case morbili san

Download case morbili san

Post on 02-Mar-2016

15 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

case morbili san

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANCampak dalam sejarah anak telah dikenal sebagai pembunuh terbesar, meskipun adanya vaksin telah dikembangkan lebih dari 30 tahun yang lalu, virus campak ini menyerang 50 juta orang setiap tahun dan menyebabkan lebih dari 1 juta kematian. Insiden terbanyak berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas penyakit campak yaitu pada negara berkembang1.

Program pencegahan dan pemberantasan campak di Indonesia pada saat ini berada pada tahap reduksi dengan pengendalian dan pencegahan KLB (Kejadian Luar Biasa). Hasil pemeriksaan sampel darah dan urin penderita campak pada saat KLB menunjukkan IgM positif sekitar 70-100 persen. Insiden rate semua kelompok umur dari laporan rutin Puskesmas dan Rumah Sakit selama tahun 1992-1998 cenderung menurun, terutama terjadi penurunan yang tajam pada semua kelompok umur. Tahun 1997-1999 kejadian campak dari hasil penyelidikan KLB cenderung meningkat, kemungkinan hal ini terjadi berkaitan dengan dampak krisis pangan dan gizi, namum masih perlu dikaji secara mendalam dan komprehensif.

Sidang WHA (World Health Assembly) tahun 1998, menetapkan kesepakatan global untuk membasmi polio atau Eradikasi Polio (Rapo), Eliminasi Tetanus Neonatorum (ETN) dan Reduksi Campak (RECAM) pada tahun 2000. Beberapa negara seperti Amerika, Australia dan beberapa negara lainnya telah memasuki tahap eliminasi campak. Pada sidang CDC/PAHO/WHO tahun 1996 menyimpulkan bahwa campak dimungkinkan untuk dieradikasi, karena satu-satunya pejamu (host) atau reservoir campak hanya pada manusia dan adanya vaksin dengan potensi yang cukup tinggi dengan efikasi vaksin 85 persen. Diperkirakan eradikasi akan dapat dicapai 10-15 tahun setelah eliminasi2.

BAB IISTATUS PASIENI. IDENTITAS

a. Identitas Pasien

Nama pasien: An. CJenis kelamin: Laki-laki

Agama: Islam

Alamat: Jl. Kurnia kp. Bulak, RT 006-RW 017, No 2Umur/tanggal lahir: 3 tahun 6 bulan /28 Juni 2010Tanggal masuk RS: 18 Januari 2014No. CM: 00201914b. Identitas Ayah

Nama: Tn. N (alm)Agama: Islam

Alamat: Jl. Kurnia kp. Bulak, RT 006-RW 017, No 2Pekerjaan: Kuli bangunan

c. Identitas Ibu

Nama: Ny. SUsia: 28 tahunAgama: Islam

Alamat: Jl. Kurnia kp. Bulak, RT 006-RW 017, No 2Pekerjaan: Pramusajid. Identitas NenekNama: Ny. M

Usia: 48 tahunAgama: Islam

Alamat: Jl. Kurnia kp. Bulak, RT 006-RW 017, No 2 Pekerjaan: Ibu Rumah TanggaII. ANAMNESIS

Dilakukan secara alloanamnesis dengan nenek pasien pada tanggal 21 Januari 2014 pukul 17.00 WIB di ruangan isolasi, bangsal lantai IV.a. Keluhan Utama

Demam sejak 1 minggu SMRSb. Riwayat Penyakit Sekarang

Sejak 1 minggu SMRS, nenek pasien mengatakan pasien demam. Demam dirasakan naik turun, dan tinggi terutama saat malam hari. Suhu badan pasien sempat diukur, dan sempat mencapai 40oC. Demam tidak sampai menggigil dan tidak ada hari bebas demam. Nenek pasien juga mengatakan ada batuk pilek dengan dahak bening dan ingus berwarna kuning kehijauan sejak 6 hari SMRS. Terkadang pasien juga terlihat sesak. Mata pasien juga tampak merah berair, disertai kotoran mata berwarna putih yang kering dan lengket sejak 6 hari SMRS, sehingga menyebabkan pasien kesulitan dalam membuka matanya.. Keluhan kejang, pilek, nyeri tenggorok, muntah, gusi berdarah, mimisan, dan keluar cairan dari telinga disangkal.

