pp morbili edit.ppt

Click here to load reader

Download pp morbili edit.ppt

Post on 17-Jan-2016

29 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Orange cup and coffee beansby Kelompok 14
Page *
Definisi
Morbili adalah penyakit infeksi virus akut yang ditandai oleh tiga stadium, yaitu stadium kataral, stadium erupsi dan stadium konvalensi
Morbili merupakan penyakit  virus akut. Penyakit ini sangat infeksius, menular sejak awal masa prodromal sampai lebih kurang 4 hari setelah munculnya ruam. Infeksi ditularkan secara droplet malalui udara (IDAI, 2008).
Page *
Patofisiologi
Setelah tertular Virus melalui droplet lewat udara, virus menempel dan berkembang biak pada epitel nasofaring. Tiga hari setelah invasi, replikasi dan kolonisasi berlanjut pada kelenjar limfe regional dan terjadi viremia yang pertama. Virus menyebar pada semua sistem retikuloendotelial dan menyusul viremia kedua setelah 5-7 hari dari infeksi awal.
Page *
Patofisiologi
Adanya giant cells dan proses peradangan merupakan dasar patologik ruam dan infiltrat peribronchial paru. Juga terdapat udema, bendungan dan perdarahan yang tersebar pada otak. Kolonisasi dan penyebaran pada epitel dan kulit menyebabkan batuk, pilek, mata merah (3 C : coryza, cough and conjuctivitis) dan demam yang makin lama makin tinggi. Gejala panas, batuk, pilek makin lama makin berat dan pada hari ke 10 sejak awal infeksi (pada hari penderita kontak dengan sumber infeksi) mulai timbul ruam makulopapuler warna kemerahan.Virus dapat berbiak juga pada susunan saraf pusat dan menimbulkan gejala klinik encefalitis.
Page *
Patofisiologi
Setelah masa konvelesen pada turun dan hipervaskularisasi mereda dan menyebabkan ruam menjadi makin gelap, berubah menjadi desquamasi dan hiperpigmentasi. Proses ini disebabkan karena pada awalnya terdapat perdarahan perivaskuler dan infiltrasi limfosit (Burnett, 2007).
Page *
Page *
Etiologi
Virus morbili yang berasal dari secret saluran pernafasan, darah, dan urine dari orang yang terinfeksi. Penyebaran infeksi melalui kontak langsung dengan droplet dari orang yang terinfeksi.
Masa inkubasi 10-20 hari, dimana periode yang sangat menular adalah dari hari pertama hingga hari ke 4 setelah timbulnya rash (pada umunya pada stadium kataral) (Suriadi & Rita Yuliani, 2001)
Page *
Stadium prodromal (Catarrhal)
Demam, malaise, batuk, konjungtivitis, koriza, terdapat bercak koplik berwarna putih kelabu sebesar ujung jarum dikelilingi oleh eritema, terletak di mukosa bukalis berhadapan dengan molar bawah, timbul dua hari sebelum munculnya rash. Stadium ini berlangsung selama 4-5 hari.
Page *
Koriza dan batuk bertambah, terjadi eritema yang berbentuk makula papula disertai meningkatnya suhu badan. Mula-mula eritema muncul dibelakang telinga, dibagian atas lateral tengkuk, sepanjang rambut dan bagian belakang bawah. Kadang – kadang terdapat perdarahan ringan di bawah kulit, pembesaran kelenjar getah bening di sudut mandibula dan di daerah belakang leher
Page *
Page *
Page *
KU : compos mentis
Mata : terdapat konjungtivitis,
Kepala : Sakit kepala
Mulut & bibir : Mukosa bibir kering, batuk
Kulit : permukaan kulit kering, turgor kulit menurun, gatal, ruam makuler pada leher, muka, lengan dan kaki, eritema, febris.
Respirasi : Batuk, sesak napas, sputum.
Tumbuh Kembang : BB, TB, BB lahir untuk mengetahui tumbuh kembang anak untuk mewaspadai timbulnya komplikasi pada anak gizi buruk.
Page *
Pemeriksaan darah; jumlah leukosit normal atau meningkat apabila ada komplikasi infeksi bakteri.\
Pemeriksaan serologi : untuk mendeteksi antibodi IgM sebagai tanda adanya infeksi morbili akut.
Pemeriksaan Sitologi : ditemukan sel raksasa pada lapisan mukosa hidung dan pipi.
Page *
Menurut Alimul (2008), pengobatan morbili dilakukan untuk mengobati gejalanya karena penyebab morbili adalah virus.. Penatalaksaan pada kasus morbili yang dilalakukan untuk bersifat simtomatik, dengan pemberian antipiretik, antitusif, ekspektoran dan anti konvulsan bila diperlukan. Sedangkan pada morbili dengan penyulit pasien perlu dirawat inap. Penatalaksaan dapat dilakukan, berupa :
Page *
Pengobatan bersifat suportif, terdiri dari :
1. Pemberian cairan yang cukup
2. Kalori yang sesuai dan jenis makanan yang disesuaikan dengan tingkat kesadaran dan adanya komplikasi
3. Suplemen nutrisi
5. Anti konvulsi apabila terjadi kejang
6. Pemberian vitamin A.
Penatalaksanaan Terapeutik
Indikasi rawat inap : hiperpireksia (suhu > 390 C), dehidrasi, kejang, asupan oral sulit, atau adanya komplikasi.
Campak tanpa komplikasi :
1. Hindari penularan
3. Vitamin A
4. Diet makanan cukup cairan, kalori yang memadai. Jenis makanan disesuaikan dengan tingkat kesadaran pasien dan ada tidaknya komplikasi
Page *
Diagnosa
Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b.d adanya seceret.
Kerusakan integritas kulit b.d penurunan imunitas
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake tidak adekuat.
Page *
Perencanaan
Anak dapat mempertahankan integritas kulit
Anak menunjukkan tanda-tanda terpenuhinya kebutuhan nutrisi
Page *
Anjurkan orang tua untuk melengkapi imunisasi jika belum lengkap
Menekankan pentingnya kontrol ulang sesuai jadwal
Informasikan jika terjadi tanda tanda kekambuhan (demam, batuk)
Page *