makalah morbili

Download Makalah Morbili

Post on 29-Dec-2015

78 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

m

TRANSCRIPT

LAPORAN KASUS: SEORANG ANAK 4 TAHUN DENGAN DEMAM 5 HARI

KELOMPOK VI

03008061Birri Ifkar 03008064Calvindra Leenesa 03009165Nadia Anggun Mowlina 03009176Nyimas Ratih Amandhita NP 03010046Ayu Nabila Kusuma P. 03010047Bagus Dwi Putranto 03010048Bayu Adiputro 03010049Beatrix Tiara Indie 03010050Bela Amanda Putri 03010051Bella Ammara Karlinda

Jakarta

25 Januari 2012

DAFTAR ISI

Bab I:Pendahuluan 3Bab II :Laporan Kasus. 4Bab III:Pembahasan. 6Bab IV:Tinjauan Pustaka.... 16Bab V:Kesimpulan 27Daftar Pustaka 28

BAB IPENDAHULUAN

Campak adalah endemik pada sebagian besar dunia. Dahulu, epidemic cenderung terjadi secara irregular, tampak pada musim semi di kota-kota besar dengan interval 2 sampai 4 tahun ketika kelompok anak yang rentan terpajan. Campak sangat menular, sekitar 90% kontak keluarga yang rentan mendapat penyakit. Campak jarang subklinis. Sebelum penggunaan vaksin campak, puncak insiden pada umur 5-10 tahun, kebanyakan orang dewasa imun.Campak adalah penyakit yang sangat menular. Pada tahun 1980, sebelum vaksinasi meluas, campak menyebabkan kira-kira 2,6 juta kematian setiap tahun. Diperkirakan 164 000 orang meninggal akibat campak di tahun 2008 - kebanyakan anak-anak di bawah usia lima tahun.Campak disebabkan oleh virus RNA dari jenis Morbillivirus dalam famili Paramyxovirus. Virus campak biasanya tumbuh di sel-sel yang melapisi bagian belakang tenggorokan dan paru-paru. Kegiatan imunisasi memiliki dampak besar pada mengurangi kematian akibat campak. Dari 2001-2011 diperkirakan satu milyar anak-anak berusia 9 bulan sampai 14 tahun yang tinggal di negara-negara berisiko tinggi divaksinasi terhadap penyakit. Secara global kematian akibat campak telah menurun sebesar 78% dari 733.000 di tahun 2000, menjadi 164 000 pada tahun 2008.1

BAB IILAPORAN KASUS

Seorang anak berusia tahun diantar ibunya berusia 22 tahun ke RS Pendidikan Trisakti dengan keluhan demam selama 5 hari. Keluhan lainnya batuk, pilek, nafsu makan berkurang, mata merah, dan badan terasa lemah. Anamnesis lebih lanjut yang dilakukan oleh mahasiswa Trisakti yang bertugas adalah sebagai berikut: 5 hari yang lalu anak mulai demam, timbul mendadak, naik turun, waktu malam demam lebih tinggi disertai batuk dan pilek. Batuknya kering tidak berdahak dan tenggorokan terasa sakit. Pilek disertai lender encer, bening, tidak berdarah. Pada hari berikutnya mata mulai berwarna merah disertai banyak keluar air mata. Pasien kemudian muntah 2 kali berisi makanan, jumlahnya tidak banyak dan tidak berdarah. Makan dan minum berkurang dan di dalam mulut terdapat sariawan. Pada hari kedua pasien dikompres dengan air hangat, tetapi demam tidak berkurang. Pasien kemudian dibawa berobat ke Puskesmas, mendapat obat turun panas, panas turun tetapi kemudian naik lagi. Mulai hari keempat timbul bercak merah di leher dan orang tua khawatir maka esok harinya dibawa berobat ke RS Pendidikan Trisakti.Pada Pemeriksaan fisik didapatkan bahwa anak tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis, gizi kurang, anemia (-), sianosis (-), dispnoe (+). Tanda vital: suhu 380C, Nadi 120x/menit, teratur, isi tegangan cukup, tekanan darah110/7mmHg, rr 36x/menit, teratur, tipe abdominothorakal, dan dangkal. Data antropometri: BB 13,2 kg, TB 98 cm, LK 49 cm, LLA 15 cm. Kepala normosefal, rambut hitam tidak mudah dicabut. Mata berair (+), agak cekung (+), anemia (-), strabismus (-), nystagmus (-), reflex cahaya langsung/tidak langsung +/+. Hidung sianosis (-), secret (+) bening, nafas cuping hidung (+) Telinga secret (-), nyeri tekan/tarik (-) Bibir kering (+), sianosis (-), fisura (-) Mukosa bucalis ulcus kecil (+), faring hiperemis, tonsil tenang, lidah tidak kotor. Jantung bunyi jantung 1 dan 2 murni, murmur (-) Thorax simetris kanan kiri, retraksi subcostal (+), perkusi pekak, suara nafas bronchovesikuler, dan ronchi basah halus di paru kanan dan kiri. Abdomen datar, nyeri tekan (-), shifting dullness (-), hati dan limpa tidak teraba, bising usus terdengar biasa. Kulit bercak maculopapula (+), diseluruh tubuh, petechiae (-), ulcus (-)

