obsgyn (hiperemesis)

of 34 /34
LAPORAN STUDI KASUS PRAKTEK KERJA LAPANGAN STASE OBSGYN RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL PENATALAKSANAAN ASUHAN GIZI PASIEN DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM Disusun oleh: Dinna Aurora M 09/280556/KU/13065 PROGRAM STUDI GIZI KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN

Author: dinnaauroramukaromah

Post on 08-Dec-2015

50 views

Category:

Documents


4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan kasus harian hiperemesis gravidarum di RS PKU Muhammadiyah Bantul YK

TRANSCRIPT

LAPORAN STUDI KASUS PRAKTEK KERJA LAPANGANSTASE OBSGYN RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

PENATALAKSANAAN ASUHAN GIZI PASIEN DENGANHIPEREMESIS GRAVIDARUM

Disusun oleh:Dinna Aurora M09/280556/KU/13065

PROGRAM STUDI GIZI KESEHATANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS GADJAH MADAYOGYAKARTA

BAGIAN 1. ASSESMEN A. ANAMNESIS1. IDENTITAS PASIEN

Nama : Okviatun No RM : 10-19-53-43

Umur : 26 tahunRuang : An-nisa Kelas III R.8

Sex : perempuanTgl Masuk : 20 -12- 2012

Pekerjaan : karyawan swastaTgl Kasus : 20-12-2012

Pendidikan : SMAAlamat : Bongos, Gading sari, Sanden

Agama : islamDiagnosis medis : Hiperemesis Gravidarum

1. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit

Keluhan UtamaPerut mulas hilang dan timbul, mual, muntah

Riwayat Penyakit SekarangHMRS Perut pasien terasa mulas hilang timbul, muntah, mual, lemas, makan hanya sedikit

Riwayat Penyakit DahuluPenyakit maag

Riwayat Penyakit Keluarga-

3. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi

Data Sosio ekonomiPenghasilan : 1,1 juta

Jumlah anggota keluarga : 5

Suku : jawa

Aktifitas fisikJumlah jam kerja : 7-9 jam Jumlah jam tidur sehari : 8-9 jamJenis olahraga : - Frekuensi : -

Alergi makananMakanan . : yang berbau tajam, terlalu lembek, penyebab : mual krn hamil Jenis diet khusus : - Alasan : Yang Menganjurkan : -

Masalah gastrointestinalNyeri ulu hati (tidak ), Mual (ya ), Muntah (ya ), Diare (tidak), Konstipasi (tidak ), Anoreksia (tidak )Perubahan pengecapan/penciuman ( tidak )Durasi: 1 hari

Penyakit kronikJenis penyakit : - Modifikasi diet : -Jenis dan lama pengobatan : -

Kesehatan mulutSulit menelan (tidak), Stomatitis (tidak), Gigi lengkap (ya)

PengobatanVitamin/mineral/suplemen gizi lain : Frekuensi dan jumlah

Perubahan berat badanBertambah/berkurang : bertambah 1 kg lamanya : 10 minggu (trimester 1), disengaja /tidak

Mempersiapkan makananFasilitas memasak : kompor kayuFasilitas menyimpan makanan :

Riwayat / pola makanMakanan pokok 6 x/hari dan selingan 2-3 x sehariPagi : bubur nasi 150-200 gr, tahu atau telur goreng (setiap hari)10.00 : nasi 50-100 gr, tahu atau telur (setiap hari) Siang: nasi 150 gr, sayur bening atau sawi, telur (setiap hari)15.00 : nasi 50-100 gr, sayur bening atau sawi, tahu atau telur (setiap hari)Malam: nasi 100 gr , telur atau tahu atau tempe (setiap hari) 20.00 : nasi 100 gr , telur atau tahu atau tempe (setiap hari)Selingan: jeruk/apel/molen/pisang

