presus abses otak multiple

Download Presus Abses Otak Multiple

Post on 20-Oct-2015

50 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

abses otak mutiple

TRANSCRIPT

LAPORAN KASUSABSES OTAK MULTIPLE

PembimbingMayor CKM dr. Aditya, Sp.BS

Disusun oleh :Yodha Prasidya112022200

Kepaniteraan Klinik Departemen BedahRumah Sakit Tentara dr. Soedjono MagelangFakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta2014

LEMBAR PENGESAHAN

PRESENTASI KASUS

Tn. M 48 tahun ABSES OTAK MULTIPLEDiajukan untuk memenuhi syarat mengikuti Kepaniteraan Klinik di bagian Departemen Bedah RST dr. Soedjono, Magelang

Telah disetujuiTanggal :

Disusun oleh :Yodha Prasidya112022200

Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Magelang, 2013

Pembimbing,

Mayor CKM dr. Aditya, Sp.BS

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME, berkat karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan pembuatan presentasi kasus yang berjudul Tn. M 48 tahun ABSES OTAK MULTIPLE yang merupakan salah satu syarat dalam mengikuti ujian kepaniteraan klinik Pendidikan Profesi Dokter di Departemen Bedah RST Dr. Soedjono Magelang.Presentasi kasus ini sedikit banyak membahas mengenai penyakit yang menjadi masalah masalah di berbagai Negara berkembang termasuk Indonesia. Walaupun mungkin hanya sebagian kecil yang penulis bahas, diharapkan laporan kasus ini bisa memberikan sedikit pengetahuan kepada para pembaca sekalian mengenai penyakit ini.Dalam menyelesaikan tugas ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mayor CKM dr. Aditya, Sp.BS, selaku dokter pembimbing dalam pembuatan presentasi kasus ini dan teman-teman Co-Ass yang telah membantu dalam pembuatan presentasi kasus ini.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan presentasi kasus ini banyak terdapat kekurangan dan juga masih jauh dari kesempurnaan, sehingga penulis mengharap kritik dan saran dari pembaca.Semoga presentasi kasus ini dapat bermanfaat bagi teman-teman pada khususnya dan semua pihak yang berkepentingan bagi pengembangan ilmu kedokteran pada umumnya. Amin.

Magelang, Agustus 2014

Penulis

BAB IPENDAHULUANAbses otak (abses cerebri) adalah suatu proses pernanahan yang terlokalisir di antara jaringan otak yang dapat disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri, fungus dan protozoa. Biasanya tumpukan nanah ini mempunyai selubung yang disebut sebagai kapsul. Tumpukan nanah tersebut bisa tunggal atau terletak beberapa tempat di dalam otak. Abses otak timbul karena ada infeksi pada otak. Infeksi ini dapat berasal dari bagian tubuh lain, menyebar lewat jaringan secara langsung atau melalui pembuluh darah. Infeksi juga dapat timbul karena ada benturan hebat pada kepala, misalnya pada kecelakaan lalu lintas. Pada beberapa sumber dikatakan bahwa abses otak dapat terjadi tanpa faktor atau dari sumber yang tidak diketahui. Organisme penyebab abses otak yang paling sering adalah dari golongan Streptococci. Kebanyakan bakteri ini tidak membutuhkan oksigen dalam hidupnya (anaerobik). Bakteri Streptococci ini seringkali berkombinasi dengan bakteri anaerobik lainnya seperti Bacteriodes, Propinobacterium dan Proteus. Beberapa jenis jamur yang berperan terhadap pembentukan abses otak antara lain Candida, Mucor, dan Aspergilus. Walaupun kemajuan dalam hal diagnostik dan antibiotika cukup pesat saat ini. Insiden abses otak tidak terlihat menurun dan kenyataannya masih banyak dijumpai kasus ini di dalam masyarakat. Diagnosa dan pengelolaan abses otak tetap masih merupakan tantangan, walaupun dengan kemajuan-kemajuan dalam hal cara diagnostik radiologis dengan memakai CT Scan kepala dan didapatkannya berbagai antibiotika yang bekerja luas, angka kematian masih tetap tinggi, antara 40% atau lebih. Maka pengenalan dini dari suatu abses otak sangat memegang peranan penting di dalam pengelolaannya.

