praktikum biokimia - karbohidrat

Download Praktikum Biokimia - Karbohidrat

Post on 07-Nov-2015

181 views

Category:

Documents

14 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Praktikum Biokimia untuk jurusan Kimia tentang Karbohidrat

TRANSCRIPT

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Tujuan

    Tujuan dari percobaan karbohidrat ini adalah supaya praktikan dapat melakukan

    identifikasi senyawa-senyawa karbohidrat, mengetahui reaksi-reaksi yang terjadi, dan

    menentukan senyawa-senyawa karbohidrat secara kualitatif dan kuantitatif.

    1.2 Tinjauan Pustaka

    Karbohidrat adalah makromolekul yang bisa ditemukan dengan mudah dialam.

    Karbohidrat terbentuk pada proses fotosintesis dengan bantuan energi matahari. Karena

    energi matahari dirubah menjadi energi kimia sehingga dalam biomolekul karbohidrat

    sebagai sumber utama energi metabolisme untuk makhluk hidup. Karbohidrat

    digolongkan ke dalam monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida(Sunarya dan

    Setiabudi, 2007). Kebanyakan karbohidrat yang dikonsumsi adalah tepung / amilum /

    pati, yang terdapat dalam gandum, jagung, beras, kentang dan padi-padian

    lainnya(Edahwati, 2010).

    Karbohidrat memiliki rumus umum Cn(H2O)n. Akan tetapi, hanya gula sederhana atau

    monosakarida yang benar-benar cocok dengan rumus ini. Tipe lain dari karbohidrat,

    oligosakarida dan polisakarida didasarkan pada unit monosakarida dan memiliki sedikit

    perbedaan rumus umumnya. Oligosakarida terbentuk ketika beberapa monosakarida

    berikatan, poligosakarida terbentuk ketika banyak monosakarida yang berikatan bersama-

    sama(Campbell dan Farrel, 2012).

    Monosakarida dibagi menjadi tiga jenis yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

    Glukosa dan fruktosa dapat ditemusi dialam, akan tetapi galaktosa ada di dalam tubuh

    dan merupakan hasil hidrolisa dari laktosa(Hutagalung, 2004).

    Disakarida (oligosakarida) dibagi menjadi sukrosa, maltose dan laktosa. Sukrosa

    mempunyai dua molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu

    molekul fruktosa. Maltose memiliki dua molekul monosakarida yang terdiri dari dua

    molekul glukosa. Dan laktosa memiliki dua molekul monosakarida yang terdiri dari satu

    molekul glukosa dan satu molekul galaktosa(Hutagalung, 2004).

    Polisakarida dibagi menjadi amilum(zat pati), dekstrin, glikogen, dan selulosa.

    Amilum terdapat pada umbi-umbian, sereal dan biji-bijian. Dekstrin merupakan zat

    antara dalam pemecahan amilum. Glikogen terdapat pada otot hewan, manusia dan ikan.

    Pada tumbuhan glikogen banyak terdapat pada kecambah, sereal, susu, dan sirup jagung.

    Selulosa babanyak berasal dari tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia,

    karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa(Hutagalung, 2004).

    Karbohidrat dengan aldehid sebagai gugus fungsi pengoksidasi terbanyak disebut

    aldosa dan karbohidrat dengan keto sebagai gugus fungsi pengoksidasi terbanyak disebut

    ketosa. Pada senyawa-senyawa karbohidrat ada yang memiliki isomer, epimer, dan

    enansiomer. Isomer adalah senyawa yang memiliki rumus kimia sama tetapi strukturnya

    berbeda, contohnya fruktosa, glukosa, manosa, dan galaktosa. Epimer adalah senyawa

    yang memiliki struktur yang berbeda hanya pada posisi gugus OH, contohnya glukosa

    dan manosa(Harvey, 2011). Enansiomer adalah isomer optic, contohnya D dan L-

    glukosa(Chittiprol, 2006).

