presentasi referat obsgyn radiet ine rendi

Author: radietya-alvarabie

Post on 05-Apr-2018

226 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    1/39

    Pembimbing:

    Dr. Hardjono Purwadhi, Sp.OG

    Disusun oleh :

    Ine Puspitasari Riyatno

    Radietya Alvarabie

    Rendi Retissu

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    2/39

    Handa, Victoria L. MD, MHS; Blomquist, Joan L. MD; Knoepp, Leise R.MD, MPH; Hoskey, Kay A. MD; McDermott, Kelly C. BS; Muoz, Alvaro.PhD

    Dari Departemen Obstetri dan Ginekologi, Sekolah Kedokteran, Universitas

    John Hopkins; Departemen Obstetri dan Ginekologi, Pusat KedokteranGreater Baltimore; Pusat Kesehatan Panggul Wanita, Pusat Kedokteran AnneArundel; dan Departemen Epidemiologi, Sekolah Kesehatan MasyarakatBloomberg John Hopkins, Baltimore, Maryland.

    Didukung dalam penyediaanya oleh Eunice Kennedy Shriver, Institut Nasionaluntuk Kesehatan anak dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    3/39

    Panggul wanita adalah bagian yang penting. Karenalantai panggul adalah dasar untuk otot yang

    mengendalikan gerakan usus dan buang air kecil. Selainitu, lantai panggul juga penting selama kehamilan.

    Semua gangguan lantai panggul adalah karenaketidakmampuan jaringan memberikan dukungan

    karena kelemahan mereka.

    Karakteristik khas dari semua gangguan panggul adalahperasaan berat dan tekanan, seolah-olah ada organ

    tertentu yang jatuh keluar.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    4/39

    Sekitar 50% wanita punya keluhan gangguan lantai panggulsetelah melahirkan anak pertama, seperti prolaps organ

    panggul, inkontinensia urin, dan inkontinensia alvi.

    Di Amerika Serikat, sekitar 10-12 juta orang dewasa mengalamigangguan ini. Prevalensi dan berat gangguan meningkat

    dengan bertambahnnya umur dan paritas. Pada usia 15 tahunatau lebih didapatkan kejadian 10%, sedang pada usia 35-65tahun mencapai 12%. Prevalansi meningkat sampai 16% pada

    wanita usia lebih dari 65 tahun. (Nygaard, et al. 2008)

    Pada nulipara didapatkan kejadian 5%, pada wanita dengananak satu mencapai 10% dan meningkat sampai 20% pada

    wanita dengan 5 anak.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    5/39

    Untuk mengukur perbedaandalam gangguan lantai pangul

    berdasarkan cara kelahiran.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    6/39

    Lantai panggul adalah lapisan otot yang berjalan daritulang kemaluan di depan ke tulang ekor di belakang.

    Lantai panggul membantu menutup kandung kemihdan usus.

    Lantai panggul adalah kumpulan jaringan yang

    terbentang pada pintu tulang panggul, yang terletakpada dasar rongga abdominopelvis dan membentuklapisan penyokong bagi organ abdomen dan panggul.

    Dasar panggul memiliki tiga lapisan penyokong, yaitu:fasia endopelvis, M. levator ani dan membranperineum/sfingter ani eksterna.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    7/39

    Penyebab gangguan lantai panggul yaitu hamil danmelahirkan anak terlalu besar, sering melahirkan, usia,menopause, obesitas, merokok, keadaan yang dapatmenyebabkan tekanan intraabdominal atau rongga

    perut meningkat terus-menerus, genetik, dan kelainansifat jaringan.

    Gangguan lantai panggul, meliputi inkontinensia uri

    dan alvi serta prolaps organ panggul, lebih berkaitandengan wanita yang telah melahirkan setidaknyadengan satu anak. (Nygaard, et al. 2008)

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    8/39

    Obesitas

    Hamil dan melahirkan anak terlalu besar,

    Terlalu sering melahirkan Usia

    Menopause

    Obesitas

    Merokok

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    9/39

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    10/39

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    11/39

    MEKANISME KELAINAN DALAM PERSALINAN

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    12/39

    Inkontinensia urin adalah ketidakmampuan menahanberkemih. Gangguan ini lebih sering terjadi pada wanitayang pernah melahirkan daripada yang belum pernahmelahirkan (nulipara). Diduga disebabkan oleh perubahan

    otot dan fasia di dasar panggul.

