ppk obsgyn aya

Author: savina-hasbiani

Post on 27-Feb-2018

233 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    1/44

    ABORTUS

    PENGERTIANBerakhirnya kehamilan dengan umur kehamilan < dengan 20 minggu atau berat

    janin < 1000 gram.

    A. Menurut macam macamnya :

    a. Abortus spontan : terjadi dengan sendiri

    b. Abortus provokatus : disengaja

    i. Abortus provokatus terapetikus : sengan alas an kehamilan membahayakan

    ibunya atu janin cacat

    ii. Abortus provokatus kriminalis ; tanpa alas an medis yang sah.

    B. Menurut derajatnyaa. Abortus iminens : adalah abortus yang membakat ditandai dengan peredaran

    pervaginam yang minimal tetapi portio uteri !kanalis servikalis" masih

    tertutup.

    b. Abortus insipiens : pembukaan servik yang kemudian diikuti oleh kontraksi

    uterus namun buah kehamilan belum ada yang keluar.

    c. Abortus inkompletus : biasanya ada pembukaan serviks sebagian hasil

    konsepsi sudah keluar !plasenta" sebagian masih tertahan di dalam rahim.

    Biasanya diikuti perdarahan hebat.d. # $issed abortion% tertahannya hasil konsepsi yang telah mati di dalam

    rahim selama & ' minggu. (itandai dengan tinggi )undus uteri yang

    menetap bahkan mengecil. Biasanya tidak diikuti tanda * tanda abortus

    seperti perdarahan pembukaan serviks.

    e. Abortus habitualis : adalah aborted spontan + kali atau lebih secara berturut

    * turut.

    DIAGNOSIS, GEJAA !INIS, TATA A!SANA

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    2/44

    N" D#a$n"%#% Geja&a !n#% Penata&a'%anaan

    1 Abortus imminen !ada" amenore

    !ada" tanda * tanda

    hamil muda

    ,erdarahan

    pervaginam nyeri

    !cramping pain"

    -. !pemeriksaan

    dalam":ostium uteri

    menutup

    irah baring di rumah

    ,rostaglandin

    sintetase inhibitor :

    asam me)enamat

    /20mg kap hari

    idrogesteron

    +mg3hari selama

    hari

    4ombinasi vitamin!-itral"

    2 Abortus insipiens ,erdarahan

    pervaginam nyeri

    !his"

    - : ostium uteri

    menipis dan terbuka

    ketuban menonjol

    buah kehamilan

    utuh

    4uret atau drip

    oksitosin bila

    kehamilan lebih dari

    12 minggu

    dilanjutkan

    $etilergometrin

    maleat + tab

    selama hari

    Amoksisilin/00mg3hr per os

    selama hari

    + Abortus

    inkompletus

    ,erdarahan

    pervaginam nyeri

    dan kadang *

    kadang disertai syok

    - : ostium uteri

    terbuka didapat sisa

    kehamilan3plasenta

    $emperbaiki

    keadaan umum

    4osongkan isi uterus

    !menghentikan

    perdarahan"

    5anti darah yang

    hilang

    6egah in)eksi

    Amoksisilin +00

    mg selama hari

    / #$issed

    abortion%

    ,erdarahan 7

    keluhan kelainan

    ,emeriksaan )isik :

    inggi )undus uteri

    yang menetap dan

    bahkan mengecil

    tidak sesuai dengan

    umur kehamilan.

    $89 :

    $engeluarkan jaringan

    nekrotis

    ,emeriksaan )aal

    hemostasis

    4ehamilan dibaah

    12 mg langsungkuretase

    4ehamilan lebih dari

    12 mg diberikan :

    misoprastol / tablet

    tumbuk 9 lalu

    ditunggu =12 jam

    hingga janin keluar

    setelah itu dievaluasi

    dengan >95 bila ada

    sisa dapat dilakukan

    kuretase.

    Abortus

    in)eksiosus

    a. Abortus

    inkompletus

    ? panas

    ,erdarahan

    pervaginam nyeri

    dan

    9ering disertai

    dengan syok

    - : ostium uteri

    ,erbaiki keadaan

    umum :

    in)usetrans)usi

    Antipiretik :

    ylomidon 2cc @m.

    Antibiotik dosis

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    3/44

    DIAGNOSIS

    a. ,erdarahan :

    Berlangsung ringan dampai dengan berat.

    ,erdarahan pervaginam pada abortus imminen biasanya ringan berlangsung

    berhari * hari dan arnanya merah kecoklatan.

    b. yeri :

    #6ramping pain% rasa nyeri seperti pada aktu haid di daerah suprasim)iser

    pinggang dan tulang belakang yang bersi)at ritmis.

    c. ebris :

    $enunjukkan proses in)eksi intra genital biasanya disertai lokia berbau dan

    nyeri pada aktu pemeriksaan dalam.

    RADANG PANGGU

    PENGERTIAN

    ,enyakit radang panggul adalah penyakit keradangan dari saluran genitalia anita

    bagian atas. ermasuk didalamnya : endometritis pelvik selulitis salpingitis

    salpingo=oo)oritis pelvik peritonitis dan juga adanya pembentukan abses !tubo

    ovarial abses dan abses cavum (ouglas".

    @n)eksi panggul pada anita dapat dibagi menajdi :

    1. ,enyakit 8adang ,anggul !,elvic @n)lammatory (iseaseC,@("

    2. @n)eksi yang berhubungan dengan abortus

    +. @n)eksi pasa kala ni)as

    /. @n)eksi pasca operasi ginekologik

    . 9ekunder berasal dari in)eksi lain organ

    ,ada kesempatan ini dibicarakan ,enyakit 8adang ,anggul !,@(" saja.

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    1. 9uhu tinggi disertai takikardia.

    2. yeri suprasim)isis terasa lebih menonjol dari pada nyeri dikuadran atas

    abdomen. 8asa nyeri biasanya bilateral bila rasa nyeri hanya unilateral

    diagnosis radang panggul akan lebih sulit ditegakkan.

    +. Bila sudah terjadi iritasi peritenoum maka akan terjadi #rebound tenderness%

    nyeri tekan dan kekakuan otot perut sebelah baah.

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    4/44

    /. ergantung dari berat dan lamanya keradangan radang panggul dapat pula

    disertai gejala ileus paralitik.

    . (apat disertai metroragi menoragi.

    !RITERIA DIAGNOSIS

    (iagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan )isik ginekologik laboratorik dan

    mikrobiologik.

    DIAGNOSIS

    (iagnosis radang panggul berdasarkan kriteria dari #@n)ectious (isease 9ociety

    )or Dbstetrics 7 5ynecology%>9A. 1EE+ ialah :

    A. 4etiga gejala klinik di baah ini harus ada :1. yeri tekan pada abdomen dengan atau tanpa rebound

    2. yeri bila servik uteri digerakkan

    +. yeri pada adneksa

    B. Bersamaan dengan satu atau lebih tanda * tanda di baah ini :

    1. egative gram diplokok pada secret endoserviks

    2. 9uhu diatas +'6

    +. ekositosis lebih dari 10.000 per mmF

    /. Adanya pus dalam kavum peritonei yang didapat dengan kuldosentesis

    maupun laparoskopi.

    . Adanya abses pelvic dengan pemeriksaan bimanual maupun >95.

    DIAGNOSIS BANDING

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    ,ada pemeriksaan ginekologik didapatkan :

    1. ,embengkakakan dan nyeri pada labia di daerah kelenjar Bartolini

    2. Bila ditemukan )luor albus purulen umumnya akibat kuman .gonore.

    seringkali juga disertai perdarahan * perdarahan ringan di luar haid akibat

    endometritis akuta.

    +. yeri daerah parametrium dan diperberat bila dilakukan gerakan * gerakan

    pada servik. ,emeriksaan didaerah adneksa terasa sangat nyeri seolah * olah

    terasa #penuh% dan terasa ada #penebalan% akibat ketegangan otot=otot perut.

    /. Bila sudah terbentuk abses maka akan teraba masa pada adneksa disertai

    dengan suhu meningkat. Bila abses pecah akan terjadi gejala * gejala pelvio

    peritonitis generalisata tenesmus pada rectum disertai diare.