  • 1.3 Tinjauan Bahan

    a) -naftol

    -naftol bisa juga disebut 1-naftol memiliki rumus kimia C10H7OH. Berbentuk

    padatan dengan massa molekul 144,17 g.mol-1

    . Titik didih senyawa ini 288oC dan titik

    lelehnya adalah 96oC. Ttidak larut dalam air dingin(Smith, 2013).

    b) Natrium sitrat

    Natrium sitrat memiliki rumus kimia C6H5Na3O7.2H2O. Berbentuk butir-butir

    Kristal padat berwarna putih. Tidak berbau namun berasa asin dan sejuk. Memiliki

    berat molekul 294.1 g.mol-1

    . Biasanya memiliki pH 8. Mudah larut dalam air panas,

    larut dalam air dingin, dan tidak larut dalam alkohol(Smith, 2013).

    c) Asam asetat glacial

    Asam asetat glacial memiliki rumus kimia C2-H4-O2. Berbentuk larutan bening atau

    tidak berwarna. Memiliki bau asam seperti cuka yang tajam atau kuat, dan memiliki

    rasa asam cuka yang kuat juga. Berat molekulnya 60,05 g.mol-1

    . Larutan ini memiliki

    pH 2. Titik didih dan titik lelehnya adalah 118,1oC dan 16,6

    oC. Mudah larut dalam air

    dingin dan air panas, larut dalam dietil eter dan aseton. Dapat bercampur dengan

    gliserol, alkohol, benzene, karbon tetraklorida. Tidak larut dalam karbon

    disulfide(Smith, 2013).

    d) Asam klorida

    Asam klorida memiliki rumus kimia HCl. Bentuk fisiknya berupa larutan yang

    tidak berwarna sampai kuning terang. Tidak berasa dan memiliki bau yang tajam. Titik

    didih dan titik lelehnya adalah 108,58oC dan -62,25

    oC. Larut dalam air dingin, air

    panas, dan dietil eter(Smith, 2013).

    e) Natrium karbonat anhidrat

    Natrium karbonat anhidrat memiliki rumus kimia Na2CO3. Senyawa ini memiliki

    bentuk fisik berupa bubuk padatan berwarna putih. Tidak berbau dan berasa seperti

    alkali. Berat molekulnya 105,99 g.mol-1

    . Memiliki titik didih 851oC. larut dalam air

    panas, gliserol. Secara parsial larut dalam air dingin. Tidak larut dalam aseton dan

    alkohol(Smith, 2013).

    f) Kupri sulfat

    Kupri sulfat memiliki rumus kimia CuSO4. Berbentuk bubuk padat berwarna putih

    keabu-abuan sampai putih kehijau-hijauan. Tidak berasa tapi memiliki bau yang

    menyenangkan. Berat molekul ini 159,6 g.mol-1

    . Titik didih dan titik leleh dari kupri

    sulfat adalah 650oC dan 590

    oC. Mudah larut dalam air panas. Larut dalam air dingin

    dan methanol. Tidak dapat larut dalam etanol(Smith, 2013).

    g) Kupri asetat

    Kupri asetat monohidrat memiliki rumus kimia (CH3COO)2Cu.H2O. Berbentuk

    padatan dengan berat molekul 199,65 g.mol-1

    . Kupri asetat memiliki titik leleh

    115oC(Smith, 2013).

    h) Iodin

    Iodin memiliki rumus kimia I2. Berbentuk padatan ungu yang berkilau. Memiliki

    bau yang khas. Berat molekul ini 253,81 g.mol-

    1. Titik didih dan titik lelehnya adalah

    184,4oC dan 113,7

    oC. Iodin mudah larut dalam dietil eter. Larut dalam methanol.

    Sangat sedikit larut dalam air dingin dan air panas(Smith, 2013).

