modul - · pdf file...

Click here to load reader

Post on 24-Aug-2020

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • MODUL

    PEDIATRI

    PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS ILMU BEDAH SARAF UNIVERSITAS AIRLANGGA

    2016

  • Abses Otak

    ICD-10 : G06.0

    1. Pengertian (Definisi) Proses supuratif fokal dalam parenkim otak yang disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur atau

    protozoa.

    2. Anamnesis - Gejala umum : demam, nafsu makan turun, BB turun

    - Gejala neurologis : Penurunan kesadaran, nyeri kepala, mual, muntah, kejang

    - Sumber infeksi : riwayat trauma tembus otak, paska kraniotomi, infeksi telinga dan

    mastoid, infeksi hidung dan sinus paranasal, infeksi gigi, pneumonia.

    - Faktor predisposisi : kelainan jantung bawaan, kencing manis, pemakaian kemoterapi,

    pemakaian kortikosteroid, pemakaian implan, pemakaian antibiotik spektrum

    3. PemeriksaanFisik Pemeriksaan fisik meliputi :

     tanda vital

     status generalis (head to toe) untuk mencari sumber infeksi

     status neurologis : kesadaran, tanda rangsang meningeal, nn cranialis, motorik,

    sensorik, refleks fisiologis dan patologis, fungsi otonom

    4. Kriteria Diagnosis 1. Anamnesis

    2. Pemeriksaan klinis

    3. Pemeriksaan penunjang : laboratorium dan radiologi

    5. DiagnosisKerja Abses otak ( ICD 10: G06.0)

    6. Diagnosis Banding 1. Tumor otak (astrositoma)

    2. Infark serebri

    3. Tuberkuloma

    4. Kista arachnoid

    7. Pemeriksaan Penunjang

    No Pemeriksaa

    n

    Rekomendasi Grade

    Rekomendasi Ref

    1 Laboratory

    Kultur Spesimen diperoleh dari

    aspirasi dengan bantuan CT guiding

    pada Strereotaktik dan Operasi 2B 1

  • 2 Radiologis

    - CT Scan dengan kontras merupakan

    pemeriksaan standar untuk abses

    serebri

    - Berdasar CT Scan kontras abses

    serebri dapat dibagi 4 fase yaitu :

    Fase I :

    (early cerebritis) hari pertama sampai

    ke tiga, tampak gambaran hipoden

    batas tidak tegas dan sedikit tepi

    yang menyerap kontras.

    Fase II :

    (late cerebritis) hari ke 4 sampai ke 9

    mulai tampak cincin yang menyerap

    kontras melingkari daerah yang

    hipodens yang lebih luas.

    Fase III :

    (early capsule formation) hari ke 10

    sampai ke 13, tampak daerah

    hipoden yang dilingkari oleh cincin

    yang menyerap kontras.

    Fase IV :

    (late capsule formation) lebih dari 14

    hari, terlihat daerah hipodens

    dengan terbentuk cincin hiperden

    yang utuh dan tebal baik dengan

    maupun tanpa kontras.

    MRI

     Lebih sensitive pada fase early

    cerebritis

     Lebih sensitive dalam mendeteksi

    lesi satelit

     Lebih akurat dalam mengestimasi

    perpanjangan nekrosis sentral,

    perbesaran cincin area dan edema

    serebral

    1B 2,3,4,5

  •  Lebih baik dalam mendeteksi edema

    serebral

    8. Terapi

    No Terapi

    Prosedur (ICD 9 CM) Grade

    Rekomendas

    i

    Ref

    1 Operasi(01.24)

    1. Tekanan intrakranial yang meningkat

    2. Efek pendesakan masa yang signifikan pada gambaran CT Scan

    3. Abses akibat trauma, operasi atau terdapat benda asing

    4. Abses akibat jamur 5. Abses yang multilokulated 6. Tidak mampu dilakukan serial CT-

    scan setiap 1 – 2 minggu 7. Lokasi dekat ventrikel

    1B 2,3,4

    2 Medikamentosa

    Paling baik harus berdasar pengecatan gram dan kultur. 1. Terapi empirik: bila belum

    diketahui kultur dan sensitivitasnya. Cephalosporin generasi III a. Cefotaxime

    - dewasa : 1 gram tiap 8 jam, iv bila sangat berat dapat dinaikkan 2 gram tiap 4 jam iv

    - Anak : 50 mg/kg iv setiap 6 jam

    b. Ceftriaxone - Dewasa : 2 gram iv tiap 12

    jam - Anak : 75 mg/kg dosis inisial

    dilanjutkan 100mg/kg/hari dibagi setiap 12 jam

    Ditambah dengan salah satu dari dibawah ini : - Metronidazole : Dewasa

    : 30 mg/kg/hari iv dibagi setiap 12 jam

    Anak :10 mg/kg iv setiap 8 jam atau

    - Chloramphenicol - Dewasa:1gr iv tiap 6 jam - Anak:15 – 25 mg/kg iv setiap

    6jam Bila paska trauma : Rifampin 9

    1B 2,3,4

  • mg/kg/hari satu dosis 2. Terapeutik: bila telah ada hasil

    kultur, maka antibiotika disesuaikan dengan sensitivitasnya dan kemampuannya menembus sawar arah otak.