    . ,us ini akan teraba sebagai suatu massa dengan bentuk tidak jelas terasa

    tebal dan sering disangka suatu subserous mioma.

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    5/44

    . ,emeriksaan inspekulo memberikan gambaran : keradangan akut serviks

    bersama dengan keluarnya cairan purulen.

    G. ,ecahnya abses tubo ovarial secara massi) member gambaran yang khas.

    8asa nyeri mendadak pada perut baah terutama terasa pada tempat rupture.

    (alam aktu singkat seluruh abdomen akan terasa nyeri karena timbulnya

    gejala peritonitis generalisata. Bila jumlah cairan purulen yang mengalir

    keluar banyak akan terjadi syok. 5ejala pertama timbulnya syok ialah mual

    dan muntah * muntah distensi abdomen disertai tanda * tanda ileus perilitik.

    9egera setelah pecahnya abses suhu akan menurun atau subnormal dan

    beberapa aktu kemudian suhu meningkat tinggi lagi. 9yok terjadi akibat

    rangsangan peritoneum dan penyebaran endotoksin.

    '. Anemi sering dijumpai pada abses pelvic yang sudah berlangsung beberapa

    minggu.

    TERAPI

    Berdasarkan derajat radang panggul maka pengobatan dibagi menjadi :

    1. ,engobatan raat jalan

    ,engobatan raat jalan dilakukan kepada penderita radang panggul derajat @.

    obat yang diberikan ialah :

    1. Antibiotik : sesuai dengan buku ,edoman ,enggunaan Antibiotik 89>(

    (r. 9oetomo.

    Ampisilin +.g3sekali p.o3sehari selama 1 hari dan ,robenesid 1 g sekali

    p.o selama 1 hari. (ilanjutkan ampisilin / 00 mg3hari selama G=10

    hari atau

    Amoksilin +g p.o sekali3hari selama 1 hari dan ,robonesid 1 g p.o

    sekali sehari selama 1 hari. (ilanjutkan amoksilin + 00 mg3hari p.o

    selama G hari atau

    iam)enikol +. g3sekali sehari p.o selama 1 hari. (ilanjutkan / 00

    mg3sehari p.o selama G=10 hari atau

    etrasiklin / 00 mg3hari p.o selama G * 10 hari atau

    (oksisiklin 2 100 mg3hari p.o selama G * 10 hari atau

    Hritromisin / 00 mg3hari p.o selama G * 10 hari

    2. Analgesik dan antipiretik

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    6/44

    ,arasetamol + 00 mg3hari atau

    $etampiron + 00 mg3hari

    2. ,engobatan 8aat @nap,engobatan raat inap dilakukan kepada penderita radang panggul derajat @@

    dan @@@. Dbat yang diberikan adalah :

    a. Antibiotik : sesuai dengan Buku ,edoman ,enggunaan Antibiotika 89>(

    (r. 9oetomo.

    Ampisilin 1 g im3iv / sehari selama * G hari dan 5entamisin 1. mg

    * 2. mg3kg BB im3iv 2 sehari selama * G hari dan $etronidaIol 1 g

    rek.sup 2 sehari selama * G hari atau

    9e)alosporin generasi @@@ 1 gr3iv 2 * + sehari selama * G hari dan$etronidaIol 1 g.rek.sup 2 sehari selama * G hari.

    b. Analgesik dan antipiretik

    4husus untuk abses tubo=ovarial pada dasarnya adalah pemberian

    antibiotik lebih dulu dan baru kemudian dilakukan pembedahan. Abses

    tubo=ovarial yang pecah dianggap kasus abdomen akut sehingga perlu

    segera dilakukan pembedahan untuk dilakukan pengangkatan genitalia

    interna pasang drain.

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

    !E)AMIAN E!TOPI! *!E+

    PENGERTIAN

    4ehamilan ektopik ialah suatu kehamilan dimana ovum yang dibuahi

    berimplantasi dan tumbuh tidak pada tempat yang normal yaitu dalam

    endometrium rongga rahim !termasuk disini kehamilan servikal dan kehamilan

    kornual".

    erjadinya kehamilan ektopik terutama akibat ganguan transportasi ovum yang

    telah dibuahi dari tuba ke rongga rahim disamping itu juga akibat kelainan dari

    ovum yang dibuahi itu sendiri merupakan predisposisi untuk terjadinya

    kehamilan ektopik.

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    7/44

    ,enyebab dari kehamilan ektopik dapat dikelompokkan atas :

    1. 5angguan transportasi dari hasil konsepsi :

    8adang panggul !,[email protected]("

    Alat kontrasepsi dalam rahim !A4([email protected]>.(."

    ,enyempitan lumen tuba akibat tumor

    indakan operasi pada tuba !pasca bedah mikro"

    Abortus

    2. 4elainan hormonal :

    @nduksi ovulasi

    @nvitro )ertilisasi [email protected]"

    Dvulasi yang terlambat

    ransmigrasi ovum+. ,enyebab yang masih diperdebatkan :

    Hndometriosis

    6acat baaan

    4elainan kromosom

    4ualitas sperma

    (an lain * lain.

    ANAMNESIS

    5ejala klinik dari suatu kehamilan sangat beraneka ragam yakni :

    !eam#&an e't"-#' yan$ e&um ter$an$$u

    erdapat gejala * gejala seperti kehamilan normal yakni amenore mual

    muntah tes hamil !?"

    ,ada pemeriksaan )isik didapatkan rahim juga membesar adanya tumor di

    daerah aneksa.

    rias klasik yang sering didapatkan adalah amenore perdarahan dan rasa

    sakit.

    !eam#&an e't"-#' ter$an$$u(isamping gejala * gejala diatas didapatkan gejala * gejala akut abdomen akibat

    pecahnya kehamilan ektopik dan gangguan hermodinamik berupa hipovolemik

    akibat perdarahan.

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS BANDING

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    8/44

    4eradangan ,anggul !,[email protected]("

    Appendisitis

    Abortus

    ,ecahnya korpus luteum atau kista iutein

    4ista terpuntir

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    TERAPI

    1. 8esusitasi cairan bila didapat tanda * tanda shock hipoglikemi.

    2. Bila didapat tanda * tanda 4H yang belum terganggu dengan primer in)ertile

    disarankan untuk dilakukan laparaskopi !dirujuk".

    +. Bila tanda 4H disarankan eplorasi laparatomi.

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

    PREE!AMSI RINGAN

    PENGERTIAN

    imbulnya hipertensi yang disertai protein urine dan3atau edema setelah

    kehamilan 20 minggu.

    ANAMNESIS

    1. 4enaikan tekanan darah & +0 mmg atau diastole & 1 mmg !dari tekanan

    darah sebelum hamil" pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau systole &

    1/0 !J10 mmg" diastole & E0 mmg !J110 mmg"2. ,rotein urine :

    0+ gr3lt dalam 2/ jam atau secara kalitati) !??".

    +. Hdema pada :

    ,retibia

    (inding perut

    umbosakral

    Kajah3tangan

    PEMERI!SAAN (ISI!

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    9/44

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. 4ehamilan & 20 minggu

    2. 4enaikan tekanan darah !&1/03E0 mmg" dengan pemeriksaan 2 selang

    jam dalam keadaan istirahat. !untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2

    setelah istirahat 10 menit".

    +. Hdema : edema tekan pada :

    ungkai !pre tibial"

    (inding perut

    umbosakral

    Kajah3tangan

    /. ,rotein urine = 0.+ gr3lt32/ jam

    4alitati) !? ?"

    DIAGNOSIS BANDING

    1. ipertensi kronik

    ipertensi yang sudah ada sebelum kehamilan 20 minggu atau menetap

    setelah minggu pasca persalinan.

    2. #ransient% hipertensi

    imbul hipertensi saja tanpa gejala lain dan hilang setelah 10 hari pasca

    persalinan.