Kesimpulan : Dihadapkan pada pasien umur 26 tahun, dengan diagnosis hiperemesis gravidarum. Pasien datang dengan keluhan perut mulas hilang dan timbul, mual, dan muntah. Pasien memiliki riwayat penyakit penyakit maag. Pasien adalah suku jawa, tergolong ekonomi menengah kebawah. Pasien bekerja sekitar 7-9 jam, memiliki jumlah tidur yang cukup yaitu sekitar 8-9 jam namun jarang sekali berolah raga. Pasien mengalami masalah gastrointestinal berupa mual dan muntah dan mencapai puncaknya adalah satu hari sebelum masuk rumah sakit, karena lebih dari 5 x muntah dalam semalam. Pasien tidak memiliki penyakit kronis serta gangguan kesehatan mulut. Menurut pasien, beliau mendapatkan suplemen yang harus diminum di masa kehamilan ini namun lupa itu merupakan suplemen apa. Pasien mengalami penambahan BB 1 kg semenjak hamil, menurut pustaka penambahan BB pasien 1 kg pada trimester pertama itu tergolong normal. Fasilitas memasak dirumah menggunakan kompor kayu, sehingga bisa menghasilkan asap yang kurang baik untuk kesehatan. Pola makan pasien ketika di rumah adalah porsi kecil tapi sering, hal ini dikarenakan untuk mengurangi rasa mual, sehingga pasien bisa makan sampai 6 kali sehari dengan tambahan cemilan 2-3 kali sehari, namun makanan yang dimakan tidak cukup bervariasi jika dilihat dari hasil recall pola makan. Hal ini dapat dikarenakan karena makanan yang dapat dimakan tanpa membuat mual terbatas pada menu tersebut, serta terkait dengan kondisi ekonomi pasien.

Pembahasan AnamnesisBerdasarkan hasil recall pola makan, dapat diketahui bahwa asupan buah pasien dikatakan cukup baik, namun asupan sayuran pasien dapat dikatakan masih kurang. Hal ini dikarenakan ketika pagi hari tidak sempat memasak banyak. Walaupun begitu, pasien tidak mengalami konstipasi, hal itu dapat dikarenakan pasien mengimbanginya dengan makan buah setiap hari lebih dari dua kali.

B. ANTROPOMETRI

TB/PB 161 cmRentang Lengan.. cmTinggi lututcmBerat Badan57 kgLLA26.5 cm

L. pinggul : ..CmL. Pinggang : ..........CmPanjang Ulna:........cm

Pembahasan dan Kesimpulan :Berdasarkan data antropometri berupa tinggi badan dan berat badan pada saat masuk RS didapat IMT pasien (57 kg / (1.612) = 22). IMT masih tergolong normal. Sedangkan LLA >23.5 sehingga dikatakan normal dan bayi tidak beresiko untuk BBLR.

C. PEMERIKSAAN BIOKIMIA

Pemeriksaan urin/darahSatuan/Nilai NormalAwal Masuk RS

Awal Kasus(tgl .. )

Pembahasan dan Kesimpulan status gizi menurut biokimia :

Tidak dilakukan pemeriksaan biokimia pada pasien ini

D. PEMERIKSAAN FISIK KLINIK

1. Kesan Umum : CM2. Vital Sign : - Tensi : 110/70 - Respirasi : 22 x/mnt - Nadi :80x/mnt - Suhu : 36.53. Kepala/ abdomen/extremitas dll :USG = janin tunggal +, flek + Kesimpulan status gizi : Pasien dalam keadaan compos mentis dan lemah pada awal masuk rumah sakit dikarenakan mual dan muntah yang dialami terus menerus dalam sehari. Berdasarkan hasil vital sign, tensi sedikit rendah, namun respirasi, nadi dan suhu pasien tergolong normal.

E.. ASUPAN ZAT GIZI.Hasil Recall 24 jam diet : Rumah/rumah sakit *Tanggal : 20-12-2012 Diet RS : diet nasi biasa /oral

ImplementasiEnergi (kal)Protein (gr)Lemak (gr)KH (gr)

Asupan oral817.92822.8123.4

Asupan Enteral----

Paranteral ()----

Kebutuhan1922.8174.142.7310.5

% Asupan42.5%37.8%53.4%39.7%

Kesimpulan :Pasien masuk RS pada siang hari, sehingga asupan oral dari rumah sakit hanya pada siang hari, sedangkan pagi serta malam hari sebelumnya berdasarkan makanan dari rumah / luar RS. Dari hasil perhitungan % asupan, dapat dikatakan sangat rendah. Hal itu dikarenakan pada malam hari sebelumnya pasien rasa mual yang berlebih dan muntah terus menerus lebih dari 5x , sehingga tidak bisa mengonsumsi apapun. Di pagi dan siang hari lauk yang dimakan sedikit , sehingga kalori terutama dari protein yang diterima menjadi sangat sedikit

