lapkas abses hepar interna

Download Lapkas Abses Hepar Interna

Post on 04-Dec-2015

34 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lapsus abses hepar

TRANSCRIPT

EVIDENCE BASED CASE REPORT ABSES HEPAR

LAPORAN KASUS ABSES HEPARPembimbing :dr. Suyanto Sp.PDOleh :Putri Rara Imas Balerna Pratiwi SilamNIM: FAA 110 030

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERUNIVERSITAS PALANGKA RAYADEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAMRSUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

BAB I PENDAHULUAN

Dinegara-negara berkembang = Masalah kesehatan

BAB II KASUSIdentitas PasienNama: Tn. PitonUmur: 45 tahunJenis Kelamin: Laki-lakiAlamat: Jl. Kereng BangkiraiAgama: Kristen ProtestanSuku : DayakStatus: KawinPendidikan: SMAPekerjaan: Swasta / Penambang emasTanggal masuk RS: 17 Mei 2014Tanggal keluar RS: 22No. RM: 15.89.70

Keluhan utama : nyeri perut kanan atasNyeri perut kanan atas dirasakan sejak satu minggu yang lalu seperti tertusuk dan seperti terbakar tetapi tidak menjalar ke tubuh bagian belakang. Apabila pasien bergerak atau berubah posisi tidur, nyeri semakin terasa. Pasien juga mengeluh demam sejak satu minggu yang lalu. Demam terus menerus disertai dengan keringat dingin tanpa menggigil.

Pasien mengeluh nafsu makan berkurang, badan terasa lemas dan lemah. BAB berwarna kuning kecoklatan konsistensi cair tanpa disertai dengan darah dan nyeri sewaktu buang air. Pasien BAK tiga sampai empat kali sehari dan BAB tidak teratur setiap harinya. sesak nafas, batuk, sakit kepala, dan mual muntah (-)Kurang lebih satu minggu yang lalu pasien mengeluhkan demam terus menerus dan perut terasa sakit, kemudian pasien pergi berobat ke mantri perbaikan (-)

Pasien menangkal pernah menderita sakit serupa sebelumnya. Dua bulan yang lalu, pasien mengatakan sempat BAB lebih dari 5x sehari dengan konsistensi cair dan disertai ampas makanan dan darah. Darah pada tinja tidak banyak hanya berupa bercak bercak. Keluhan berak darah pasien tersebut terjadi selama kurang lebih satu bulan namun tidak diobati ke dokter hanya meminum obat tradisional hingga keluhan pasien tidak dirasakan lagi.

Pasien pernah dirawat di rumah sakit karena tonsilitis saat usia muda. Keluhan terkait penyakit tonsilitis tersebut tidak pernah dirasakan hingga saat ini. Riwayat penyakit kuning, kencing manis, dan tekanan darah tinggi disangkal.Tidak ada anggota keluarga dengan sakit serupa.Pemeriksaan fisikKU: lemah, kesadaran kompos mentis, tekanan darah 110/90 mmHg, nadi 121 kali/menit, suhu afebris 36 C, pernafasan 20 kali/menit.berat badan 58 kg, dan tinggi 168 cm dengan IMT = 20,5.

Kulit : kuning kecoklatan, turgor kulit normal, ada ptechie, tidak ada nodul/ masa.Kelenjar limfe: tidak terdapat pembesaran limfeOtot: tidak terdapat atrofi ototTulang: tidak terdapat deformitas dan kelainan

1. KepalaBentuk : normocephalRambut: warna hitam, lurus, tidak rontokMata Konjungtiva: anemis -/-Sklera: ikterik +/+Refleks pupil: normal, pupil isokor 3mm/3 mm, refleks cahaya +/+Sekret: (-)Telinga: sekret (-), perdarahan (-)Hidung: sekret (-), perdarahan (-), napas cuping hidung (-/-), septum deviasi (-)Mulut: bibir sianosis (-), lidah kotor (-), gusi berdarah (-), mukosa basah (+)Kesan: sklera ikterik

