case morbili + askariasis

Download Case Morbili + Askariasis

If you can't read please download the document

Post on 28-Nov-2015

68 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

morbili

TRANSCRIPT

CASEMORBILIDANASKARIASIS

PEMBIMBINGDr. Dewi Iriani, Sp.A

PENYUSUNMASITAH BINTI ABDUL MAJID030.08.275ILMU KESEHATAN ANAK RSUD KOJAFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI, JAKARTA 26 AGUSTUS 2013- 3 NOVEMBER 2013BAB IPEMBAHASAN KASUS

I. IDENTITAS A. Identitas PasienNama Pasien: An. NJenis kelamin: Perempuan Umur: 2 tahun 6 bulanAgama: IslamSuku bangsa: SundaTempat / tanggal lahir: Jakarta, 24 Februari 2011Alamat : Jl. Pepaya 7 RT 2/ RW 16

B. Identitas Orang TuaAyah IbuNama: Tn. AI Nama: Ny. AAgama: IslamAgama: IslamAlamat : Tidak diketahui Alamat: Jl. Pepaya 7 RT 2/RW 16Pekerjaan: BuruhPekerjaan: IRTSuku Bangsa: Sunda Suku Bangsa: SundaHubungan dengan orang tua: pasien merupakan anak kandung Status Pernikahan orang tua : cerai

I. ANAMNESIS

Dilakukan secara Alloanamnesis dengan Ny. ALokasi: Isolasi bangsal lantai 4Tanggal / waktu: 11 September 2013Tanggal Masuk: 8 September 2013

A. Keluhan Utama:Diare sejak 5 hari sebelum masuk Rumah SakitB. Keluhan Tambahan :Demam, batuk pilek, keluar cacing sewaktu BAB, keluar ruam merah di seluruh tubuh. C. Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ke UGD RSUD Koja dengan keluhan diare sejak 5 hari SMRS. Pasien diare hampir 5-6 kali per hari, setiap kali diare jumlahnya kira-kira setengah gelas aqua, konsistensi cair, ada ampas namun sedikit, warna kehijauan, tidak ada darah atau lendir. Setelah diare selalunya pasien akan berasa haus dan rewel. Setelah beberapa kali diare, pada hari yang sama suhu tubuh pasien mulai naik, secara perlahan-lahan dan mulai tinggi pada waktu malam. Pasien menghidap demam dengan suhu panas sepanjang hari sekitar 38-40 sejak 5 hari SMRS. Selain itu pasien juga mengeluhkan batuk tidak berdahak, dan pilek dengan hingus encer jernih. 3 hari SMRS, pasien mulai mual dan muntah sebanyak 3 kali. Pasien akan muntah setiap kali diberi makanan menyebabkan nafsu makan pasien berkurang. Pasien masih demam, batuk pilek dan masih diare. Beberapa jam sebelum masuk rumah sakit, suhu tubuh pasien makin tinggi, dan keluar cacing berwarna putih, ukuran sebesar mee spaghetti, dan panjang kira-kira 10 cm ketika BAB. Pasien masih diare, dengan konsistensi cair, ampas sedikit, ada lendir, jumlah kira-kira setengah gelas aqua, tidak berdarah. Masih ada mual, namun sudah tidak muntah. Tubuh pasien semakin lemas, karena pasien tidak mahu makan. Pasien sering merasa haus, sukar tidur, rewel dan gelisah. Kemudian pasien dibawa ke UGD RSUD Koja oleh ibunya dan dirawat di ruangan.Hari pertama pasien dirawat, suhu demam pasien masih tinggi, 38-39o dan mulai timbul ruam merah di kulit mulai pada daerah leher, wajah dan dada. Mata pasien kelihatan merah berair dan bengkak. Masih batuk pilek dan diare dengan konsistensi masih cair namun ampasnya udah mulai banyak. Tetapi tidak ada cacing yang keluar bersama BAB.Hari kedua perawatan, suhu demam sudah mulai menurun, 37o-38o ruam merah semakin banyak di tubuh dan tangan serta kaki. Pasien masih tidak mahu makan, masih diare, batuk pilek dan rewel.Hari ketiga perawatan, pasien masih demam namun suhu tidak terlalu tinggi 36,5-38,0 . Ibu pasien mengatakan ada cacing yang keluar dari mulut dan hidung pasien sebanyak 5 ekor, berwarna putih kekuningan, ukurannya sebesar tali infuse dan panjang kira-kira 5-10 cm. ibu pasien menyangkal anaknya muntah atau batuk semasa cacingnya keluar dari mulut. Sepanjang sakit, pasien sangat sukar makan, dia hanya mahu minum air putih atau susu sahaja menyebabkan berat badan pasien semakin turun. Ibu pasien telah membawanya berobat jalan di klinik dan puskesmas namun tidak ada perubahan pada penyakit pasien.

