ppok akper pemkab muna

Click here to load reader

Post on 03-Aug-2015

242 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. KATA PENGANTARSyukur Alhamdulillah ungkapan yang patutu dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, kasih sayang dan pertolongan Nya sehingga makalah yang berjudul ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PPOK ini dapat terselesaikan sebagaimana yang diharapkan.Shalawat dan Taslim kepada Rasulullah SAW, keluarga, dan pengikutnya hingga hari kiamat. Adalah penting bagi manasiswa memahami serta menginterprestaikan mengenai KMB mengenai Asuhan Keperawatan pada berbagai penyakit khuusnya Asuhan Keperawatan Pada Pasien PPOK.Oleh karena itu, penyusun merasa perlu penyajian makalah yang dapat mendukung salah satu indikator pembelajaran KMB. Dengan segala kerendahan hati, penyusun menyampaikan bahwa makalah ini masih banyak kekurang sehingga diperlukan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna penyempurnaan makalah ini.Namun terlepas dari kekurangan yang ada, semoga makalah ini dapatbermanfaat bagi para penggunanya Mahasiswa AKPER PEMKAB MUNA.Raha, Oktober 2011PenyusunDAFTAR ISI 2. KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI .. ii BAB I: PENDAHULUAN A. Latar belakang ..1B. Permasalahan ..1C. Tujuan . 1 D. Metode Penulisan. BAB II: TINJAUAN TEORITIS A.Pengertian ..2B. Anatomi & Fisiologi.. C. Etiologi...............................2D. Manifestasi Klinis. E. Patofisiologi. F. Komplikasi .............................................................................3G.Pemerikasaan Penunjang.. H.Penatalaksanaan Medis BAB III: KONSEP ASKEP PADA PASIEN PPOK A. Pengkajian .. B. Diagnosa C. Perencanaa. D. Implementasi & Evaluasi.BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran.. DAFTAR PUSTAKA 3. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronik yang progresif, artinya penyakit ini berlangsung seumur hidup dan semakin memburuk secara lambat dari tahun ke tahun.Dalam perjalanan penyakit ini terdapat fase-fase eksaserbasi akut. Berbagai faktor berperan pada perjalanan penyakit ini, antara lain faktor resiko yaitu faktor yang menimbulkan atau memperburuk penyakit seperti kebiasaan merokok, polusi udara, polusi lingkungan, infeksi, genetik dan perubahan cuaca. Derajat obtruksi saluran nafas yang terjadi, dan identifikasi komponen yang memugkinkan adanya reversibilitas. Tahap perjalanan penyakit dan penyakit lain diluar paru seperti sinusitis dan faringitis kronik. Yang pada akhirnya faktor-faktor tersebut membuat perburukan makin lebih cepat terjadi.Untuk melakukan penatalaksanaan PPOK perlu diperhatikan faktor-faktor tersebut, sehingga pengobatan PPOK menjadi lebih baik. Penyakit paru obstruksi kronik adalah klasifikasi luas dari gangguan yang mencakup bronkitis kronik, bronkiektasis, emfisema dan asma, yang merupakan kondisi ireversibel yang berkaitan dengan dispnea saat aktivitas dan penurunan aliran masuk dan keluar udara paru-paru. Penyakit paru obstruksi kronik adalah kelainan paru yang ditandai dengan gangguan fungsi paru berupa memanjangnya periode ekspirasi yang disebabkan oleh adanya penyempitan saluran napas dan tidak banyak mengalami perubahan dalam masa observasi beberapa waktu.B. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk memenuhi tugas kelompok dari dosen pembimbing. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui penyakit PPOK tersebut b. Untuk mengetahui etiologi, patofisiologi, tanda dan gejala, komplikasi, pemeriksaan penunjang serta penetalaksanaan medis dari penyakit PPOK 4. c. Untuk mengatahui cara penanganan penyakit tersebutC. Rumusan Masalah Masalah yang timbul dari pembuatan makalah ini adalah : 1. Apa devenisi dari penyakit PPOK ? 2. Apa etiologi, patofisiologi, tanda dan gejala, komplikasi, pemeriksaan penunjang serta penetalaksanaan medis dari penyakit PPOK ? 3. Bagaimana cara penanganan penyakit PPOK itu sendiri ?D. Metode Penulisan Metode penulisan makalah ini adalah tinjauan pustaka dengan mengambil literatur literatur atau teori teori melalui buku buku yang berkaitan dan informasi melalui layanan internet. 5. BAB II KONSEP PENYAKIT A. Pengertian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (COPD) atau PPOK merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran patofisiologi utamanya. . PPOK Merujuk pada sejumlah gangguan yang mempengaruhi pergerakan udara dari dan keluar Paru.Gangguan yang penting adalah Bronkhitis Obstruktif, Emphysema dan Asthma Bronkiale.