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    TERAPI

    /. Ra0at Ja&an

    1. Banyak istirahat !berbaring3tidur miring"

    2. (iet sedapat mungkin tinggi protein rendah karbohidrat

    +. (ilakukan pemeriksaan penilaian kesejahteraan janin pada kehamilan & +0

    minggu dan diulang sekurang * kurangnya dalam 2 minggu.a. >95 !>ltrasonogra)i"

    b. 9 !on 9tres es"

    /. ,emeriksaan laboratorium

    a. ,6- b

    b. Asam urat darah

    c. trombosit

    . Dbat *obatan yang diberikan

    a. 8oboransia vitamin kombinasi

    b. Aspirin dosis rendah 1 sehari !'G. mg"

    . 4unjungan ulang 1 minggu

    1. Ra0at T#n$$a&

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    10/44

    1. 4riteria untuk raat tinggal bagi penderita preeklamsia ringan

    a. asil penilaian kesejahteraan janin ragu * ragu atau jelek !pemeriksaan

    pada kehamilan & +0 minggu"

    b. 4ecenderungan menuju gejala preeklamsia berat !timbul salah

    satu3lebih gejala preeklamsia berat"

    2. ,engobatan dan evaluasi selama raat tinggal

    a. ,enderita tirah baring total

    b. Dbat * batan :

    8oboransia vitamin kombinasi

    Aspirin dosis rendah 1 sehari

    c. ,emeriksaan laboratorium

    b ,6- Asam urat darah

    rombosit

    ungsi ginjal3hepar

    >rine lengkap

    d. (ilakukan penilaian kesejahteraan janin

    +. Hvaluasi hasil pengobatan

    ,ada dasarnya evaluasi pengobatan dilakukan berdasarkan hasil dari

    penilaian kesejahteraan janin.

    Bila didapatkan hasil :

    1" Lelek : terminasi kehamilan dengan seksio 9esar !pada kehamilan & +0

    minggu

    2" 8agu * ragu : dilakukan evaluasi ulang dari 9 1 hari kemudian

    +" Baik : penderita diraat sekurang * kurangnya / hari bila kehamilan

    premature penderita dipulangkan dan raat jalan. ,ada kehamilan

    aterm dengan skor pelvik yang matang !& " dilakukan induksi dengan

    drip.oksitosin. Bila skor pelvik belum matang !J " penderita

    dipulangkan dan raat jalan kontrol 1 minggu.4) erminasi dari kehamilan juga dikerjakan bila didapatkan tanda * tanda

    dari impending Hklamsia dari ibunya.

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    11/44

    PREE!AMSI BERAT

    PENGERTIAN9uatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi & 103110

    disertai protein urine dan atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.

    ANAMNESIS

    4ehamilan 20 minggu atau lebih dengan tanda :

    1. (esakan darah : systole &10 mmg

    (iastole & 100 mmg

    (esakan darah ini tidak menurun meskipun ibu hamil sudah diraat di 89

    dan menjalani tirah baring

    2. ,rotein urine & gr32/ jam atau kalitati) / ? !? ? ? ?"

    +. Dliguri jumlah produksi urine J 00 cc 3 2/ jam atau disertai kenaikan kadar

    kreatinin darah

    /. Adanya gejala * gejala impending eklamsia: ganguan visus gangguan

    serebral nyeri epigastrum hiper=re)leksia

    . Adanya sindrom ellp

    ! : emolysis H : Hlevated iver HnIymes , : o ,letelet 6ount"

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. 4ehamila 20 minggu atau lebih

    2. (idapatkan satu atau lebih gejala * gejala pre=eklamsia berat !5ejala 4linis"

    DIAGNOSIS BANDING

    1. 4ronik hipertensi 7 kehamilan

    2. 4ehamilan dengan sindrom ne)rotik

    +. 4ehamilan dengan payah jantung

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    TERAPI

    I. Pera0atan '"n%er2at#3

    /. Ind#'a%#

    ,ada kehamilan < +G mg tanpa adanya tanda * tanda impending Hklamsia.

    1. Pen$"atan

    a. (ikamar bersalain !selama 2/ jam"

    a. irah baring

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    12/44

    b. @n)use 8 !8inger aktat" yang mengandung M dekstrosa 0=12 cc3jam

    c. 10 gr $g9D/ /0M i.m. sebagai diulang dengan setiap dosis gr $g9D /

    /0M i.m. setiap jam s3d 2/ jam pasca persalinan !kalau tidak ada kontra

    indikasi pemberian $g9D/"

    d. (iberikan antihipertensi :

    Nang digunakan :

    Bila ( &1'03110 dapat diberikan ni)edipine mg 9 diulang tiap 1

    menit.

    ablet i)edipin + 10 mg !pilihan pertama" atau tablet $etildopa +

    20 mg.

    e. (ilakukan pemeriksaan lab.tertentu !)ungsi hepar dan ginjal" dan produksi

    urine 2/ jam.

    ). 4onsultasi dengan bagian lain :

    1. Bagian $ata

    2. Bagian Lantung

    +. Bagian lain sesuai dengan indikasi

    1. Pen$"atan dan e2a&ua%# %e&ama ra0at t#n$$a& d# Ruan$ Ber%an *%ete&a

    14 jam ma%u' ruan$an er%an+.a. irah baring

    b. Dbat * obatan :

    8oboransia : multivitamin

    Aspirin dosis rendah 1 'G. mg3hari

    Antihipertensi !4lonidin 0.1 mg i.v dilanjutkan i)edipin + 10 mg

    atau $etildopa + 20 mg"

    c. ,emeriksaan ab :

    b ,6- dan hapusan darah tepi

    Asam urat darah

    rombosit ungsi ginjal3hepar

    >rine lengkap

    ,roduksi urine per 2/ jam penimbangan BB setiap hari

    (iusahakan pemeriksaan A @@@

    ,emeriksaan ab dapat diulang sesuai dengan keperluan.

    d. (iet protein rendah karbohidrat

    e. (ilakukan penilaian kesejahteraan janin.

    5. Pera0atan '"n%er2at#3 d#an$$a- $a$a& #&a :

    Adanya tanda * tanda impending ekalmsia

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    13/44

    4enaikan progresi) dari takanan darah

    Adanya sindrom ellp

    Adanya kelainan )ungsi ginjal ,enilaian kesejahteraan janin jelek

    4. Pender#ta "&e -u&an$ #&a :

    ,enderita sudah mencapai perbaikan dengan tanda * tanda pre * eklamsia

    ringan peraatan dilanjutkan sekurang * kurangnya selama + hari lagi

    !diperkirakan lama peraatan 1 * 2 minggu"

    Bila keadaan tetap tidak bertambah berat3buruk

    6atatan :

    9ebagai pertimbangan : bila peraatan konservati) berhasil dan didapatkankematangan paru janin !9hake test ?" sebaiknya kehamilan diterminasi.

    II. Pera0atan a't#3

    /. Ind#'a%#

    a" asil penilaian kesejahteraan janin jelek

    b" Adanya gejala * gejala impending eklamsia

    c" Adanya sindrom ellp

    d" 4ehamilan aterm !O+' mg"

    1. Pen$"atan Med#%#na&

    a" 9egera raat inap

    b" irah baring miring kesatu sisic" @n)use 8 yag mengandung M detrose dengan 0=12 cc3jam

    d" ,emberian anti kejang : $g9D/

    (osis aal :

    $g9D/ 20M / gr i.v

    $g9D//0M 10 gr i.m

    ,ada bokong kanan3kiri !masing=masing gr"

    (osis ulangan :

    $g9D//0M gr i.m diulang tiap jam setelah dosis aal s3d jam

    pascapersalinan

    9yarat pemberian :

    8eleks patella !?"