BAB IILAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIENNama : Tn. MTanggal Lahir: 1 Januari1965Usia: 48 tahunJenis Kelamin: Laki - lakiAlamat: Gembung RT 02 / RW 01 Soroyudan Tegalrejo MagelangAgama: Islam

Masuk ke bangsal Edelweis RST pada tanggal 15 februari 2014 pukul 15.00 WIB dengan surat rujukan dari rumah sakit wonosobo dengan diagnosa Tumor Otak.

B. ANAMNESA (SUBYEKTIF)

Keluhan Utama :Tangan kanan dan kaki kanan terasa lemasRiwayat Penyakit Sekarang :Pasien mengeluhkan tangan dan kaki sebelah kanan terasa lemas, hal ini sudah dirasakan 5 bulan terakhr ini, dan dirasa semakin lemas dalam beberapa minggu ini sampai tidak bisa berjalan seperti biasa, pasien juga merasakan tangan dan kaki terasa baal, berbeda dengan sisi sebelah kiri, pasien juga mengeluhkan seluruh kepala terasa sakit 3 bulan terakhir, nyeri kepalanya tidak berkurang dengan istirahat, nyeri kepalanya tidak berdenyut dan tidak menjalar, pasien juga mengeluhkan demam setiap malam, demamnya sudah dirasakan sebelum tangan dan kaki lemas, demamnya hilang timbul, dan 2 minggu terakhir ini demam setiap malam, pasien juga menyatakan jika berbicara kurang jelas, dan sulit untuk mendengar. Pasien tidak mengeluhkan gangguan BAK dan BAB, makan dan minum masih bisa dilakukan tetapi agak kesulitan jika menelan, dan pasien menyangkal terdapat gangguan memori.

Riwayat Penyakit Dahulu :R. HT dan DM disangkalR. stroke disangkalR. Pengobatan Sebelumnya dirawat di rumah sakit wonosobo selama 4 hari karena susp. tumor otak glioma

Riwayat Penyakit Keluarga :Di dalam keluarga tidak ada yang mengalami hal yang serupa. HT (-) DM (-) Asma (-) stroke (-)

Riwayat Kebiasaan : Pola makan pasien teratur, sering mengkonsumsi sayuran dan serat. Riwayat penggunaan obat narkotik disangkal

C. PEMERIKSAAN FISIK (OBYEKTIF)Keadaan Umum: sakit sedangKesadaran/GCS: Compos mentis/E4 V5 M6Vital Sign: Tekanan darah: 110/80 mmHg Nadi: 76 kali/menit Suhu: 36,9 C Pernafasan: 18 kali/menit

STATUS GENERALISKepala/Leher: Tidak terlihat ikterik pada kedua sklera kanan dan kiri Tidak ada tanda-tanda anemia pada konjungtiva Pupil isokor simetris diameter 3 mm / 3 mm Tidak terdapat cekung pada mata Faring tidak hiperemis Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening

Thoraks: Jantung : Inspeksi: Iktus kordis tidak terlihat Palpasi: Iktus kordis teraba, tidak kuat angkat, terdapat pada sela iga 5 garis midclavicula Perkusi: Redup, batas jantung normal Auskultasi: Suara jantung I dan II regular, tidak terdapat gallop dan murmur Paru : Inspeksi: Simetris Palpasi: Fremitus taktil kanan dan kiri sama Perkusi: Sonor Auskultasi: Nafas vesikuler, tidak terdapat suara nafas tambahan, baik berupa rhonki maupun wheezing.