(Black. J. M. & Matassarin,.E. J. 1993). Suatu kondisi dimana aliran udara pada paru tersumbat secara terus menerus. Proses penyakit ini adalah seringkali kombinasi dari 2 atau 3 kondisi berikut ini (Bronkhitis Obstruktif Kronis, Emphysema dan Asthma Bronkiale) dengan suatu penyebab primer dan yang lain adalah komplikasi dari penyakit primer.(Enggram, B. 1996).B. Etiologi Etiologi penyakit ini belum diketahui. Penyakit ini dikaitkan dengan faktor-faktor risiko yang terdapat pada penderita antara lain: 1. Merokok Hiperplasia kelenjar mucus bronkus Metaplasia skuamus epitel saluran pernapasan Inhibisi aktivitas sel rambut getar, makrofag alveolar, surfaktan 2. Polusi udara, zat-zat kimia antara lain : N2O, hidrokarbon, aldehid 3. Infeksi, bakteri terbanyak adalah haemophilus influenza dan streptococus pneumonia 6. 4. Umur 5. Defisiensi alfa-1 antitripsin 6. Defisiensi anti oksidan Pengaruh dari masing-masing faktor risiko terhadap terjadinya PPOK adalah saling memperkuat dan faktor merokok dianggap yang paling dominan.C. Patofisiologi Fungsi paru mengalami kemunduran dengan datangnya usia tua yang disebabkan elastisitas jaringan paru dan dinding dada makin berkurang. Dalam usia yang lebih lanjut, kekuatan kontraksi otot pernapasan dapat berkurang sehingga sulit bernapas. Fungsi paru-paru menentukan konsumsi oksigen seseorang, yakni jumlah oksigen yang diikat oleh darah dalam paru-paru untuk digunakan tubuh.Konsumsi oksigen sangat erat hubungannya dengan arus darah ke paru-paru.Berkurangnya fungsi paru-paru juga disebabkan oleh berkurangnya fungsi sistem respirasi seperti fungsi ventilasi paru. Faktor-faktor risiko tersebut diatas akan mendatangkan proses inflamasi bronkus dan juga menimbulkan kerusakan pada dinding bronkiolus terminalis. Akibat dari kerusakan akan terjadi obstruksi bronkus kecil (bronkiolus terminalis), yang mengalami penutupan atau obstruksi awal fase ekspirasi. Udara yang mudah masuk ke alveoli pada saat inspirasi, pada saat ekspirasi banyak terjebak dalam alveolus dan terjadilah penumpukan udara (air trapping). Hal inilah yang menyebabkan adanya keluhan sesak napas dengan segala akibatnya. Adanya obstruksi pada awal ekspirasi akan menimbulkan kesulitan ekspirasi dan menimbulkan pemanjangan fase ekspirasi. Fungsi-fungsi paru: ventilasi, distribusi gas, difusi gas, maupun perfusi darah akan mengalami gangguan (Brannon, et al, 1993).D. Klasifikasi 1. Bronkitis kronik Bronkitis merupakan definisi klinis batuk-batuk hampir setiap hari disertai pengeluaran dahak, sekurang-kuranganya 3 bulan dalam satu tahun dan terjadi paling sedikit selama 2 tahun berturut-turut. 7. 2. Emfisema paru Emfisema paru merupakan suatu definisi anatomik, yaitu suatu perubahan anatomik paru yang ditandai dengan melebarnya secara abnormal saluran udara bagian distal bronkus terminalis, yang disertai kerusakan dinding alveolus. a. Emfisema Centriolobular Merupakan tipe yang sering muncul, menghasilkan kerusakan bronchiolus, biasanya pada region paru atas. Inflamasi berkembang pada bronchiolus tetapi biasanya kantung alveolar tetap bersisa. b. Emfisema Panlobular (Panacinar) Merusak ruang udara pada seluruh asinus dan biasanya termasuk pada paru bagian bawah. Bentuk ini bersama disebut centriacinar emfisema, timbul sangat sering pada seorang perokok. c. Emfisema Paraseptal Merusak alveoli pada lobus bagian bawah yang mengakibatkan isolasi dari blebs sepanjang perifer paru. Paraseptal emfisema dipercaya sebagai sebab dari pneumothorax spontan. Panacinar timbul pada orang tua dan klien dengan defisiensi enzim alpha-antitripsin. Pada keadaan lanjut, terjadi peningkatan dyspnea dan infeksi pulmoner, seringkali timbul Cor Pulmonal (CHF bagian kanan) timbul.3. Astma Asma merupakan suatu penyakit yang dicirikan oleh hipersensitivitas cabang-cabang trakeobronkial terhadap pelbagai jenis rangsangan.Keadaan ini bermanifestasi sebagai penyempitan saluran-saluran napas secara periodic dan reversible akibat bronkospasme.E. Tanda & Gejala Tanda dan gejala akan mengarah pada dua tipe pokok: 1. Mempunyai gambaran klinik dominant kearah bronchitis kronis (blue bloater). 2. Mempunyai gambaran klinik kearah emfisema (pink puffers). Tanda dan gejalanya adalah sebagai berikut: a. Kelemahan badan 8. b. Batuk c. Sesak napas d. Sesak napas saat aktivitas dan napas berbunyi e. Mengi atau wheeze f. Ekspirasi yang memanjang g. Bentuk dada tong (Barrel Chest) pada penyakit lanjut h. Penggunaan otot bantu pernapasan i. Suara napas melemah j. Kadang ditemukan pernapasan paradoksal k. Edema kaki, asites dan jari tabuhF. Komplikasi 1. Hipoxemia Hipoxemia didefinisikan sebagai penurunan nilai PaO2 kurang dari 55 mmHg, dengan nilai saturasi Oksigen