    8espirasi O 13menit

    >rine sekurang=kurangnya 10 cc3jam

    arus selalu tersedia kalsium glukonas 1 gr 10M !diberikan i.v pelan =

    pelan pada intoksikasi $g9D/"

    e" Antihipertensi dapat dipertimbangkan diberikan bila :

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    14/44

    !klonidin i.v. dilanjutkan i)edipin +10 atau $etildopa +20 mg"

    9ystole &1'0 mmg

    (iastole &120 mmg

    5. Pen$"atan "%tetr#c

    a. 9edapat mungkin sebelum peraatan akti) pada tiap penderita dilakukan

    pemeriksaan #on 9tres est%

    b. indakan seksio sesar dikerjakan bila :

    #on 9tres est% jelek

    ,enderita belum inpartu dengan skor pelvik jelek !9kor Bishop < "

    4egagalan dari drip oksitosin

    c. @nduksi dengan oksitosia dikerjakan bila :

    9 baik

    ,enderita belum inpartu dengan skor pelvik baik !9kor Bishop &"

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

    E!AMSIA

    PENGERTIAN

    Hklamsia adalah kelainan akut pada ibu hamil saat hamil tua persalinan atau

    masa ni)as ditandai dengan timbulnya kejang atau koma dimana sebelumnya

    sudah menunjukkan gejala * gejala pre eklamsia. !ipertensi edema proteinuria".

    ANAMNESIS

    1. 4ehamilan O 20 minggu atau saat persalinan atau masa ni)as.

    2. anda * tanda pre * eklamsia !hipertensi edema dan proteinuria".

    +. 4ejang * kejang dan3atau koma./. 4adang * kadang disertai dengan gangguan )ungsi organ * organ.

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. Berdasarkan gejala klinis diatas

    2. ,emeriksaan laboratorium

    Adanya protein dalam air seni

    ungsi organ hepar ginjal jantung

    ungi ematologi3emostasis

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    15/44

    +. 4onsultasi dengan disiplin lain kalau dipandang perlu

    4ardiologi

    Dptalmologi

    Anestesiologi

    eonatologi dan lain = lain

    DIAGNOSIS BANDING

    4ehamilan disertai kejang oleh karena sebab * sebab yang lain misal :

    #ebril convulsion% !panas ?"

    Hpilepsy !anamnesa epilepsy ?"

    etanus !kejang tonik3kaku duduk"

    $eningitis3ense)alitis !pungsi lumbal"

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    TERAPI

    ,rinsip pengobatan

    1. $enghentikan kejang * kejang yang terjadi dan mencegah kejang * kejang

    ulangan.

    2. $encegah dan mengatasi komplikasi.

    +. $emperbaiki keadaan umum ibu maupun anak seoptimal mungkin.

    /. ,engakhiran kehamilan3persalinan mempertimbangkan keadaan ibu.

    I. Oat "at untu' ant#'ejan$ M$SO4 *Ma$ne%#um Su&3at+

    1. (osis aal : / gr 20M i.v pelan * pelan selama + menit atau lebih disusul 10

    gr /0M i.m terbagi pada bokong kanan dan kiri.

    2. (osis ulangan : tiap jam diberikan gr 0M i.m diteruskan sampai pasca

    persalinan atau jam bebas kejang.

    9yarat :

    8e)lek patella harus positi) idak ada tanda * tanda depresi pernapasan !respirasi O 1 kali3menit"

    ,roduksi urine tidak kurang dari 2cc3jam atau 10 cc3jam atau

    00cc3hari.

    +. Apabila ada kejang * kejang lagi diberikan $g9D/20M 2 gr3i.v pelan *

    pelan. ,emberian i.v. ulangan itu hanya sekali saja apabila masih timbul

    kejang lagi maka diberikan ,entotal mg3kg BB3i.v. pelan * pelan.

    /. Bila ada tanda*tanda keracunan $g9D/ diberikan antidotum 5lukonas

    4alsikus 10 grM. 10 cc3i.v pelan * pelan selama + menit atau lebih.

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    16/44

    . Apabila diluar sudah diberi pengobatan diaIepam maka dilanjutkan

    pengobatan dengan $g9D/.

    II. Mence$a '"m-'a%#

    1. Dbat * obat anti hipertensi

    ihat pada pre * eklamsia berat

    2. (iuretika

    Dbat * obat diuretika haya diberikan atas indikasi :

    Hdema paru

    4elainan )ungsi ginjal !apabila )aktor pre * renal sudah diatasi" diberikan

    )urosemid inj./0mg3im

    +. 4ardiotonika

    (iberikan atas indikasi :

    Adanya tanda * tanda payah jantung

    Hdema paru

    (iberikan digitalisasi cepat dengan cedilanid

    /. Antibiotik

    (iberikan Ampisilin +1 gr3i.v

    . Antipiretik

    Pylomidon 2cc3i.m dan3atau kompres alkohol

    III. Mem-era#'# 'eadaan umum #u

    1. @n)use 83(etran

    2. ,asang 6-, untuk :

    ,emantauan keseimbangn cairan !pertimbangan pemberian #o $ol

    (etran%"

    ,emberian kalori !(etrosa 10M"

    4oreksi keseimbangan asam * basa !pada keadaan asidosis maka diberikan

    a.bic3$eylon 0 mm eQ3iv"

    I6. Pen$a'#ran 'aam#&an7-er%anan

    9etelah penderita tenang lebih kurang 1 menit setelah pemberian obat anti

    kejang dilakukan pemeriksaan sebagai berikut :

    $onitoring kesadaran dan dalamnya koma memakai #5lasgo ,ittsburg

    6oma 9cale%

    (iukur suhu rektal3kadar hemoglobin3hematokrit

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    17/44

    (ipasang kateter tetap dan diukur jumlah urine dan dilakukan pemeriksaan

    albumin ,alpasi dan auskultasi serta pemeriksaan dalam !-" untuk evaluasi

    ,emberian obat * obatan lainnya yang diperlukan.

    4ehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilitasi !pemulihan" hemodinamika

    dan metabolisme ibu yang dicapai dalam /=' jam setelah salah satu keadaan

    dibaah ini :

    9etelah pemberian obat anti kejang terakhir

    9etelah pemberian obat anti hipertensi

    ,emeriksaan Dbstetri yang lain

    1. Apabila pada pemeriksaan syarat * syarat untuk mengakhirir persainan

    pervaginam dipenuhi maka dilakukan persalinan tindakan dengan trauma

    yang minimal.

    2. Apabila penderita sudah inpartu pada )ase akti) langsung dilakukan

    amnitomi selanjutnya diikuti sesuai dengan kurva dari riedman bila ada

    kemacetan dilakukan seksio sesar.

    +. indakan seksio sesar dikerjakan pada keadaan * keadaan :

    ,enderit belum inpartu ase laten

    5aat janin

    indakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan

    kondisi ibu.

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

    DISTOSIA

    PENGERTIAN

    ,ersalinan abnormal yang ditandai oleh kelambatan atau tidak ada kemajuan

    proses persalinan dalam ukuran satuan aktu tertentu.

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    18/44

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    (istosia terjadi dalam kala @ dan @@. Beberapa hal yang harus diketahui dalam

    penerapan penilaian proses persalinan sebagai berikut :

    1. ase persalinan

    2. (alam 4ala @ dan kala @@ sehubungan dengan proses membukanya serviks

    ialah :

    a. ase laten : mulai pembukaan 0 sampai diameter + cm

    b. ase akselerasi : pembukaan + cm menjadi / cm

    c. ase dilatasi maksimal : pembukaan / cm menjadi E cm

    d. ase deselerasi : pembukaan E cm menjadi lengkap !10" cm

    e. 4ala @@ : pembukaan lengkap sampai dengan bayi lahir.

    >kuran satuan aktu

    1. ase laten : ' jam

    2. ase akselerasi : 2 jam

    +. ase dilatasi maksimal : 2 jam

    /. ase deselerasi : 2 jam

    . 4ala @@ : primigravida 1 R jam multigravida 1 R jam

    ,arameter untuk menilai proses kemajuan

    a. ,embukaan serviks dihubungkan dengan )ase persalinan

    b. >kuran satuan aktu setiap )ase persalinan

    c. urunnya presentase janin !bidang odge atau station"

    d. ,erubahan presentase janin

    e. ,erubahan posisi janin

    ). $olase dan kaput suksedaneum

    g. ,ersalinan normal adalah proses yang progresi) yang berlangsung

    dalam batas aktu tertentu. Apabila batas aktu tersebut dilampaui tanpa

    diikuti oleh kemajuan proses persalinan maka dianggap telah berlangsung

    persalinan abnormal atau distosia.

