morbili ferry

Post on 02-Jun-2018

222 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/10/2019 Morbili Ferry

    1/23

    i

    REFERAT

    ILMU KESEHATAN ANAK

    MORBILI

    Disusun oleh:

    M. Ferry Nur Abadi

    102011101021

    Pembimbing:

    dr. H. Ahmad Nuri, S.A

    dr. !ebyar Tri Ba"#ara, S.A

    dr. Ram$y Syam%a&, S.A

    dr. Sara"'a(i )e'i, S.A

    Disusun untuk melaksanakan tugas kepaniteraan klinik

    ilmu kesehatan anak di RSD dr. Soebandi Kabupaten Jember

    FAKULTAS KE)OKTERAN UNI*ERSITAS +EMBER

    SMFLAB ILMU KESEHATAN ANAK

    RS) )R. SOEBAN)I KABU-ATEN +EMBER

    201

    i

  • 8/10/2019 Morbili Ferry

    2/23

    ii

    )AFTAR ISI

    HALAMAN SAM-UL............................................................................ i

    )AFTAR ISI............................................................................................. ii

    BAB 1. -EN)AHULUAN....................................................................... 1

    BAB 2. TIN+AUAN -USTAKA.............................................................. /

    Definisi...................................................................................................... 3

    Epidemiologi............................................................................................. 4

    Faktor Resiko............................................................................................. 4

    Etiologi......................................................................................................

    Patofisiologi............................................................................................... !

    "anifestasi Klinis...................................................................................... #

    Diagnosis................................................................................................... $

    Diagnosis %anding..................................................................................... &3

    Penatalaksanaan......................................................................................... &

    Komplikasi................................................................................................. &'

    Prognosis...................................................................................................

    Pen(egahan ............................................................................................... &$

    BAB /. KESIM-ULAN........................................................................... 20

    )AFTAR -USTAKA............................................................................... 21

    ii

  • 8/10/2019 Morbili Ferry

    3/23

  • 8/10/2019 Morbili Ferry

    4/23

    2

    *ang sering di-umpai ialah bronkopneumonia /'+250+ gastroenteritis /'+&50+

    ensefalitis /!+'50 dan lainlain /'+$50.&

    Ke-adian luar biasa (ampak lebih sering ter-adi di daerah pedesaan

    terutama daerah *ang sulit di-angkau oleh pela*anan kesehatan+ khususn*a dalam

    program imunisasi. Di daerah transmigrasi sering ter-adi 6abah dengan angka

    kematian *ang tinggi. Di daerah perkotaan+ kasus (ampak tidak terlihat+ ke(uali

    dari laporan rumah sakit. 9al ini tidak berarti bah6a daerah urban terlepas dari

    (ampak. Daerah urban *ang padat dan kumuh merupakan daerah ra6an terhadap

    pen*akit *ang sangat menular seperti (ampak. Daerah sema(am ini dapat

    merupakan sumber ke-adian luar biasa pen*akit (ampak.&

  • 8/10/2019 Morbili Ferry

    5/23

    3

    BAB 2. TIN+AUAN -USTAKA

    1. )ei&i"i

    )ampak adalah pen*akit akut *ang sangat menular+ disebabkan oleh

    infeksi ,irus *ang umumn*a men*erang anak. )ampak merniliki ge-ala klinis

    khas *aitu terdiri dari 3 stadium *ang masingmasing mempun*ai (iri khusus: /&0

    stadium masa tunas berlangsung kirakira &1&2 hari+ /20 stadium prodromal

    dengan ge-ala pilek dan batuk *ang meningkat dan ditemukan enantem padamukosa pipi /ber(ak Koplik0+ faring dan peradangan mukosa kon-ungti,a+ dan /30

    stadium akhir dengan keluar*a ruam mulai dari belakang telinga men*ebar ke

    muka+ badan+ lengan dan kaki. Ruam timbul didahului dengan suhu badan *ang

    meningkat+ selan-utn*a ruam men-adi menghitam dan mengelupas.&

    ransmisi (ampak ter-adi melalui udara+ kontak langsung maupun melalui

    droplet dari penderita saat ge-ala *ang ada minimal bahkan tidak berge-ala.

    Penderita masih dapat menularkan pen*akitn*a mulai hari ke' setelah terpa-an

    hingga hari setelah ruam mun(ul. %iasan*a seseorang akan mendapat kekebalan

    seumur hidup bila telah sekali terinfeksi oleh (ampak.2

    )ampak adalah suatu pen*akit akut menular+ ditandai oleh tiga stadium:&

    &. Stadium kataral

    Ditandai dengan enantem /ber(ak koplik0 pada mukosa bukal dan faring+

    demam ringan sampai sedang+ kon-ungti,itis ringan+ kor*8a+ dan batuk.

    2. Stadium erupsi

    Ditandai dengan ruam makuler *ang mun(ul berturutturut pada leher dan

    muka+ tubuh+ lengan dan kaki dan disertai oleh demam tinggi.

    3. Stadium kon,alesen

    Ditandai dengan hilangn*a ruam sesuai urutan mun(uln*a ruam+ dan ter-adi

    hiperpigmentasi.

