skd 2 - saraf - abses otak

Download SKD 2 - Saraf - Abses Otak

Post on 29-Dec-2015

18 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................iDAFTAR ISI.............................................................................................................................iiBAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 DEFINISI..........................................................................................................32.2 EPIDEMIOLOGI..........................................................................32.3 ANATOMI OTAK...................................................................................................52.4 ETIOLOGI DAN FAKTOR PREDISPOSISI..............................................................72.5 HISTOPATOLOGI..................................................92.6 PATOFISIOLOGI...........................................................................................112.7 MANIFESTASI KLINIS...........................................................................................142.8 DIAGNOSIS...............................................................................................................152.9 PENATALAKSANAAN............................................................................................182.10 DIAGNOSIS BANDING............................................................................................222.11 KOMPLIKASI....232.12 PROGNOSIS..............................................................................................................24BAB III KESIMPULAN..........................................................................................................25DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................27

BAB IPENDAHULUAN0. Latar BelakangAbses serebri merupakan infeksi intraserebral fokal yang dimulai sebagai serebritis yang lokalisatorik dan berkembang menjadi kumpulan pus yang dikelilingi oleh kapsul otak disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri, fungus dan protozoa..Abses serebri/ abses otak pada anak jarang ditemukan dan diIndonesiajuga belum banyak dilaporkan.Morgagni (1682-1771) pertama kali melaporkan AO yang disebabkan oleh peradangan telinga.Pada beberapa penderita dihubungkan dengan kelainan jantung bawaan sianotik.Mikroorganisme penyebab abses otak meliputi bakteri, jamur dan parasit tertentu.Mikroorganisme tersebut mencapai substansia otak melalui aliran darah, perluasan infeksi sekitar otak, luka tembus trauma kepala dan kelainan kardiopulmoner.Pada beberapa kasus tidak diketahui sumber infeksinya.Walaupun teknologi kedokteran diagnostik dan perkembangan antibiotika saat ini telah mengalami kemajuan, namun rate kematian penyakit abses otak tetap masih tinggi yaitu sekitar 10-60% atau rata-rata 40%.Penyakit ini sudah jarang dijumpai terutama di negara-negara maju, namun karena resiko kematiiannya tinggi, abses otak termasuk golongan penyakit infeksi yang mengancam kehidupan masyarakat (life threatening infection).Abses serebri dapat terjadi di dua hemisfer, dan kira-kira 80% kasus dapat terjadi di lobus frontal, parietal, dan temporal.Abses serebri di lobus occipital, serebelum dan batang otak terjadi pada sekitar 20% kasus.Abses otak dapat terjadi akibat penyebaran perkontinuitatum dari fokus infeksi di sekitar otak maupun secara hematogen dari tempat yang jauh, atau secara langsung seperti trauma kepala dan operasi kraniotomi. Abses yang terjadi oleh penyebaran hematogen dapat pada setiap bagian otak, tetapi paling sering pada pertemuan substansia alba dan grisea; sedangkan yang perkontinuitatum biasanya berlokasi pada daerah dekat permukaan otak pada lobus tertentu. Abses otak bersifat soliter atau multipel. Yang multipel biasanya ditemukan pada penyakit jantung bawaan sianotik; adanyashuntkanan ke kiri akan menyebabkan darah sistemik selalu tidak jenuh sehingga sekunder terjadi polisitemia. Polisitemia ini memudahkan terjadinya trombo-emboli.3Gejala klinik AO berupa tanda-tanda infeksi yaitu demam, anoreksi dan malaise, peninggian tekanan intrakranial serta gejala nerologik fokal sesuai lokalisasi abses.Terapi AO terdiri dari pemberian antibiotik dan pembedahan.Tanpa pengobatan, prognosis AO dapat menjadi jelek.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 DefinisiAbses serebri merupakan infeksi intraserebral fokal yang dimulai sebagai serebritis yang lokalisatorik dan berkembang menjadi kumpulan pus yang dikelilingi oleh kapsul otak disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri, fungus dan protozoa.2.2 EpidemiologiAbses otak dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, namun paling sering terjadi pada anak berusia 4 sampai 8 tahun. Penyebab abses otak yaitu, embolisasi oleh penyakit jantung kongenital dengan pintas atrioventrikuler (terutama tetralogi fallot), meningitis, otitis media kronis dan mastoiditis, sinusitis, infeksi jaringan lunak pada wajah ataupun scalp, status imunodefisiensi dan infeksi pada pintas ventrikuloperitonial. Patogenesis abses otak tidak begitu dimengerti pada 10-15% kasus.Walaupun teknologi kedokteran diagnostik dan perkembangan antibiotika saat ini telah mengalami kemajuan, namun rate kematian penyakit abses otak masih tetap tinggi, yaitu sekitar 10-60% atau rata-rata 40%.Penyakit ini sudah jarang dijumpai terutama di negara-negara maju, namun karena resiko kematiannya sangat tinggi, abses otak termasuk golongan penyakit infeksi yang mengancam kehidupan masyarakat (life threatening infection).Di Indonesia belum ada data pasti, namun Amerika Serikat dilaporkan sekitar 1500-2500 kasus abses serebri per tahun. Prevalensi diperkirakan 0,3-1,3 per 100.000 orang/tahun. Jumlah penderita pria lebih banyak daripada wanita, yaitu dengan perbandinagan 2-3:1. Menurut Britt, Richard et al., penderita abses otak lebih banyak dijumpai pada laki-laki daripada perempuan dengan perbandingan 3:1 yang umumnya masih usia produktif yaitu sekitar 20-50 tahun.Yang SY menyatakan bahwa kondisi pasien sewaktu masuk rumah sakit merupakan faktoryang sangat mempengaruhiratekemtian. Jika kondisi pasien buruk, rate kematian akan tinggi.Hasil penelitian Xiang Y Han (The University of Texas MD.Anderson Cancer Center Houston Texas) terhadap 9 penderita abses otak yang diperolehnya selama 14 tahun (1989-2002), menunjukkan bahwa jumlah penderita laki-laki > perempuan dengan perbandingan 7:2, berusia sekitar 38-78 tahun dengan rate kematian 55%.Demikian juga dengan hasil penelitian Hakim AA. Terhadap 20 pasien abses otak yang terkumpul selama 2 tahun (1984-1986) dariRSUD Dr Soetomo Surabaya, menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda, dimana jumlah penderita abses otak pada laki-laki > perempuan dengan perbandingan 11:9, berusia sekitar 5 bulan-50 tahun dengan angka kematian 35% (dari 20 penderita, 7 meninggal). Dengan perkembangan pelayanan vaksinasi, pengobatan pada infeksi pediatri, serta pandemic AIDS, terjadi pergeseran prevalensi ke usia dekade 3-5 kehidupan.