    DIAGNOSIS BANDING

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    19/44

    Apabila telah dilakukan analisis proses kemajuan persalinan dan dijumpai

    distosia maka harus dicari penyebab distosia yang mungkin berasal dari salah

    satu )aktor ataupun gabungan dari beberapa )aktor berikut ini :

    1. 4elainan tenaga : kelainan his atau tenaga meneran.

    2. 4elainan janin : kelainan besar janin bentuk janin !anomali kongenital"

    jumlah janin letak janin presentase janin atau posisi janin.

    +. 4elainan jalan lahir : kelainan tulang panggul atau jaringan lunak pelvis.

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. >ltrasonogra)i

    2. ,artogram

    +. 4ardiotokogra)i

    TERAPI

    (isesuaikan dengan sebab distosia misalnya :

    1. Akselerasi persalinan

    2. Hkstraksi atau seksio sesarea !pada ,4 @@"

    +. Hmbriotomi !pada janin mati".

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

    ENDOMETRIOSIS DAN ADENOMIOSIS

    PENGERTIAN

    Hndometriosis adalah tumbuhnya jaringan yang menyerupai endometrium di luar

    kavum uteri. Hndometriosis dapat terjadi di semua organ tubuh karena jaringen

    endometrium dapat menyebar secara hematogen. Bentuk endometriosis dapat

    berupa bercak nodul maupun kista. Adenomiosis adalah endometriosis yang

    terdapat di dalam miometrium.

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    20/44

    DIAGNOSIS

    1. Anamnesis :

    a. (ismenorea.

    b. (ispareunia.

    c. @n)ertilitas 3 sub)ertilitas.

    d. 5angguan haid berupa menoragia metroragia.

    e. erdapat nyeri siklik atau perdarahan siklik yang sesuai haid tetapi

    di organ lain.

    2. ,emeriksaan isik :

    a. ,embesaran perut.

    b. ,erlekatan genitalia interna.

    c. yeri tekan.

    d. eraba massa di pelviks.

    Bila ada keluhan di organ non kandungan harap diperiksa juga.

    DIAGNOSIS BANDING

    1. 8adang panggul.

    2. 4ista ovarium.

    +. (ismenore primer.

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. >ltrasonogra)i.

    2. 6A=12 !bila diperlukan".

    TERAPI

    1. 4onservati) :

    a. ormonal.

    b. Analgetik.

    2. Bedah :

    a. 4istektomi.

    b. 4auterisasi bercak endometriosis.

    c. isterektomi dengan atau tanpa ovarektomi.

    ,asca bedah dianjurkan dilanjutkan dengan pengobatan hormonal baik

    dengan terapi 4istner atau gonadotropin agonis.

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    21/44

    ,ada adenomiosis pendekatan terapi adalah operati) yaitu eksisi atau

    histerektomi. Bila target pengobatan adalah mengurangi nyeri haid

    maka dapat diberikan progesterone !depo progestin" atau pil

    kontrasepsi.

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    8aat inap bila operasi atau bila dismenorea berat.

    !EPUSTA!AAN

    )IPEREMESIS GRA6IDARUM

    PENGERTIAN

    iperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi pada aal kehamilan sampai

    kehamilan 20 minggu.

    ANAMNESIS

    4eluhan mual dan muntah hebat. 5ejala klinis amenore yang disertai muntah

    yang hebat na)su makan turun berat badan turun nyeri epigastrium lemas rasa

    haus yang hebat gangguan kesadaran.

    PEMERI!SAAN (ISI!

    1. ,emeriksaan tanda vital : nadi meningkat 100 3menit tekanan darah

    menurun !pada keadaan berat" sub)ebris dan gangguan kesadaran !pada

    keadaan berat".

    2. ,emeriksaan tanda * tanda dehidrasi : mata cekung bibir kering turgor

    berkurang.

    +. ,emeriksaan generalis : kulit pucat sianosis berat badan turun O M dari

    berat badan sebelum hamil uterus besar sesuai usia kehamilan pada

    pemeriksaan inspekulo tampak serviks yang berarna biru.

    !RITERIA DIAGNOSIS

    4lasi)ikasi hiperemesis gravidarum secara klinis dibagi menjadi + tingkatan

    antara lain:

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    22/44

    1. ingkat 1

    $untah yang terus menerus timbul intoleransi terhadap makanan dan

    minuman berat badan menurun nyeri epigastrium muntah pertama keluar

    makanan lendir dan sedikit cairan empedu dan yang terakhir keluar darah.

    adi meningkat sampai 100 3menit dan tekanan darah sistolik menurun.

    $ata cekung dan lidah kering turgor kulit berkurang dan urin sedikit tetapi

    masih normal.

    2. ingkat 2

    5ejala lebih berat segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan haus

    hebat sub)ebris nadi cepat lebih dari 100 * 1/0 3menit tekanan darah

    sistolik menurun apatis kulit pucat lidah kotor kadang ikterus aseton

    bilirubin dalam urin dan berat badan cepat menurun.

    +. ingkat +

    Kalaupun kondisi tingkat + sangat jaramg yang mulai terjadi adalah

    gangguan kesadaran !delirrium * koma" muntah berkurang atau berhenti

    tetapi dapat terjadi ikterus sianosis nistagmus gangguan jantung bilirubin

    dan protein dalam urin.

    DIAGNOSIS

    (iagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis pemeriksaan )isik dan pemeriksaan

    penunjang.

    DIAGNOSIS BANDING

    1. >lkus peptikum

    2. Apendisitis akut

    +. @n)lammatory boel syndrome

    /. Acute )atty liver

    . (iare akut

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. 6B6 gula darah seaktu 95D

    2. >rinalisa !keton glukosa dll"

    +. Hlektrolit !a 4 6l"

    /. >95 !dilakukan setelah perbaikan keadaan umum"

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    23/44

    TERAPI

    $engusahakan kecukupan nutrisi ibu dengan menganjurkan makan makananyang banyak mengandung gula

    $akan porsi kecil tetapi lebih sering

    $enghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak

    @stirahat cukup

    (e)ekasi yang teratur

    armakologis

    = 2 blocker per oral 3 @-

    = ,iridoksin 10 mg per oral tiap ' jam

    = Antiemetik @-

    = Berikan cairan intravena sesuai derajat dehidrasi

    = Berikan suplemen multivitamin !B kompleks" @-

    = ,ada keadaan yang amat berat sehingga terjadi penurunan kesadaran

    ketoasidosis berat maka dipertimbangkan peraatan di @6> atau terminasi

    kehamilan.

    EDU!ASI

    1. $emberikan in)ormasi pada pasien suami dan keluarga mengenai kehamilan

    dan persalinan suatu proses )isiologik.

    2. $emberikan keyakinan baha mual dan kadang * kadang muntah merupakan

    gejala )isiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah usia

    kehamilan / bulan.

    PROGNOSIS

    ,rognosis umumnya bonam dan sangat memuaskan jika dilakukan penanganan

    dengan baik. amun jika tidak dilakukan penanganan yang baik pada tingkat yang

    berat kondisi ini dapat mengancam nyaa ibu dan janin.

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    24/44

    1. ,rairohardjo 9. 9ai))udin A. B. 8aschimhadhi . Kiknjosastro 5. . @lmu

    4ebidanan. Hd /. 6etakan ketiga. Lakarta: , Bina ,ustaka 9arono

    ,rairohardjo. 2010; al '1/ * '1'.

    2. Kiknjosastro . iperemesis 5ravidarum dalam @lmu 4ebidanan. Lakarta:

    Balai ,enerbit 4>@. 200; al 2G * 2'0.

    +. 8onardy (. . Hd. Dbstetri Killiams. Hd 1'. Lakarta: ,enerbit Buku

    4edokteran H56. 200; E EE.

    IN(ERTIITAS

    PENGERTIAN

    @n)ertilitas adalah kegagalan pasangan suami istri usia reproduksi untuk hamil

    setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan intim teratur tanpa

    menggunakan kontrasepsi.