2. Leher Inspeksi : peningkatan JVP (-), tidak tampak pembesaran KGB & tiroidPalpasi: tidak teraba masa di leher.Kesan: tidak terdapat kelainan pada leher

3. Dada Cor Inspeksi: Ictus Cordis tak terlihat Palpasi: Ictus Cordis teraba di ICS V 1 jari medial di linea midclavicula sinistra dengan diameter 1 cm Perkusi:Batas atas : ICS II linea midclavicula sinistraBatas kanan : midsternalis dextraBatas kiri : ICS V linea midclavicula sinistraAuskultasi: S1S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)Kesan: tidak terdapat kelainan pada jantung

Pemeriksaan paru didapati inspeksi simetris tanpa adanya retraksi dan otot-otot bantu pernafasan didaerah dada. Pemeriksaan fremitus vocal pada lapang paru anterior dan posterior teraba normal. Perkusi paru terdengar sonor dan berubah redup pada sela iga linea midclavicula sinistra yang menandakan batas antara jantung dan paru. Perkusi paru sebelah kanan terdengar sonor dan berubah redup mulai dari sela iga empat linea midclavicula sinistra yang menandakan batas paru dan hepar. Batas paru dan gaster berada di sela iga enam linea midclavicula sinistra, terdengar perubahan suara sonor menjadi timpani. Pada auskultasi didapati suara paru vesikuler diseluruh lapang paru, tidak terdengar ronkhi dan whezzing.Pemeriksaan abdomen terlihat perut tampak datar namun tampak distensi. Suara bising usus pasien terdengar normal. Pada palpasi didapati nyeri tekan didaerah perut kanan atas, dengan hepar teraba tiga jari dibawah arcus costae dengan lebar batas lateral dextra empat belas sentimeter dengan konsistensi keras. Lien tidak teraba dan tidak membesar. Pada perkusi didapati bunyi redup pada daerah hepar dan timpani didaerah sekitarnya. Pada bagian posterior, nyeri ketok CVA negatif.

Pemeriksaan anogential dalam batas normal, tidak didapati adanya kelainan pada daerah genital. Pemeriksaan daerah ekstremnitas didapati akral hangat, tidak ada edema dan sianosis perifer.

Analisis masalahNyeri perut kanan atasAss : 1. kolesititis akut2. pankreatitis akut3. hepatitis akut4. susp. abses hepar6. susp. hepatoma5. perikarditisPlan : DL, UL, faal hati, gula darah, HbsAg, EKG, CxR, USG abdomen, CT scanTx : tirah baring, terapi cairan intravena, antibiotik, diet lunakMx : vital sign, keluhanEx : istirahat, meminum obat, stop merokok dan alkohol

Demam 1 mingguAss : 1. malaria2. ISK3. Tifoid 4. tb paruPlan : DL, UL, DDR, apusan darah tebal,tipis, widal test, sputum BTA, CxRTx : paracetamol 3x500mgMx : suhu/6 jamEx : minum air putih, minum obat

Jenis PemeriksaanHasil PemeriksaanNormalHEMATOLOGIHemoglobin11,913-16 gr/dLLeukosit 16,374-10 x 10^3/LHematokrit 34%38-42 %Trombosit 225150-450 x 10^3/LEritrosit3,853,5 5,5x 106/uLFAAL HATISGOT141< 37SGPT150< 42FAAL GINJALKreatinin serum2,060,6-1,3 mg/dLKADAR GULA DARAHSewaktu 243< 200 mg/dLMalaria-NegatifHbsAg -NegatifURIN LENGKAP (COMBUR)WarnaKuning keruhKuning jernihPh6,04,5 8Protein+1-Glukosa--SEDIMEN URINEpitel squamos+1+ / -Leukosit 2-4 sel