laporan praktikum biokimia nutrisi

Download Laporan Praktikum Biokimia Nutrisi

Post on 10-Jul-2015

1.132 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA TERNAK ACARA V DARAH

Disusun oleh: Kelompok VII Danu Pramudito Ayu Eka Putri Bina Pambudi Poeloeng Dwi Nugraha Arbi Saputro Asisten : Harwanto PT/05822 PT/05873 PT/05907 PT/05184 PT/05715

LABORATORIUM BIOKIMIA NUTRISI BAGIAN NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

ACARA IX DARAH

Tujuan Praktikum Untuk mengetahui kadar protein darah, kadar glukosa darah dan kadar cholesterol darah.

Tinjauan Pustaka Darah terdiri dari plasma darah dan unsur seluler. Unsur-unsur seluler tersebut terdiri dari sel darah merah, sel darah putih dan keeping darah. Sel darah merah sering disebut eritrosit, sel darah putih disebut leukosit, sedangkan keping darah sering disebut trombosit. Darah memiliki beberapa fungsi yaitu: membawa nutrien yang telah disiapkan oleh saluran pencernaan menuju jaringan tubuh, membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan, membawa karbondioksida di jaringan ke paru-paru, membawa produk buangan dari berbagai jaringan menuju ginjal untuk diekskresikan, membawa kelenjar hormon endokrin ke organ-organ lain di dalam tubuh, berperan dalam pengendalian suhu dan berperan dalam mempertahankan keseimbangan air. (Frandson, 1992). Fase cair yang tertinggal pada saat darah membeku (mengalami koagulasi) dinamakan serum. Serum tidak lagi mengandung faktor pembekuan (termasuk fibrinogen) yang normalnya terdapat di dalam plasma tetapi sudah terpakai dalam proses koagulasi (Murray, 1999). Cara memperoleh serum yaitu darah dibiarkan 15 menit agar menjendal sehingga fibrinogennya tidak terdapat dalam cairan darah kemudian disentrifuge dan didapatkan serum (Dawiesah, 1988). Enzim dalam darah dikelompokkan menjadi enzim yang fungsional dan enzim yang non fungsional. Enzim yang fungsional adalah enzim yang substratnya terdapat dalam darah contohnya lipoprotein lipase, sedangkan enzim yang non fungsional dalam darah dengan sendirinya tidak berfungsi dalam darah artinya substratnya tidak ada dalam darah (Girindra, 1988).

Kadar glukosa darah dapat dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya adalah umur, kadar energi pakan dan kondisi stres. Stres pada ayam petelur dapat disebabkan oleh kondisi kandang yang kurang nyaman. Pada kondisi stres, sekresi costicosterone meningkat sebagai akibat dari aktifitas adrenocorticotropic hormone (ACTH) (Peebles et al., 1997). Kandungan kolesterol dalam darah ayam berkisar antara 102 sampai 123 mg/100 ml (Ramanoff, 1983). Peningkatan kadar kolesterol dalam darah merupakan faktor utama penyebab terjadinya atheroskerosis (Pelkonen et al., 1977 ; Winarno 1984). Konsumsi lemak makanan terutama lemak jenuh dan kolesterol merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi konsentrasi kolesterol dalam serum (Martin, 1983).

Materi dan Metode

Materi Alat. Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah tabung reaksi dan raknya, pipet hisap tetes, gelas ukur, alat penggojok, alat ukur spektofotometer, waterbath, gelas ukur, alat timbangan, alat sentrifuge dan penangas air, Bahan. Bahan yang digunakan dalam praktikum darah antara lain larutan protein standar, plasma darah dan blanko, larutan lowry -1,4-glukanase, lowry A, aquades, plasma darah, Ba(OH)2 0,3 N, ZnSO4 5%, glukosa anhidrat, reagensia nelson, arsenol molibdat, Cu2O, larutan aseton alkohol, khloroform, asam sulfat pekat dan asetat anhidrat.