    @n)ertilitas primer : bila istri belum pernah hamil

    @n)ertilitas sekunder : bila istri sudah pernah hamil sebelumnya

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. Anamnesis :

    a. 4eputihan

    b. (imenorea

    c. (ispareunia

    d. 8iayat 4B sebelumnya

    e. 8iayat (iabetes mellitus dan kelainan lain !tiroid dll"

    ). 8iayat haid

    2. ,emeriksaan isik :

    a. 5alaktorea

    b. @nspekulo : )luor albus polip serviks dll.

    c. - : perlekatan pembesaran uterus massa

    DIAGNOSIS BANDING

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    25/44

    1. 5angguan ovulasi

    2. uba non paten

    +. 4elainan anatomi uterus

    /. 4elainan sperma dan anatomi pria

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. >95 serial

    2. ormone : 9 estradiol testosterone prolaktin progesterone.

    +. isterosalpingogra)i !95".

    /. 6B6 95D395, >reum3kreatinin BsAg >rin lengkap 5.

    . 9perma analisa.

    TERAPI

    1. Antibiotik

    2. Anti in)lamasi

    +. idrotubasi

    /. 4lomi)en sitrat

    . $et)ormin

    . 8oboransia

    G. 4oitus masa subur

    '. @nseminasi

    E. @-

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

    !E)AMIAN DENGAN BE!AS SE!SIO SESAR

    PENGERTIAN

    4ehamilan dengan bekas seksio sesarea sebelumnya.

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    26/44

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. Anamnesis

    a. empat operasi seksio sesarea pada kehamilan terdahulu

    b. ,arut bekas seksio sesarea

    c. ,ersalinan pervaginam sebelumnya

    d. @ndikasi seksio sesarea terdahulu dan komplikasinya

    e. Lumlah seksio sesarea yang telah dialami

    2. ,emeriksaan )isik

    a. >sia kehamilan

    b. Lenis insisi keadaan parut luka terdahulu

    +. ,emeriksaan obstetrik

    ,elvimetri klinis !bila direncanakan partus pervaginam"

    DIAGNOSIS BANDING

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    >95

    TERAPI

    Se'%#" %e%area a-a#&a :

    1. 9eksio sesarea terdahulu seksio sesarea klasik3korporal.

    2. ,enyembuhan luka operasi buruk.

    +. 9udah dua kali atau lebih seksio sesarea.

    /. 4elainan letak.

    . 4elainan presentasi.

    . 4ehamilan leat aktu .

    G. ,lasenta previa.

    '. 9usp. 6,( !BL O +00 gram kepala di atas pap (B, O E' mm".

    E. 9eksio terdahulu < 2 tahun.

    10.,ermintaan pasien.

    11.(isertai ketuban pecah dini preeklampsia dll.

    12.9eksio primer dilakukan pada minggu ke +' atau bila pada minggu O

    +G minggu didapatkan kontraksi yang sering.

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    27/44

    Partu% -er 2a$#nam #&a a&8a& d# ata% t#da' ada, %yaratnya :

    1. idak boleh dilakukan akselerasi 3 induksi persalinan

    2. 4emajuan persalinan baik

    +. Bla pada kala @@ belum lahir dalam 20 menit dilakukan ekstraksi

    vakum atau )orcep

    /. 4amar operasi siap

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

    !E)AMIAN E9AT 9A!TU

    PENGERTIAN

    4ehamilan telah meleati usia kehamilan /2 minggu.

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. Anamnesis

    a. >sia kehamilan.

    b. (ikatakan leat aktu bila usia kehamilan

    di atas /2 minggu tetapi disarankan terminasi kehamilan pada usia /1 minggu.

    c. 5erak janin

    2. ,emeriksaan )isik

    a. 4eadaan umum

    b. anda vital

    +. ,emeriksaan obstetrik.

    9kor pelvis

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    28/44

    DIAGNOSIS BANDING

    4ehamilan aterm

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. 6B6 gula darah seaktu urinalisa

    2. >95

    ,enilaian jumlah air ketuban dan derajat maturitas plasenta dapat dipakai untuk

    menilai kehamilan leat aktu

    +. 4ardiotokogra)i

    (apat dipakai untuk menilai kesejahteraan janin dan gambaran kardiotokogra)i

    akan sangat membantu menilai adanya hipoksia intrauterin !9 D6"

    /. Amniotomi untuk penilaian arna air ketuban dilakukan pada pembukaan serviks

    O / cm

    TERAPI

    1. @nduksi persalinan :

    (engan menggunakan misoprostol balon kateter atau oksitosin drip.

    2. 9eksio sesarea :

    $erupakan indikasi pengakhiran kehamilan jika telah didapatkan tanda

    * tanda hipoksia intrauterin.

    +. @nduksi persalinan :

    (engan menggunakan misoprostol balon kateter atau oksitosin drip.

    /. 9eksio sesarea :

    $erupakan indikasi pengakhiran kehamilan jika telah didapatkan tanda

    * tanda hipoksia intrauterin.

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    1. ,erlu diraat bila akan dilakukan tindakan pengakhiran kehamilan atau tindakan

    induksi persalinan.

    2. 9egera jika ada hipoksia intrauterin.

    !EPUSTA!AAN

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    29/44

    !EMATIAN JANIN DAAM RA)IMPENGERTIAN

    4ematian Lanin dalam 8ahim adalah kematian janin dalam uterus yang beratnya

    00 gram atau lebih dengan usia kehamilan telah mencapai 20 minggu atau lebih.

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS1. 4andungan tidak bertambah besar bahkan terasa mengecil gerakan anak

    tidak dirasakan pada pemeriksaan uterus lebih kecil dari usia kehamilan

    seharusnya terasa uterus kurang tegas bentuknya dari uterus yang hamil biasa

    bunyi jantung janin tidak ada.

    2. 4adang=kadang terasa krepitasi pada pemeriksaan !tanda ada penimbunan gas

    dalam tubuh"

    DIAGNOSIS BANDING

    1. $ioma uteri

    $ola hidatidosa

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. >95:

    a. 5erakan dan denyut jantung janin tidak ada tampak tulang *

    tulang janin letaknya tidak teratur3tegas

    b. ampak tanda spalding dan tulang punggung yang lebih

    melengkung posisi janin yang abnormal dan penimbunan gas dalam rongga tubuh

    janin

    2. 6B6 rombosit >reum3kreatinin 95D3, 5(9 63B )ibrinogen bila perlu

    TERAPI

    a. Bila uterus besarnya kurang dari uterus pada kehamilan 12

    minggu dilakukan dilatasi kuretase.

    b. Bila uterus lebih dari kehamilan 12 minggu dilakukan

    induksi persalinan dengan misoprostol atau oksitosin dengan atau tanpa

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    30/44

    dilakukan pelebaran kanalis servikalis dengan memasang batang laminaria

    atau kateter olley

    c. 9aat kuretase harus menggunakan in)use oksitosin

    d. Antibiotik

    e. >terotonik

    ). Analgetik

    g. ematinik 3 roboransia

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

    MIOMA UTERI

    PENGERTIAN

    $ioma uteri adalah neoplasma jinak otot polos rahim. $ioma terdapat pada 20 *

    2 M perempuan usia reproduksi.

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    ,embesaran uterus

    4ehamilan

    eoplasma ovarium

    Hndometriosis

    4anker uterus

    DIAGNOSIS BANDING

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    31/44

    1. >ltrasonogra)i

    2. (ilatasi34uretase !(34" bertingkat : pada penderita yang disertai dengan

    perdarahan untuk menyingkirkan patologi lain pada endometrium !hiperplasia

    endometrium atau adenokarsinoma endometrium".

    ,atologi anatomi

    TERAPI

    1. Dbservasi

    Bila uterus sama3kurang dari ukuran uterus pada kehamilan 12 minggu tanpa

    disertai penyulit lain.

    2. $iomektomi

    Bila )ungsi reproduksi diperlukan dan secara teknis dimungkinkan

    +. isterektomi

    a. ungsi reproduksi tidak diperlukan

    b. ,ertumbuhan tumor sangat cepat

    c. Bila terdapat perdarahan yang membahayakan penderita !tindakan hemostatis"

    atau keluhan subyekti) lainnya.

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    8aat inap bila disertai perdarahan hebat3anemia gravis atau bila direncanakan

    pembedahan.