    INKONTINENSIA URIN

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    13/39

    Pada keadaan normal selama fase pengisian tidak terjadikebocoran urin, walaupun kandung kemih penuh atautekanan intraabdomen meningkat seperti sewaktu batuk,meloncat atau kencing, dan peningkatan isi kandungkemih memperbesar keinginan ini.

    Pada fase pengosongan, isi seluruh kandung kemihdikosongkan sama sekali. Orang dewasa dapatmempercepat atau memperlambat miksi menurutkehendaknya secara sadar, tanpa dipengaruhi kuatnya rasaingin kencing.

    FISIOLOGI NORMAL KANDUNG KEMIH

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    14/39

    Overactive bladdermerupakan jenis urge incontinence(keluarnya urine secara tidak sadar, terjadi ketika tekanankandung kemih melebihi tekanan uretra selama fase pengisian)yang dihubungkan dengan keinginan kuat untuk buang air kecildan berhubungan dengan overaktif otot detrusor.3

    Orang dengan overactive bladdermengalami kontraksi yang takteratur pada kandung kemih selama fase pengisian dalam siklusmiksi.

    Pasien dengan overactive bladdermengalami kontraksiMuskulus detrusor secara volunter berusaha membantu sfingter

    untuk menahan urine keluar serta menghambat kontraksi M.detrusor, sehingga keluhan yang menonjol hanya urgensi danfrekuansi yaitu lebih kurang 80 %.

    Nokturia ditemukan 70 % pada kasus overactive bladder.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    15/39

    Gejala yang terjadi pada overactive bladderantara lain:

    1. Frekuensi: berkemih amat sering, dengan jumlah lebihdari 8 kali dalam waktu 24 jam.

    2. Nokturia: malam hari sering bangun lebih dari satu kaliuntuk berkemih.

    3. Urgensi: keinginan yang kuat dan tiba-tiba untukberkemih walaupun penderita belum lama sudahberkemih dan kandung kemih belum terisi penuh sepertikeadaan normal.

    4. Dorongan yang kuat sekali unuk berkemih dan tidakdapat ditahan sehingga kadang kadang sebelum sampaike toilet urine telah keluar lebih dulu.

    GEJALA DAN TANDA

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    16/39

    Inkontinensia Alvi Defekasi adalah proses fisiologik yang melibatkan koordinasi

    sistem saraf, respon refleks, kontraksi otot polos, kesadarancukup serta kemampuan mencapai tempat buang air besar.

    Secara klinis, inkontinensia alvi dapat tampak sebagai feses yang

    cair atau belum berbentuk dan feses keluar yang sudahberbentuk, sekali atau dua kali sehari dipakaian atau tempattidur.

    Perbedaan penampilan klinis ini dapat menunjukkan penyebabyang berbeda-beda, antara lain inkontinensia alvi akibat

    konstipasi (sulit buang air besar), simtomatik (berkaitan denganpenyakit usus besar), akibat gangguan saraf pada proses defekasi(neurogenik), dan akibat hilangnya refleks pada anus.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    17/39

    PENYEBAB INKONTINENSIA ALVI Penyebab inkontinensia alvi dapat di bagi menjadi 4 kelompok:

    a. Inkontinensia akibat konstipasi Pada kasus buang air besar kurang dari tiga kali per minggu. Tetapi banyak

    penderita sudah mengeluhkan konstipasi bila ada kesulitan mengelurkan fesesyang keras atau merasa kurang puas saat BAB.

    b. Inkontinensia alvi simtomatik

    Merupakan penampilan klinis dari macam-macam kelainan patologik yang

    dapat menyebabkan diare yang ditandai dengan perubahan usia pada sfingterterhadap feses cair dan gangguan pada saluran anus bagian atas dalammembedakan flatus dan feses yang cair.Penyebab yang lain seperti kelainan metabolic misalnya DM, kelainanendokrin seperti tirotoksitosis, kerusakan sfingter anus sebagai komplikasi darioperasi hemoroid yang kurang berhasil dan prolaps rekti.

    c. Inkontinensia alvi neurologic

    Inkontinensia ini terjadi akibat gangguan fungsi yang menghambat darikorteks serebri saat terjadi regangan/ distensi rectum yang terjadi padapenderita denga infark cesebri multiple atau penderita demensia.

    d. Inkontinensia alvi akibat hilangnya reflek anal

    Inkontinensia alvi ini terjadi akibat hilangnya reflek anal disertai dengankelemahan otot-otot.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    18/39

    METODE PENELITIAN

    Direkrut 1011 wanita dengan Pendekatan Kohort Longitudinalselama 5-10 tahun setelah kelahiran.