Metode Penentuan Kadar Protein Darah (Metode Lowry) Menyiapkan dua tabung reaksi yang masing-masing diisi 0,5 ml larutan protein standar dijadikan 2 larutan yang pertama plasma dan blanko. Ditambahkan ke dalam masing-masing tabung 2,5 ml larutan lowry B, divortex dan dibiarkan 10 menit. Kemudian, ditambahkan larutan lowry A 0,25 ml, divortex dan biarkan 30 menit. Lalu, dibaca pada panjang gelombang 750 nm dan dihitung dengan menggunakan rumus: Persamaan Kadar protein darah = (Abs sampel/Abs standar) x kadar protein standar x pengenceran filtrat

Penentuan Kadar Glukosa Darah (Metode Nelson-Somogyi) Tahap Pengendapan Protein. Memasukkan dalam tabung 0,5 ml plasma darah dengan ditambah 1,5 ml aquades ditambah 1,5 ml Ba(OH)2 0,3 N ditambah 1,5 ml ZnSO4 5% dan digojok. Kemudian, disentrifuge pada 3000 rpm selam 15-20 menit. Lalu supernatan yang dihasilkan digunakan untuk percobaan tahap penentuan glukosa. Tahap Penentuan Glukosa. Membuat larutan glukosa standar (10 mg glukosa anhidrat/100 ml (BM=180), karena memakai glukosa monohidrat (BM=198) maka 11 mg glukosa/100 ml). Lalu dari larutan glukosa standar, dilakukan beberapa pengenceran, sehingga diperoleh larutan glukosa dengan konsentrasi 2,4,6,8 dan 10

mg/ 100 ml larutan. Disiapkan 7 buah tabung reaksi, 5 buah tabung diisi larutan standar, 1 tabung diisi sampel dan 1 tabung diisi blanko, masing-masing sebanyak 1 ml. Lalu, ditambahkan ke dalam masing-masing tabung 1 ml reagensia nelson dan dipanaskan pada penangas air mendidih selama 20 menit. Diambil dan didinginkan secara bersama-sama pada air dengan suhu ruang (25 C). Setelah semua endapan Cu2O larut sempurna dengan penambahan 1 ml arsenol molibdat, ditambahkan 7 ml aquades dan divortex. Kemudian dibaca pada panjang gelombang 540 nm. Dibuat kurve standar dan ditentukan kadar glukosa. Pentuan Kadar Kholesterol Darah. Awal pratikum ini ialah masukkan 1 ml larutan sampel darah segar yang diencerkan 6 kali ke dadalm tabung sentrifuge, yang berisi 10 ml larutan aseton alkohol perbandaing 1:1, kemudian rebus tabung hingga larutan terlihat mendidih. Setelah itu di sentrifuge pada 3000 rpm selama 15 menit, lalu selesai ambil tabungnya dan pisahkan supernatan pada tabung lain, kemudian diuapkan pada waterbath mendidih hingga pelarut menguap semua dan encerkan residu yang tertinggal residu. Dilakukan pengenceran dengan khloroform. Lalu residu ditambah 2 ml khloroform, di diamkan sampaii homogen, selanjutnya gunakan sampel 2 mg kholesterol lalu tambahkan 1 ml khloroform sebagai larutan standar. Siapkan tabung 3 buang untuk dibagi residunya yaitu tabung ke-1 (sampel) masukkan residu ditambah 2 ml khloroform ditambahkan 2 ml campuran asam sulfat pekat, asetat anhidrit dengan 1:30 lalu dihomogenkan denagn vortex. Berikutnya tabung ke-2 masukkan 2 ml larutan standar sama dengan 2ml kholesterol atau 1 ml khloroform ditambah 2 ml campuran asam sulfat pekat dan asetat anhidrIt sama dengan 1:30, dihomogenkan dengan vortex. Tabung ke-3 bnlanko di masukkan 2 ml khloroform ditambah 2 ml campuran asam sulfat pekat dan asetat anhidrit sama dengan 1:30 dihomogenkan dengan vortex. Lalu di ruang gelap masukkan 3 tabung itu selama 10 menit, lakukan pembacaan pada 680 nm setelah warna berubah menjadi hijau.

