akper pemkab muna

Click here to load reader

Post on 25-Jul-2015

133 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. AKPER PEMKAB MUNA SEMESTER IO LEH Ns. Wa Ode Fitri Ningsih, S.Kep 2. KEBUTUHAN ISTRAHAT & TIDUR 3. PENDAHULUAN Seringkali orang menyimpan & menghemat sejumlah energi untuk meningkatkan atau mempertahankan kesehatannya. Penghematan atau penyimpanan energi dilakukan dengan cara istrahat atau tidurPada umumnya orang yang menderita sakit membutuhkan lebih banyak istrahat & tidur 4. PENGERTIAN ISTRAHATistrahat dikonotasikan dengan status aktivitas tubuh dalam keadaan menurun. Istrahat digambarkan dengan keadaan tenang, rilex tanpa ada tekanan emosi & terbebas dari rasa takut atau cemas. Berdasarkan gambaran ini, maka istrahat tidak selalu dipersepsikan dengan keadaan tanpa aktivitas, karena kenyataannya orang yang melakukan aktivitas yang restfull, Contoh : rekreasi, menari dll, sebagai hasil dari istrahat adalah tubuh menjadi segar. 5. KARAKTERISTIK ISTRAHAT Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi Merasa diterima Mengetahui apa yang sedang terjadi Bebas dari gangguan ketidaknyamanan Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yang mempunyai tujuan Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan 6. KEBUTUHAN TIDUR Kebutuhan tidur manusia UmurTingkat perkembanganJumlah kebutuhan tidur0 1 bulanBayi baru lahir14-18 jam/hr1 18 bulanMasa bayi12-14 jam/hr18 bln-3 tahunMasa anak11-12 jam/hr3 6 tahunMasa prasekolah11 jam/hr6 12 tahunMasa sekolah10 jam/hr12-18 tahunMasa remaja8,5 jam/hr18-40 tahunMasa dewasa7-8 jam/hr40-60 tahunMasa mudah paru 7 jam/hr baya60 tahun keatasMasa dewasa tua6 jam/hr 7. PENGERTIAN TIDURMaslow (1970), tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Secara historis, tidur dikaitkan dengan status tidak sadar. Lalu definisi ini berkembang bahwa tidur sebagai keadaan seseorang yang sadar diikuti dengan penurunan persepsi &reaksi terhadap stimulus lingkungan. Haiter (1980) aktivitas fisik yang minimal, sadar, terjadi perubahan proses fisiologi tubuh & menurunnya respon terhadap stimulus eksternal. 8. FUNGSI TIDUR BIASANYA DIKAITKAN DENGAN ISTILAHPROTEKSI & YANG SERINGRESTORASI. DITEMUKANDALAM MASYARAKAT erything will look better after a good nights sleep.Hal ini didasari dengan : tidur mengembalikan kesegaran fisik, menurunkan stress & kecemasan serta mengembalikan kemampuan berkonsentrasi dalam menghadapi masalah & 9. FISIOLOGI TIDUR Pusat pengaturan siklus tidur secara alam berada pada batang otak yaitu sistem aktivasi retikular ( reticular Activatingsystem/RAS) & region sinkronisasi bulbaris ( bulbar synchronizing region/BSR) Formasi retikularis ini bergerak melalui medula obongata, pons, otak tengah ke hipotalamus.Selama tidur tubuh mengirimkan stimulus yang rendah baik dari kortex serebri maupun perifer & individu akan bangun jika stimulus-stimulus ini ditingkatkan RAS digambarkan dengan status tubuh yang sadar & menerima input sensorik seperti stimulus visual, pendengaran, nyeri & perabaan. Stimulus inilah yang mempertahankan seseorang tetap bangun & sadar. 