    Menggunakan rekam medis, diklasifikasikan setiap kelahirandengan: SC (Sectio-Caesaria) tanpa rasa sakit bersalin, SC saatrasa sakit bersalin muncul, dan SC setelah dilatasi sempurna,kelahiran per vagina sempurna, atau kelahiran per vagina

    dengan tindakan.

    Diukur dengan kuisioner yaitu: inkontinensia uri, overactivebladder, inkontinensia alvi, gejala prolaps uteri.

    Organ penyokong panggul diukur dengan Sistem Kuantifikasi

    Prolaps Organ Panggul.

    Penelitian ini menggunakan regresi logistik untuk mengukurOdds Relatif dari setiap gangguan lantai panggul berdasarkanriwayat obstetrik.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    19/39

    Untuk mengetahui bagaimana kelahiranmempengaruhi perkembangan gangguan lantaipanggul. Peneliti menggunakan penelitian kohortlongitudinal dari gangguan lantai panggul setelah

    kelahiran. Karena efek laten dari gangguan ini, wanita direkrut

    untuk berpartisipasi pada 5-10 tahun setelah kelahiranpertama.

    Analisis ini berdasarkan data-data yang ada, diarahkandengan pertanyaan apakah cara kelahiranberhubungan gangguan lantai panggul, termasukprolaps organ panggul, 5-10 tahun setelah kelahiran.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    20/39

    POPULASI

    Berdasarkan riwayat obstetrik, wanita yang telahdiklasifikasikan dibagi menjadi 5 kelompok untuklebih memenuhi karakteristik obstetriknya untuksemua jenis kelahiran kelompok sasaran yaitu wanita

    yang melahirkan dengan SC tanpa rasa sakit. 4 Kelompok yang terpapar adalah: 1. SC setelah rasa

    sakit (fase aktif tapi sebelum dilatasi serviks sempurna(Diameter

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    21/39

    Setelah dibandingkan dengan SC tanpa rasa sakit,

    kelahiran spontan per vagina berhubungan dengansignifikan pada inkontinensia uri (OR: 2.9,95% CI 1,5-5,5) dan prolaps setelah atau sebelum hymen (OR:5.6,95% CI 2,2-14,7).

    Kelahiran per vagina meningkat secara signifikan untuksemua gangguan lantai panggul, khususnya prolapsuteri (OR 7.5, 95% CI 2.7-20.9%).

    Hasil ini menyarankan bahwa 6.8 operasi tambahan

    pada kelahiran atau 8.9 pada kelahiran spontan, relatifpada SC, yang akan mendominasi kasus tambahan padaprolaps.

    HASIL

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    22/39

    Didapatkan median dari usia adalah 39,5 tahun, 82%berkulit putih, dan 28% lebih tua dari 35 tahun padapersalinan pertama mereka. Juga, 72% adalah multipara,dan 26% diklasifikasikan memenuhi kriteria obesitas.

    Interval median antara persalinan pertama dengan datatadi adalah 7,4 tahun (rentang interquartilnya: 6,3-9,0);4% telah lebih dari 10 tahun dari persalinan pertama saatpendataan.

    Meliputi 205 wanita terklasifikasi sebagai SC tanpa rasasakit persalinan, 388 SC dengan rasa sakit persalinan,dan 418 wanita dengan persalinan per vagina.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    23/39

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    24/39

    Dari 1011 partisipan, 192 wanita bersalin dengan SC sebelum muncul rasa sakitpersalinan (kelompok 0). Dari 368 wanita yang tidak punya indikasi persalinan pervagina dan paling sedikit 1 kali SC setelah munculnya sakit untuk bersalin, 228mengalami minimal satu kali SC pada saat munculnya sakit bersalin pada tahappertama (kelompok 1) dan 140 mengalami minimal 1 kali SC pada saat munculnyasakit bersalin pada tahap kedua (kelompok 2). Dari 451 wanita yang mengalamiminimal 1 kali persalinan per vagina, 325 wanita dengan persalinan per vagina tanpaoperasi (kelompok 3) dan 12 wanita yang mengalami minimal 1 kali kelahiran pervagina dengan operasi (kelompok 4).

