struma nodosa non toksik (rita)

of 37 /37
STRUMA NODOSA NON TOKSIK Pembimbing : dr. Arman Muchtar, Sp. B (K) Onk Oleh : Rita Taolin (406100126)

Author: heather-massey

Post on 09-Nov-2015

42 views

Category:

Documents


4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

SNNT

TRANSCRIPT

Struma Nodosa Non Toksik

Struma Nodosa Non Toksik Pembimbing : dr. Arman Muchtar, Sp. B (K) Onk

Oleh : Rita Taolin (406100126)IDENTITAS PASIENNama: Ny. AUmur: 40 tahunAlamat: DepokJenis kelamin: PerempuanAgama: IslamStatus pernikahan: MenikahPekerjaan: Ibu rumah tanggaAUTOANAMNESAKeluhan utama : Terdapat benjolan di leher

Keluhan tambahan : -RIWAYAT PERJALANAN PENYAKITPasien datang dengan keluhan ada benjolan pada leher sejak 1 tahun sebelum masuk rumah sakit. Benjolan dirasakan semakin membesar dan tidak sakit. Tidak ada gangguan menelan dan bernafas, namun benjolan dirasakan mengganjal. Suara pasien tidak serak. Pasien menyangkal sering berdebar debar dan mudah berkeringat. Pasien mengaku cukup mengkonsumsi garam dan pasien mengetahui garamnya beriodium. Di sekitar rumah pasien tidak ada yang sakit seperti ini.RIWAYAT PENYAKIT DAHULUSakit maag: +Kencing manis: disangkalDarah tinggi: disangkalPenyakit jantung: disangkalAsma: disangkalAlergi obat: disangkalRiwayat operasi sebelumnya: disangkalRIWAYAT PENYAKIT KELUARGARiwayat struma: disangkalKencing manis: disangkalDarah tinggi: disangkalPenyakit jantung: disangkalPEMERIKSAAN FISIKSTATUS GENERALIS

Keadaan umum: tampak sakit sedangKesadaran: compos mentisTekanan darah:120/80 mmHgNadi: 72 x/menitPernafasan: 20 x/menitSuhu: 36 CPEMERIKSAAN FISIKKepala : normocephal, rambut hitam terdistribusi merata dan tidak mudah dicabut, tidak teraba benjolan.Mata : pupil bulat isokor, 3 mm, refleks cahaya +/+, conjunctiva anemis -/-, sklera ikterik -/-Telinga : bentuk normal, liang telinga lapang, serumen -/-, nyeri tarik aurikuler -/-, nyeri tekan tragus -/-Hidung : bentuk normal, tidak tampak septum deviasi, pernafasan cuping hidung (-), sekret -/-, konka hiperemis -/-PEMERIKSAAN FISIKMulut : bentuk normal, bibir tidak kering, bibir tidak sianosis, lidah kotor (-)Tenggorokan : faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1 tenang, uvula letak di tengah.Kulit : kulit kuning langsat, turgor elastis, ikterus (-), sianosis (-).PEMERIKSAAN FISIKTHORAXJantungInspeksi: tidak terlihat pulsasi iktus kordis

Palpasi: iktus kordis teraba di sela iga V midclavicula sinistra

Perkusi: Redup Batas kanan : sela iga IV parasternal dextra Batas kiri : sela iga IV midclavicula sinistra Pinggang jantung : sela iga III parasternal sinistra

Auskultasi: bunyi jantung I sesuai dengan pulsasi arteri brachialis, Bunyi jantung II normal, regular, murmur -/-, gallop -/-

PEMERIKSAAN FISIKParu-paruInspeksi: dinding dada tampak simetris dalam keadaan statis dan dinamis, retraksi interkostal dan subkostal (-)

Palpasi: stem fremitus paru kanan dan kiri sama kuat

Perkusi: sonor di kedua lapang paru

Auskultasi: suara nafas vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-PEMERIKSAAN FISIKAbdomenInspeksi:tampak datar, tidak tampak gambaran vena dan usus

Palpasi:abdomen supel, nyeri tekan epigastrium (-) Hepar, lien dan ginjal tidak teraba membesar

Perkusi: timpani, ascites (-)

Auskultasi: bising usus (+) normal

PEMERIKSAAN FISIKEkstremitas :Akral hangat, deformitas (-), edema (-), atrofi (-)

Tulang Belakang :Gibus (-), skoliosis (-), lordosis (-), kifosis (-)PEMERIKSAAN FISIK

STATUS LOKALISRegio Colli AnteriorInspeksi: tampak benjolan ukuran 5 x 3 cm, benjolan ikut bergerak ketika menelan, batas tegas, perubahan warna kulit (-), ulkus (-)Palpasi: Nyeri Tekan (-), permukaan rata, konsistensi lunak, dapat digerakkan (mobile), pembesaran KGB (-)PEMERIKSAAN PENUNJANGLABORATORIUM- Hb : 10.3 g/dL- Leukosit : 4500 /ul- Hitung jenis :basofil0 %eosinofil2 %batang0 %segmen58 %Limfosit33 %Monosit 7 %PEMERIKSAAN PENUNJANG- Ht: 35 vol %- trombosit: 357.000 /ul- LED: 40 mm/1jam