D. Riwayat Penyakit Dahulu

Ibu pasien mengatakan pasien mempunyai riwayat asma sejak berusia 5 bulan. Serangan asma ringan, kambuh sekali dalam dua hingga tiga bulan. Pasien sering diare sejak berusia 2 tahun, sekurang-kurangnya setiap sekali dalam sebulan pasien akan diare. Sehari lebih dari 3 kali, konsistensi cair, ada ampas, warna kuning kehijauan, tidak ada darah atau lendir. Ibu pasien mengeluhkan perut pasien mulai membuncit sejak usia setahun. Riwayat batuk pilek, demam ada tapi jarang. Tidak pernah mengalami kejang atau dirawat di rumah sakit.Kesan : ditemukan riwayat penyakit dahulu yang berkaitan erat dengan penyakit yang dihidap pasien sekarang.

E. Riwayat Penyakit Keluarga

Kakak pasien sering diare dan menghidap gejala yang sama dengan pasien yaitu keluar cacing dari BABnya semasa usianya 3 tahun. Kakek dan nenek pasien ada penyakit asma. Orang tua pasien ada riwayat dermatitis alergi dan alergi makanan laut.Dalam lingkungan tetangga pasien, ada teman pasien yang menghidap demam dan kemudian timbul ruam merah di seluruh tubuhnya sekitar 2 minggu sebelum pasien mulai menunjukkan gejala.

Kesan: ditemukan riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan penyakit pasien.

F. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran KEHAMILANUsia kehamilan 22 tahun

Kehamilan keG2 P1A0

Morbiditas kehamilan Tidak ada

Perawatan antenatalIbu kontrol di klinik bidan, sebulan sekali, kurang teratur

Obat-obatan Obat penambah darah dan vitamin dari bidan

Vaksinasi Tidak ada

Gizi Gizi cukup: nasi, ikan, sayur, susu.

KELAHIRANTempat kelahiranPuskesmas

Penolong persalinanBidan

Cara persalinanNormal

Masa gestasiLebih dari usia kehamilan 42 minggu

Kesulitan saat melahirkanKetuban dipecahkan di luar rahim, warna air ketuban hijau encer, bayi tertelan mekonium.Hisap lendir (+)

Keadaan bayiBerat lahir : 3000 gramPanjang badan : 48 cmLangsung menangis (+)Kulit kemerahan (+)

Kesan : Riwayat kehamilan dan persalinan kurang baik

G. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan :Pertumbuhan gigi I : Umur 6 bulan (Normal: 5-9 bulan)PsikomotorTengkurap: Umur 3 bulan (Normal: 3-4 bulan)Duduk: Umur 6 bulan(Normal: 6-9 bulan)Berdiri: Umur 9 bulan(Normal: 9-12 bulan)Berjalan: Umur 14 bulan(Normal: 13 bulan)Bicara: Umur 7 bulan(Normal: 9-12 bulan) Perkembangan pubertas Rambut pubis: - Rambut ketiak: - Gangguan perkembangan mental/emosi : tidak ada Kesan : Riwayat tumbuh kembang baik sesuai mengikut usianya.