    Berdasarkan data para wanita yang mengalami persalinan per vagina dengantindakan, 50 wanita mengalami vakum ekstraksi, 71 dengan forceps, dan 5 dengan

    vakum dan forceps. Sebagai perkiraan berdasarkan desain penelitian, kelompok-kelompok dengan paparan obstetrik memiliki kesamaan dalam hal usia padapersalinan pertama dan interval persalinan berikutnya dari persalinan pertama;kelompok-kelompok ini juga memiliki kesamaan dengan paritas dan kebiasaanmerokok. Perbedaan pada kelompok-kelompok ini terutama pada usia, ras, danobesitas.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    25/39

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    26/39

    Faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya gangguan lantai pangguladalah inkontinensia uri (11%), overactive bladder(8%), daninkontinensia alvi (11%).

    Sebagaimana ditunjukkan dalam tabel. 2, wanita yang mengalamipaling sedikit 1 kelahiran per vagina, akan sangat signifikan mengalami

    inkotinensia uri (P < 0,001) dan akan sangat signifikan untukmengalami prolaps sebelum atau melewati hymen (P

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    27/39

    Sebanyak 75 wanita dengan prolaps pada pemeriksaan, yangmelahirkan anak pertama setelah umur 35 tahun lebih banyakdilaporkan mengalami gejala prolaps (P=0,045).

    Wanita dengan obesitas secara signifikan menunjukkan adanyaprolaps pada pemeriksaan (P

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    28/39

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    29/39

    Tidak ada perbedaan klinis ataupun statistik pada odd dari semuagangguan lantai panggul pada ketiga kelompok persalinan dengan SC,diantara semua wanita yang melahirkan semua anak mereka denganSC, tidak ada perbedaan signifikan pada gangguan lantai panggulantara wanita yang sebelumnya memasuki rasa sakit bersalin, paling

    sedikit satu kali bersalin dengan SC, dan wanita yang tidak pernahmerasakan sakit bersalin.

    Odd relatif untuk setiap gangguan lantai panggul oleh kelompokpersalinan dipresentasikan pada tabel. 3. Setelah menganalisis ras

    Afrika-Amerika, usia Ibu saat persalinan pertama, multi paritas,

    riwayat merokok, dan obesitas, didapatkan bahwa inkontinensia uridan prolaps setelah atau sebelum hymen adalah berhubungansignifikan dengan persalinan per vagina, baik spontan maupun denganoperasi dibandingkan wanita dengan persalinan SC (kelompok 0,1, dan2).

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    30/39

    Penemuan yang paling penting dari penelitian ini adalah

    5-10 tahun setelah persalinan pertama, gangguan lantaipanggul meningkat luar biasa pada wanita dengan riwayatpaling sedikit satu kali persalinan per vagina denganoperasi.

    Kesimpulan peneliti konsisten dengan penelitiansebelumnya yang mengindikasikan bahwa persalinandengan operasi berhubungan dengan terjadinya

    inkontinensia alvi. (Mac Arthur, et al. 2005; Dolan, et al.2010)

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    31/39

    Penelitian ini juga menemukan adanya peningkatan kejadianinkontinensia urin setelah persalinan dengan tindakan, penemuan initidak konsisten dengan penelitian sebelumnya. (Schytt, et al. 2004)Penelitian sebelumnya juga menemukan hubungan antara persalinan per

    vagina dengan tindakan dengan prolaps uteri.(De Lancey, et al. 2007)

    Peneliti menemukan hubungan yang sangat kuat antara 2 hal tadi danmemperkirakankan bahwa hubungan ini mungkin dimediasi olehkerusakan yang tidak terdeteksi pada Muskulus Levator Ani.Disimpulkan bahwa persalinan dengan tindakan adalah faktor resikountuk kerusakan pada Muskulus Levator Ani dan bahwa kerusakan pada

    muskulus tersebut dapat berkontribusi pada terjadinya prolaps.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    32/39

    Penelitian ini juga mendapatkan ketiadaan hubungan antara rasa sakitaktif pada persalinan dengan gangguan lantai panggul pada wanitadengan persalinan SC.Penelitian sebelumnya mendapatkan bahwarasa sakit persalinan dengan SC adalah faktor resiko gangguan lantaipanggul dibandingkan dengan SC tanpa rasa sakit. (Luka, et al. 2006)