  • 8/10/2019 Morbili Ferry

    6/23

    4

    2. Eidemi%i

    Dilaporkan kasus morbili di merika Serikat pada tahun &$41an ter-adi

    .111 kasus dan berkurang ratarata #3 kasus dari tahun 211&21&&. Peningkatan

    ,aksinasi dan kontrol terhadap morbili di merika pada tahun 2111+ telah

    menurunkan kasus morbili. Di negara berkembang+ morbili mempengaruhi 31

    -uta anak dalam setahun dan men*ebabkan & -uta kematian. "orbili

    men*ebabkan &.111!1.111 kasus kebutaan dalam setahun / )hen+ 21&30.

    ngka ke-adian (ampak di ndonesia se-ak tahun &$$1 sampai 2112 masih

    tinggi sekitar 31114111 per tahun demikian pula frekuensi ter-adin*a ke-adian

    luar biasa tampak meningkat dari 23 kali per tahun men-adi &'4. ;amun case

    fatality rate telah dapat diturunkan dari +5 men-adi &+25.3

    /. Fa#(r Re"i#

    &. Jenis kelamin

    rang de6asa lebih sering menderita ensefalitis+ hepatitis+ hipokalsemia+

    atau pankreatitis setelah menderita morbili. "orbili lebih parah pada orang

    de6asa karena ter-adi penurunan imunitas seluler pada usia de6asa.'

    3. munosupresi

    nak dengan gangguan fungsi makrofag sa-a /misaln*a+ pen*akit

    granulomatosa kronis0 tidak memperparah komplikasi dari morbili.

  • 8/10/2019 Morbili Ferry

    7/23

    Penekanan fungsi limfosit+ akibat (a(at ba6aan pada fungsi limfosit +

    transplantasi sumsum tulang+ kemoterapi untuk kanker+ atau dosis

    imunosupresif steroid+ terkait dengan morbili *ang bertambah berat.#nak

    *ang lahir dari ibu terinfeksi 9? lebih rentan morbili daripada anak *ang

    lahir dari ibu tidak terinfeksi 9?+ karena penurunan antibodi kepada ba*i

    mereka. %a*i *ang terinfeksi 9? *ang tidak memakai terapi antiretro,iral

    /R0 akan menurunkan respon terhadap ,aksinasi morbili.#

    4. "alnutrisi

    nak *ang kekurangan gi8i memiliki gangguan dalam berbagai aspek

    sistem kekebalan tubuh+ ekskresi berkepan-angan ,irus morbili+ dan tingkat

    kematian morbili lebih tinggi. "orbili berkontribusi men*ebabkan

    malnutrisi karena kehilangan protein+ peningkatan kebutuhan metabolik+ dan

    penurunan asupan makanan. nak penderita morbili pada a6al kehidupan

    memiliki bobot rerata lebih rendah daripada anak seusian*a *ang tidak

    menderita morbili.#

    . E(i%i

    "orbili disebabkan oleh ,irus R; dari famil* paramixoviridae, genus

    morbilivirus />rkin+ &$$&0. ?irus ini men*ebar se(ara tidak langsung melalui

    batuk dan bersin+ atau langsung melalui kontak langsung dengan (airan lesi

    /7olff+ 211#0. Faktor risiko *ang mendukung terinfeksi ,irus morbili adalah

    imunodefisiensi+ malnutrisi dan defisiensi ,itamin /)hen+ 21&30.

    Pada temperatur kamar selama 3 hari ,irus kehilangan !15 sifat

    infektifitasn*a. ?irus tetap aktif minimal 34 -am pada temperatur kamar+ &

    minggu di dalam penga6etan beku+ minimal 4 minggu dalam temperatur 3@)+

    beberapa hari pada suhu 1@)+ dan tidak aktif pada p9 rendah /Soegeng

    Soegi-anto+ 21120.

    3. -a(i"i%i

    nfeksi ,irus morbili ter-adi selama akhir musim dingin dan musim semi+

    infeksi ditularkan melalui udara. Pada a6al infeksi+ ,irus akan memperban*ak diri

  • 8/10/2019 Morbili Ferry

    8/23

    !

    di trakea dan sel epitel bronkial / )hen+ 21&30. Setelah 24 hari+ ,irus morbili

    menginfeksi -aringan limfatik lokal+ diba6a oleh makrofag paru+ amplifikasi ,irus

    morbili pada kelen-ar getah bening regional+ ,irus men*ebar melalui darah ke

    berbagai organ sebelum akhirn*a mun(ul ruam. nfeksi ,irus morbili

    men*ebabkan penekanan sistem imun+ ditandai dengan penurunan produksi

  • 8/10/2019 Morbili Ferry

    9/23

    '

    proses peradangan epitel pada sistem saluran pernafasan diikuti dengan

    manifestasi klinis berupa demam tinggi+ anak tampak sakit berat dan tampak suatu

    ulsera ke(il pada mukosa pipi *ang disebut ber(ak Koplik+ *ang men-adi tanda

    pasti untuk menegakkan diagnosis. Selan-utn*a da*a tahan tubuh menurun

    sebagai akibat respons hipersensiti,itas tipe lambat terhadap antigen ,irus+

    mun(ul ruam makulopapular pada hari ke&4 sesudah a6al infeksi dan pada saat

    itu antibodi humoral dapat dideteksi pada kulit. Ke-adian ini tidak tampak pada

    kasus *ang mengalami defisit sel.

    Fokus infeksi tidak men*ebar -auh ke pembuluh darah. ?esikel tampak

    se(ara mikroskopik di epidermis tetapi ,irus tidak berhasil tumbuh di kulit.

    Penelitian dengan imunofluore