Hasil dan Pembahasan

Penentuan Kadar Glukosa Darah. Hasil dari pembacaan pada panjang gelombang di pratikum adalah 0,03. Kemudian setelah dihitung kadar glukosa darah yang digunakan sebagai sampel adalah 1,4685 mg/ml. Tabel 1. Kadar glukosa darah beberapa spesies ternak Jenis Ternak Sapi Domba Kambing Babi Ayam Kadar glukosa darah (mg/dl) 40 sampai 80 4 sampai 80 40 sampai 75 12 sampai 80 13 sampai 27 (Swenson, 1993)

Kadar glukosa darah normal pada ayam berkisar antara 13 sampai 27 ml/dl atau 130 sampai 270 mg/ml (Swenson, 1993), sedangkan hasil perhitungan menunjukkan kadar glukosa darah ayam mg/ml. Glukosa (C6H12O6) merupakan senyawa yang

banyak dijumpai di dalam darah. Glukosa darah selalu dijaga dalam keadaan normal, bila glukosa darah terlalu tinggi, hati akan menurunkan dengan proses glikolisis dan glikogenesis. Sedangkan bila glukosa darah terlalu rendah, hati akan mensuplai glukosa dengan proses glikogenolisis dan glukoneolisis (Harris, 1984). Kadar glukosa dalam darah berbeda-beda antara spesies yang satu dengan spesies yang lain, perbedaan itu berhubungan dengan keadaan pakan baik jumlah maupun kualitasnya dan penyimpanan karbohidrat pada ternak (Swenson, 1993). Selain itu dapat juga disebabkan oleh perbedaan bangsa, aktivitas, dan pengaruh lingkungan. Penentuan Kadar Protein Darah. Pada tabung reaksi diisi sebanyak 0,5 ml plasma darah ayam dicampur dengan 30 ml aquades (pengenceran 400 kali). Kemudian diambil 0,5 ml dan dicampur dengan reagen Lowry B 2,5 ml, divorteks, dan dibiarkan 10 menit. Sebanyak 0,25 ml reagen Lowry A ditambahkan ke dalam campuran tersebut, divorteks, dan dibiarkan 30 menit. Tepat pada menit ke 30 dibaca pada panjang gelombang 750 nm. Hasil pembacaan pada panjang gelombang 750 nm adalah 0,022. Setelah dihitung kadar protein darah ayam yang digunakan untuk sampel adalah 2,28 mg/ml.

Tabel 2. Kadar protein darah beberapa spesies ternak Jenis Ternak Sapi Domba Kambing Babi Kuda Anjing Kucing Ayam Albumen (mg/dl) 30 sampai 34 35 sampai 45 37 sampai 45 32 sampai 40 28 sampai 38 34 sampai 44 30 sampai 38 16 sampai 20 Globulin (mg/dl) 36 sampai 44 25 sampai 35 24 sampai 32 34 sampai 40 28 sampai 38 22 sampai 32 25 sampai 35 23 sampai 33 Fibrinogen Rata-rata (mg/dl) (mg/dl) 2 sampai 5 70 sampai 85 2 sampai 4 60 sampai 80 2 sampai 5 65 sampai 75 2 sampai 4 65 sampai 85 2 sampai 4 60 sampai 80 1 sampai 4 60 sampai 78 1 sampai 4 60 sampai 75 40 sampai 52 (Swenson, 1993)

Kadar protein darah ayam adalah 40 sampai 52 mg/dl atau 400 sampai 520 mg/ml (Swenson, 1993), sedangkan hasil perhitungan menunjukkan kadar protein darah ayam adalah 2,28 mg/ml. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh perbedaan jenis ayam yang digunakan sebagai sampel, perbedaan keadaan pakan baik jumlah maupun kualitasnya, cara pemeliharaan, aktivitas, serta pengaruh lingkungan seperti temperatur dan kelembaban udara. Protein yang terdapat dalam plasma darah adalah albumin, globulin, dan fibrinogen. Albumin berfungsi untuk mempertahankan tekanan osmosis dalam jaringan. Protein plasma yang kedua adalah globulin yang berfungsi sebagai antibodi membentuk sistem pertahanan terhadap protein akin dan antigen. Fibrinogen adalah bagian plasma darah yang berfungsi untuk menggumpalkan darah (Page, 1985). Penentuan Kadar Kholesterol Darah. Pada tabung sentrifuge