tbc akper pemkab muna

Click here to load reader

Post on 10-Aug-2015

122 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. TUGAS : KMB II TBC OLEH KELOMPOK VII WA ODE GUSNAWATI KADIR WA ODE FANJA LILI TEHE WA ODE JALIA ROMIATUN KATA PENGANTAR
  2. 2. Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME, karena berkatnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah mikrobiologi yang berjudul PENEMUAN MIKROBIOLOGI . Dalam menyusun makalah ini kami dihadapkan dengan berbagai macam masalah dalam pemilihan buku-buku yang tepat sebagai referensi untuk pembuatan makalah kami ini. Kami sangat menyadari makalah yang kami buat ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami sebagai penyusun makalah ini sangat mengaharapkan kritik dan saran agar kekurangan yang ada pada makalah ini dapat kami perjelas. Akhir kata kami mengharapkan agar makalah yang kami buat ini setidaknya menjadi bagian dari sumber pengetahuan bagi para pembaca. Terima kasih. Penyusun Raha , Februari 2013 DAFTAR ISI
  3. 3. SAMPUL HALAMAN .................................................................................................. KATA PENGANTAR..................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang.................................................................................................... Tujuan.................................................................................................................. Rumusan Masalah.............................................................................................. BAB II PEMBAHASAN A. KONSEP PENYAKIT Defenisi TBC...................................................................................................... Etiologi TBC...................................................................................................... Dampak terhadapt tubuh.. Patofisiologi dan Penyimpangan KDM TBC.................................................. Tanda dan gejala...................................................... Prosedur diagnosik............................................. Penatalaksanaan Medik......................................................................................... Komplikasi............................................................................................................. B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN BAB III PENUTUP Kesimpulan............................................................................................................ Saran...................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN
  4. 4. A. Latar Belakang Tuberculosis merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Angka mortalitas dan mohibitasnya terus meningkat. TB sangat erat kaitannya dengan kemiskinan, malnitrisi, tempat kumuh, perumahan dibawah standard dan perawatan kesehatan yang tidak adekuat. Pada tahun 1952, diperkenalkan obat anti-tuberkulosis dan angka tuberculosis yang dilaporkan di amerika serikat menurun rata-rata 6% setiap tahun antara 1853 dan 1985. Saat itu diduga bahwa pada awal abad ke-21, TB di Amerika Serikat mungkin dapat disingkirkan. Namun, sejak 1985 tren-nya justru sebaliknya dan jumlah kasusnya meningkat. Perubahan ini telah ditunjang oleh beberapa factor, termasuk peningkatan imigrasi, epidemic HIV, strein TB yang resisten kesehatan masyarakat Amerika Serikat. B. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah; 1. Mengetahui apa sebenarnya penyakit TB Paru itu. 2. Mengetahui penyebab seseorang terinfeksi TB Paru. 3. Mengetahui proses terjadinya penyakit TB Paru. 4. Mengetahui pengobatan untuk TB Paru. C. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang ada dalam makalah ini adalah; 1. Apakah definisi dari penyakit TB Paru itu sendiri. 2. Apakah etiologi dari penyakit TB Paru itu. 3. Bagaimana patofisiologi TB Paru itu. 4. Bagaimanakah pengobatan dari penyakit TB Paru itu sendiri. 5. Bagaimanakah manifestasi klinik yang ada pada TB Paru.
  5. 5. BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Penyakit 1. Pengertian Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycrobakterium tuberculosis. Kuman batang aerobic dan tahan asam ini, dapat merupakan mikroorganisme pathogen maupun saprofit. Ada beberapa mikrobakteri pathogen, tapi hanya strain bovin dan manusia yang patogenik terhadap manusia. Basil tuberkel ini berukuran 0,3 x 2 sampai 4mm, ukuran ini lebih kecil dari sel darah merah. Tuberculosis adalah penyakit infeksius, yang terutama menyerang parenkim paru. Tuberculosis dapat juga ditularkan kedalam tubuh lainnya, termasuk meninges, ginjal, tulang dan nodus limfe. 