Abdomen: Inspeksi : tampak datar, tidak ada sikatriks Auskultasi : BU (+) normal Palpasi: nyeri tekan (-) hepar dan lien tidak teraba Perkusi: tympani (+)

Ekstremitas: Tidak ada edema kekuatan motorik pada keempat ekstemitas: 25

31

Tidak terdapat akral yang dingin Tidak terdapat sianosis

Status NeurologiGCS : E4V5M6MENINGEAL SIGN : Kaku Kuduk : - Kernig : - Brudzinski I-IV : -

NERVUS CRANIALIS :1. N. Olfaktorius (N. I): tidak dilakukan

2. N. Optikus (N. II)a. Tajam Penglihatan: DBNb. Lapang pandang (visual field) : DBNc. Warna: tidak dilakukand. Funduskopi: tidak dilakukan

3. N. okulomotorius, troklearis, abducen (N. III,IV,VI)a. Kedudukan bola mata saat diam : DBNb. Gerakan bola mata : DBNc. Pupil:i. Bentuk, lebar, perbedaan lebar: DBNii. Reaksi cahaya langsung dan konsensuil: +/+iii. Reaksi akomodasi dan konvergensi : DBN

4. N. Trigeminus (N. V)a. Sensorik : DBNb. Motorik :i. Merapatkan gigi : DBNii. Buka mulut: DBNiii. Menggigit tongue spatel kayu: tidak dilakukaniv. Menggerakkan rahang : DBNc. Refleks :i. Maseter /mandibular : (-)ii. Kornea : DBN

5. N. Facialis (N. VII)a. Sensorik: sensorik raba DBNb. Motoriki. Kondisi diam: simetrisii. Kondisi bergerak:a) Musculus frontalis: DBNb) Musculus korugator supersili: DBNc) Musculus nasalis: DBNd) Musculus orbicularis oculi: DBNe) Musculus orbicularis oris: DBNf) Musculus zigomaticus: DBNg) Musculus risorius: DBNh) Musculus bucinator: DBNi) Musculus mentalis: DBNj) Musculus plysma: DBNc. Sensorik khususi. Lakrimasi : tidak dilakukanii. Refleks stapedius: tidak dilakukaniii. Pengecapan 2/3 anterior lidah: tidak dilakukan

6. N. Statoakustikus (N. VIII)a. Suara bisik: DBNb. Arloji: DBNc. Garpu tala: tidak dilakukand. Nistagmus: tidak dilakukane. Tes Kalori: tidak dilakukan

7. N. Glosopharingeus, Vagus (N.IX, X)a. Inspeksi oropharing keadaan istirahat: uvula simetris b. Inspeksi oropharing saat berfonasi : uvula simetrisc. Sensorik khusus : Pengecapan 1/3 belakang lidah : tidak dilakukand. Suara serak atau parau : (-)e. Menelan : Sulit menelan air atau cairan dibandingkan padat: (-)

8. N. Acesorius (N.XI)a. Kekuatan m. trapezius : DBNb. Kekuatan m. sternokleidomastoideus : DBN

9. N. hipoglosus (N. XII)a. Kondisi diam: lidah mencong ke kananb. Kondisi bergerak: lidah mencong ke kiri

MOTORIK :a. Observasi: DBNb. Palpasi: konsistensi otot kenyalc. Perkusi: DBNd. Tonus: DBNe. Kekuatan otot: 25

13i. Extremitas atas : M. deltoid: +2 / +5 M. biceps brakii: +2/ +5 M. triceps: +2 / +5 M. brakioradialis: +2/ +5 M. pronator teres: +2 / +5 Genggaman tangan: +2 / +5

ii. Extremitas bawah : M. iliopsoas: +1 / +3 M. kwadricep femoris: +1 / +3 M. hamstring: +1 / +3 M. tibialis anterior: +1 / +3 M. gastrocnemius: +1 / +3 M. soleus : +1 / +3

SENSORIKa. Eksteroseptik / protopatik (nyeri/suhu, raba halus/kasar): sisi kanan < sisi kirib. Proprioseptik (gerak/posisi, getar dan tekan): DBNc. Kombinasi :i. Stereognosis: tidak dilakukanii. Barognosis: tidak dilakukaniii. Graphestesia: DBNiv. Two point tactile discrimination: DBNv. Sensory extinction: DBNvi. Loss of body image: (-)

REFLEKS FISIOLOGISa. Refleks Superficiali. Dinding perut /BHR: tidak dilakukanii. Cremaster: -b. Refleks tendon / periostenum:i. BPR / Biceps : +2/ +2ii. TPR / Triceps : +2