- Pemeriksaan penunjang:EKG ; Radiologi ; BNO/IVP; USG; CT scan dan lain-lain

F. . Terapi Medis

Jenis Obat/tindakanFungsiInteraksi dengan zat gizi

Infus Aminofluid

Cairan untuk mengganti elektrolit, glukosa, asam amino akibat malnutrisi ringan karena kurangnya asupan oral -

trovensisUntuk mengatasi mual dan muntah biasanya diperuntukkan yang pasca operasiMenyebabkan konstipasi

Inj.ranitidinUntuk menjaga kesehatan janin

-

RL Cairan pengganti elektrolit

BAGIAN 2. DIAGNOSIS GIZI

Problem Gizi1. Domain Intake :

Peningkatan kebutuhan energy B.D kehamilan D.O hasil USG janin + Inadekuat oral intake B.D hyperemesis gravidarum D.O mual muntah 6 x sehari dan asupan oral kurang dari 60% dari kebutuhan.

2. Domain Clinical :

3. Domain Behavior : Kurangnya informasi mengenai makanan yang bervariasi B.D kurangnya paparan informasi yang didapatkan D.O riwayat pola makan sehari-hari yang tidak bervariasi.

Kesimpulan 1. Problem berkaitan dengan etiologi ditandai oleh sign/symptomp 2. Risiko ...... berkaitan dengan etiologi

Pembahasan Diagnosis gizi

Diagnosis gizi yang dapat diberikan sesuai dengan problem adalah dua domain intake. Yang pertama dikarenakan pasien sedang hamil trimester pertama, sehingga ada peningkatan kebutuhan energi yaitu sebesar 150 kkal. Sedangkan poin yang kedua mengenai asupan oral inadekuat dikarenakan pasien masih merasa mual sehingga sulit makanan untuk masuk secara oral. Hal ini dibuktikan dari persen hasil recall 24 jam yang dibandingkan dengan kebutuhan pasien berupa asupan energy yang hanya 42.5%, protein 37%, lemak 53.4% dan karbohidrat 39.7% (asupan oral kurang dari 60% dari kebutuhan yang seharusnya). Diagnosis behavior tentang kurangnya informasi mengenai makanan yang dimakan , hal ini dikarenakan pasien yang kurang/ malas mencoba makanan lain karena takut mual atau karena keterbatasan informasi yang diterima pasien, karena bila itu berlangsung lama, kebutuhan gizi yang tidak esensial akan sulit untuk terpenuhi, sedangkan pada orang hamil zat gizi non esensial juga diperhatikan guna perkembangan janin.

BAGIAN 3. INTERVENSI GIZI

A. PLANNING (rencanakan sesuai dengan diagnosis gizi)

1. Tujuan Diet:- meningkatkan asupan oral pasien- mempertahankan status gizi pasien- membantu mengurangi rasa mual pasien - cairan cukup untuk mencegah pasien dehidrasi

2. Syarat / prinsip Diet:- porsi kecil dan sering- lemak dibatasi hanya 20% dari TEE untuk mengurangi mual - tinggi energi dan protein- jenis makanan yang tidak tajam dan tidak merangsang mual / muntah

3. Perhitungan Kebutuhan energi dan zat gizi- Energi (rumus Harris benedict)BEE : 665 + (9.6 x 57) + (1.7 x 161) (4.7 x 26) = 1363.7 kkalTEE = 1363 x Fa = 1363 x 1.3 = 1772.8 kkalKarena sedang dalam kehamilan trimester 1, kebutuhan energi ditambah sebesar 150kkal sehingga menjadi 1992,8 kkal. Protein: 1.3 x 57 = 74,1 gr = 296.4 kkal Lemak : 20% x 1922.81 = 384.56 kkal= 42.7 gr KH : 1922.81 (296.4 + 384.56 ) = 1241.85 kkal = 310.5 gr Cairan: BB pasien 57 kg(10 kg x 100 cc) + (47 kg x 20 cc) = 1940 ccZat Gizi Lainnya: Makanan tinggi vitamin B, D, Ca, asam folat

4. Terapi Diet , Bentuk makanan dan cara pemberianDiet biasa, nasi biasa, oral5.Rencana monitoring dan evaluasi Yang diukurPengukuranEvaluasi/ target

AnamnesisMual dan muntahTiap hariBerkurang, normal

Antropometri BBAkhir kasustetap

Biokimia ---

KlinikVital signSetiap hariNormal

Asupan zat gizi% asupanSetiap hari>75% dari kebutuhan

6.Rencana Konsultasi Gizi: Masalah gizi (dari problem gizi)TujuanMateri konselingketerangan