Nenek pasien mengatakan awalnya timbul bercak merah di perut, lalu makin lama makin meluas. Namun nenek pasien tidak terlalu memperhatikan bagian tubuh pasien yang lain dan tidak mengetahui kapan persisnya mulai timbul bercak merah tersebut, ia hanya mengatakan bercak merah timbul di perut pasien. Bercak merah tidak menyebabkan rasa gatal. Demam bertambah tinggi saat bercak mulai timbul. Tanggal 18 Januari 2014, nenek pasien membawa pasien ke IGD RSUD Koja karena demam tetap tinggi. Namun saat ini bercak kemerahan tersebut sudah menghitam dan mengelupas.

Di IGD, pasien diperiksa oleh dokter dan didiagnosis morbili. Setelah konsul dengan dokter spesialis anak, pasien mendapat terapi infus D5:NS 12 tpm, Co-amoxiclav 2 x 200mg IV, Paracetamol syr 3 x 120mg, Erdosteine syr 3 x 175mg, dan O2 2 liter. Pasien diobservasi di IGD dan hasil laboratorium hematologi menunjukkan Hb 11,6 , Leukosit 11.500 , hematokrit 36 dan trombosit 348.000 , kemudian setelah kondisi pasien membaik, pasien pindah ke ruangan isolasi.Nenek pasien mengatakan BAB pasien encer sejak tanggal 20 Januari 2014, pasien BAB cair disertai ampas dan lendir dengan frekuensi 2-3 kali/hari, jumlahnya gelas aqua setiap kali BAB. Namun saat ini keluhan BAB encer sudah mulai berkurang. BAK warna kuning, lancar dan tidak ada nyeri saat BAK. Nafsu makan berkurang dan pasien minum seperti biasa.

Setelah 4 hari perawatan, pasien masih demam, batuk, BAB encer sudah mulai berkurang. Bercak merah mulai berkurang dan meninggalkan bekas kehitaman yang mengelupas di kulit.c. Riwayat Penyakit DahuluPasien belum pernah mengalami keluhan yang sama. Pasien pernah kejang saat berusia 7 bulan, tanpa didahului demam tinggi. Pasien pernah dirawat di RS saat berusia 1 tahun karena menderita penyakit flek paru, dirawat selama 1 minggu, setelah itu pasien minum obat paru sampai 9 bulan lamanya, dan dinyatakan sembuh oleh dokter. Riwayat asma dan alergi terhadap obat maupun makanan disangkal oleh nenek pasien. d. Riwayat Penyakit Keluarga

Di keluarga pasien tidak ada yang mengalami hal serupa seperti pasien.e. Riwayat Kehamilan dan Persalinan

KehamilanMorbiditas kehamilanTidak ada

Perawatan antenatalTrimester pertama: 1 kali

Trimester kedua: 2 kali

Trimester ketiga: 3 kali

KelahiranTempat kelahiranPuskesmas

Penolong persalinanBidan

Cara persalinanSpontan

Masa gestasiCukup bulan

Keadaan bayiBBL: 3200 gram

PB: 47 cmLingkar kepala: tidak ingat

Langsung menangis

Warna kulit merah

APGAR score:tidak tahu

Kelainan bawaan: tidak ada

Kesimpulan: riwayat kehamilan dan persalinan baik.f. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan gigi I

: 7 bulan(normal: 5-9 bulan)Tengkurap

: 4 bulan(normal: 3-4 bulan)

Duduk

: 9 bulan(normal: 6-9 bulan)

Berdiri

: 10 bulan(normal: 9-12 bulan)

Berjalan

: 12 bulan(normal: 13 bulan)

Bicara

: 11 bulan(normal: 9-12 bulan)Belajar makan sendiri: 18 bulan(normal 18-24 bulan)

Bermain bersama anak lain: 2tahun(normal 2-3 tahun)

