compile abses hepar

Download Compile Abses Hepar

If you can't read please download the document

Post on 25-Jul-2015

233 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

BAB I PENDAHULUAN Abses hepar adalah rongga yang berisi nanah pada hati dan dikelilingi oleh jaringan inflammasi, terbentuk sebagai hasil dari nanah pada infeksi lokal. 1 Usia pasien yang terkena abses hepar berkisar antara usia 3 85 tahun. Insidensi tertinggi adalah pasien yang berusia 60 69 tahun.2 Penyakit empedu merupakan penyebab paling umum sekarang. Obstruksi pada sekresi empedu memperboleh proliferasi bakteri. 2, 3 Abses hepar yang tidak diobati akan berakibat fatal. Angka mortalitas adalah 17% pada abses solid dan 23% pada abses multipel.2 Ada beberapa mekanisme patogenesis dari abses hepar seperti faktor virulensi parasit yang menghasilkan toksin, malnutrisi, faktor resistensi parasit, berubah-ubahnya antigen permukaan dan penurunan imunitas cell mediated. Secara patologis, abses amebiasis hepar ini berukuran kecil sampai besar yang isinya berupa bahan nekrotik seperti keju berwarna merah kecoklatan, kehijauan, kekuningan atau keabuan. Gambaran seseorang dengan amuba abses hepar, ialah adanya rasa nyeri di perut terutama hipokondrium kanan, disertai dengan kenaikan suhu badan. Kalau jalan membungkuk ke depan kanan sambil memegang bagian yang sakit, ada tanda hepatomegali dan tanda Ludwig positif.9 Pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan pada abses hepar termasuk foto polos, ultrasonografi (USG), tomografi komputer (TK) dan MRI. Radiografi foto polos kurang sesuai untuk mengevaluasi abses hepar.11 Gambaran USG untuk abses hepar dapat dilihat lapisan puing-puing nekrotik.12 TK merupakan scan evaluasi dengan kontras menjadi pilihan untuk tujuan skreening dan sebagai alat bantu untuk prosedur aspirasi perkutan dan drainase. Lesi pada TK mempunyai batas yang kurang baik dengan daerah hipodens ke parenkim hati disekitarnya.13 Pada pemeriksaan laboratorium, umumnya didapatkan leukositosis yang tinggi dengan pergeseran ke kiri, anemia, peningkatan laju endap darah, peningkatan alkalin fosfatase, peningkatan enzim transaminase dan serum bilirubin,

2

berkurangnya kadar albumin serum dan waktu protrombin yang memanjang menunjukan bahwa terdapat kegagalan fungsi hati yang disebabkan abses hepar piogenik (AHP).16 Diagnosa banding abses hepar adalah hepatoma dan tuberculosis hati. Hepatoma adalah kanker yang dimulai di hati yang paling umum. Infeksi tuberkulosis pada hati sering berlaku pada kasus advanced pulmonary TB dan widely disseminated atau miliary TB.17 Abses hepar dapat diterapi melalui terapi medis, percutaneous drainage dan bedah terapi. Perubahan yang paling signifikan dalam pengobatan abses hati piogenik muncul setelah CT-guided drainase. Sebelum modalitas ini, drainase bedah terbuka adalah pengobatan yang paling sering digunakan dengan tingkat kematian mencapai 70%. 20 Komplikasi abses hepar adalah hasil dari pecahnya abses ke organ-organ yang berdekatan atau ke rongga tubuh. Ini termasuk jenis pleuropulmonary seperti efusi pleura pleurisy, empiema, dan fistula bronco. Selain itu terdapat tipe komplikasi intra-abdominal seperti abses subphrenik.26 Jika tidak diobati, abses hepar piogenik dikaitkan dengan kematian 100%. 25