Pada Pemeriksaan penunjang, dilakukan pemeriksaan laboraturium darah, yaitu: Hb 12,2 g/dL Ht 36% Leukosit 4100/L Trombosit 212/L Gula darah sewaktu 108 mg/dL Elektrolit darah : Na 142 mmol/L, K 3,5 mmol/L, Cl 108 mmol/LRadiografi Paru: Terdapat bercak infiltrat di paru kanan dan kiri.

BAB IIIPEMBAHASANIdentitas pasien Nama: X Umur: 4 tahun Jenis kelamin: PerempuanMasalah Demam selama 5 hari Batuk Pilek Nafsu makan menurun Mata merah Badan lemah

Hipotesis1. Morbili: dilihat dari gejala anak yaitu: demam selama 5 hari, batuk dan pilek, mata merah2. Rubella3. Faringitis: adanya gejala batuk dan pilek4. Konjungtivitis: adanya mata yang merah Anamnesis1. Apakah pasien sudah mendapatkan vaksin, terutama vaksin MMR?2. Bagaimana sifat demam pasien? Apakah turun-naik atau tinggi terus? 3. Bagaimana intake makanan pasien?4. Apakah ada diare dan muntah? Karena biasanya pasien morbili juga mengalami diare dan muntah5. Apakah batuknya berlendir atau kering?6. Apakah ada sakit tenggorokan?7. Apakah ada terpajan gas iritan yang menyebabkan mata merah?8. Bagaimana riwayat tumbuh kembang anak?

Pemeriksaan FisikPada pemeriksaan fisik didapatkan:NoPenilaianHasil Pemeriksaan fisikHasil Normal

1Keadaan UmumGizi kurang

2KesadaranCompos mentisCompos mentis

3Data antopometriBerat Badan: 13,2 kgTinggi Badan: 98 cmLK: 49 cmLLA: 15 cm

4Tekanan Darah110/70mmHgNormal

5Respiratory rate36x/menitmeningkat

6Frekuensi Nadi120x/menitNormal

7Suhu38CSubfebris

8KepalaNormosefali, rambut hitam tidak mudah dicabutNormal

9MataMata berair (+), agak cekung (+), anemia (-), strabismus (-), nystagmus (-), reflex cahaya langsung/tidak langsung +/+

10TelingaSekret (-), nyeri tekan/tarik (-)-

11HidungHidung sianosis (-), sekret (+) bening, nafas cuping hidung (+)Napas spontan, tanpa sekret

12MulutBibir kering (+), sianosis (-), fisura (-), mukosa bukalis ulcus kecil (+), lidah tidak kotor

13TenggorokanFaring hiperemis, tonsil tenang

14Leher-

15Toraks BJ I dan II murni, murmur (-), thorax simetris kanan kiri, retraksi subcosta (+), perkusi pekak, suara nafas bronchovesikuler, ronchi basar halus di paru kanan dan kiri

