abses hepar marlina

Download Abses Hepar Marlina

Post on 07-Jul-2018

241 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/18/2019 Abses Hepar Marlina

    1/22

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Abses hepa r ada l ah ben tuk i n f eks i pada ha t i yang d i s ebabkan o l eh

    in fe k s i parasit, bakteri, dan jamur yang bersumber dari sistem gastrointestinal dan

    ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus yang terdiri dari jaringan hepar

    nekrotik, sel-sel inflamasi atau sel darah di dalam parenkim hepar. D inega ra yang

    sedang berkembang abses hati amebik lebih sering didapatkan secara endemik

    dibandingkan dengan abses hati piogenik. Abses hat i piogenik ter seb ar di se luru h

    dunia dengan kondisi sani tasi yang kurang. Abses hat i amuba merupakan salah

    satu komplikasi amebiasis ekstraintestinal yang paling sering dijumpai di daerah

    tropik/subtropik, termasuk Indonesia. Diantara kedua abses hepar ini, abses hepa r p iogenik merupakan kondis i ya ng

    sangat serius dengan mortalitas yang tinggi. P r eva l ens i yang t i ngg i s anga t e r a t

    hubungannya dengan sanitasi yang buruk, status ekonomi yang rendah serta gizi

    yang buruk.Di negara-negara yang sedang berkembang, abses hepar amebik didapatkan

    secara endemik dan jauh lebih sering dibandingkan abses hepar piogenik. Abses hepar

    piogen ik ya ng ter sebar diseluruh dunia, saat in i mu la i meningk at ak ibat ko mplikas i

    s ist em biliar is, ya it u la ng su ng d a r i k a n d u n g e m p e d u a t a u m e l a l u i s a l u r a n -

    s a lu r a n e mp e d u s e p e r t i k o la n g i t is d a n kolesist it is. Sedangkan penyakit abses

    hepar amebik sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan terutama di daerah dengan strain

    virulen Entamuba hystolitica yang tinggi. U n t u k m e n e g a k k a n d i a g n o s a a b s e s

    he p a r , t i d a k c u k u p ha n ya d e ng a n anamnesa, pemerik saan fis ik , dan

    pemeriksaan darah , seba b ge ja la dan tanda kl in is ser ing tidak khas. 1,3

  • 8/18/2019 Abses Hepar Marlina

    2/22

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 ANATOMI DAN VASKULARISASI HEPAR

    Hepar merupakan organ abdomen yang paling besar. Mempunyai kapsul yang

    merupakan lapisan padat dari jaringan ikat, terletak pada kuadran kanan atas abdomen dan

    dapat mencapai epigastrium bahkan sampai ke lien. Struktur eksternal hepar mempunyai

    fasies diafragmatika yang konveks dan fasies viseralis yang konkaf.

    Pembagian anatomi hepar menjadi lobus kanan, kiri, kuadratus, dan kaudatus, yang

    merupakan pembagian segmen hepar secara fungsional. Segmentasi ini berdasarkan definisi

    pembedahan dari batas-batas intrahepatik yang terlihat saat reseksi. Pemeriksaan imejing

    dengan CT dan MRI memberikan visualisasi yang sangat baik terhadap struktur segmen hepar serta terhadap hubungan anatomi struktur hepar dengan visera abdomen didekatnya. 1,4

    Cabang-cabang vena porta, arteri hepatika, dan duktus biliaris terletak dibagian

    sentral dari masing-masing segmen. Vena hepatika terletak diantara segmen individualis.

    Dalam sistem Bismuth-Couinaud , segmen I adalah lobus kaudatus. Posisi segmen ini unik

    karena suplai vaskulernya, menerima cabang-cabang baik dari trunkus utama vena porta

    maupun cabang lateral kanan dan kiri. Selain itu, drainase vena bukan ke vena hepatika,

    tetapi langsung ke vena cava inferior. Segmen II sampai VIII hepar ditentukan berdasarkan

    posisi relatif terhadap cabang-cabang vena porta dan vena hepatika. Vena porta terbagi

    menjadi cabang kanan dan kiri, dimana cabang kiri menyuplai segmen II sampai IV, cabang

    kanan menyuplai segmen V sampai VIII. Hepar juga dapat dibagi berdasarkan regio

    drainasenya ke vena hepatika kanan, media, dan kiri, yang semuanya berjalan oblik dari

    ventrokaudal ke dorsokranial menuju vena kava inferior. 1,4

    Klasifikasi Bismuth-Couinaud juga disebut dengan portal vein plane . Sistem ini

    menyederhanakan bidang transversal memotong hepar pada level bifurkasio vena porta. Pada

    lobus fungsional kiri hepar, segman II terletak diatas sebelah kiri bidang vena porta,

    disebelah lateral vena hepatika kiri. Segmen III terletak dibawah bidang ini, disebelah kiri

    lateral vena hepatika kiri. Segmen IV dibatasi oleh vena hepatika media dan kiri, kemudian

    dibagi menjadi segmen IVa (diatas bidang vena porta) dan IVb (dibawah bidang vena

    porta). 1,4

  • 8/18/2019 Abses Hepar Marlina

    3/22

    Gambar 1. Pembagian segmen hepar. (Diambil dari : http://www.radiologyassistant.nl/en/p4375bb8dc241d/liver-segmental anatomy.html, akses tanggal 16 Maret 2013)

    Disebelah kanan dan lateral vena hepatika media adalah segmen V dan VIII,

    membentuk lobus fungsional hepar kanan. Segmen V terletak diantara vena hepatika kanan

    dan media dibawah bidang vena porta. Segmen VI juga terletak dibawah bidang vena porta,

    tetapi posterolateral dari vena hepatika kanan. Segmen VII terletak disebelah kranial dari

    segmen VI, diatas bidang vena porta. Segmen VIII terletak diantara vena hepatika kanan dan

    media diatas bidang vena porta. 2

    Gambar 2. Pembagian segmen hepar : potongan diatas pada level vena porta kiri, level vena porta kanan dan level vena lienalis. (Diambil dari : http://www.radiologyassistant.nl/en/p4375bb8dc241d/liver- segmental- anatomy.html, akses tanggal 10 Januar i 2014).