10. Formasi retikular ini memungkinkan pengaturan aktivitas volunter & reflex Hipotalamus berfungsi sebagai pusat aktivasi involunter, salah satunya tidur & bangun. Kerusakan pada hipotalamus menyebabkan seseorang tidur dalam waktu yang abnormal Perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada waktu tidur adalah denyut nadi menurun, tekanan darah arteri menurun, dilatasi pembuluh dara perifer, kadang-kadang meningkatkan aktivitas traktus gastrointestinal, relaksasi otot skeletal & menurunkan kec. Metabolisme basalis sebanyak 10%-30%. 11. TAHAP TAHAP TIDUR1.Tidur gelombang lambat (slow wave sleep/ nonrapid eye movement (NREM)1.Tidur paradoks/ movement (REM)tidurrapideyeTahap ini telah diselidiki melalui alat : EEG, EOG (elektrookulografi), EMG (elektromiografi) 12. TAHAP NREM ADA 4 TAHAP Tahap I tahap ini adalah tahap transisi antara bangun & tidur dengan ciri rileks, masih sadardengan lingkungan, merasa mengantuk, bola mata bergerak dari samping kesamping, frekuensi nadi & napas sedikit menurun serta dapat bangun segera selama tahap ini berlangsung sekitar 5 menit. Tahap II merupakan tahap tidur ringan & proses tubuh terus menerus dgn ciri : mata pada umumnya menetap, denyut jantung & frek napas menurun, suhu menurun, metabolisme menurun serta berlangsung pendek & berakhir 10 15 menit. Tahap III merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi, frekuensi napas, &proses tubuh lainnya lambat, hal ini disebabkan oleh adanya dominaasi sistem saraf parasimpatis sehingga sulit untuk bangun. Tahap IV Merupakan tahap tidur dengan ciri : kec jantung & napas menurun, jarang bergerak, sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung menurun, & tonus otot menurun. 13. TAHAP REM Ciri tidur REM adalah sbb : 1.Biasanya disertai mimpi aktif2.Lebih sulit dbangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM3.Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukka inhibisi kuat proyeksi spinal atas sistem pengaktivasi retikularis4.Frek jantung & pernapasan menjadi tidak teratur5.Pada otot perifer, terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur6.Mata cepat tertutup & terbuka, nadi cepat & irreguler, TD meningkat, sekresi gaster meningkat & metabolisme meningkat.7.Tidur ini penting untuk keseimbangan mental, emosi, jg berperan dlm belajar, memori, & adaptasi. 14. SIKLUS TIDUR Siklus tidur yang normal terjadi jika individu melalui seluruh tahap NREM, lalu individu akan kembali ke tahap III & II sebelum individu masuk ke tahap I lalu bangun, individu tersebut akan masuk ke tahap REM.Setelah tahap REM individu akan meneruskan siklus tidurnya dengan masuk kembali ke tahap II dari NREM & selanjutnya. Jika individu bangun pada tahap kapanpun maka proses akan dimulai kembali dari NREM tahap I 15. Bangun Pratidur NREM INREM IINREM IIItidur REMNREM IINREM IIINREM IVBAGAN SIKLUS TIDUR 16. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR 1.Tingkat perkembangan, siklus tidur bangun bervariasi pada tiap tingkat usia2.Aktivitas fisik, kelelahan meningkatkan REM & NREM3.Stress psikologi, sakit & situasi yang menyebabkan stress psikologi cenderung mengganggu tidur baik kesulitan dalam memenuhi jumlah jam tidur yang dibutuhkan maupun menurunkan prosentase dari REM4.Motivasi, keputusan untuk tetap terjaga & sadar membantu seseorang untuk menghindari kantuk & tidur5.Diet , Asam amino L-tryptophan bereaksi memudahkan individu untuk tidur. Protein ini mencegah pengeluaran serotonin contoh: susu,Ice cream & keju. 17. 6.7. 8. 9. 