askep dhf akper pemkab muna

Click here to load reader

Post on 11-Jul-2015

301 views

Category:

Devices & Hardware

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh 4 serotipe virus dengue (DEN-1, DEN-2, DEN- 3, DEN-4) dengan daya infeksi tinggi pada manusia. Menurut jumlah kasus DBD di wilayah Asia Tenggara, Indonesia mendapatkan peringkat kedua setelah Thailand. Dilaporkan sebanyak 58.301 kasus DBD terjadi di Indonesia sejak 1 Januari hingga 30 April 2004 dan 658 kematian, yang mencakup 30 provinsi dan terjadi kejadian luar biasa (KLB) pada 293 kota di 17 provinsi.1 Bebepapa penelitian lain menunjukkan kejadian DBD lebih banyak terjadi pada anak-anak yang lebih muda dari 15 tahun.2 Trombositopenia merupakan salah satu kriteria laboratorium non spesifik untuk menegakkan diagnosis DBD yang ditetapkan oleh WHO.3 Hasil penelitian Shah GS dkk4 tahun 2006 di Bangladesh, menunjukkan dari 100 penderita anak-anak yang positif infeksi dengue, 52 (61,7%) menunjukkan trombositopenia pada penderita DBD dan DSS (Dengue Syock Syndrome). Sedangkan penelitian Celia C Carlos dkk5 pada tahun 2005, anak-anak yang menderita infeksi dengue menunjukkan penurunan jumlah trombosit sekitar 113,8 58 (x103/_L) pada group demam dengue dan 58,5 84,1 (x103/_L) pada group DBD. Adanya trombositopenia pada hari ketiga atau keempat pada saat sakit akan mempermudah diagnosis DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola jumlah trombosit pada anak-anak yang menderita DBD berdasarkan petanda serologi IgG dan IgM.Menurut Dirjen P2PL, sejak Januari Oktober 2009, Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menelan 1.013 korban jiwa dari total penderita sebanyak 121.423 orang (CFR: 0,83). Jumlah ini meningkat dibandingkan periode tahun 2008 yaitu 953 orang meninggal dari 117.830 kasus (CFR: 0,81). Jangan tunggu jatuh banyak korban lagi, lakukan 3 M Plus secara bersama-sama. Dari kasus yang dilaporkan selama tahun 2009, tercatat 10 provinsi yang menunjukkan kasus terbanyak, yaitu Jawa Barat (29.334 kasus 244 meninggal), DKI Jakarta (26.326 kasus 33 meninggal), Jawa Timur (15.362 kasus 147 meninggal), Jawa Tengah (15.328 kasus, 202 meninggal), Kalimantan Barat (5.619 kasus, 114 meninggal), Bali (5.334 kasus, 8 meninggal), Banten (3.527 kasus, 50 meninggal), Kalimantan Timur (2.758 kasus, 34 meninggal), Sumatera Utara (2.299 kasus, 31 meninggal), dan Sulawesi Selatan (2.296 kasus, 20 meninggal), ujar Prof. Tjandra. Beberapa provinsi yang mengalami peningkatan kasus dibandingakan tahun 2008 adalah Jambi, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat dan Papua. Korban akibat DDB diperkirakan terus bertambah terutama pasca banjir, pergantian musim, dan pada waktu curah hujan jarang terjadi dimana banyak penampungan air seperti vas bunga, tendon air/ water toren, bak mandi, tempayan serta ban bekas, kaleng bekas, botol minuman bekas dan sebagainya yang dekat dengan lingkungan pemukiman penduduk tidak dibersihkan, sehingga menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti penular DBD. Nyamuk ini juga menularkan penyakit Chikungunya yang menyerang otot-otot dan menimbulkan nyeri berat. Menggigit pada siang hari dengan waku efektif 2 jam setelah matahari terbit (pukul 08.00 12.00 dan beberapa jam setelah matahari tenggelam (pukul 15.00 17.00). Setelah digigit nyamuk, antara 3 14 hari kemudian atau biasanya 4 7 hari akan menunjukkan gejala atau tanda-tanda DBD. Penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yaitu menggunakan obat nyamuk oles (repellent), menggunakan kelambu bila tidur siang, dan usir nyamuk dengan obat nyamuk bakar/ semprot baik di dalam maupun di luar rumah pada pagi dan sore hari.

Melihat semua kejadian yang disebabkan akibat penyakit demam berdarah dengue, maka semestinya di kalangan instansi pelayanan kesehatan baik puskesmas maupun Rumah Sakit diaharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan yang baik dalam manangani penderita penyakit tersebut agar memperkecil angka penderita penyakit ini. Oleh sebab itu keterampilan seorang tenaga kesehatan khususnya keperawatan sangat diharapkan dalam mejalankan asuhan keperawatan.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat diambil dalam penulisan makalah ini yaitu :1. Bagaimana konsep umum dari perjalanan penyakit demam berdarah dengue /DHF, mencakup defenisi, penyebab, gejala klinis, petofisiologi, pemeriksaan penunjang, pencegahan serta penanganan penyakit Dengue Hemoragik Fever (DHF)?2. Bagaimana konsep asuhan keperawatan yang diberikan oleh seorang perawata pada penderita penyakit demam bedarah dengue khususnya pada anak ?

C. TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah asuhan keperawatan ini yaitu unutk :

1. Mengetahui konsep umum dari perjalanan penyakit demam berdarah dengue /Dengue Hemoragik Fever (DHF), mencakup defenisi, penyebab, gejala klinis, petofisiologi, pemeriksaan penunjang, pencegahan serta penanganan penyakit DHF.2. Mengetahui konsep asuhan keperawatan yang diberikan oleh seorang perawat pada penderita penyakit demam bedarah dengue khususnya pada anak.

D. MANFAAT

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman pembaca khususnya mahasiswa keperawatan dalam memahami konsep umum serta konsep asuhan keperawatan yang diberikan pada penderita penyakit Dengue Hemoragik Fever (DHF) pada anak, yang diharapkan dapat menjadi acuan yang diterapkan pada pelayanan kesehatan nantinya.

BAB IIKONSEP MEDIS

A. PENGERTIAN

Dengue hemoragik fever (DHF) atau yang sering dikenal dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan Suatu penyakit infeksi akut terutama menyerang anak yang disebabkan oleh virus dengue dengan gejala utama demam dan manifestasi perdarahan pada kulit atau pun bagian tubuh lainnya yang bertendensi menimbulkan renjatan dan dapat berlanjut danagn kematian.Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (Christantie Efendy,1995 ).Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam. DHF sejenis virus yang tergolong arbo virus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (betina) (Seoparman, 1990).DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam. Biasanya dengan cepat menyebar secara efidemik. (Sir, Patrick manson, 2001).

B. ETIOLOGI a. Virus dengue sejenis arbovirus.b. Virus dengue tergolong dalam family Flavividae dan dikenal ada 4 serotif, Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke II, sedangkan dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif terhadap in aktivitas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu 70 oC.Keempat serotif tersebut telah di temukan pula di Indonesia dengan serotif ke 3 merupakan serotif yang paling banyak.

C. KLASIFIKASI DHF

a. Derajat I : Demam diseertai gejala klinis lain, tanpa perdarahan spontan. Uji torniquet (+), Trombositopenia, dan hemokonsentrasi.b. Derajat II : Derajat satu ditambah perdarahan spontan pada kulit dan /atau di tempat lain.c. Derajat III: Renjatan ( kegaaglan sirkulasi ) Yang ditandai dengan nadi cepat dan lambat, tekanan nadi menurun, ( < 20 mmHg ) atau hipotensi disertai kulit dingin, lembab, dan gelisah.d. Derajat IV : Renjatan dalam dengan nadi tak teraba dan terisi tak teratur.

D. MANIFESTASI KLINIS

Demam tinggi, mendadak terus-menerus selama 2-7 hari Manipestasi perdarahan baik melalui uji torniquet ( + ) maupun perdarahan spontan pada kulit ( peteki, ekimosis, Memar ) dan / atau di tempat lain seperti epistaksis, perdarahan gusi, hematemisis, perdarahan bawah kulit dan melena. Hepatomegali Renjatan yang ditandai nadi cepat dan lemah sdampai tak teraba, tekanan nadi menyempit ( < 20 mm Hg ) atau hipotensi ( < 80 mmHg ) sampai tak terukur disertai kulit dingin, lembab, dan kegelisahan. Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi. Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati. Sakit kepala. Pembengkakan sekitar mata. Pembesaran limpa, dan kelenjar getah bening.

E. KOMPLIKASIAdapun komplikasi dari penyakit demam berdarah diantaranya :a. Perdarahan luas.b. Shock atau renjatan.c. Effusi pleurad. Penurunan kesadarane. DHF mengakibatkan pendarahan pada semua organ tubuh, seperti pendarahan ginjal, otak, jantung, paru paru, limpa dan hati. Sehingga tubuh kehabisan darah dan cairan serta menyebabkan kematian.f. Ensepalopati.g. Gangguan kesadaran yang disertai kejang.h. Disorientasi, prognosa buruk.

F. PATOFISIOLOGI

Virus akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody dan terbentuklah kompleks virus-antibody. Dalam sirkulasi akan mengaktivasi system komplemen. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a,dua peptida yang berdaya untuk melepaskan histamine dan merupakan mediator kuat sebagai factormeningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu.Terjadinya trobositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagulasi (protombin dan fibrinogen) merupakan factor penyebab terjadinya perdarahan hebat , terutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF.Yang menentukan beratnya penyakit adalah meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah, menurunnya volume plasma, terjadinya hipotensi, trombositopenia dan diathesis hemorrhagic, renjatan terjadi secara akut.

Infeksi virus dengueViremia

Demam Sakit kepalaPembesaran kelenjar getah beningNyeri otot petekhieMual

Hiperimia Hepatomegali Infeksi virus dengueTrombositopneia