    3. Bila ada riwayat trauma atau operasi kepala diberikan tambahan Vancomycin (melawan MRSA) :Dewasa:1 gr iv setiap 12 jam Anak:15 mg/kg setiap 8 jam iv

    3 Medikamentosa

    tambahan

    1. Kortikosteroid: hanya diberikan bila terdapat edema yang hebat yang menimbulkan deteriorasi neurologis. Syarat lainnya adalah sensitivitas kuman telah diketahui. Dewasa: dexamethasone 10-12 mg loading dose diikuti 4 mg setiap 6 jam iv atau PO. Anak: 0,5 mg/kg setiap hari dosis terbagi tak lebih 16 mg perhari. Kortokosteroid segera di tapering off setelah keadaan membaik. 300 – 600 mg per hari dibagi 2 – 3 dosis.

    2. Manitol (dosis dapat dilihat pada bagian Cedera kepala)

    3. Lasix 4. Anti-konvulsan: phenytoin 300-600

    mg per hari dibagi 2-3 dosis atau 5 – 8 mm/kg BB selama 1-2 tahun.

    2C 2,3,4

    9. Edukasi a. Penyakit b. Sumber infeksi utama dan eradikasinya c. Pilihan terapi sesuai fase abses otak dan indikasi operasi d. Komplikasi penyakit e. Komplikasi tindakan operasi

    10. Prognosis Hasil luaran pada abses otak :

     Kematian : 0-10 %

     Cacat neurologis : 45 %

     Kejang late focal atau general : 27 %

     Hemiparesis : 29 %

    Prognosa buruk berhubungan dengan fungsi awal neurologis buruk, abses pecah

    intraventrikel, dan kematian 100 % pada infeksi jamur paska implan.

    11. Penelaah kritis 1. Prof. Dr. Abdul Hafid Bajamal, dr., Sp.BS 2. Dr. Agus Turchan, dr., Sp.BS 3. Dr. M. Arifin Parenrengi, dr., Sp.BS

  • 4. Dr. Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS 5. Dr. Eko Agus Subagyo, dr., Sp.BS 6. Dr. Asra Al Fauzi, dr., Sp.BS 7. Wihasto Suyaningtyas, dr., Sp.BS 8. Muhammad Faris, dr., Sp.BS 9. Rahadian Indarto, dr., Sp.BS 10. Achmad Fahmi, dr., Sp.BS 11. Nur Setiawan Suroto, dr., Sp.BS 12. Irwan Barlian Immadoel Haq, dr, Sp.BS 13. Tedy Apriawan, dr., Sp.BS 14. Heri Subianto, dr., Sp.BS

    12. Indikator Medis Indikator kesembuhan:

     Klinis : perbaikan keadaan umum dan neurologis

     Laboratoris : DL, CRP. kultur

     Radiologis : CT kepala evaluasi dengan kontras

    13. Kepustakaan 1. Surgery for Pyogenic Brain Abscess over 30 Years: Evaluation of the Roles of Aspiration and Craniotomy. Turk Neurosurg 26(1):39-47, 2016.

    2. Chun CH, Johnson JD, Hofstetter M, Raff MJ. Brain abscess. A study of 45 consecutive cases. Medicine (Baltimore) 1986; 65:415.

    3. Cavuşoglu H, Kaya RA, Türkmenoglu ON, et al. Brain abscess: analysis of results in a series of 51 patients with a combined surgical and medical approach during an 11- year period. Neurosurg Focus 2008; 24:E9.

    4. Arlotti M, Grossi P, Pea F, et al. Consensus document on controversial issues for the treatment of infections of the central nervous system: bacterial brain abscesses. Int J Infect Dis 2010; 14 Suppl 4:S79.

    5. Brouwer MC, Tunkel AR, McKhann GM 2nd, van de Beek D. Brain abscess. N Engl J Med 2014; 371:447.

    6. Friedlander RM, Gonzalez RG, Afridi NA, Pfannl R. Case records of the Massachusetts General Hospital. Weekly clinicopathological exercises. Case 16-2003. A 58-year-old woman with left-sided weakness and a right frontal brain mass. N Engl J Med 2003; 348:2125.

    http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/3 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/3 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/1 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/1 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/2 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/2 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/2 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/3 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/3 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/3 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/4 http://www.uptodate.com/contents/treatment-and-prognosis-of-bacterial-brain-abscess/abstract/4 http://www.uptodate.com/contents/pathogenesis-clinical-manifestations-and-diagnosis-of-brain-abscess/abstract/37 http://www.uptodate.com/contents/pathogenesis-clinical-manifestations-and-diagnosis-of-brain-abscess/abstract/37 http://www.uptodate.com/contents/pathogenesis-clinical-manifestations-and-diagnosis-of-brain-abscess/abstract/37 http://www.uptodate.com/contents/pathogenesis-clinical-manifestations-and-diagnosis-of-brain-abscess/abstract/37

  • Malformasi Chiari ICD-10 : Q07.0

    1. Pengertian (Definisi) Abnormalitas pada hubungan craniocervical yang melibatkan bagian caudal cerebellum, medulla oblongata, dan regio cervical bagian atas. Kelainan ini umumnya disertai dengan adanya hidrosefalus dan syringomielia dengan beberapa tingkat keparahan gejala.

    2. Anamnesis Gejala yang timbul umumnya bervariasi berdasarkan beratnya kelainan yang timbul, mulai dari nyeri kepala