Asupan inadekuat B.D mual muntah diawal kehamilanMeningkatkan asupan oral pasien secara bertahapEdukasi tentang pentingnya mencukupi asupan oral terutama pada orang hamilMotivasi saat akan pulang RS

Kurangnya informasi untuk variasi makanan yang dimakan Meningkatkan variasi makanan pasienEdukasi tentang pentingnya makanan yang bervariasi untuk mencukup kebutuhan gizi pasien Motivasi saat akan pulang RS

B. IMPLEMENTASI1.Kajian Terapi Diet Rumah Sakit Jenis Diet/Bentuk Makanan/Cara Pemberian : diet biasa / nasi biasa / oral Paranteral nutrisi : Energi (kal)Protein (gr)Lemak (gr)KH (gr)

Standar diet RS1922.574.3957.65278.2

Infus aminofluid (500ml)420--75

Kebutuhan (planning)1922.8174.142.7310.5

% standar/kebutuhan121100.4135113.7

Pembahasan Diet RS: Berdasarkan perhitungan, standar diet rumah sakit jika dibandingkan dengan kebutuhan sudah sangat mencukupi. Terutama pada energy dan lemak. Energy menjadi berlebih ketika diberi tambahan infuse aminofluid. Pasien diharapkan tidak mendapatkan lemak berlebih dikarenakan harus mendapatkan pembatasan lemak untuk mengurangi mualnya. Pasien bisa menerima makanan dari rumah sakit, hanya saja dikarenakan mual yang berlebihan sehingga belum bisa mengonsumsi makanan secara cukup.

2. Rekomendasi Diet :- Standar dietSTANDAR DIET RS REKOMENDASI STANDAR DIET

Makan Pagi Nasi Lauk hewani Lauk nabati Sayur Susu/tehNasi 200 grL.hewani 50 grL.nabati 25 grSayur 100 grTeh 200 mlNasi 100 grL.hewani 40 grL.nabati 50 grSayur 50 grTeh 240 ml + Gula pasir 1 sdmMinyak sdm

Selingan pagi

Sari kacang hijau 200 mlBubur kacang hijau

Makan siang

Nasi 200 grL hewani 50 grL.nabati 25 grSayur 100 grBuah 100 grTeh 200 mlNasi 200 grL.hewani 50 grL.Nabati 50 grSayur 100 grBuah 100 grMinyak 1/2 sdm

Selingan siang

-Biskuit susu 3 keping

Makan malam

Nasi 200 grL.hewani 50 grL.nabati 25 grSayur 100 grTeh 200 mlNasi 150 grL.hewani 25 grL.nabati 25 grSayur 50 grBuah 50 grMinyak 1/2 sdmPutel 30 gr

Selingan malam

-Roti manis 50 gr

E : 1922.5 kkal P : 74.39 grL : 57.65 grKH : 278.2 grE : 1912.4 kkalP : 71.7 grL : 48.3 grKH : 295.4 g

3. Penerapan diet berdasarkan rekomendasiPemesanan Diet :TKTP rendah lemak, biasa, oral

Kajian rekomendasi diet :Berdasarkan standar diet biasa kelas III, diberikan nasi , sayur, lauk hewani dan nabati 3x sehari, buah 1 kali sehari, selingan berupa sari kacang hijau dan teh manis 2x sehari. Jika dilihat dari jumlah kalori yang diberikan dan dibandingkan dengan planning yang dibuat maka kalori yang diberikan RS berlebih, terutama pada kebutuhan lemak. Pasien perlu mendapatkan pembatasan lemak untuk mengurangi mualnya. Rekomendasi diet yang diberikan dan perbedaan dengan diet RS adalah penambahan pada selingan makan siang dan malam berupa roti mari serta roti manis untuk mengganti energi yang berkurang dari nasi, serta jumlah selingan kacang hijau yang lebih kecil takarannya. Hal ini dilakukan mengingat pasien tidak bisa makan banyak dalam sekali waktu. Kemudian untuk jenis masakannya, pasien mengurangi jenis makanan bersantan, diganti dengan tumis. Selain itu jenis lauk hewani berupa daging dikurangi dan diganti dengan putih telur untuk mengurangi kadar lemaknya. Hasil analisis rekomendasi diet adalah energi 1912.4 kkal, protein 71.7 gr, lemak 48.3 gr, KH 295.4 gr. Nilai tersebut memenuhi kebutuhan energi sebesar 99.45%, protein 96.7%, lemak 113%, dan KH 95.1%.

