8jam/drips Sistenol 3 x 1 Inj. Ketorolac 1 amp/iv (bila nyeri hebat)

Usul : Kontrol HR, SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, gula darah sewaktu, bilirubin total, bilirubin direk, PT, APTT, Albumin, HbSAg, Anti HCV

10/02/2015Perawatan Hari IIS : Nyeri perut kanan atas, mual(-), muntah(-), demam(-), sesak napas(-), BAB lancar, BAK lancar warna kuning tuaO : TD = 120/60 mmHg, N = 72 x/menit, P = 24 x/menit, S = 37,1 0C.NT (+) di regio hipokondrium dextraA : Abses hepar amuba Diet lunak IVFD RL 20 tpm Metronidazol 500 mg/8jam/drips

Tunggu Hasil lab

11/02/2015Perawatan Hari IIIS : Nyeri perut kanan atas berkurang, mual(-), muntah(-), demam(-), sesak napas(-), BAB lancar, BAK lancar warna kuning tuaO : TD = 120/50 mmHg, N = 70 x/menit, P = 22 x/menit, S = 36,70C. NT (+) di regio hipokondrium dextraLeukosit : 9700, Trombosit : 440.000, Hb: 13,6A : Abses hepar amuba Diet lunak IVFD RL 20 tpm Inj. Metronidazol 500 mg/8 jam/drips

12/02/2015Perawatan Hari IVS : Nyeri perut kanan atas berkurang, mual(+), muntah(-), demam(-), sesak napas(-), BAB lancar, BAK lancar warna kuning tuaO : TD = 120/60 mmHg, N = 72 x/menit, P = 24 x/menit, S = 36,60C. NT (+) di regio hipokondrium dextraSGOT= 42.51 SGPT = 93.57A : Abses hepar amuba IVFD Asering 20 tpm Metronidazole 500 mg/8 jam/drips Curcuma 3x1

13/02/2015Perawatan Hari VS : Nyeri perut kanan atas berkurang, mual(-), muntah(-), demam(-), sesak napas(-), BAB lancar, BAK lancar warna kuning tuaO : TD = 120/80 mmHg, N = 72 x/menit, P = 24 x/menit, S = 36,60C.NT (+) di regio hipokondrium dextraA : Abses hepar amuba IVFD Asering 20 tpm Metronidazole 500 mg/ 8 jam/drips Curcuma 3x1

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. PENDAHULUANAbses hati adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan oleh karena infeksi bakteri, parasit, jamur maupun nekrosis steril yang bersumber dari sistem gastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus yang terdiri dari jaringan hati nekrotik, sel-sel inflamasi atau sel darah didalam parenkim hati .(1)Secara umum, abses hati terbagi 2, yaitu abses hati amebik (AHA) dan abses hati piogenik (AHP). AHA merupakan salah satu komplikasi amebiasis ekstraintestinal yang paling sering dijumpai di daerah tropik/subtropik, termasuk Indonesia. AHP dikenal juga sebagai hepatic abscess, bacterial liver abscess, bacterial abscess of the liver, bacterial hepatic abscess. AHP ini merupakan kasus yang relatif jarang, pertama ditemukan oleh Hippocrates (400 SM) dan dipublikasikan pertama kali oleh Bright pada tahun 1936. (1)Prevalensi yang tinggi sangat erat hubungannya dengan sanitasi yang jelek, status ekonomi yang rendah serta gizi yang buruk. Meningkatnya arus urbanisasi menyebabkan bertambahnya kasus abses hati di daerah perkotaan. Di negara yang sedang berkembang abses hati amuba lebih sering didapatkan secara endemik dibandingkan dengan abses hati piogenik. Dalam beberapa dekade terakhir ini telah banyak perubahan mengenai aspek epidemiologis, etiologi, bakteriologi, cara diagnostik maupun mengenai pengelolaan serta prognosisnya. (2)B. ANATOMI DAN FISIOLOGI HATIHati adalah kelenjar terbesar dalam tubuh, berat rata-rata sekitar 1.500gr atau 2 % berat badan orang dewasa normal. Letaknya sebagian besar di regio hipokondria dekstra, epigastrika, dan sebagian kecil di hipokondria sinistra. Hati memiliki dua lobus utama yaitu kanan dan kiri. Lobus kanan dibagi menjadi segmen anterior dan posterior oleh fisura segmentalis kanan. Lobus kiri dibagi menjadi segmen medial dan lateral oleh ligamentum falsiformis. Di bawah peritonium terdapat jaringan ikat padat yang disebut kapsula Glisson yang meliputi seluruh permukaan hati. Setiap lobus hati terbagi menjadi struktur-struktur yang disebut sebagai lobulus, yang merupakan unit mikroskopis dan fungsional organ yang terdiri atas lempeng-lempeng sel hati dimana diantaranya terdapat sinusoid. Selain sel-sel hati, sinusoid vena dilapisi oleh sel endotel khusus dan sel Kupffer yang merupakan makrofag yang melapisi sinusoid dan mampu memfagositosis bakteri dan benda asing lain dalam darah sinus hepatikus. Hati memiliki suplai darah dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta hepatika dan dari aorta melalui arteria hepatika. (2,3,4)

Hati mempunyai fungsi yang sangat beraneka ragam. Beberapa di antaranya yaitu: (3,4,5,6) Pembentukan dan ekskresi empeduDalam hal ini terjadi metabolisme pigmen dan garam empedu. Garam empedu penting untuk pencernaan dan absopsi lemak serta vitamin larut-lemak di dalam usus. Pengolahan metabolik kategori nutrien utama (karbohidrat, lemak, protein) setelah penyerapan dari saluran pencernaana. Metabolisme karbohidrat : menyimpan glikogen dalam jumlah besar, konversi galaktosa dan friktosa menjadi glukosa, glukoneogenesis, serta pembentukan banyak senyawa kimia dari produk antara metabolisme karbohidrat.b. Metabolisme lemak : oksidasi asam lemak untuk menyuplai energi bagi fungsi tubuh yang lain, sintesis kolesterol,fosfolipid,dan sebagian besar lipoprotein, serta sintesis lemak dari protein dan karbohidratc. Metabolisme protein : deaminasi asam amino, pembentukan ureum untuk mengeluarkan amonia dari cairan tubuh, pembentukan protein plasma, serta interkonversi beragam asam amino dan sintesis senyawa lain dari asam amino.

Penimbunan vitamin dan mineralVitamin larut-lemak ( A,D,E,K ) disimpan dalam hati, juga vitamin B12, tembaga, dan besi dalam bentuk ferritin. Vitamin