    1. Vena Porta

    Vena porta dibentuk oleh persatuan vena mesenterika superior dan vena lienalis. Vena porta berjalan sesuai ligamnetum hepatoduodenale. Pada porta hepatis, vena porta

    terbagi menjadi cabang kanan dan kiri. Disini cabang-cabang ini bersatu dengan vena

    interlobularis, yang mana secara umum terbagi menjadi dua vena konduksi (venula

    interlobularis). Vena konduksi ini dibagi menjadi vena distributor dan berlanjut sebagai

  • 8/18/2019 Abses Hepar Marlina

    4/22

    cabang terminal (venula afferen). Vena porta membawa darah yang kaya nutrisi dari sistem

    pencernaan, menyuplai 75 % – 80 % dari total volume darah pada hepar. 2,5

    2. Arteri Hepatika

    A. hepatika komunis merupakan cabang dari trunkus coeliac.A Hepatika komunis

    berlanjut menjadi a. Hepatika propria. Pada porta hepatik, a. Hepatika propria dibagi dalam

    cabang kanan dan kiri. Aliran darah arteri berakhir pada sinusoid-sinusoid melalui cabang

    terminal atau anastomose arterioportal dan bercampur dengan darah porta. Arteri hepatika

    membawa darah yang kaya oksigen ke hepar, menyuplai 20 – 25 % dari total volume darah

    pada hepar 2,5

    3. Vena Hepatika

    Vena hepatika merupakan gabungan dari vena hepatika sentral pada lobulus pusat.

    Vena hepatika menerima aliran darah dari vena segmentalis yang berdekatan. Vena hepatika

    mengalirkan darah ke dalam Vena cava inferior pada permukaan posterior dari hati dibawah

    diafragma. 6,7

    Gambar 3. Vena Porta

    (diambil dari Hepatology Principle and Practice)

  • 8/18/2019 Abses Hepar Marlina

    5/22

    2.2 FISIOLOGI HEPAR

    Fungsi hepar yang utama adalah membentuk dan mensekresi empedu, kemudian

    empedu diangkut oleh saluran empedu, sedangkan kandung empedu menyimpan dan

    mengeluarkan empedu ke usus halus sesuai kebutuhan. Hepar mensekresi sekitar 500 hingga 1000 ml empedu setiap hari. Hepar juga berperan penting dalam metabolisme karbohidrat,

    protein, dan lemak. Semua protein plasma (kecuali gamma globulin) disintesis oleh hepar.

    Protein tersebut antara lain albumin, protrombin, dan faktor pembekuan lainnya. Selain itu

    sebagian besar degradasi asam amino dimulai dalam hepar melalui proses deaminasi. Fungsi

    lain, yaitu penimbunan vitamin, besi, tembaga, ekskresi steroid adrenal dan gonad, serta

    detoksifikasi sejumlah zat endogen dan eksogen. Fungsi detoksifikasi sangat penting dan

    dilakukan oleh enzim hepar melalui oksidasi, reduksi, hidrolisis, atau konjugasi zat yang

    berbahaya zat sisa dan hormon serta obat dan senyawa asing lainya, berfungsi mengekskresi

    kolesterol dan bilirubin, penyimpanan glikogen, lemak, besi, tembaga, dan banyak vitamin

    dan pengeluaran bakteri dan sel darah merah yang sudah rusak. 3,11

    2.3 ETIOLOGI ABSES HEPAR

    Abses hepar disebabkan oleh infeksi bakteri (piogenik), amuba dan jamur. Abses amuba

    disebabkan oleh infeksi Entamoeba histolytica pada usus dan mencapai hepar melalui vena

    porta. Infeksi ini menyebabkan reaksi inflamasi kemudian terbentuk jaringan nekrotik pada parenkim hepar, pencairan jaringan nekrotik menjadi pus dan pembentukan dinding,

    kemudian terbentuk abses. Entamoeba histolytica mempunyai 2 jenis strain yaitu strain

    patogen dan non-patogen. Bervariasinya virulensi berbagai strain Entamoeba histolytica ini

    berbeda berdasarkan kemampuannya menimbulkan lesi pada hepar. Siklus hidup Entamoeba

    histolytica dibagi menjadi 2 bentuk yaitu tropozoit dan kista. Tropozoit adalah bentuk motil

    yang hidup komensal di dalam usus, dapat bermultiplikasi dengan cara membelah diri

    menjadi dua atau menjadi kista. Tumbuh dalam keadaan anaerob dan hanya perlu bakteri

    atau jaringan untuk kebutuhan zat gizinya. Tropozoit ini tidak dapat menular karena dapat

    mati terpajan hidroklorida atau enzim pencernaan. Jika terjadi disentri, tropozoit dengan

    ukuran 10-50 um yang berpseudopodia keluar usus. Tropozoit besar sangat aktif bergerak,

    mampu memangsa eritrosit, mengandung enzim protease yai