referat morbili

Post on 05-Mar-2016

114 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Referat Morbili

TRANSCRIPT

REFERATDiagnosa dan Tatalaksana Campak

Disusun oleh:

Ivan Laurentius

112014309

Pembimbing:

Dr.Etty Christiati, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK

PERIODE 17 AGUSTUS - 24 OKTOBER

RSUD TARAKANFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

JAKARTA

2015

KATA PENGANTARPuji syukur kepada yang Maha Kuasa atas kesempatannya yang telah diberikan kepada saya untuk membuat referat ini. Saya juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu secara langsung maupun secara tidak langsung. Salah satunya adalah dr. Etty Christiati, SpA sebagai pembimbing saya dan sebagai pemberi informasi, kritikan, dan saran yang membangun saya untuk lebih baik lagi.Saya sadar bahwa referat ini masih banyak kekurangannya. Tetapi saya telah berusaha untuk membuat referat yang berguna bagi para pembaca. Karena itu, saya mengharapkan adanya kritik maupun saran yang membangun dari para pembaca demi perkembangan saya ke depan.Saya mengharapkan referat ini dapat digunakan untuk kepentingan para pembaca, serta dapat menambah wawasan para pembaca. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan selamat membaca.Jakarta, 30 September 2015

PenulisDAFTAR ISI

Kata Pengantar2

Daftar Isi 3Daftar Tabel3Bab IPendahuluan41.1Latar Belakang4

1.2Tujuan4

1.3Manfaat4Bab II Tinjauan Pustaka5

2.1Definisi5

2.2Epidemiologi5

2.3Etiologi62.4Patofisiologi62.5Patogenesis72.6Manifestasi Klinis82.7Diagnosis Kerja102.8Diagnosis Banding112.9Penatalaksanaan162.10Komplikasi162.11Pencegahan182.12Imunisasi campak192.13Prognosis23Bab III Kesimpulan24Daftar Pustaka25DAFTAR TABELTabel 1. Patogenesis campak tanpa penyulit8BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar BelakangCampak atau morbili merupakan infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus yang tergolong dalam famili Paramyxovirus dan genus Morbilivirus. Campak saat ini masih mejadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada negara berkembang.Campak adalah penyakit menular yang berpotensi menjadi penyakit berat pada bayi, ibu hamil, dan orang dengan penurunan sistem imun. Campak dapat dicegah dengan program vaksinasi.1 Menurut WHO, pada tahun 2008, cakupan vaksinasi campak secara global telah mencapai 83% pada anak usia 12-23 bulan. Tingkat cakupan terendah ditemukan di wilayah Asia Tenggara (75%) dan Afrika (73%). Pada negara dengan tingkat pendapatan rendah, 76% anak berusia 12-23 bulan telah mendapat vaksinasi campak.2Empat puluh tahun setelah vaksin campak efektif dikeluarkan, campak masih menyebabkan kematian dan sakit parah pada anak-anak di seluruh dunia. Pada tahun 2011, setidaknya 50 juta orang terinfeksi campak di seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 1 juta kematian. Komplikasi campak hampir mengenai semua sistem organ. Pneumonia dan ensefalitis adalah penyebab umum kematian. Tingkat komplikasi lebih tinggi pada anak usia kurang dari 5 tahun dan lebih dari 20 tahun. Peningkatan komplikasi terjadi karena penurunan kekebalan tubuh, kekurangan gizi, kekurangan vitamin A, dan tidak ada vaksinasi campak sebelumnya.31.2TujuanTujuan dari dilakukannya tinjauan pustaka mengenai campak ini adalah untuk dapat memahami dan mengenal faktor risiko faktor risiko yang dialami oleh pasien sehingga dapat mengalami infeksi campak. Disamping itu, untuk memahami bagaimana pemahaman masyarakat mengenai penyakit campak serta bagaimana cara mencegah dan memutus rantai penularan penyakit campak.

1.3Manfaat

Tinjuan pustaka ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada penulis dan pembaca khususnya yang terlibat dalam bidang medis dan masyarakat secara umumnya agar dapat lebih mengetahui dan memahami lebih dalam mengenai penyakit campak.BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Definisi

Campak adalah penyakit infeksi virus akut, dengan gejala-gejala eksantem akut, demam, inflamasi mukosa dan saluran napas, yang diikuti erupsi makulopapular berwarna merah dan diakhiri dengan deskuamasi kulit. Campak adalah penyakit menular yang ditandai dengan 3 stadium, yaitu stadium inkubasi, stadium prodormal (kataral), dan stadium erupsi yang bermanifestasi dengan demam, konjungtivitis dan bercak koplik. Umur terbanyak penderita campak adalah < 12 bulan, diikuti kelompok umur 1-4 dan 5-14 tahun. Nama lain penyakit ini adalah morbili, measles, dan rubeola.42.2Epidemiologi

Lebih dari 20 juta penularan campak terjadi setiap tahunnya, dengan 139.300 kematian pada tahun 2010. Sepuluh tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan cakupan imunisasi dengan vaksinasi virus campak yang dilemahkan, jadwal vaksinasi sebanyak dua kali, dan tindakan preventif terhadap campak telah menurunkan angka kematian global akibat campak hingga 74% dari 535.000 kematian pada tahun 2000. Mayoritas dari jumlah kematian karena campak ini terjadi di Afrika dan Asia akibat terhambatnya program imunisasi dan kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai.5Di Indonesia, menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) campak menduduki tempat ke-5 dalam urutan 10 macam penyakit utama pada bayi (0,7%) dan tempat ke-5 dalam urutan 10 macam penyakit utama pada anak usia 1-4 tahun (0,77%).