Prodi Gizi Kesehatan FK UGM tahun 2012

18

BAGIAN 4. MONITORING , EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

TGLDIAGNOSIS MEDISMONITORING ASESMEN GIZI (ABCD)MONITORING DIAGNOSIS GIZIEVALUASI DAN TINDAK LANJUT(TERAPI DIET DAN KONSELING GIZI)

AntropometriBiokimiaFisik & klinisAsupan

21-12-12Hyperemesis gravidarumBB tetap-N : 80 x/mntTD : 110/70R : 20x/mntS : 36.2Energi : 1499 (84.5%)KH : 219.7(70.7%)L : 44.8(104.9%)P : 51.8 (69.9%)BB tetap, vital sign normal hanya TD yang rendah, asupan terutama energy sudah mencapai 80% dari kebutuhan.

Pembahasan monitoring evaluasi :Setelah dilakukan monitoring selama 1 hari, keadaan pasien sudah mulai membaik. Dilihat dari hasil penimbangan berat badan, pasien tidak mengalami perubahan, begitu juga pada pengukuran vital sign, hasilnya normal kecuali tekanan darah sedikit rendah, namun nilainya sama ketika masuk rumah sakit. Hasil monitoring dari asupan, asupan pasien sudah mengalami peningkatan, bahkan sudah bisa mencapai target untuk lebih dari 80% kebutuhan. Hal itu dikarenakan pasien sudah berkurang muntah maupun rasa mualnya.

BAGIAN 6. KESIMPULAN

1. Pasien berusia 26 tahun, dengan diagnosis hiperemesis gravidarum. Pasien datang dengan keluhan perut mulas hilang dan timbul, mual, dan muntah. Pasien memiliki riwayat penyakit penyakit maag. Pola makan pasien ketika di rumah adalah porsi kecil tapi sering, hal ini dikarenakan untuk mengurangi rasa mual, sehingga pasien bisa makan sampai 6 kali sehari dengan tambahan cemilan 2-3 kali sehari, namun makanan yang dimakan tidak cukup bervariasi jika dilihat dari hasil recall pola makan.2. Problem gizi yang diangkat sebagai diagnosis Peningkatan kebutuhan energi pada kehamilan trimester I yaitu sebesar 150 kkal. Poin yang kedua mengenai asupan oral inadekuat dikarenakan pasien masih merasa mual sehingga sulit makanan untuk masuk secara oral. Hal ini dibuktikan dari persen hasil recall 24 jam yang dibandingkan dengan kebutuhan pasien berupa asupan energy < 60%. Problem gizi behaviour juga muncul terkait dengan riwayat makanan pasien yang tidak bervariasi karena kurangnya informasi. 3. Intervensi gizi yang diberikan adalah memberikan diet TKTP rendah lemak, biasa, oral. Konseling gizi dilakukan terkait dengan edukasi dan informasi mengenai peningkatan energi yang harus diberikan pada ibu yang sedang hamil, dan informasi mengenai pentingnya makanan yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi, selain itu juga informasi mengenai hal-hal dan jenis makanan yang bisa mengurangi rasa mual. 4. Berdasarkan hasil monitoring evaluasi selama 1 hari , berat badan serta hasil vital sign menunjukkan dalam keadaan baik. Untuk asupan oral, terdapat peningkatan asupan, bahkan sudah bisa mencapai target untuk lebih dari 80% kebutuhan. Hal itu dikarenakan pasien sudah berkurang muntah maupun rasa mualnya.

TINJAUAN PUSTAKAA. Pengertian Keluhan mual muntah terjadi pada sebagian besar ibu hamil. Keluhan ini biasanya disertai dengan hipersalivasi, sakit kepala, perut kembung, dan rasa lemah pada badan. Keluhan-keluhan ini secara umum dikenal sebagai morning sickness. Namun apabila mual muntah tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari atau menimbulkan komplikasi, keadaan ini disebut hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum sukar dikendalikan. Komplikasi yang dapat terjadi adalah ketonuria, dehidrasi, hipokalemia dan penurunan berat badan lebih dari 3 kg atau 5% berat badan. Mual dan muntah pada kehamilan biasanya dimulai pada kehamilan minggu ke-9 sampai ke-10, memberat pada minggu ke-11 sampai ke-13 dan berakhir pada minggu ke-12 sampai ke-14. Pada 0,3-2% kehamilan terjadi hiperemesis gravidarum yang menyebabkan ibu harus ditata laksana dengan rawat inap.