H. Riwayat Makanan :Umur (bulan)ASI/PASI/Susu FormulaBuah / BiskuitBubur SusuNasi Tim

0 2ASI---

2 4Susu formula + PASI-+-

4 6Susu formula + PASI++ -

6 8Susu formula + PASI++-

8-10Susu formula + PASI+++

10-12Susu formula+PASI+++

Umur Diatas 1 TahunJenis MakananFrekuensi dan Jumlah

Nasi/Pengganti2x/hari, 1/2 porsi

Sayur 1x/hari

Daging 1x/minggu

Telur 1 butir/hari

Ikan 1x/minggu

Tahu 1 potong, setiap hari

Tempe 1 potong, setiap hari

Susu (merk/takaran)Susu formula (SGM )

Kesan:Riwayat makanan kurang baikI. Riwayat Imunisasi ImunisasiUmur waktu pemberian

BulanTahun

012346915182612

Hepatitis B

BCG

DPT

Polio

Campak

Kesan: Riwayat imunisasi dasar pasien tidak lengkapJ. Riwayat Keluarga Riwayat Pernikahan AyahIbu

Nama Tn. AINy. A

Perkawinan ke-SatuSatu

Pendidikan terakhirSDSD

Agama IslamIslam

Suku bangsaSundaSunda

Keadaan kesehatanBaik (R.alergi +)Baik (R.alergi +)

Status pernikahan Cerai Cerai

Pasien merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya adalah perempuan berusia 3 tahun. Kedua orang tua pasien sudah bercerai sejak 5 bulan yang lalu. Sekarang, pasien tinggal di rumah bersama nenek, ibu, dan sepupunya. Ibu pasien sedang hamil dengan usia 9 bulan.

Riwayat Sosial-EkonomiPasien tinggal bersama nenek, ibu dan sepupunya. Ibu pasien tidak bekerja. Nenek pasien bekerja jualan ikan asin dengan penghasilan sekitar RP50,000 sehari. Uang dari hasil jualan kadang-kadang tidak mencukupi untuk mereka berempat sehingga mereka harus berhutang dan mengkomsumsi makanan apa adanya. Ibu pasien sedang hamil 9 bulan, ANC tidak terkontrol dengan asupan gizi yang kurang. Pasien juga tidak dapat mengkomsumsi makanan yang cukup gizinya karena keluarga mereka kurang mampu.

K. Riwayat Perumahan dan SanitasiPasien tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan kawasan perumahan kumuh yang padat. Rumah pasien berukuran sederhana, ada ruang tamu, dapur, 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi sendiri. Kawasan perumahan pasien kotor, berhampiran dengan tempat pembuangan dan berbau, serta sistem perparitan yang buruk karena selokannya sering mampet dan banjir jika hujan. Pasien sering bermain di kawasan dekat sampah atau lapangan berhampiran dengan rumahnya. Selain itu, pasien juga suka beli makanan di luar, sering makan es batu dan jarang makan makanan di rumah. Teman-teman sepermainan pasien sering menghidap penyakit diare, demam, batuk pilek dan cacingan sama seperti pasien juga.

Kesan: didapati riwayat perumahan dan sanitasi tempat pasien tinggal buruk dan sangat mempengaruhi keadaan kesehatan pasien.

II. PEMERIKSAAN FISIK

Dilakukan pada tanggal 11 September 2013, di Ruang Isolasi RSUD Koja, Pukul 11.00Keadaan Umum :Tampak sakit sedangKesadaran:Compos mentisData Antropometri Berat Badan:8,5 kg Tinggi Badan: 81 cmStatus GiziBerat Badan= 8,5 kg, Tinggi Badan= 81, usia 30 bulan BB/U = 8,5/13 x 100% = 65,38 % TB/U= 81/91 x 100% = 89,01 % BB/TB= 8,5/11,5 x 100% = 73,91 %Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa status gizi pasien gizi kurangTanda VitalTekanan Darah :100/60 mmHgNadi :96 x/menit, reguler, isi kuat, equal kanan dan kiriSuhu:37,6 CPernapasan:32 x/menit, teraturKulit:Sawo matang, ikterik (-), sianosis (-), turgor normal, kelembaban normal, tampak effloresensi makulopapular eritemaous, difus, generalisata, monomorf.Kepala dan LeherKepala: Normosefali, ubun ubun datar