    Penemuan yang peneliti dapatkan sama dengan penelitian dari Boyles,et al. (2009),yang menemukan bahwa tidak ada perbedaan padainkontinensia uri 1 tahun setelah persalinan SC elektif, SC dalam masasakit karena bersalin, atau SC pada tahap kedua dari rasa sakit. Hasil

    yang peneliti dapatkan dibangun dari penemuan ini dengan durasi

    yang lebih lama untuk mengikuti dan mengevaluasi dari gangguanlantai panggul yang lain.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    33/39

    75% wanita dengan prolaps setelah atau sebelum hymen akan tanpagejala atau dengan gejala minimal. Penemuan ini konsisten denganobservasi yang dibuat oleh Bradley (2005), yang menemukan bahwa84% dari wanita post menopause dengan derajat prolaps tidak terlihatatau terasa pada pemeriksaan vagina.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    34/39

    Peneliti secara intensif merekrut wanita dengan 5-10tahun dari kelahiran anak pertama, dengan harapanuntuk mendapatkan onset dari gangguan lantaipanggul dengan penelitian longitudinal.

    Penelitian ini melibatkan lebih banyak sampel dengandurasi pemantauan yang lebih panjang.

    Paparan obstetrik akan didefinisikan oleh data

    obstetrik Rumah Sakit, selain dari pada data dari Ibu,untuk 96,5% dari semua persalinan.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    35/39

    Pengukuran dari gangguan lantai panggul dengankuisioner gejala tervalidasi dan pengukuranterstruktur untuk mengevaluasi organ penyokongpanggul.

    Pengukuran dari organ penyokong panggul adalahaspek unik yang relatif pada penelitian ini. Penelitiansebelumnya mendefinisikan prolaps dalam bentukgejala atau insidensi dari intervensi pembedahan.(Larrson, et al. 2009)

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    36/39

    Peneliti tidak dapat dengan pasti memperkirakaninsidensi dari gangguan lantai panggul pada kejadianobstetrik.

    Peneliti tidak dapat mengekslusikan kemungkinan

    bahwa karakteristik yang tidak terukur dari populasiatau paparan lain yang relevan terhadapperkembangan gangguan lantai panggul.

    Partisipasi dari penelitian ini hanya 50%.

    Bagaimanapun, rata-rata partisipasi ini hampir samadengan penelitian lain yang menginvestigasi gangguanlantai panggul setelah persalinan. (Dolan, et al. 2010)

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    37/39

    Faktor yang amat berpengaruh terhadap terjadinya gangguanlantai panggul adalah inkontinensia uri (11%), overactivebladder(8%), dan inkontinensia alvi (11%).

    Sebagaimana ditunjukkan dalam tabel. 2, wanita yang

    mengalami paling sedikit 1 kelahiran per vagina, akan sangatsignifikan mengalami inkotinensia uri (P < 0,001)

    Wanita yang mengalami paling sedikit 1 kelahiran per vaginaakan sangat signifikan untuk mengalami prolaps sebelumatau melewati hymen (P

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    38/39

    Inkontinensia uri dan prolaps setelah atau sebelum hymen,berhubungan signifikan dengan persalinan per vagina, baik spontanmaupun dengan operasi dibandingkan wanita dengan persalinan SC.

    Gangguan lantai panggul lain berhubungan signifikan denganpersalinan per vagina dengan operasi, dipengaruhi oleh odds dari

    inkontinensia oleh aktifitas dan overaktif VU dengan 4 faktor yangmempengaruhi; inkontinensia uri: odd relative 4.45, 95% CI 2.14-9.27;overactive bladder: odd relative 7.50; 95% CI 2.70-20.87.

    Nilai odd dari prolaps sebelum atau setelah hymen, meningkat padawanita paling sedikit satu persalinan dengan operasi (odd relative 7.50;

    95% CI 2.70-20.87). Meskipun kelahiran spontan per vagina berhubungan signifikan

    dengan inkontinensia uri dan prolaps, resiko terbesar adalah yangberhubungan dengan kelahiran per vagina dengan operasi.

  • 8/2/2019 Presentasi Referat Obsgyn Radiet Ine Rendi

    39/39

    Puspitasari, Ine; Alvarabie, Radietya; Retissu, Rendi.Journal Analysis: Pelvic Floor Disorders 510 YearsAfter Vaginal or Cesarean Childbirth. School ofMedicine, Jenderal Soedirman University.

    Purwokerto. 2011.