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Definisi Abses hepar adalah rongga yang berisi nanah pada hati dan dikelilingi oleh jaringan inflamasi, terbentuk sebagai hasil dari nanah pada infeksi lokal. Abses hepar dapat dibagi kepada dua kategori umum, yaitu abses hepar piogenik dan abses hepar amoebik. 1 II.2 Epidemiologi Insidensi abses hepar bervariasi di seluruh dunia dan biasanya berbeda dari aspek penyakit dasar dan berkait rapat negara tersebut 2. Usia pasien yang terkena abses hepar berkisar antara usia 3 85 tahun. Insidensi tertinggi adalah pasien yang berusia 60 69 tahun.2 Insidensi abses hepar tidak mengalami penurunan atau peningkatan yang drastis dari tinjauan data autopsi dan rumah sakit. Abses hepar yang telah terdiagnosa pada tahun 1896 1933 adalah sebanyak 0,7%, tahun 1934 1958 pula sebanyak 0,45% dan pada tahun 1959 1968 adalah sebanyak 0,57% kasus autopsi. Frekuensi pada pasien yang rawat inap di rumah sakit adalah 8 16 kasus per 100.000 kasus. Ada penelitian yang menunjukkan peningkatan yang sedikit tetapi signifikan pada frekuensi abses hepar. 3 Abses hepar yang tidak diobati akan berakibat fatal secara umum. Dengan penggunaan antibiotik dan operasi drainase, mortalitas dapat diturunkan ke 5 30% kasus. Penyebab kematian yang paling umum termasuk sepsis, kegagalan multiorgan, dan kegagalan hepar. 3 Mortalitas adalah 17% pada abses solid dan 23% pada abses multipel.2 Tidak terdapat kecenderungan pada jenis kelamin pasien. 2, 3 dengan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang tersedia serta kondisi sosial di

4

Di negara Amerika Syarikat dan United Kingdom, insidensi abses hepar adalah rata-rata 3,6 kasus dalam 100.000 kasus yang berkisar antara 8 20 kasus dalam setiap 100.000 kasus rawat inap. Insidensi lebih tinggi pada negara Asia seperti Taiwan yang mencatat 15 kasus setiap 100.000 kasus rawat inap. 4 II.3 Etiologi Apendisitis merupakan penyebab utama abses hepar yang paling sering ditemukan. Disebabkan oleh kemajuan diagnosa dan penatalaksanaan penyakit ini, frekuensi apendisitis untuk menyebabkan abses hepar adalah 10%. 3 Penyakit empedu merupakan penyebab paling umum sekarang. Obstruksi pada sekresi empedu menyebabkan proliferasi bakteri. Biasanya disertai penyakit batu empedu, malignansi bersifat obstruktif dan penyakit kongenital. Abses yang disebabkan oleh empedu biasanya multipel. 2 3 Kasus juga dilaporkan pada anak-anak dengan kelainan pada kekebalan, seperti penyakit granulomatosa kronis dan leukemia. 3 Sekitar 4% hasil abses hepar adalah akibat dari pembentukan fistula antara infeksi lokal intra-abdomen.3

II.4 Patogenesis Ada beberapa mekanisme patogenesis dari abses hepar seperti faktor virulensi parasit yang menghasilkan toksin, malnutrisi, faktor resistensi parasit, berubah-ubahnya antigen permukaan dan penurunan imunitas cell mediated4

. Berikut menunjukkan beberapa mekanisme terjadinya abses hepar: 1. Penempelan E. Histolytica pada mukus usus 2. Pengrusakan sawar intestinal 3. Lisis sel epitel intestinal serta sel radang disebabkan oleh endotoksin E. Histolytica.4.

Penyebarannya amuba ke hati mulai vena porta.