16Kulit Bercak makulopapula (+) diseluruh tubuh, petechiae (-), ulcus (-)

17Abdomen dan VisceraAbdomen datar, nyeri tekan (-), shifting dullness (-), hati dan limpa tidak teraba, bising usus terdengar biasa

18Genitalia Eksterna-

19Ektremitas Atas dan Bawah-

Pemeriksaan PenunjangUntuk menegaskan hasil temuan klinik yang diperoleh dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, telah dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium dan radiografi paru pada pasien ini. Adapun hasil pemeriksaan penunjangnya adalah sebagai berikut:Laboratorium: Hb:12,2 g/dL

Ht:36%

Leukosit:4100 /L

Trombosit:212 /L

Gula darah sewaktu:108 mg/dL

Elektrolit darah:

Na:142 mmol/L

K :3,5 mmol/L

Cl:108 mmol/L

Radiografi Paru: Terdapat bercak infiltrat di paru kanan dan kiri.Dari data di atas, dapat ditemukan bahwa kadar Hb pada anak ini normal, sekalipun mendekati ambang batas (batas: 12,0 g/dL). Hal ini dapat dikaitkan dengan keadaan gizi pasien yang buruk seperti yang didapatkan pada hasil pemeriksaan fisik. Hal ini disebabkan karena defisiensi suatu faktor yang dibutuhkan untuk eritropoiesis. Pembentukan sel darah merah bergantung pada pasokan adekuat bahan-bahan esensial, yang sebagian di antaranya tidak disintesis di tubuh, tetapi harus disediakan melalui makanan.2Nilai hematokrit merupakan volume eritrosit dalam 100 ml darah yang dinyatakan dalam %. Nilai hematokrit dipakai untuk mengetahui ada tidaknya anemia dan digunakan juga untuk menghitung nilai eritrosit rata-rata (NER).3 Nilai normal hematokrit untuk balita adalah 28-42%, dan pada hasil pemeriksaan laboratorium pasien ini masih ditemukan dalam nilai normal.4Nilai leukosit ditemukan menurun pada pasien ini. Gula darah sewaktu ditemukan normal. Dari pemeriksaan ketiga elektrolit darah, ditemukan kadar Cl mengalami penaikan, dari ambang batas atas yang seharusnya 106 mmol/L.4Bercak infiltrat pada paru menunjukkan bahwa pada pasien ini telah terjadi komplikasi pneumonia. Komplikasi ini merupakan salah satu dari komplikasi morbili yang timbul secara dini, yakni otitis media, pneumonia, dan ensefalitis. Pneumonia interstisial mungkin disebabkan oleh virus campak (pneumonia giant-cell). Pneumonia campak pada pasien terinfeksi HIV sering fatal dan tidak selalu disertai dengan ruam. Superinfeksi bakteri dan bronkopneumonia lebih sering, biasanya karena Pneumococcus, Streptokokus kelompok A, Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae tipe B. Laringitis, tracheitis, dan bronkitis yang umum dan mungkin karena virus morbili saja. Morbili dapat memperburuk infeksi Mycobacterium tuberculosis yang mendasarinya, dan menyebabkan kehilangan sensitivitas terhadap uji kulit tuberkulin.4

DiagnosisDitegakkan berdasarkan adanya anamnesis, tanda klinik dan tanda yang patognomonik maka kelompok kami mendiagnosa Morbilli disertai komplikasi Pneumonia. Dengan diagnosis banding Rubela.

PatofisiologiCampak merupakan infeksi virus yang sangat menular, dengan sedikit virus yang infeksius sudah dapat menimbulkan infeksi pada seseorang. Lokasi utama infeksi virus campak adalah epitel saluran nafas nasofaring. Infeksi virus pertama pada saluran nafas sangat minimal. Kejadian yang lebih penting adalah penyebaran pertama virus campak ke jaringan limfatik regional yang menyebabkan terjadinya viremia primer. Setelah viremia primer, terjadi multiplikasi ekstensif dari virus campak yang terjadi pada jaringan limfatik regional maupun jaringan limfatik yang lebih jauh. Multiplikasi virus campak juga terjadi di lokasi pertama infeks