B. Faktor Resiko Dan Etiologi Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan hiperemesis gravidarum antara lain Beberapa berat badan berlebih, kehamilan multipel, penyakit trofoblastik, nuliparitas dan merokok. Hingga kini, penyebab pasti hiperemesis gravidarum belum diketahui, meskipun terdapat peningkatan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) yang cukup besar. Menurut teori terbaru, peningkatan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) akan menginduksi ovarium untuk memproduksi estrogen, yang dapat merangsang mual dan muntah. Perempuan dengan kehamilan ganda yang diketahui memiliki kadar hCG lebih tinggi daripada perempuan hamil lain mengalami keluhan mual dan muntah yang lebih berat. Progesteron juga diduga menyebabkan mual dan muntah dengan cara menghambat motilitas lambung dan irama kontraksi otot-otot polos lambung. Penurunan kadar thyrotropin-stimulating hormone (TSH) pada awal kehamilan juga berhubungan dengan hiperemesis gravidarum meskipun mekanismenya belum jelas. Perubahan saluran cerna selama kehamilan dikarenakan saluran cerna terdesak karena memberikan ruang untuk perkembangan janin. Hal ini dapat berakibat refluks asam (keluarnya asam dari lambung ke tenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat menyerap makanan sehingga menyebabkan mual dan muntah. Faktor psikologis. Stress dan kecemasan dapat memicu terjadinya morning sickness. Diet tinggi lemak. Risiko HG meningkat sebanyak 5 kali untuk setiap penambahan 15 g lemak jenuh setiap harinya. Helicobacter pylori. Penelitian melaporkan bahwa 90% kasus kehamilan dengan HG juga terinfeksi dengan bakteri ini, yang dapat menyebabkan luka pada lambung.

C. Derajat hiperemesis gravidarumHiperemesis gravidarum terbagi atas 3 derajat sesuai dengan tanda dan gejalanya, yaitu:1. Derajat 1 : Muntah terus menerus (muntah > 3-4 kali/hari, dan mencegah dari masuknya makanan atau minuman selama 24 jam) yang menyebabkan ibu menjadi lemah, tidak ada nafsu makan, berat badan turun (2-3 kg dalam 1-2 minggu), nyeri ulu hati, nadi meningkat sampai 100x permenit, tekanan darah sistolik menurun, tekanan kulit menurun dan mata cekung.2. Derajat 2 : Penderita tampak lebih lemah dan tidak peduli pada sekitarnya, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit kuning. Berat badan turun dan mata menjadi cekung, tekanan darah turun, pengentalan darah, urin berkurang, dan sulit BAB. Pada napas dapat tercium bau aseton.3. Derajat 3 : Keadan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat, dan tekanan darah turun. Pada jabang bayi dapat terjadi ensefalopati Wernicke dengan gejala: nistagmus, penglihatan ganda, dan perubahan mental. Keadaan ini akibat kekurangan zat makanan termasuk vitamin B kompleks. Jika sampai ditemukan kuning berarti sudah ada gangguan hati.

D. Pengaturan dietUntuk pasien hiperemesis gravidarum tingkat III, diberikan diet hiperemesis I, yaitu makanan berupa roti kering dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam setelah makan. Diet hiperemesis kurang mengandung zat gizi, kecuali vitamin C, sehingga diberikan hanya selama beberapa hari. Jika rasa mual dan muntah berkurang, pasien diberikan diet hiperemesis II. Pemberian dilakukan secara bertahap untuk makanan yang bernilai gizi tinggi. Minuman tidak diberikan bersama makanan. Diet hiperemesis II rendah dalam semua zat gizi, kecuali vitamin A dan D. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. Pemberian minuman dapat diberikan bersama makanan. Diet ini cukup dalam semua zat gizi, kecuali kalsium.Saran tambahan yang bisa diberikan pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis antara lain : Menyarankan ibu hamil untuk mengubah pola makan menjadi lebih sering dengan porsi kecil Menganjurkan untuk makan roti kering atau biskuit, teh hangat dan menghindari makanan berminyak serta berbau lemak Jika tidak ada perbaikan maka ibu hamil diberi obat penenang, vitamin B1 dan B6, dan antimuntah Cairan infus yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein. Bila perlu ditambahkan vitamin B kompleks, vitamin C, dan kalium