Bicara dengan baik

: 3 tahun(normal 3-4 tahun)Kesimpulan riwayat pertumbuhan dan perkembangan: baik, tidak ada keterlambatan.g. Riwayat Makanan

Umur

ASIBuah / BiskuitBuburNasi TimMakanan Orang Dewasa

0-2 bln----

2-4 bln----

4-6 bln----

6-8 bln

(6 bulan) (bubur susu(7 bulan))--

8-10 bln (10 bulan)-

10-12 bln-

1-2 tahun- (bubur kacang hijau)- (1 tahun)

2-3 tahun- (bubur kacang hijau)-

Kesulitan makan: tidak ada.Kesimpulan riwayat makanan: pola makan pasien baik.

h. Riwayat Imunisasi

VaksinDasarUlangan

BCG (2 bulan)-

DPT--

Polio (0 bulan) (2,4,6,18 bulan)

Campak--

Hepatitis B (0 bulan)-

MMR--

Kesimpulan: riwayat imunisasi dasar tidak lengkap.i. Riwayat Keluarga

1. Corak Reproduksi

NOTgl Lahir (Umur)Jenis KelaminHidupLahir MatiAbortusMati (Sebab)Keterangan Kesehatan

18-10-2006(8 thn 11 bln)L---baik

228-06-2010(3 thn 6 bln)L---Pasien

2. Riwayat Pernikahan AyahIbu

NamaTn. N(alm)Ny. S

Perkawinan ke11

Umur saat menikah 27 tahun23 tahun

Pendidikan terakhirSMKSLTP

Keadaan kesehatanalmarhumBaik

KB-

(KB suntik 3 bulan)

Kesimpulan riwayat keluarga: Ayah pasien meninggal, Ibu pasien sehat, dan kakak pasien sehat.j. Riwayat LingkunganPasien tinggal bersama neneknya. Rumah milik nenek pasien sendiri, terdapat ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup baik, terletak di daerah yang padat penduduk. Keadaan lingkungan sekitar rumah pasien diakui cukup bersih. Sumber air yang digunakan dari PAM.III. PEMERIKSAAN FISIK

Dilakukan pada tanggal 21 Januari 2014.

Keadaan umum: tampak sakit ringan

Kesadaran: compos mentis

Status Antopometri

Berat badan: 10 kg

Tinggi badan: 88 cm

BB/U: 10/15 x 100% = 66,66%

TB/U: 91/99 x 100% = 91,91%

BB/TB: 10/13,5 x 100% = 74,07%

Kesan: status gizi kurang

Tanda vitalSuhu: 36,80CNadi: 120x/menit, regular, isi cukupPernapasan: 24x/menitKulit: sawo matang, tidak tampak sianotik, tidak tampak ikterik, terdapat lesi hiperpigmentasi di seluruh tubuh, turgor kulit baik.Kepala: normocephali, ubun-ubun besar sudah menutup.Rambut: hitam, lurus, distribusi merata, tidak mudah dicabut.Mata: oedem palpebra (-/-), konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil kanan dan kiri bulat isokor 2 mm, refleks cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak langsung (+/+), mata cekung (-/-), injeksi konjungtiva (-/-).Telinga: normotia, serumen (-/-), sekret (-/-), membran timpani intak (+/+), nyeri tekan dan tarik (-/-).Hidung: nafas cuping hidung (-/-), tidak terdapat deviasi septum, sekret (-/-).Bibir:mukosa basah, sianosis (-), keilosis (-).Mulut:uvula letak di tengah, tonsil T1-T1, bercak koplik (-).Tenggorokan: faring hiperemis (-).Leher: trakea lurus di tengah, pembesaran KGB (-), kaku kuduk (-).Thoraks:

Paru-paruInspeksi: simetris saat statis dan dinamis, retraksi (-).

Palpasi: tidak dapat dilakukan .

Perkusi: tidak dapat dilakukanAuskultasi: suara nafas vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-). JantungInspeksi: ictus cordis tidak tampak.

Palpasi: ictus cordis teraba.

Perkusi: sulit ditentukan.

Auskultasi: bunyi jantung I dan II reguler, murmur (-), gallop