struma nodosa non toksik slide selesai

Click here to load reader

Author: erik-yunus-ammarie

Post on 19-Feb-2016

162 views

Category:

Documents


12 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

berguna ya

TRANSCRIPT

Struma Nodosa non Toksik

Pembimbing dr.Arief Husain Sp.B

Dibawakan Yunus Ammarie 09-777-022

Struma Nodosa non Toksik Laporan Kasus BAGIAN ILMU BEDAHRSU ANUTAPURA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAATPALU 2015Pendahuluan Struma endemik, biasanya dalam bentuk struma nodosa atau struma adenomatosa, terutama ditemukan di daerah pegunungan yang airnya kurang mengandung yodium, Etiologinya umumnya multifaktor. Biasanya tiroid sudah mulai membesar pada usia muda, awalnya difus.Biasanya, penderita struma nodosa tidak mempunyai keluhan karena tidak mengalami hipo atau hipertiroidisme karena pertumbuhan terjadi secara perlahan, struma dapat membesar tanpa memberikan gejala selain adanya benjolan di leher, yang dikeluhkan terutama atas alasan kosmetik.Tinjauan Pustaka Definisi Struma nodusa non toksis adalah pembesaran tiroid yang tidak terkait dengan kelebihan produksi hormon tiroid atau keganasan. Tiroid dapat menjadi sangat besar sehingga mudah terlihat sebagai massa di leher

Epidemiologi Di Amerika Setikat prevalensi nodul tiroidsoliter sekitar 4-7% dari penduduk dewasa, 3-4 kali lebih sering pada wanita dibandingkan pria. Nodul akan ditemukan lebih banyak lagi pada waktu operasi.Struma koloid, difus, nontoksik merupakan gangguan yang sangat sering dijumpai menyerang 16% perempuan dan 4% laki-laki yang berusia antara 20 sampai 60 tahun di Tecumseh, suatu komunitas di Michigan

Patofisiologi Lingkungan, genetik dan proses autoimun dianggap merupakan faktor-faktor penting dalam patogenesis nodul tiroid. Namun masih belum dimengerti sepenuhnya proses perubahan atau pertumbuhan sel-sel folikel tiroid menjadi nodul. Konsep yang selama ini dianut bahwa (hormon perangsang tiroid) TSH secara sinergistik bekerja dengan insulin dan/atau insulin-like growth factor I dan memegang peranan penting dalam pengaturan pertumbuhan sel-sel tiroid Patofisiologi Akibat adanya gangguan seperti defesiensi yodium maka kapasitas kelenjar tiroid untuk menyekresi tiroksin terganggu, mengakibatkan peningkatan kadar TSH sehingga terjadi hiperlasia dan hipertrofi dari folikel-folikel tiroid. pertumbuhan baru monokional yang terbentuk sebagai respons terhadap suatu rangsangan seperti defesiensi yodium, genetika dan Radiasi.Tanda Dan Gejala Biasanya, penderita struma nodosa tidak mempunyai keluhan karena tidak mengalami hipo atau hipertiroidisme. Nodul dapat tunggal tanpa perubahan fungsi, struma dapat membesar tanpa memberikan gejala selain adanya benjolan di leher yang dikeluhkan terutama atas alasan kosmetik.

Pengobatan OperatifKonservatif 1.garam beryodium kadar yodium 40 ppm 2. iodium radioaktif 3. Levothyroxine

Laporan Kasus Identitas Pasien Nama : Ny.MUmur: 43 Tahun Jenis Kelamin: Perempuan Tanggal Masuk : 25.8.2015Ruangan : Garuda Atas Rumah Sakit: Anutapura

Auto Anamnesis 1. Keluhan Utama : Benjolan pada leher 2. Anamnesis Terpimpin: Benjolan didapatkan sejak 3 tahun yang lalu, benjolan awalnya hanya sebesar 1 cm yang lama kelamaan membesar, sampai sekarang benjolan berukuran 4 cm x 3 cm, pasien tinggal didaerah Napu.3.Riwayat penyakit : Tidak ada Sebelumnya 4.Riwayat penyakit : Tidak ada Keluarga 5.Riwayat pengobatan: Tidak ada

Pemeriksaan Fisis Keadaan Umum : Nampak Tidak SakitStatus Gizi : gizi cukup menurut perhitungan IMT ( 20.8) Tinggi Badan : 155 cm Berat Badan : 50 kgKesadaran : Compos Mentis Tekanan Darah : 130/80 mmHg Nadi: 86 x/Menit Pernafasan : 19 x/Menit Suhu Aksilla: 37 C