- Tiroid :T3 total : 1,62 ug/mLT4 total: 92,39 ug/dLTSHs: 0,95 uIU/mLPEMERIKSAAN PENUNJANGUSGTyroid kanan :- tampak nodul hiper echoic heterogen di tiroid kanan didlmnya ukuran 6X2,8 cm - kalsifikasi (-)

Kesan : Suggestiv Struma Nodosa Tiroid Kanan17RESUMETelah diperiksa seorang perempuan berusia 40 tahun, dengan keluhan ada benjolan di leher kanan sejak 1 tahun sebelum masuk rumah sakit. Semakin membesar, sakit (-), gangguan menelan dan bernafas (-), suara serak (-), sering berdebar-debar (-), mudah berkeringat(-), cukup garam beriodium (+). Pasien baru pertama sakit seperti ini. Dalam keluarga pasien dan orang sekitarnya tidak ada yang sakit seperti ini. Riwayat operasi sebelumnya disangkal.RESUMEPEMERIKSAAN FISIKRegio Colli AnteriorInspeksi: tampak benjolan ukuran 5 x 3 cm, benjolan ikut bergerak ketika menelan, batas tegas, perubahan warna kulit (-), ulkus (-)Palpasi: Nyeri Tekan (-), permukaan rata, konsistensi lunak, dapat digerakkan (mobile), pembesaran KGB (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANGUSGKesan : Struma Nodosa DextraDIAGNOSIS KERJAStruma Nodosa Non Toksik Dextra

PENATALAKSANAANLobektomi DIAGNOSA BANDINGTiroiditisStruma endemikKista tiroidCa tiroidPROGNOSISAd vitam: bonamAd fungsionam: dubia ad malamAd sanationam: bonamTINJAUAN PUSTAKASTRUMA

Struma atau goiter adalah suatu pembesaran kelanjar tiroidPenyebab Struma:1.Defisiensi iodium: endemik goiter, gravid2.Auto imun: tiroiditis hashimoto3. Goitrogenes: terlalu banyak anti-tiroid drugs4. Idiopatik: struma riedel, neoplasma

Pembesaran kelenjar tiroid dapat disebabkan:1. Hiperplasi dan hipertrofiSetiap organ apabila dipacu untuk bekerja akan mengalami kompensasi dengan jalan hipertrofi dan hiperplasi. Demikian juga dengan kelenjar tiroid pada saat pertumbuhan akan dipacu untuk bekerja memproduksi hormone tiroksin sehingga lama kelamaan akan membesar, misalnya pada saat pubertas.2. Inflamasi/ infeksia. Tiroiditis akutb.Tiroiditis sub akut (de Quervain)c. Tiroiditis kronis (Hashimotos disease & Riedels struma)3. Neoplasmaa. Jinak (adenoma)b.Ganas (adenokarsinoma)

Klasifikasi berdasarkan klinikNon-Toksikeutiroid dan hipotiroidDifusa: endemik goiter, gravidNodusa: neoplasmaToksikhipertiroidDifusa: grave, tirotoksikosis primerNodusa : tirotoksikosis sekunder

25DiagnosisAnamnesa1. Pasien datang dengan keluhanbenjolan pada leher bagian tengah2.Usia dan jenis kelamin nodul timbul pada usia < 20th atau > 50th dan jenis kelamin laki-laki resiko malignancy 20-70%3.Riwayat radiasi daerah leher & kepala pada masa anak-anak malignancy 33-37%4.Kecepatan tumbuh tumor nodul jinak membesar lama (tahunan), nodul ganas membesar dengan cepat (minggu/bulan), misalnyatipe anaplastik pertumbuhannya sangat cepat dan diikuti rasa sakit terutama pada penderita usia lanjut5.Gangguan menelan, sesak nafas, suara serak dan nyeri akibat desakan dan atau infiltrasi tumor, sebagai pertanda telah terjadi invasi ke jaringan atau organ di sekitarnya (n.rekurens, esofagus dan trakea)

6.Asal dan tempat tinggal (pegunungan dan pantai)7.Riwayat penyakit serupa pada famili/ keluarga bila ada harus curiga adanya malignancy tiroid tipe medulare.8.Struma Toksik/ Hipertiroid:Kurus, irritable, keringat dinginGelisahPalpitasiHipertoni simpatikus (kulit basah, dingin dan tremor)9.Struma Non Toksik/ Hipotiroid:Kulit kering, berat badan bertambah/ gemukMalas dan banyak tidurGangguan pertumbuhan

Pemeriksaan FisikSecara klinis sulit membedakan nodul tiroid yang jinak dengan nodul tiroid yang ganas.Nodul tiroid dicurigai ganas bila:1. Konsistensi keras2.Permukaan tidak rata3.Batas tak tegas4.Sulit digerakkan dari jaringan di sekitarnya5.Adanya perubahan warna kulit/ ulkus6. Didapati pembesaran kelenjar getah bening7.Adanya benjolan pada tulang pipih atau ditemukan adanya metastase di paru.