10.11.12.Alkohol, pada jumlah yang sedikit dapat memudahkan orang untuk tidur, tapi dalam jumlah banyak dapat mengurangi lamanya REMdan fase delta. Kafein, bekerja dalam SSP,untuk kebanyakan orang kafein mempengaruhi kemudahan tidur seseorang. Rokok, nikotin merupakan stimulan yang membuat sesorang sulit tidur & mudah terbangun. Faktor lingkungan, kebanyakan orang lebih nyaman tidur dirumah sendiri. Gaya hidup, berbagai gaya hidup mempengaruhi tidur individu diantaranya pola kerja, aktivitas seharihari, lamanya waktu menonton TV. Kondisi fisik, keadaan sakit berpengaruh baik fisiologi maupun psikologis. Keadaan ini berpengaruh langsung pada tidur individu. Contoh : seseorang yang menderita ulkus peptikum biasanya bangun pada malam hari karena merasa nyeri. Hal ini terjadi karena sekresi gastrik meningkat pada waktu REM. Umumnya mereka memakan makanan untuk menetralisir asam lambung. Medikasi, banyak obat2an yang mempengaruhi tidur seseorang, umumnya gol barbiturat, amphetamin, antidepresan. 18. PENYAKIT-PENYAKIT YANG UMUM TERJADI Masalah tidur terbagi 2 yaitu : 1.2.Primer, jika gangguan tidur menjadi keluhan utama. Termasuk didalamnya yaitu : insomnia, hipersomnia, parasomnia, enuresis, mengigau, narkolepsi & sleep apnea. Sekunder, jika keluhan tidur terjadi karena penyakit klinik lainnya, Co : nyeri menyebabkan terjadinya sleep deprivasi. 19. PENGKAJIAN PERAWATANRiwayat perawatan mengenai istrahat & tidur harus bersifat komprehensif. Pengkajian meliputi pola tidur Bangun, efek tidur dalam melakukan fungsi sehari hari, hal - hal untuk dapat tidur nyenyak, masalah-masalah tidur yang dialami & faktor-faktor lain yang berkontribusi didlmnya. 20. PENGKAJIAN FISIK Untuk menilai kualitas tidur klien seperti letargi, lelah, lemah, pembengkak an pada palpebra, mata merah & berbicaradengan lemah. Perlu jg dicatat karakteristik tubuh yang mungkin meningkatkan masalah tidur seperti obesitas, deviasi septum nasal. snoring biasanya disebabkan oleh adanya obstruksi jalan udara antara hidung & mulut. 21. DIAGNOSA KEPERAWATAN Gangguan pola tidur dapat berupa insomnia, Hipersomnia, parasomnia , sleep deprivasi, dan perubahan pola tidur bangun. Masalah ini dapat disebabkan oleh keadaan tidak nyaman fisik : nyeri, emosional, stress & cemas perubahan kebiasaan atau lingkungan, gangguan irama sirkadian, latihan berlebihan sebelum tidur, efek obat (kafein, nikotin, alkohol. Ketergantungan obat) & gejala 22. Sebagai etiologi ggn pola tidur dapat menyebabkan masalah sbb: Cemas b/d sulit untuk tidur Intoleransi aktifitas b/d sleep deprivasi Koping tidak adekuat b/d insomnia ; insufisiensi kualitas & kuantitas tidur. potensial injuri b/d somnambulisme, narkolepsi kurang pengetahuan b/d miskonsepsi , keterbatasan kognitif. Cemas b/d enuresis noktural Potensial ggn proses berfikir b/d insomnia yg lama, sleep deprivasi. 23. PERENCANAAN Tidur & istrahat merupakan komponen hidup yang esensial, maka perencanaan asuhan keperawatan pada klien yang dirawat meliputi upaya-upaya yang mendorong klien memperoleh tidur & istrahat yang adekuat.Adapun tujuan dari rencana perawatan adalah : o Klien mampu mempertahankan pola tidur-bangun yang adekuat. oMendemonstrasikan prilaku perawatan diri meningkatkan keseimbangan istrahat & bekerja.yang 24. IMPLEMENTASI 1.Menyiapkan lingkungan yang rest full2.Memfasilitasi & meningk