Pertamanya, terjadi fokus akumulasi neutrofil periportal yang disertai nekrosis dan inflitrasi granulumatosa. Hal ini menyebabkan lesi membesar dan bersatu dan membentuk granuloma dan diganti dengan jaringan nekrotik dimana

5

jaringan nekrotik dikelilingi kapsul tipis seperti jaringan fibrosa.6 Hal ini memakan waktu berbulan setelah kejadian amebiasis intestinal. Secara patologis, abses amebiasis hati ini berukuran kecil sampai besar yang isinya berupa bahan nekrotik seperti keju berwarna merah kecoklatan, kehijauan, kekuningan atau keabuan. Infeksi pada organ di sistem portal dapat mengakibatkan tromboflebitis septik lokal, yang dapat menyebabkan abses hepar. Emboli septik yang dilepaskan ke dalam sirkulasi portal, terperangkap oleh sinusoid hati, dan menjadi nidus untuk pembentukan mikroabses. Mikroabses ini awalnya adalah beberapa tetapi biasanya menyatu menjadi lesi soliter. 3 Formasi mikroabses juga dapat disebabkan oleh penyebaran hematogen organisme dalam kaitannya dengan bakteremia sistemik, seperti endokarditis dan pielonefritis. Cairan abses biasanya kental berwarna coklat susu yang terdiri dari jaringan rusak dan darah yang mengalami hemolisis. Dinding abses bervariasi tebalnya, bergantung pada lamanya penyakit. Abses yang lama dan besar berdinding tebal.7 Shaikh et al (1989) mendapatkan abses tunggal 85%, 2 abses 6% dan abses multipel 8%. Umumnya lokasinya sering terjadi pada lobus kanan 87%87,5% karena terdapat banyak pembuluh darah portal. Secara mikroskopik di bagian tengah didapatkan bahan nekrotik dan fibrinous, sedangkan di perifer tampak bentuk ameboid dengan sitoplasma bergranul serta inti kecil. Jaringan sekitarnya edematous dengan infiltrasi limfosit dan proliferasi ringan sel kupffer dengan tidak ditemukan sel PMN. Lesi amebiasis hati tidak disertai pembentukan jaringan parut karena tidak terbentuknya jaringan fibrosis.8

6

Skema di atas menunjukkan patogenesis abses hepar II.5 Manifestasi / Gambaran klinis Secara klinis dapat ditemukan beberapa gejala yang ditemukan pada penderita abses hepar. Antaranya adalah:

Gambaran seseorang dengan amebik abses hepar, ialah adanya rasa nyeri diperut terutama hipokondrium kanan, disertai dengan kenaikan suhu badan. Apabila jalan membungkuk ke depan kanan sambil memegang bagian yangsakit, ada tanda hepatomegali dan tanda Ludwig positif. Sebelum keluhan tersebut di atas timbul, didahului dengan diare berdarah dan berlendir.

Gejala gejala abses hati berdasarkan anamesa:

Demam/panas tinggi merupakan keluhan yang paling utama

7

Nyeri pada kuadran kanan atas abdomen, seperti ditusuk atau ditekan, rasa sakit akan berubah saat berubah posisi dan batuk

Batuk sebagai gejala iritasi diafragma Rasa mual dan muntah Berkurangnya nafsu makan

Penurunan berat badan yang unintentional Sindrom klinis klasik berupa nyeri spontan perut kanan atas, yang ditandai dengan jalan membungkuk ke depan dengan kedua tangan diletakan diatasnya.9

8

Secara fisikal dapat ditemukan:

Sakit bersamaan hepatomegali merupakan gejala utama yang dapat ditemukan Kurang bunyi pernafasan dalam zon kanan basilar hepar dengan tanda atelektasis dan efusi pada pemeriksaan atau secara radiologi. Adanya pleural atau friction rub hepar dengan assosiasi iritasi diafragma atau inflamasi pada kapsul Glisson. Jaundice juga dapat dilihat dengan insidensi 25% kasus dan selalunya berhubungan dengan penyakit atau dengan kehadiran multipel abses.9

II.6 Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik yang perlu dilakukan termasuk inspeksi, palpasi dan perkusi daerah abdomen. Selain itu, hepatomegali merupakan tanda umum yang