  • i) Etil alkohol

    Etil alkohol berbentul larutan yang tidak berwarna. Berbau seperti alkoho, dari

    biasa ke kuat, seperti anggur atau wiski dan menyenangkan. Memiliki rasa membakar

    yang tajam. pH dari larutan ini netral. Titik didih dan titik lelehnya adalah 78,5oC dan

    -114,1oC. Mudah larut dalam air dingin, air panas, methanol, dietil eter. Larut dalam

    aseton(Smith, 2013).

    j) Fenol

    Fenol bisa disebut juga monohidroksi benzene, benzenol, fenil hidroksida atau

    asam fenil. Nama kimianya adalah asam karbol. Memiliki rumus kimia C6H5OH.

    Berbentuk padatan tidak berwarna sampai pink muda. Fenol memiliki bau harum yang

    nyata, terkadang bau manis dan asam yang memualkan. Fenol memiliki rasa seperti

    terbakar. Berat molekulnya 94,11 g.mol-1

    . Titik didih dan titil lelehnya adalah 182oC

    dan 42oC. mudah larut dalam methanol dan dietil eter. Larut dalam air dingin, aseton,

    benzene. Sangat larut dalam alkohol, kloroform, gliserol, petroleum, karbon disulfide,

    karbon tetraklorida, asam asetat, larutan sulfur dioksida. Hampir tidak larut dalam

    petroleum eter. Dapat bercampur dengan aseton(Smith, 2013).

    k) Asam Sulfat Pekat

    Asam sulfat disebut juga asam sulfur, memiliki rumus kimia H2SO4. Berbentuk

    larutan berminyak yang tidak berwarna. Tidak berbau, tetapi berbau mencekik ketika

    panas. Berasa seperti asam kuat. Berat molekulnya 98.08 g.mol-1

    . Titik didih dan titik

    lelehnya 270oC dan -35

    oC. Mudah larut dalam air dingin. Larut dalam etil

    alkohol(Smith, 2013).

    l) Akuades

    Merupakan senyawa tidak berbau, elektrolit lemah, terionisasi menjadi H30+ dan

    OH-, bersifat polar, memiliki densitas 100, titik beku 0

    0C dan titik didih 100

    0C (Sax

    and Lewis, 1987).

    m) Sukrosa

    C12H22O11 berwarna putih, dapat diperoleh dari tebu dan ubi manis. Jika dihidrolisis

    menghasilkan glukosa dan fruktosa dengan reaksi (Deman, 1997).

    C12H22O11 + H2O C6H12O6 + C6H12O6

    Sukrosa air d-glukosa d-fruktosa

    n) Glikogen

    Polisakarida yang digunakan sebagai tempat penyimpanan glukosa dalam sistem

    hewan. Glikogen memberikan warna coklat merah dengan iodium secara kimia,

    serupa dengan pati (Harper, 1980).

    o) Fruktosa

    Merupakan suatu heksosa dengan gugus keton pada atom karbon nomor 2 dan

    mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan ke kanannya disebut juga

    levulosa, d-fruktosa atau gula buah (Tewary, 1981).

    p) Laktosa

    Jika laktosa dihidrolisis menghasilkan d-galaktosa dan d-glukosa terjadi antara

    atom karbon nomor 1 pada galaktosa dan glukosa pada atom nomor 4. Oleh karena itu

    molekul laktosa masih mempunyai OH glikosidik (Parker, 1993).

    q) Selulosa

  • Unsur pembentuk utama kerangka tumbuh-tumbuhan. Tidak dapat larut dengan

    pelarut basa selulosa terdiri dari -d-glukopiranosa yang dihubungkan dengan ikatan

    (1-4) untuk menghubungkan rantai panjang dan lurus yang diperkuat oleh ikatan

    hidrogen yang berikatan silang (Tewary, 1981).

    r) Amilum

    Merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan -glikosidik. Terdiri dari 2 fraksi

    utama yaitu amilosa dan amilopektin. Fraksi terlarut disebut amilosa dan fraksi terlarut

    disebut amilopektin (Deman, 1997).

  • BAB II

    METODOLOGI

    2.1 Alat

    Peralatan yang digunakan pada percobaan karbohidrat adalah tabung reaksi, pipe