    !EPUSTA!AAN

    MOA )IDATIDOSA

    PENGERTIAN

    $erupakan keadaan patologis korion dengan si)at :

    1. (egenerasi kistik vili dan perubahan hidro)ilik.

    2. idak ada pembuluh darah janin.

    +. ,oli)erasi tro)oblas.

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    32/44

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. Anamnesis

    a. Amenore

    b. ,erdarahan pervaginam kadang * kadang disertai gelembung mola.

    c. 5ejala toksemia pada trisemester @ * @@.

    d. iperemesis gravidarum.

    e. $ungkin juga ditemukan gejala tirotoksikosis.

    2. ,emeriksaan )isik :

    a. >mumnya uterus lebih besar dari usia kehamilan.

    b. Balotement negati).

    c. (enyut jantung janin negati).

    d. 4ista lutein kadang * kadang ditemukan.

    DIAGNOSIS BANDING

    1. Abortus.

    2. 4ehamilan normal.

    +. 4ehamilan ganda.

    /. 4ehamilan dengan mioma.

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. >95: terlihat gambaran badai salju 3 gelombang mola.

    2. ,emeriksaan 65 serum

    +. 9 + dan / bila ada gejala tirotoksikosis.

    /. oto toraks.

    TERAPI

    4oreksi kelainan hipertiroid

    Hvakuasi dengan kuret isap yang dilanjutkan dengan kuret tajam !setelah

    dilakukan dilatasi servik dengan laminaria atau busi egar".

    ,emberian uterotonik pada saat tindakan dilakukan !in)us oksitosin".

    ,ada penderita mola dengan )ungsi reproduksi tidak ada lagi

    dianjurkan histerektomi

    4uretase dapat dilakukan dua kali !selang 1 minggu" bila pada kuret

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    33/44

    pertama tidak diyakinkan bersih.

    ,emantauan kadar 65 serum dilakukan setiap 1 * 2 minggu sampai

    dengan + kali berturut=turut normal

    Bila didapatkan titer 65 yang tetap atau meningkat maka dilanjutkan

    dengan pengobatan dengan metotreksat single dose dan dipantau 65 tiap

    minggu

    Bila dengan metotreksat single dose kadar 6 tetap atau meningkat maka

    dilanjutkan metotreksat ke=2 atau kombinasi sitostatika dan atau dengan

    histerektomi

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    8aat inap segera untuk memperbaiki keadaan umum dan evakuasi segera

    dilakukan bila semua persiapan sudah selesai.

    !EPUSTA!AAN

    NEOPASMA O6ARIUM JINA!

    PENGERTIAN

    eoplasma Dvarium Linak (ibagi menjadi :

    1. 4istik

    2. 4istoma Dvarii 9impleks

    +. 4istadenoma Dvarii 9erosum

    /. 4istadenoma Dvarii $usinosum

    . 4ista Hndometrioid

    . 4ista (ermoid

    G. 9olid

    '. ibroma

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    34/44

    E. eiomioma

    10. ibroadenoma

    11. ,apiloma

    12. Angioma

    1+. im)angioma

    1/. umor Brenner

    1. umor sisa Adrenal !maskulinovo=blastoma"

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. Anamnesis

    Adanya benjolan di perut dalam aktu yang relati) lama.

    4adang=kadang disertai gangguan haid gangguan buang air

    besar3kecil nyeri perut bila terin)eksi.

    2. ,emeriksaan )isik

    (itemukan tumor di rongga perut bagian di baah dengan

    ukuran cm. ,ada periksa dalam letak tumor di parametrium

    kiri3kanan atau mengisi kavum douglasi. 4onsistensi kistik mobile

    permukaan tumor umumnya rata.

    DIAGNOSIS BANDING

    1. >ltrasonogra)i

    6B6 rombosit 63B H( 95D395, >reum3kreatinin

    BsAg

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    TERAPI

    1. ,embedahan

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    35/44

    2. 4istektomi bila masih ada jaringan ovarium yang sehat.

    +. Dovorektomi bilateral bila ditemukan tumor pada kedua ovarium

    pada usia muda uterus dapat ditinggalkan kalau direncanakan dan

    dapat dilakukan substitusi hormonal.

    /. >ntuk neoplasma ovarium jinak !setelah dipastikan dengan hasil

    histopatologis maka tindakan laparatomi dinyatakan cukup".

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    1. 8aat inap

    2. Bila perlu perbaikan keadaan umum !misalnya anemia"

    +. 4eadaan kegaatan !misalnya kista pecah atau kista terpuntir

    terin)eksi".

    ,asien sudah siap untuk rencana pembedahan.

    !EPUSTA!AAN

    PERDARA)AN ANTE PARTUM

    PENGERTIAN

    1. ,erdarahan per vaginam pada kehamilan O 20 minggu.

    2. 9olusio plasenta : lepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari tempat insersinya

    yang normal sebelum janin lahir.

    +. ,lasenta previa : plasenta yang menutupi sebagian !parsialis marginalis letak

    rendah" atau seluruh jalan lahir !totalis".

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. Anamnesis

    a. >sia gestasi

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    36/44

    b. ,erdarahan disertai nyeri perut atau tidak

    c. 9akit perut terus=menerus

    d. 4ausa: darah tinggi jatuh diurut dll

    2. Pemeriksaan fisik

    a. 4eadaan umum anemis

    b. anda vital: ( nadi

    3. Pemeriksaan obstetric

    a. Lanin hidup3mati

    b. etak janin

    c. @nspekulo !tidak boleh periksa dalam"

    DIAGNOSIS BANDING

    1. 9olusio plasentae

    erlepasnya plasenta yang letaknya normal pada )undus uteri3korpus uteri

    sebelum janin lahir

    a. 8ingan

    ,erdarahan kurang dari 100=200 cc uterus tidak tegang belum ada tanda

    renjatan janin hidup pelepasan kurang dari 13 bagian permukaan kadar

    )ibrinogen plasma lebih dari 20 mg M.

    b. 9edang

    ,erdarahan lebih dari 200 cc uterus tegang terdapat tanda pra renjatan

    gaat janin atau janin telah mati pelepasan plasenta S sampai 23+ bagian

    permukaan kadar )ibrinogen plasma 120=10 mgM.

    c. Berat

    >terus tegang dan berkontraksi tetanis terdapat tanda renjatan biasanya

    janin sudah mati pelepasan plasenta bisa

    terjadi pada lebih dari 23+ bagian permukaan atau seluruh bagian

    permukaan.

    2. ,lasenta previa

    ,lasenta yang letaknya tidak normal sehingga menutupi sebagian atau

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    37/44

    seluruh pembukaan jalan lahir !ostium uteri internum".

    +. -asa previa

    ali pusat berinsersi pada selaput ketuban tempat pembuluh darahnya

    berjalan di antara lapisan.

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. 6B6 B36 golongan darah elektrolit

    2. >95 : menilai letak plasma usia gestasi keadaan janin

    +. 4ardiotokogra)i !45".

    TERAPI

    A. !eam#&an -reterm, erat jan#n 1;

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    38/44

    8esusitasi cairan

    Atasi anemi !trans)usi darah"

    ,artus per vaginam

    Bila diperkirakan partus dapat berlangsung dalam jam !amniotomi dan

    in)us oksitosin".

    9eksio sesarea terutama bila janin hidup

    2. ,lasenta previa

    a. Bila perdarahan sedikit

    (iraat sampai usia kehamilan O + minggu mobilisasi bertahap. Bila ada

    kontraksi lihat penanganan persalinan preterm.

    b. Bila perdarahan banyak

    8esusitasi cairan.

    Atasi anemia !trans)usi darah".