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan K, Kris PS, Ocviayanti D (2011). Diagnosis dan tata laksana hiperemesis gravidarum. Artikel PPKB IDAI. J. Indo Med Assoc . no : 11 : nov 2011Jueckstock JK, Kaestner R, Mylonas I (2010) Managing hyperemesis gravidarum: a multimodal challenge. p: 8:46 BMC Medicine. Niebyl JR. (2010) Nausea and vomiting in pregnancy.N Engl J Med. p : 363:1544-50.Siddik D. Kelainan gastrointestinal. In: Saifuddin AB, Rachimhadhi T, Wiknjosastro GH, editors. (2008). Ilmu kebidanan. 4th p.814-28. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

LAMPIRAN

Hasil recall1) 20/12/12=====================================================================Analysis of the diet plan===================================================================== FoodAmountenergycarbohydr. ______________________________________________________________________________

makan malam-sarapanbubur nasi150 g 109.3 kcal 24.0 gtempe goreng40 g 141.6 kcal 6.1 gkue bapuk/bakpau65 g 113.7 kcal 24.2 g

Meal analysis: energy 364.7 kcal (45 %), carbohydrate 54.3 g (44 %)

makan siangnasi putih200 g 260.0 kcal 57.2 gsup kacang merah belu150 g 48.0 kcal 8.5 gCarrot fresh cooked15 g 3.2 kcal 0.5 gtelur ayam60 g 93.1 kcal 0.7 ggula aren2 g 7.4 kcal 1.9 gsantan (kelapa saja)2 g 7.1 kcal 0.3 gminyak kelapa sawit4 g 34.5 kcal 0.0 g

Meal analysis: energy 453.2 kcal (55 %), carbohydrate 69.1 g (56 %)

=====================================================================Result=====================================================================Nutrientanalysedrecommendedpercentage valuevalue/dayfulfillment______________________________________________________________________________energy 817.9 kcal 1898.2 kcal 43 % water 13.6 g--protein 28.0 g(14%) 56.0 g(12 %) 50 % fat 22.8 g--carbohydr. 123.4 g--dietary fiber 5.9 g--alcohol 0.0 g--PUFA 5.5 g--cholesterol 254.4 mg--Vit. A 518.3 g--carotene 1.0 mg--Vit. E 0.1 mg--Vit. B1 0.3 mg--Vit. B2 0.5 mg--Vit. B6 0.4 mg--folic acid eq. 0.3 g--Vit. C 0.7 mg--sodium 84.7 mg--potassium 533.9 mg--calcium 104.0 mg--magnesium 98.1 mg--phosphorus 390.2 mg--iron 4.1 mg--zinc 3.3 mg--

2) 21/12/12

=====================================================================Analysis of the diet plan===================================================================== FoodAmountenergycarbohydr. ______________________________________________________________________________

makan malamnasi putih200 g 260.0 kcal 57.2 gtahu50 g 38.0 kcal 0.9 ggula aren8 g 29.5 kcal 7.5 gdaging ayam25 g 71.2 kcal 0.0 gtelur ayam18 g 27.9 kcal 0.2 gminyak kelapa sawit10 g 86.2 kcal 0.0 gCarrot fresh cooked10 g 2.1 kcal 0.4 gsantan (kelapa saja)2 g 7.1 kcal 0.3 gkacang panjang mentah10 g 3.5 kcal 0.8 glabu siam mentah20 g 4.0 kcal 0.9 g

Meal analysis: energy 529.6 kcal (35 %), carbohydrate 68.2 g (31 %)

sarapan pagisayur sop100 g 104.0 kcal 10.5 gtelur ayam55 g 85.3 kcal 0.6 gnasi putih150 g 195.0 kcal 42.9 g

Meal analysis: energy 384.3 kcal (26 %), carbohydrate 54.0 g (25 %)

makan siangsayur asem50 g 24.5 kcal 2.8 gnasi putih200 g 260.0 kcal 57.2 gdaging ayam35 g 99.7 kcal 0.0 gtahu35 g 26.6 kcal 0.7 gtelur ayam12 g 18.6 kcal 0.1 gCarrot fresh cooked10 g 2.1 kcal 0.4 gkacang hijau18 g 20.9 kcal 3.7 ggula pasir12 g 46.4 kcal 12.0 ggula aren15 g 55.4 kcal 14.1 gteh manis200 g 25.8 kcal 6.4 g

Meal analysis: energy 580.0 kcal (39 %), carbohydrate 97.5 g (44 %)

