otak abses neuro

Download otak abses neuro

Post on 02-Jun-2018

223 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/11/2019 otak abses neuro

    1/30

    MAKALAH

    ABSES SEREBRI

    PEMBIMBING:

    dr. Raden Ajeng Dwi Pujiastuti. M.Ked(Neu).Sp.S

    OLEH :

    YOGA RHAMADA SIREGAR

    090100037

    DEPARTEMENT NEUROLOGI

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

    RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK

    MEDAN

    2014

  • 8/11/2019 otak abses neuro

    2/30

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR................................................................................................................i

    DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii

    BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 DEFINISI..........................................................................................................3

    2.2 EPIDEMIOLOGI..........................................................................3

    2.3 ANATOMI OTAK...................................................................................................5

    2.4 ETIOLOGI DAN FAKTOR PREDISPOSISI..............................................................7

    2.5

    HISTOPATOLOGI..................................................9

    2.6 PATOFISIOLOGI...........................................................................................11

    2.7 MANIFESTASI KLINIS...........................................................................................14

    2.8 DIAGNOSIS...............................................................................................................15

    2.9 PENATALAKSANAAN............................................................................................18

    2.10DIAGNOSIS BANDING............................................................................................22

    2.11KOMPLIKASI....23

    2.12

    PROGNOSIS..............................................................................................................24BAB III KESIMPULAN..........................................................................................................25

    DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................27

  • 8/11/2019 otak abses neuro

    3/30

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-

    Nya dalam menyelesaikan referat Ilmu Penyakit Saraf yang berjudul Abses Serebri. Referat ini

    disusun sebagai bagian dalam rangka memenuhi salah satu tugas kami sebagai mahasiswa

    kedoteran yang mengikuti program studi profesi dokter di bagian Ilmu Penyakit Saraf Fakultas

    Kedokteran Universitas Sumatra Utara periode 22 Juli 201422 Agustus 2014.

    Adapun tujuan dari penulisan ini adalah dalam rangka mengikuti Kepanitraan Klinik

    Ilmu Penyakit Saraf, Rumah Sakit Umum H Adam Malik, Fakultas Kedokteran Universitas

    Sumatra Utara

    Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan berbagai pihak yang tidak dapat

    disebutkan satu persatu sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan referat ini .

    Penulis juga mengharapkan segala masukan baik berupa saran maupun kritik

    membangun daripada pembaca dalam rangka meningkatkan kualitas refarat ini .

    Demikianlah referat ini disusun, kiranya dapat memberikan manfaat bagi para pembaca

    dan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara .

    Medan, Agustus 2014

    Penulis

  • 8/11/2019 otak abses neuro

    4/30

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1Latar Belakang

    Abses serebri merupakan infeksi intraserebral fokal yang dimulai sebagai

    serebritis yang lokalisatorik dan berkembang menjadi kumpulan pus yang dikelilingi oleh

    kapsul otak disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri, fungus dan protozoa.. Abses

    serebri/ abses otak pada anak jarang ditemukan dan di Indonesia juga belum banyak

    dilaporkan. Morgagni (1682-1771) pertama kali melaporkan AO yang disebabkan oleh

    peradangan telinga. Pada beberapa penderita dihubungkan dengan kelainan jantung

    bawaan sianotik. Mikroorganisme penyebab abses otak meliputi bakteri, jamur dan

    parasit tertentu. Mikroorganisme tersebut mencapai substansia otak melalui aliran darah,

    perluasan infeksi sekitar otak, luka tembus trauma kepala dan kelainan kardiopulmoner.

    Pada beberapa kasus tidak diketahui sumber infeksinya.

    Walaupun teknologi kedokteran diagnostik dan perkembangan antibiotika saat ini

    telah mengalami kemajuan, namun rate kematian penyakit abses otak tetap masih tinggi

    yaitu sekitar 10-60% atau rata-rata 40%. Penyakit ini sudah jarang dijumpai terutama di

    negara-negara maju, namun karena resiko kematiiannya tinggi, abses otak termasuk

    golongan penyakit infeksi yang mengancam kehidupan masyarakat (life threatening

    infection). Abses serebri dapat terjadi di dua hemisfer, dan kira-kira 80% kasus dapat

    terjadi di lobus frontal, parietal, dan temporal. Abses serebri di lobus occipital, serebelum

    dan batang otak terjadi pada sekitar 20% kasus.