Dari penelitian retrospektif dilaporkan bahwa campak di Indonesia ditemukan sepanjang tahun. Studi kasus campak yang dirawat inap di rumah sakit selama kurun waktu lima tahun, memperlihatkan peningkatan kasus pada bulan Maret dan mencapai puncak pada bulan Mei, Agustus, September dan Oktober.Pengalaman menunjukkan bahwa epidemi campak di Indonesia timbul secara tidak teratur. Di daerah perkotaan epidemi campak terjadi setiap 2-4 tahun. Wabah terjadi pada kelompok anak yang rentan terhadap campak, yaitu di daerah dengan populasi balita banyak mengidap gizi buruk dan daya tahan tubuh yang lemah. Telah diketahui bahwa campak menyebabkan penurunan daya tahan tubuh secara umum, sehingga mudah terjadi infeksi sekunder atau penyulit. Penyulit yang sering dijumpai ialah bronkopneumonia (75,2%), gastroenteritis (7,1%), ensefalitis (6,7%) dan lain-lain (7,9%).62.3EtiologiVirus campak berada di sekret nasofaring dan di dalam darah, minimal selama masa tunas dan dalam waktu yang singkat sesudah timbulnya ruam. Virus tetap aktif minimal 34 jam pada temperatur kamar, 15 minggu di dalam pengawetan beku, minimal 4 minggu disimpan dalam temperature 35C, dan beberapa hari pada suhu 0C. Virus tidak aktif pada pH rendah.

Virus campak termasuk golongan paramyxovirus berbentuk bulat dengan tepi yang kasar dan bergaris tengah 140 nm, dibungkus oleh selubung luar yang terdiri dari lemak dan protein. Di dalamnya terdapat nukleokapsid yang berbentuk bulat lonjong, terdiri dari bagian protein yang mengelilingi asam nukleat (RNA) yang merupakan struktur helix nucleoprotein dari myxovirus. Pada selubung luar seringkali terdapat tonjolan pendek. Salah satu protein yang berada di selubung luar berfungsi sebagai hemaglutinin.

Virus campak adalah organisme yang tidak memiliki daya tahan tinggi. Apabila berada di luar tubuh manusia, keberadaannya tidak kekal. Pada temperatur kamar ia akan kehilangan 60% sifat infektivitasnya setelah 3-5 hari, pada suhu 37C waktu paruh usianya 2 jam, sedangkan pada suhu 56C hanya satu jam. Sebaliknya virus ini mampu berahan dalam keadaan dingin, pada suhu -70C dengan media protein ia dapat hidup selama 5,5 tahun, sedangkan dalam lemari pendingin dengan suhu 4-6C, dapat hidup selama 5 bulan. Tetapi bila tanpa media protein, virus ini hanya mampu bertahan selama 2 minggu, dan dapat dengan mudah dihancurkan oleh sinar ultraviolet.62.4PatofisiologiCampak ditularkan melalui penyebaran droplet, kontak langsung, melalui sekret hidung atau tenggorokan dari orang yang terinfeksi. Masa penularan berlangsung mulai dari hari pertama sebelum munculnya gejala prodormal biasanya sekitar 4 hari sebelum timbulnya ruam, minimal hari kedua setelah timbulnya ruam. Virus campak menempel dan berkembang biak pada epitel nasofaring. Tiga hari setelah invasi, replikasi dan kolonisasi berlanjut pada kelenjar limfe regional dan terjadi viremia yang pertama. Virus menyebar pada semua sistem retikuloendotelial dan menyusul viremia kedua setelah 5-7 hari dari infeksi awal. Adanya giant cells dan proses peradangan merupakan dasar patologik ruam dan infiltrat peribronkial paru. Juga terdapat udema, bendungan dan perdarahan yang tersebar pada otak. Kolonisasi dan penyebaran pada epitel dan kulit menyebabkan batuk, pilek, mata merah (3C : coryza, cough and conjuctivitis) dan demam yang makin lama makin tinggi. Gejala panas, batuk, pilek makin lama makin berat dan pada hari ke 10 sejak awal infeksi (pada hari penderita kontak dengan sumber infeksi) mulai timbul ruam makulopapuler warna kemerahan.Virus dapat berbiak juga pada susunan saraf pusat dan menimbulkan gejala klinik ensefalitis. Setelah masa konvelesen, hipervaskularisasi mereda dan menyebabkan ruam menjadi makin gelap, berubah menjadi deskuamasi dan hiperpigmentasi. Proses ini disebabkan karena pada awalnya terdapat perdarahan perivaskuler dan infiltrasi limfosit.7,82.5PatogenesisPenularannya sangat efektif, dengan sedikit virus yang infeksius sudah dapat menimbulkan infeksi pada seseorang. Penularan campak terjadi secara droplet melalui udara, sejak 1-2 hari setelah timbul gejala klinis sampai 4 hari setelah timbul ruam.6 Infeksi virus campak pertama kali terjadi pada epitel saluran nafas nasofaring. Infeksi di daerah nasofaring ini akan diikuti dengan penyebaran virus campak ke jaringan limfatik regional yang menyebabkan terjadinya viremia primer. Setelah viremia primer, terjadi replikasi ekstensif dari virus campak yang terjadi pada jaringan limfatik regional maupun jaringan limfatik yang lebih jauh. Replikasi virus campak juga terjadi di lokasi pertama infeksi.

Setelah lima hingga tujuh hari setelah infeksi terjadi viremia sekunder yang ekstensif dan menyebabkan terjadinya infeksi campak secara generalisata. Kulit, konju