perikarditis akper pemkab muna

of 27 /27
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom). Jantung memiliki 3 lapisan yang menyeliputinya yaitu pericardium, endocardium, dan miokardium. Namun di ketiga lapisan tersebut dapat saja terjadi gangguan atau penyakit antara lainPerkarditis, Endokarditis, dan Miokarditis. Endokarditis merupakan penyakit oleh mikroorganisme pada endokard atau katup jantung nama lain endokarditis infektif adalah endokarditis bakterialis. Lesi yang khas pada endokarditis infektif adalah vegetasi pada katub tetapi lesi juga ditemukan pada endokard dan pembuluh darah besar endokarditis infektif biasanya terjadi pada jantung yang mengalami kerusakan. Endokarditis tidak hanya terdapat pada katub yang mengalami kerusakan akan tetapi pada katub yang sehat misalnya: endokarditis yanf terjadi pada penyalahgunaan narkotik intravena. Perjalanan penyakit bisa hiperakut, 1

Author: operator-warnet-vast-raha

Post on 24-Jul-2015

1.474 views

Category:

Documents


14 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangJantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).Jantung memiliki 3 lapisan yang menyeliputinya yaitu pericardium, endocardium, dan miokardium. Namun di ketiga lapisan tersebut dapat saja terjadi gangguan atau penyakit antara lainPerkarditis, Endokarditis, dan Miokarditis.Endokarditis merupakan penyakit oleh mikroorganisme pada endokard atau katup jantung nama lain endokarditis infektif adalah endokarditis bakterialis. Lesi yang khas pada endokarditis infektif adalah vegetasi pada katub tetapi lesi juga ditemukan pada endokard dan pembuluh darah besar endokarditis infektif biasanya terjadi pada jantung yang mengalami kerusakan.Endokarditis tidak hanya terdapat pada katub yang mengalami kerusakan akan tetapi pada katub yang sehat misalnya: endokarditis yanf terjadi pada penyalahgunaan narkotik intravena. Perjalanan penyakit bisa hiperakut, akut, sub akut, atau kronik bergantung pada virulensi mikroorganisme dan imunitas pasien.Pada perikarditis, ditemukan reaksi radang yang mengenai lapisan perikardium viseratis dan atau parietalis.ditemukan banyak penyebab tetapi yang paling sering ialah akut, perikarditis non spesifik (viral), infark miokard dan uremia.Untuk itu dalam makalah ini kelompok akan menjelaskan tentang Perikarditis, Endokarditis , dan Miokarditis beserta asuhan keperawatannya dan diharapkan bisa membantu mahasiswa, tenaga kesehatan dan masyarakat umum untuk lebih memahami tentang masalah Perikarditis, Endokarditis, dan Miokarditis tersebut.

B. Tujuan1. Tujuan UmumUntuk menyelesaikan tugas dari dosen pembimbing.2. Tujuan Khusus Mempelajari pengertian, penyebab, tanda dan gejala, patofisiologi, maupun komplikasi sampai cara pengobatan penyakit Perikarditis, endokarditis, Miokarditis. Mempelajari Asuhan keperawatan untuk pasien dengan diagnosis Perikarditis, endokarditis, Miokarditis. Memahami penanganan managemen medis Perikarditis, endokarditis, Miokarditis.

C. Rumusan MasalahAdapun masalah yang timbul dari pembuatan makalah ini yaitu 1. Apa pengertian, penyebab, tanda dan gejala, patofisiologi, maupun komplikasi sampai cara pengobatan penyakit Perikarditis, endokarditis, Miokarditis ?2. Bagaimana Asuhan keperawatan untuk pasien dengan diagnosis Perikarditis, endokarditis, dan Miokarditis ?3. Bagaiman penanganan managemen medis Perikarditis, endokarditis, Miokarditis ?

D. Metode PenulisanMetode penulisan makalah ini adalah tinjauan pustaka dengan mengambil literatur literatur atau teori teori melalui buku buku yang berkaitan dan informasi melalui layanan internet.

BAB IIPEMBAHASAN1) Penyakit PerikarditisA. Konsep Penyakita. DefinisiPerikarditis ialah peradangan pericardium viseralis dan parietalis dengan atau tanpa disertai timbulnya cairan dalam rongga perikard yang baik bersifat transudat atau eksudat maupun seraosanguinis atau purulen dan disebabkan oleh berbagai macam penyebab. (IKA FKUI, 2007)Perikarditis adalah peradangan pericardium parietal, pericardium visceral, atau keduanya. Perikarditis dibagi atas perikarditis akut, subakut, dan kronik. Perikarditis subakut dan kronik mempunyai etiologi, manifestasi klinis, pendekatan diagnostic, dan penatalaksanaan yang sama. (Arif, 2009)

b. EtiologiPenyebab yang paling sering ialah reuma, yang merupakan 55% dari seluruh kasus.Perikarditis purulenta/ septic (28%) disebabkan oleh kuman Staphylococcus aureus, Diplococcus pneumoniae, dan Streptococcus hemolyticus.Penyebab lainnya ialah tuberculosis, virus Coxsackie, rheumatoid, uremia, trauma dan idiopatik.Macam Klasifikasi PerikarditisKlasifikasi KlinisKlasifikasi Etiologis

Perikarditis akut ( 3 detik- Pengeluaran urine inadekuat- Penurunan TD- Aritmia (+)Kemampuan dilatasi jantung

Kontraktilitas ventrikel kiri

Curah jantungPenurunan curah jantung

DS: Pasien mengeluh lemah karena hipoksiaDO: Pasien terlihat lemah karena O2 jaringan menurun.Emboli dalam pembuluh darah

Obstruksi pembuluh darah

Aliran darah ke jaringan terganggu

Perubahanerfusi jaringanGangguan Perfusi Jaringan

Subyektif: pasien mengeluh badannya terasa lemahObyektif: klien tidak mampu bermobilisasi di tempat tidurPerfusi jaringan

Aliran darah tidak adekuat ke sistemik

Kelemahan fisikIntoleransi Aktifitas

Subyektif: -terjadi akulasi bakteriObyektif: klien terjadi akumulasi cairan di pericardiumkemampuan dilatasi jatung

akumulasi bakteri di perikardium

resiko tinggi infeksiResikotinggi infeksi

Prioritas Masalah1. Nyeri2. Penurunan curah jantung3. Gangguan perfusi jaringan4. Intoleransi aktivitas5. Risiko tinggi infeksi

b. Diagnosa Keperawatan1. Nyeri b.d efusi pericardium2. Penurunan Curah jantung b.d kompresi pericardial3. Gangguan perfusi jaringan perifer b.d curah jantung menurun4. Intoleransi Aktifitas b.d kelemahan dan keletihan fisik5. Resiko tinggi infeksi b.d akumulasi cairan di pericardium

c. Intervensi1. Nyeri b.d efusi di pericardiumTujuan: dalam 1x24 jam skala nyeri