Kepala Konjungtiva Anemis -/- Sklera Ikterik -/-Edema Palpebra -/-Thorax Inspeksi: Simetris Palpasi : Vocal fremitus +/+ , Ictus Cordis teraba Perkusi : Sonor pada perkusi paru Pekak Pada perkusi Jantung Auskultasi : Vesikuler, Rh -/-, Wh -/-, Bj I/II murni Reguler

Abdomen Inspeksi: Datar Auskultasi : Peristaltik + kesan Normal Perkusi : Timpani Palpasi : Nyeri Tekan -, Hepatomegaly -, Spleenomegaly Genitalia Tidak dilakukan Pemeriksaan Ekstremitas Superior : Tidak ada deformitas, tidak sianosisInferior : Tidak ada deformitas, tidak udemROM: Dalam Batas Normal NVD : < 2 Detik

Status Lokalis Regio : Colli Anterior Inspeksi: Terdapat 1 Massa pada regio Colli anteriordekstra, massa berbatas tegas, tidak nampak perubahan warna, massa ikut bergerak saat pasien menelan Palpasi : Massa teraba Lunak, permukaan massa teraba licin dan berbatas tegas dengan ukuran lebar 3 cm, panjang 4 cm, massa tidak nyeri pada saat perabaan

Resume Wanita 43 tahun masuk dengan keluhan benjolan pada leher yang didapatkan sejak 3 tahun lalu,awalnya hanya sebesar 1 cm, lama kelamaan semakin membesar dan menjadi 4 cm x 3 cm, pada pemeriksaan Fisis di dapatkan massa pada regio Colli anterior dekstra, massa berbatas tegas dan tidak nampak perubahan warna, massa teraba Lunak dan bergerak saat pasien menelan, permukaan massa teraba licin dan berbatas tegas dengan ukuran lebar 3 cm, panjang 4 cm, dan massa tidak nyeri saat dilakukan perabaan.

Pemeriksaan Laboratorium LaboratoriumKimia DarahLaboratorium Kimia Darah Endocrine Leukosit : 7.1 ribu/uLEritrosit : 4.81 juta/uLHb : 12.5 g/dlHct : 38.5 %Plt : 279 ribu/UlCT : 7 menitBT : 2 menit

GDS : 128 mg/dlSGOT : 32 u/LSGPT : 11 u/LUreum : 12 mg/dlCreatinin : 0.66 mg/dlAsam Urat : 3.02 mg/fl

FT4 : 1.210 ng/dlTSHs : 0.894 ulU/mL

Struma Nodosa non ToksikIsthmolobectomy

Pembahasan Pada anamnesis dan pemeriksaan fisik Wanita 43 tahun, masuk dengan keluhan benjolan dileher sejak 3 tahun yang lalu benjolan awalnya hanya sebesar 1 cm yang lama kelamaan membesar sampai berukuran 3cm x 4 cm, pada pemeriksaan fisik didapatkan tampak sebuah nodul soliter dengan ukuran 4cm x 3 cm, dengan permukaan rata, konsistensi kenyal, berbatas tegas, nyeri tekan tidak ada pada perabaan, massa ikut bergerak pada saat pasien menelan dan warna kulit sama dengan warna kulit sekitarhal ini sesuai dengan teori struma nodosa non toksik, yaitu keluhan benjolan tunggal atau multi tanpa ada keluhan apa-apa, benjolan pada struma nodosa non toksik sendiri biasanya berkembang lambat,tidak disertai demam, tidak terjadi perubahan suara, tidak terjadi sesak, tidak nyeri, berbatas tegas, benjolan rata, konsistensi lunak, serta lebih sering terjadi pada orang-orang usia muda.Dari hasil pemeriksaan fungsi tiroid dan darah lengkap didapatkan hasil pemeriksaan yang menunjukan fungsi tiroid yang masih normal, dan dari pemeriksaan darah lengkap tidak ditemukan perubahanhal ini sesuai dengan teori bahwa struma nodosa non toksik yaitu terjadi pembesaran diffuse atau nodular dari kelenjar tiroid yang tidak berhubungan dengan fungsi tiroid yang abnormal. Pada pasien ini didiagnosis dengan struma nodosa non toksik dan dilakukan penatalakasanaan operatif dengan tindakan ishmolobektomyhal ini sesuai dengan teori pentalaksanaan struma nodosa non toksik yaitu ishmolobektomi, karena tindakan ini adalah tindakan yang sering dilakukan pada pasien struma nodosa non toksik mononodular dan nonmaligna. Terima Kasih