    +. -asa previa

    a. es !Apt" positi) !terdapat darah janin".

    b. ,embuluh darah janin dapat diraba melalui pembukaan serviks.

    c. -asa previa terlihat melalui spekulum3amnioskop.

    d. Bila janin mati T partus per vaginam

    e. Lanin hidup T seksio sesarea

    B. U%#a $e%ta%# 5= m#n$$u atau &e# 7 ta'%#ran erat 3etu% 1;

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    39/44

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

    PERDARA)AN PAS>A PERSAINAN

    PENGERTIAN

    ,erdarahan pasca persalinan adalah perdarahan yang lebih dari 00 cc yang terjadi

    setelah bayi lahir sampai 2/ jam postpartum di samping itu ada pula perdarahan

    pada masa ni)as yaitu sesudah 2/ jam postpartum yang jumlahnya lebih banyak

    daripada luka biasa.ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. Anamnesa

    a. ,erdarahan pasca persalinan

    b. ,erdarahan banyak atau terus=menerus setelah anak lahir mungkin ditemukan

    tanda=tanda renjatan seperti hipotensi nadi kecil dan cepat serta ekstremitas

    dingin dan penderita tampak pucat.

    2. ,emeriksaan )isik

    a. ,asien tampak pucat mungkin ada tanda=tanda renjatan tekanan darah rendah

    denyut nadi cepat kecil serta ekstremitas yang dingin tampak darah mengalir

    terus keluar dari kemaluan.

    b. ,emeriksaan obstetri mungkin kontraksi uterus lembek uterus membesar.

    c. Bila ada atonia uteri.

    d. ,emeriksaan ginekologi dilakukan dengan sistematis dilihat apakah ada luka

    jalan lahir mulai dan vulva sampai ke vagina atas dan porsio. 4emudian dilakukan

    eksplorasi dengan memasukkan tangan ke dalam kavum uteri dan secara bimanual

    ditentukan apakah ada robekan jalan lahir uterus atau sisa plasenta.

    +. aktor risiko adanya riayat :

    a. ,enggunaan anestesia umum

    b. ,artus presipitatus

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    40/44

    c. >terus yang terlalu tegang !hidramnion"

    d. 9olusio plasentae

    e. ,lasenta previa

    ). 8iayat perdarahan postpartum sebelumnya

    g. ,ersalinan dengan tindakan

    DIAGNOSIS BANDING

    1. Atonia uteri lebih dari G M sebab perdarahan pascapersalinan disebabkan oleh

    atonia uteri.

    2. uka jalan lahir biasanya kontraksi uterus baik.

    +. 8etensi plasenta.

    /. 5angguan pembekuan darah

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. 6B6 rombosit 63B a=4

    >95

    TERAPI

    1. 9egera setelah diketahui perdarahan pascapersalinan tentukan ada renjatan

    atau tidak dan bila ada segera berikan trans)usi cairan3darah kontrol

    perdarahan dan berikan oksigen.

    2. ,asang kateter tetap.

    +. Bila renjatan tidak ada atau keadaan umum telah optimal segera lakukan

    pemeriksaan untuk mencari etiologi seperti !pemeriksaan dilakukan dalam

    narkose" :

    a. Atonia uteri

    b. uka jalan lahir

    c. 8etensi plasenta

    d. 5angguan perdarahan

    At"n#a uter#

    1. $asase uterus dan kompresi bimanual

    2. Dksitosin 10 unit im dan ergometrin 0.2 mg intravena serta oksitosin per

    in)us; bila ada perbaikan dan perdarahan berhenti oksitosin per in)us

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    41/44

    diteruskan.

    +. $isoprostol 00 * 1000 Ug 3 rektal

    /. (ipasang tampon uterovaginal atau balon kateter intrauterin.

    . 4alau cara terakhir ini berhasil tampon3balon dipertahankan 2/ jam.

    . Bila tidak berhasil !kontraksi tetap lembek perdarahan tetap terjadi" segera

    lakukan laparatomi kalau mungkin lakukan ligasi arteri uterina atau

    hipogastrika !khusus untuk penderita yang

    belum punya anak3 masih muda sekali" bila tidak mungkin lakukan

    histerektomi.

    u'a ja&an &a#r

    9egera lakukan hemostasis dan reparasi luka.

    Reten%# -&a%enta7 %#%a -&a%enta

    1. Bila plasenta belum lahir lahirkan plasenta dengan tarikan pada tali

    pusat3bimanual bila tidak berhasil dan sangkaan plasenta akreta lakukan

    histerektomi

    2. Bila hanya sisa plasenta lakukan pengeluaran plasenta dengan digital atau

    kuretase.

    Gan$$uan -eme'uan dara :

    1. rans)usi plasma segar !darah segar kontrol (@6 dengan heparin".

    2. ampon uterovaginal

    +. isterektomi ? ligasi hipogastrika hanya dilakukan bila perdarahan tidak

    terkontrol dengan persiapan darah segar

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    !EPUSTA!AAN

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    42/44

    PERDARA)AN UTERUS DIS(UNGSIONA *PUD+

    PENGERTIAN,erdarahan >terus (is)ungsional adalah perdarahan abnormal dari uterus

    !lamanya )rekuensi jumlah" yang terjadi di dalam dan di luar siklus haid tanpa

    kelainan organis dan hematologi yang merupakan kelainan poros hipotalamus

    hipo)isis=ovarium.

    ANAMNESIS

    PEMERI!SAAN (ISI!

    !RITERIA DIAGNOSIS

    DIAGNOSIS

    1. erjadinya perdarahan pervaginam yang tidak normal !lamanya )rekuensi dan

    jumlah" yang terjadi di dalam maupun di luar siklus haid.

    2. idak ditemukan kelainan organik maupun kelainan hematologi !)aktor

    pembekuan".

    +. anya ditemukan kelainan )ungsi poros hipotalamus=hipo)isis=ovarium dan organ

    !C endometrium".

    /. >sia terjadinya :

    . ,erimenars !usia ' = 1 tahun"

    . $asa reproduksi !usia 1=/ tahun"

    G. ,erimenopause !usia / = tahun"

    DIAGNOSIS BANDING

    1. 4elainan organik

    2. 4elainan hematologi

    PEMERI!SAAN PENUNJANG

    1. 4uretase terapetik dan diagnostik bila tidak ada kontraindikasi

    2. >95

    +. ematologi: 6B6 trombosit 63B )ibrinogen 5(

    /. ormon

    ,atologi anatomi

    TERAPI

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    43/44

    O-erat#3 :

    (ilatasi dan kuretase : sudah menikah

    i)e saving untuk yang belum menikah.

    isterektomi bila )ungsi reproduksi tidak diperlukan

    )"rm"na&

    ,>( ovulasi :

    a. ,erdarahan pertengahan siklus :

    Hstrogen 02 = 12 mg hari ke 10=1 siklus

    b. ,erdarahan bercak pasca haid :

    Hstrogen 02 = 12 mg mulai hari ke 2=G siklus

    c. ,olimenorea :

    ,rogesteron 10 mg hari ke 1'=2 siklus

    ,>( anovulasi :

    $enghentikan perdarahan segera :

    a. 4uret medisinalis :

    Hstrogen selama 20 hari diikuti progesteron hari

    ,il 4B kombinasi :

    2 1 tablet 2 = + hari diteruskan 1 1 tablet 21 hari

    ,rogesteron :

    10 * 20 mg selama G = 10 hari

    b. 9etelah darah berhenti atur siklus :

    (engan Hstrogen ? ,rogesteron selama + siklus atau

    ,rogesteron 1 =10 mg selama =G hari selama + bulan

    ,engobatan sesuai kelainan :

    Anovulasi : met)ormin

    iperprolaktin : bromokriptin

    ,olikistik ovarii : met)ormin bromokriptin klomi)en

    sitrat

    ,erdarahan banyak anemia !,>( berat" :

  • 7/25/2019 Ppk Obsgyn Aya

    44/44

    a. ,erbaiki keadaan umum trans)use bila perlu

    b. -it. 6 intravena

    c. Asam transeksamat

    d. Hstrogen 0.2 2 1 tablet atau pil 4B 2 1 tablet

    e. 9etelah darah berhenti atur haid : dengan kombinasi estrogen 20 hari

    diikuti progesteron hari. setelah + bulan pengobatan disesuaikan

    dengan kelainan hormonal.

    EDU!ASI

    PROGNOSIS

    INDI!ATOR MEDIS

    1. ,erlu untuk tindakan dilatasi kuretase

    2. ,ada ,>( berat yang disertai anemia3perdarahan banyak

    !EPUSTA!AAN