2.3 Anatomi OtakAnatomi otak adalah struktur yang kompleks dan rumit karena fungsi organ yang menakjubkan ini berfungsi sebagai pusat kendali dengan menerima, menafsirkan, serta untuk mengarahkan informasi sensorik di seluruh tubuh.Adatiga divisi utama otak, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang.

Gambar 2.1. Anatomi otak (Sumber: www. biology.about.com)Pembagian otak:1.Prosencephalon - Otak depan2.Mesencephalon - Otak tengaho Diencephalon = thalamus, hypothalamuso Telencephalon= korteks serebri, ganglia basalis, corpus striatum

3. Rhombencephalon - Otak belakango Metencephalon= pons, cerebellumo Myelencephalon= medulla oblongata

Sawar Darah Otak (Blood Brain Barrier)Sawar darah otak memisahkan dua kompartemen utama dari susunan saraf, yaitu otak dan likuor serebrospinalis, dari kompartemen ketiga yaitu darah.Tempat -tempat rintangan itu adalah tapal batas antara darah dan kedua kompartemen susunan saraf tersebut diatas yaitu pleksus koroideus, pembuluh darah serebral dan ruang subarachnoid serta membrane araknoid yang menutupi ruang subaraknoid.Semua tempat sawar dibentuk oleh sel-sel yang bersambung satu dengan yang lain dengan tight junction, yang membatasi difus intraseluler. Sel- sel tersebut adalah endothelium pembuluh darah, epithelium pleksus korioideus dan sel-sel membran araknoid serta perineurium.Sawar darah otak mengalami perubahan jika terjadi beberapa proses patologis, seperti anoksia daniskemia, lesi destruktif dan proliferative, reaksi peradangan dan imunologik, dan juga jika terdapat autoregulasi akibat sirkulasi serebral tang terganggu. Gambar 2.2 Mekanisme Imunologi SawarDarahOtakSumber:www.stanford.edu/group/parasites/ParaSitesTight junction dari endothelium pembuluh darah serebral biasanya mampu menghalangu masuknya leukosit ataupun mikroorganisme pathogen ke susunan saraf pusat. Tetapi pada proses radang dan imunologik, tight junction dapat menjadi bocor. Leukosit polinuklearis terangsang oleh substansi substansi yang dihasilkan dari sel- sel yang sudah musnah sehingga ia dapat melintasi pembuluh darah, tanpa menimbulkan kerusakan structural. Limfosit yang tergolong dalam T- sel ternyata dapat juga menyebrangi endotheliaum tanpa menimbulkan kerusakan structural pada pembuluh darah.2.4 Etiologi dan Faktor PredisposisiSebagian besar abses otak berasal langsung dari penyebaran infeksi telinga tengah, sinusitis (paranasal, ethmoidalis, sphenoidalis dan maxillaries).Abses otak dapat timbul akibat penyebaran secara hematogen dari infeksi paru sistemik (empyema, abses paru, bronkiektas, pneumonia), endokarditis bakterial akut dan subakut dan pada penyakit jantung bawaan Tetralogi Fallot (abses multiple, lokasi pada substansi putih dan abu dari jaringan otak).Abses otak yang penyebarannya secara hematogen, letak absesnya sesuai dengan peredaran darah yang didistribusi oleh arteri cerebri media terutama lobus pa