2. Etiologi Tuberculosis ditularkan dari orang ke orang oleh transmisi melalui udara. Individu terinfeksi, melalui berbicara, batuk, bersin, tertawa atau menyanyi, melepaskan droplet besar (lebih besar dari 100) dan kecil (1 sampai 5). Droplet yangbesar menetap, sementara droplet yang kecil tertahan diudara dan terhirup oleh individu yang rentan. Individu yang beresiko tinggi untuk tertular tuberculosis adalah: Mereka yang kontak dekat dengan seseorang yang mempunyai TB aktif. Individu imunolosupresif (termasuk lansia, pasien dengan kanker, mereka yang dalam terapi kortokosteroid, atau mereka yang terinfeksi dengan HIV). Pengobatan obat-obat IV dan alkholik. Setiap individu tanpa perawatan kesehatan yang adekuat (tunawisma; tahanan; etnik dan ras minoritas, terutama anak-anak dibawah usia 15tahun dan dewasa muda antara yang berusia 15 sampai 44tahun). Setiap individu dengan gangguan medis yang sudah ada sebelumnya (mis., diabetes, gagal ginjal kronis, silikosis, penyampingan gizi, bypass gastrektomi atua yeyonoileal). Imigran dari Negara dengan insiden TB yang tinggi (asia tenggara, amerika, amerika latin, dan karibia).
  6. 6. Setiap individu yang tinggal diinstitusi (mis., fasilitas perawatan jangka panjang, institusi psikiatrik, penjara). Individu yang tinggal diperumahan substandard kumuh. Petugas kesehatan. Resiko tertular toberkulosis juga tergantung pada banyaknya organism yang terdapat diudara. Jika mengingat seseorang terhadap TB dua faktor resiko yang harus diperiksa: Resiko mendapatkan infeksi dan resiko berkembangnya penyakit. 3. Klasifikasi a. Pembagian secara patologis : Tuberkulosis primer ( Child hood tuberculosis ). Tuberkulosis post primer ( Adult tuberculosis ). b. Berdasarkan pemeriksaan dahak, TB Paru dibagi menjadi 2 yaitu : Tuberkulosis Paru BTA positif. Tuberkulosis Paru BTA negative c. Pembagian secara aktifitas radiologis : Tuberkulosis paru ( Koch pulmonal ) aktif. Tuberkulosis non aktif . Tuberkulosis quiesent ( batuk aktif yang mulai sembuh ). d. Pembagian secara radiologis ( Luas lesi ) Tuberculosis minimal, yaitu terdapatnya sebagian kecil infiltrat non kapitas pada satu paru maupun kedua paru, tapi jumlahnya tidak melebihi satu lobus paru. Moderateli advanced tuberculosis, yaitu, adanya kapitas dengan diameter tidak lebih dari 4 cm, jumlah infiltrat bayangan halus tidak lebih dari satu bagian paru. Bila bayangannya kasar tidak lebih dari satu pertiga bagian satu paru. For advanced tuberculosis, yaitu terdap
  7. 7. e. Berdasarkan aspek kesehatan masyarakat pada tahun 1974 American Thorasic Society memberikan klasifikasi baru: Karegori O, yaitu tidak pernah terpajan dan tidak terinfeksi, riwayat kontak tidak pernah, tes tuberculin negatif. Kategori I, yaitu terpajan tuberculosis tetapi tidak tebukti adanya infeksi, disini riwayat kontak positif, tes tuberkulin negatif. Kategori II, yaitu terinfeksi tuberculosis tapi tidak sakit. Kategori III, yaitu terinfeksi tuberculosis dan sakit. f. Berdasarkan terapi WHO membagi tuberculosis menjadi 4 kategori : Kategori I : ditujukan terhadap kasus baru dengan sputum positif dan kasus baru dengan batuk TB berat. Kategori II : ditujukan terhadap kasus kamb uh dan kasus gagal dengan sputum BTA positf. Kategori III : ditujukan terhadap kasus BTA negatif dengan kelainan paru yang tidak luas dan kasus TB ekstra paru selain dari yang disebut dalam kategori I. Kategori IV : ditujukan terhadap TB kronik. 4. Dampak Terhadap Berbagai Sistem Tubuh a. Bronkitis Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara keparu- paru. b. System pernafasan Sesak nafas yang ringan dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan c. System pencernaan Menganggu system pencernaan. 5. Patofisiologi dan Penyimpangan KDM
  8. 8. Individu rentan yang menghirup basil tuberculosis dan menjadi terinfeksi. Bakteri dipindahkan melalui jalan nafas alveoli, tempat dimana mereka terkumpul dan mulai untuk memperbanyak diri. Basil juga mulai dipindahakan melalui sistim limfe dan aliran darah kebagian tubuh lainnya (ginjal, tulang, korteks serebri), dan area paru lainnya (lobus atas). System imun tunbuh berespon dengan melakukanreaksi inflamasi. Fagosit (neutrofil dan makrofag) menelan banyak bakteri; limfosit spesifik-tuberkulosis melisis (menghancurkan) basil dan jaringan normal. Reaksi jaringan ini mengakibatkan penumpukan eksudat dalam alveoli, menyebabkan bronkopneumonia. Infeksi awal biasanya terjadi 2 sampai 10 minggu setelah pemajanan. Massa jaringan paru, uang disebut granulomas, yang merupakan gumpalan basil yang masih hidup dan yang sudah mati, dikelilingi oleh makrofag yang membentuk dinding protektif. Granulomas diubah menjadi massa jaringan fibrosa. Bagian sentral dari massa fibrosa ini disebut tuberkel Ghon. Bahan (bakteri dan makrofag) menjadi nekrotik, membentuk massa seperti keju. Massa ini dapat mengalami klasifikasi, membentuk skar kolagenosa. Bakteri menjadi dorman, tanpa perkembangan penyakit aktif. Setelah pemajanan dan infeksi awal, individu dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan respons system imun. Penyakit aktif dapat juga terjadi dengan infeksi ulang dan aktivasi bakteri dorman. Dalam kasus ini, tuberkel Ghon memecah, melepaskan bahan seperti keju kedalam bronki. Bakteri kemudian menjadi tersebar diudara, mengakibatkan penyebaran penyakit lebih jauh. Tuberk