=====================================================================Result=====================================================================Nutrientanalysedrecommendedpercentage valuevalue/dayfulfillment______________________________________________________________________________energy 1493.9 kcal 1898.2 kcal 79 % water 18.1 g--protein 51.8 g(14%) 56.0 g(12 %) 92 % fat 44.8 g--carbohydr. 219.7 g--dietary fiber 9.4 g--alcohol 0.0 g--PUFA 7.3 g--cholesterol 407.8 mg--Vit. A 1482.6 g--carotene 1.3 mg--Vit. E 0.1 mg--Vit. B1 0.4 mg--Vit. B2 0.9 mg--Vit. B6 0.8 mg--folic acid eq. 0.4 g--Vit. C 12.7 mg--sodium 207.9 mg--potassium 1044.6 mg--calcium 312.0 mg--magnesium 245.0 mg--phosphorus 694.9 mg--iron 10.5 mg--zinc 6.1 mg--

3) Rekomendasi diet

=====================================================================Analysis of the diet plan===================================================================== FoodAmountenergycarbohydr. ______________________________________________________________________________

makan paginasi putih200 g 260.0 kcal 57.2 gikan tongkol pindang40 g 44.4 kcal 0.0 gpergedel kentang belu50 g 136.5 kcal 5.8 gtumis kangkung belu50 g 46.0 kcal 1.0 gteh manis240 g 31.0 kcal 7.7 g

Meal analysis: energy 517.9 kcal (27 %), carbohydrate 71.7 g (24 %)

selingan pagibiscuit marie susu45 g 193.9 kcal 35.4 g

Meal analysis: energy 193.9 kcal (10 %), carbohydrate 35.4 g (12 %)

makan siangnasi putih200 g 260.0 kcal 57.2 gkacang merah5 g 16.8 kcal 3.0 gCarrot fresh10 g 2.6 kcal 0.5 gkacang kapri mentah5 g 4.2 kcal 0.8 gtomat masak5 g 1.1 kcal 0.2 gsup kacang merah belu75 g 24.0 kcal 4.3 gminyak kelapa sawit2 g 17.2 kcal 0.0 gtelur ayam60 g 93.1 kcal 0.7 gtempe kedele murni50 g 99.5 kcal 8.5 gminyak kelapa sawit4 g 34.5 kcal 0.0 gpepaya100 g 39.0 kcal 9.8 g

Meal analysis: energy 591.9 kcal (31 %), carbohydrate 84.9 g (29 %)

selingan siangbubur kacang ijo with sugar and water50 g 37.0 kcal 8.1 g

Meal analysis: energy 37.0 kcal (2 %), carbohydrate 8.1 g (3 %)

makan malamnasi putih150 g 195.0 kcal 42.9 glabu siam mentah20 g 4.0 kcal 0.9 gCarrot fresh10 g 2.6 kcal 0.5 gkacang panjang mentah10 g 3.5 kcal 0.8 gdaging ayam25 g 71.2 kcal 0.0 gtelur ayam bagian putih30 g 15.0 kcal 0.3 gtempe bacem25 g 59.3 kcal 4.4 gMelon fresh50 g 19.1 kcal 4.1 gteh manis240 g 31.0 kcal 7.7 g

Meal analysis: energy 400.7 kcal (21 %), carbohydrate 61.6 g (21 %)

selingan malamroti manis60 g 170.9 kcal 34.0 g

Meal analysis: energy 170.9 kcal (9 %), carbohydrate 34.0 g (12 %)

=====================================================================Result=====================================================================Nutrientanalysedrecommendedpercentage valuevalue/dayfulfillment______________________________________________________________________________energy 1912.4 kcal 1898.2 kcal 101 % water 62.9 g--protein 71.7 g(15%) 56.0 g(12 %) 128 % fat 48.3 g--carbohydr. 295.7 g--dietary fiber 12.6 g--alcohol 0.0 g--PUFA 9.6 g--cholesterol 317.9 mg--Vit. A 1086.8 g--carotene 1.7 mg--Vit. E 0.1 mg--Vit. B1 0.8 mg--Vit. B2 1.0 mg--Vit. B6 1.1 mg--folic acid eq. 3.1 g--Vit. C 86.3 mg--sodium 1338.5 mg--potassium 1778.1 mg--calcium 290.0 mg--magnesium 244.0 mg--phosphorus 858.4 mg--iron 8.2 mg--zinc 7.3 mg--