PEMERIKSAAN PENUNJANGMengukur fungsi tiroidPemeriksaan menggunakan RIA (Radioimmuno-assay) dan ELISA (Enzyme-Linked Immunoassay) dalam serum atau plasma darah.1. TT4 (Tiroksin Total)2.TT3 (Tri-iodotironin Total)3.FT4 (Free Tiroksin)4.TSH (Thyroid Stimulating Hormone)

Mencari penyebab gangguan fungsi tiroidDitemukan 5 macam antigen-antibodi spesifik pada tiroid:1.Antibodi tiroglobulin miksedema, Graves, Hashimoto dan kanker tiroid2.Antibodi mikrosomal tiroid autoimmun, kanker tiroid3.Antibodi CA2 tiroiditis de Quervain4.Antibodi permukaan sel5.TSAb (Thyroid Stimulating Antibodies) raves, Hashimoto

RadiologiThorax deviasi trakea, retrosternal struma, coin lession (papiler), cloudy (folikuler)Leher AP lateral evaluasi jalan nafas untuk intubasi pembiusan

USG1.Menentukan jumlah nodul2.Menentukan lesi kistik (echolusent) atau solid (neoplasma)3.Mengukur volume nodul4.Pada kehamilan, di mana sidik tiroid adalah kontraindikasi5.Sebagai guide biopsi pada nodul

Sidik TiroidMetabolisme hormon tiroid berhubungan dengan metabolisme yodium, sehingga yodium yang dimuati bahan radioaktif, bisa diamati aktifitas kelenjar tiroid maupun bentuk lesinya. Menggunakan radio-isotop I131, I123, Tc99m. Radiasi Gamma untuk diagnostik, sedangkan Beta untuk terapi.

Macam Teknik Operasi:Lobectomy mengangkat satu lobusTiroidectomy total semua kelenjar tiroid diangkatTiroidectomy subtotal bilateral mengangkat sebagian lobus kanan dan sebagian kiri, sisa jaringan 2-4 gram di bagian posterior untuk mencegah kerusakan paratiroid atau n. rekurens laryngeus.KomplikasiPerdarahan a.tiroidea superiorDispneuParalisis n.rekurens laryngeusNervus ini berfungsi menginervasi otot-otot laring. Jika rusak maka terjadi paralisis.Paralisis n.laryngeus superiorAkibatnya suara penderita menjadi lebih lemah dan sukar mengontrol suara nada tinggi, karena terjadi pemendekan pita suara oleh karena relaksasi m.krikotiroid. Kemungkinan nervus terligasi durante operasi.Tracheomalasia/ trachea collapsAdalah perlunakan kartilago trakealis. Kartilago ini berbentuk seperti cincin dan menyusun dinding trakea. Karena melunak, organ-organ yang berdekatan dapat menekan trakea.Haemorrhagi

Krisis TiroidTerjadi 8-24 jam pasca operasi. Biasanya pada operasi struma toksik di mana persiapan operasi tidak adekuat. Angka kematian 75%. Mekanisme dari keadaan ini kemungkinan disebabkan oleh:1. Pengeluaran T3/T4 meningkat akibat palpasi berlebihan pada tiroid, penghentian PTU2.Berkurangnya pengikatan hormon tiroid pada keadaan stres, di mana FT4 meningkat3.Peningkatan katekolaminTanda-tanda:- Gelisah, kulit hangat dan basah- Nadi > 160 x/menit-Tekanan darah naik- Suhu > 38 C-Gangguan saluran gastrointestinal

Kelenjar paratiroid terangkat hipokalsemia tetani (sindrom carpopedal: kejang fokal pada tangan dan kaki), biasanya timbul hari ke-3.Gejalanya:Chvostek-Weiss signMengetuk daerah pangkal n.fasialis (depan meatus akustikus eksternus) akan timbul twitching pada wajah ipsi lateral.Trousseasus signSpygmomanometer dipasang di lengan atas, pompa sampai 200 mmHg, terjadi tetani lengan bawah diikuti spasme jari-jari disertai nyeri.Kedua gejala tersebut timbul bila kadar kalsium di bawah 8 mg/dl. Untuk itu periksa kadar kalsium hari ke-2 pasca operasi tiap 12 jam.Pengobatan emergensi diberikan Ca glukonas 10% atau Ca glukonas 5% 25cc i.v. atau per infus dalam waktu 10 menit. Selanjutnya drip 1,5 ml/kg BB dalam dekstrose 5%.Hipotiroid setelah 2 tahunPencegahan dengan pemberian Euthyox atau Thyrax dosis 1 x 50 mg/hari berangsur-angsur diturunkan dosisnya.