abses hepar koja

Download Abses Hepar Koja

Post on 31-Oct-2015

50 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PRESENTASI KASUSABSES HEPAR

Oleh:Kartika (030.08.134)

Pembimbing:dr. Edi Mulyana, Sp.PD, FINASIM

STASE ILMU PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT FATMAWATIPROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI2012/2013BAB IPENDAHULUAN

Abses hati adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan karena infeksi bakteri, parasit, maupun jamur yang bersumber dari sistem gastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus di dalam parenkim hati. .Hampir 10% penduduk dunia terutama penduduk dunia berkembang pernah terinfeksi Entamoeba histolytica tetapi 10% saja dari yang terinfeksi menunjukkan gejala. Insidensi penyakit ini berkisar sekitar 5-15 pasien pertahun. Individu yang mudah terinfeksi adalah penduduk di daerah endemik ataupun wisatawan yang ke daerah endemik di mana laki laki lebih sering terkena dibanding perempuandengan rasio 3:1 hingga 22:1 dan umur tersering pada dekade empat. Secara umum abses hati dibagi menjadi 2 yaitu abses hati amebik dan abses hati piogenik di mana kasus abses hati amebik lebih sering terjadi dibanding abses hati piogenik. Abses hati amebik biasanya disebabkan oleh infeksi Entamoeba hystolitica, Sedangkan abses hati piogenik di sebabkan oleh infeksi Enterobacteriaceae, Streptococci, Klebsiella, Candida, Salmonella, dan golongan lainnya. Abses hati sering timbul akibat komplikasi dari peradangan akut saluran empedu.Gejala tersering yang dikeluhkan oleh pasien dengan amebiasis hati adalah berupa nyeri perut kanan atas, demam, hepatomegali dengan nyeri tekan atau nyeri spontan atau disertai dengan gejala komplikasi. Gejala penyertanya adalah anoreksia, mual, muntah, berat badan menurun, batuk, ikterus ringan sampai sedang dan BAB berdarah. Pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia ringan sampai sedang.Penatalaksanaan abses hepar dapat dilakukan secara konvensional dengan pemberian antibiotika spectrum luas ataupun dengan aspirasi cairan abses, drainase perkutan atau operasi reseksi hati.

BAB IISTATUS PASIEN

IDENTITAS:Nama: Tn.SupaindiTTL: Bogor, 13/06/1958Umur : 52 tahun Jenis kelamin: Laki-lakiAgama : IslamAlamat: Jl.kalibaru barat J,akartaPendidikan: Tamat SLTAPekerjaan: wiraswastaStatus: MenikahJaminan: JAMKESDA

ANAMNESISAutoanamnesis dilakukan pada tanggal 15 mei 2013 Keluhan Utama: Nyeri perut kanan sejak 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit (SMRS) Riwayat Penyakit Sekarang:3 hari SMRS pasien mengeluh nyeri perut kanan atas, nyeri terasa hilang timbul, nyeri tidak menjalar, sifat nyeri tumpul dan nyeri tidak dipengaruhi oleh makanan dan nyeri tidak dipengaruhi oleh posisi. Pasien juga mengeluh semakin hari perutnya semakin membesar. Nafsu makan sedikit menurun, dan pasien mengalami penurunan berat badan sekitar 5-7 Kg dalam waktu kurang lebih 1 bulan. Mual(+), muntah (-), demam (+), BAK normal lancar, BAK berwarna seduhan teh(-), BAB normal, tidak diare ataupun keras, BAB berwarna dempul (-).kemudian pasien berobat ke RS terdekat dan dikatakan bahwa pasien memiliki benjolan di livernya lalu kemudian pasien di rujuk ke RSUD KOJA. Pasien juga mengeluh sesak yang semakin bertambah apabila pasien beraktifitas, kadang-kadang pasien sampai terbangun dimalam hari karena sesak. Pasien masih bisa tidur dengan posisi datar, walaupun kadang-kadang pasien lebih nyaman apabila menggunakan beberapa bantal. Riwayat Penyakit Dahulu:Kurang lebih 10 tahun yang lalu pasien pernah BAB berdarah, warna merah segar, konsistensi cair campur ampas.Sebelumnya pasien tidak ada riwayat sakit kuning ataupun liver, DM(-), Hipertensi (-), sakit lambung (-). Riwayat operasi (-) dan baru pertama kalinya dirawat.

Riwayat Penyakit Keluarga:Sakit kuning/liver(-), Diabetes mellitus(-), Hipertensi (-), stroke (-), penyakit jantung(-), keganasan(-). Penyakit ginjal(-), TBC(-), Asma(-). Dan tidak ada yang mengalami hal yang serupa dengan pasien.

Riwayat sosial dan kebiasaan:Pasien merokok sehari 1 bungkus selama kurang lebih 35 tahun, tidak ada riwayat transfusi sebelumnya, minum alcohol (-), menggunkan jarum suntik(-), dan riwayat pembuatan tato (-), pasien juga tidak sering mengkonsumsi makanan pedas,asam, minum kopi dll.

PEMERIKSAAN FISIKStatus generalis: Keadaan umum: kesadaran compos mentis, tampak sakit berat Tanda vital: Tekanan Darah : 120/80 mmHgNadi: 108x/menitPernafasan: 24x/menitSuhu: 36CNyeri: VAS 7-10 Kepala: Normocephali Rambut : warna hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut Mata: Oedem palpebra (-/-), konjumgtiva pucat (+/+), sclera ikterik (+/+) Hidung: septum deviasi (-), secret (-/-) Mulut : bibir pucat /sianosis/kering (-), Oral hygine cukup baik Tenggorokan : hiperemis (-), Tonsil T1/T1 Leher : trakea ditengah, pulsasi abnormal (-)KGB dan Tiroid tidak membesar, JVP 5-1 cmH2o Thorax/Paru : Inspeksi: bentuk thorax normal simetris statis & dinamis, pergerakan nafas simetris, retraksi iga (-/-), efloresensi (-), spider nevi(-) Palpasi : vocal fremitus sama kuat di kedua lapang paru (+/+) Perkusi : sonor dikedua lapang paru (+/+) Auskultasi : SN vesikular (+/+),Ronkhi (-/-), Wheezing (-/-) Thorax/ Jantung: Inspeksi: pulsasi ictus cordis (- ) Palpasi: ictus cordis teraba di ICS 5 midclavicularis sinistra, pulsasi abnormal di keempat area katup jantung (-) Perkusi: batas paru dan jantung dalam batas normal Auskultasi: BJI/II regular, murmur (-), Gallop(-) Abdomen : Inspeksi : kulit sawo matang, simetris, buncit (+), pelebaran vena (-) Auskultasi: bising usus (+) normal, venous hum (-) Palpasi : tegang, nyeri tekan (+), Hepar teraba 4 jari b.a.c dan 6 jari b.p.x dengan tepi tumpul, konsistensi kenyal, permukaan rata, nyeri tekan (+), limpa