    Abses otak dapat terjadi akibat penyebaran perkontinuitatum dari fokus infeksi di

    sekitar otak maupun secara hematogen dari tempat yang jauh, atau secara langsung

    seperti trauma kepala dan operasi kraniotomi. Abses yang terjadi oleh penyebaran

  • 8/11/2019 otak abses neuro

    5/30

    hematogen dapat pada setiap bagian otak, tetapi paling sering pada pertemuan substansia

    alba dan grisea; sedangkan yang perkontinuitatum biasanya berlokasi pada daerah dekat

    permukaan otak pada lobus tertentu. Abses otak bersifat soliter atau multipel. Yang

    multipel biasanya ditemukan pada penyakit jantung bawaan sianotik; adanyashunt kanan

    ke kiri akan menyebabkan darah sistemik selalu tidak jenuh sehingga sekunder terjadi

    polisitemia. Polisitemia ini memudahkan terjadinya trombo-emboli.3

    Gejala klinik AO berupa tanda-tanda infeksi yaitu demam, anoreksi dan malaise,

    peninggian tekanan intrakranial serta gejala nerologik fokal sesuai lokalisasi abses.

    Terapi AO terdiri dari pemberian antibiotik dan pembedahan. Tanpa pengobatan,

    prognosis AO dapat menjadi jelek.

  • 8/11/2019 otak abses neuro

    6/30

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Definisi

    Abses serebri merupakan infeksi intraserebral fokal yang dimulai sebagai

    serebritis yang lokalisatorik dan berkembang menjadi kumpulan pus yang dikelilingi oleh

    kapsul otak disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri, fungus dan protozoa.

    2.2 Epidemiologi

    Abses otak dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, namun paling sering

    terjadi pada anak berusia 4 sampai 8 tahun. Penyebab abses otak yaitu, embolisasi oleh

    penyakit jantung kongenital dengan pintas atrioventrikuler (terutama tetralogi fallot),

    meningitis, otitis media kronis dan mastoiditis, sinusitis, infeksi jaringan lunak pada

    wajah ataupun scalp, status imunodefisiensi dan infeksi pada pintas ventrikuloperitonial.

    Patogenesis abses otak tidak begitu dimengerti pada 10-15% kasus.

    Walaupun teknologi kedokteran diagnostik dan perkembangan antibiotika saat ini

    telah mengalami kemajuan, namun rate kematian penyakit abses otak masih tetap tinggi,

    yaitu sekitar 10-60% atau rata-rata 40%. Penyakit ini sudah jarang dijumpai terutama di

    negara-negara maju, namun karena resiko kematiannya sangat tinggi, abses otak

    termasuk golongan penyakit infeksi yang mengancam kehidupan masyarakat (life

    threatening infection).

    Di Indonesia belum ada data pasti, namun Amerika Serikat dilaporkan sekitar

    1500-2500 kasus abses serebri per tahun. Prevalensi diperkirakan 0,3-1,3 per 100.000

    orang/tahun. Jumlah penderita pria lebih banyak daripada wanita, yaitu dengan

    perbandinagan 2-3:1.

  • 8/11/2019 otak abses neuro

    7/30

    Menurut Britt, Richard et al., penderita abses otak lebih banyak dijumpai pada

    laki-laki daripada perempuan dengan perbandingan 3:1 yang umumnya masih usia

    produktif yaitu sekitar 20-50 tahun.

    Yang SY menyatakan bahwa kondisi pasien sewaktu masuk rumah sakit

    merupakan faktor yang sangat mempengaruhi rate kemtian. Jika kondisi pasien buruk,

    rate kematian akan tinggi.

    Hasil penelitian Xiang Y Han (The University of Texas MD. Anderson Cancer

    Center Houston Texas) terhadap 9 penderita abses otak yang diperolehnya selama 14

    tahun (1989-2002), menunjukkan bahwa jumlah penderita laki-laki > perempuan dengan

    perbandingan 7:2, berusia sekitar 38-78 tahun dengan rate kematian 55%.

    Demikian juga dengan hasil penelitian Hakim AA. Terhadap 20 pasien abses otak

    yang terkumpul selama 2 tahun (1984-1986) dari RSUD Dr Soetomo Surabaya,

    menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda, dimana jumlah penderita abses otak pada

    laki-laki > perempuan dengan perbandingan 11:9, berusia sekitar 5 bulan-50 tahun

    dengan angka kematian 35% (dari 20 penderita, 7 meninggal). Dengan perkembangan

    pelayanan vaksinasi, pengobatan pada infeksi pediatri, serta pandemic AIDS, terjadi

    pergeseran prevalensi ke usia dekade 3-5 kehidupan.

  • 8/11/2019 otak abses neuro

    8/30

    2.3 Anatomi Otak

    Anatomi otak adalah struktur yang kompleks dan rumit karena fungsi organ yang

    menakjubkan ini berfungsi sebagai pusat kendali dengan menerima, menafsirkan, serta

    untuk mengarahkan informasi sensorik di seluruh tubuh. Ada tiga divisi utama otak, yaitu

    otak depan, otak tengah, dan otak belakang.

    Gambar 2.1. Anatomi otak (Sumber: