dian akper pemkab muna

Click here to load reader

Post on 25-Jul-2015

1.331 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadiran Allah SWT, karena atas berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini yang berjudul HIPOTIROID Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan maupun isinya,oleh karena itu penulis mengharapkan adanya masukan,baik kritik maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis,dan pembaca pada umumnya,kiranya Allah SWT meridhoi segala aktifitas kita untuk keselamatan di dunia maupun di akhirat. Raha, September - 2012 penulis 2. 2 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR............................................................ DAFTAR ISI....................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.......... B. Tujuan ...................... C. Rumusan Masalah..................................................................................................... D. Manfaat Penulisan..................................................................................................... BAB II PEMBAHASAN A. Defenisi.............. ............................ B. Etiologi................................... C. Manifestasi Klinis........................ D. Patofisiologi......................................................................... E. Pemeriksaan Diagnosik............................................................................................... F. Komplikasi................................................................................................................... G. Penatalaksanaan Medik................................................................................................ H. Pemeriksaan Penunjang................................................................................................. BAB III KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan................................... B. Saran.......................................... DAFTAR PUSTAKA 3. 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tubuh kita terdiri dari sistem-sistem yang memiliki peran penting bagi tubuh. Salah satunya system endokrin. System ini meliputi system dalam tubuh manusia yang terdiri dari beberapa kelenjar penghasil hormone, disebut dengan system atau kelenjar endokrin.Kelenjar tiroid termasuk dalam system endokrin selain kelenjar hipofise, kelenjar paratiroid, kelenjar suprarenal, pulau langerhans, dan kelenjar kelamin. Kelenjar ini berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak di pangkal leher tepat di bawah jakun.Kelenjar tiroid merupakan pengendali utama metabolisme tubuh. Kelenjar ini bertugas menghasilkan, menyimpan, dan melepaskan hormone tiroid ke dalam peredaran darah. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jarinan agar optimal sehingga mereka berfungsi normal. Hormon tiroid merangsang konsumsi oksigen pada sebagian besar sel di tubuh , membantu mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat, dan penting untuk pertumbuhan dan pematangan normal. Kelenjar tiroid tidak esensial bagi kehidupan, tetapi ketiadaannya menyebabkan perlambatan perkembangan mental dan fisik, berkurangnya daya tahan terhadap dingin, serta pada anakanak timbul retardasi mental dan kecebolan. Sebaliknya, sekresi tiroid yang berlebihan menyebabkan badan menjadi kurus, gelisah, takikardia, tremor, dan kelebihan pembentukan panas. Fungsi tiroid diatur oleh hormone perangsang tiroid dari hipofisis anterior. Sebaliknya , sekresi hormone ini sebagian diatur oleh umpan balik inhibitorik langsung kadar hormontiroid yang tinggi pada hipofisis serta hipotalamus dan sebagian lagi melalui hipotalamus. Dengan cara ini, perubahan perubahan pada hipofisis serta hipotalamus dan sebagian lagi melalui hipotalamus. Dalam hal ini perawat dituntut untuk dapat profesional dalam menangani hal-hal yang terkait dengan hipotirod misalnya saja dalam memberikan asuhan keperawatan harus tepat dan cermat agar dapat meminimalkan komplikasi yang terjadi akibat hipotiroid. B. Tujuan 1. Mengidentifikasi definisi dari hipotiroid. 2. Mengidentifikasi etilogi hipotiroid. 3. Mengidentifikasi manifestasi klinis hipotiroid. 4. Menguraikan patofisiologi hipotiroid. 5. Mengidentifikasi penatalaksaan serta pencegahan pada hipotiroid. 6. Mengidentifikasi pengkajian pada klien dengan hipotiroid. 7. Mengidentifikasi diagnosa pada klien dengan hipotiroid. 8. Mengidentifikasi intervensi pada klien dengan hipotiroid. 4. 4 3. Rumusan Masalah 1) Apakah definisi dari hipotiroid? 2) Bagaimana etilogi dari hipotiroid? 3) Tanda dan Gejala dari hipotiroid? 4) Bagaimana Manifestasi Klinis pada hipotiroid? 5) Bagaimana patofisiologi pada hipotiroid? 6) Bagaimana penatalaksaan hipotiroid ? 7) Bagaimana pengkajian pada klien dengan hipotiroid diagnosa pada klien dengan hipotiroid? 8) Bagaimana intervensi pada klien dengan hipotiroid? 4. Manfaat Penulisan 1) Mahasiswa mampu untuk memahami dan menjelaskan pengertian, etiologi, klasifikasi,, patofisiologi, pemeriksaan diagnostik , penatalaksanaan. 2) Mahasiswa mampu membuat dan memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan Hipotiroid. 3) Mahasiswa mengetahui tentang penanganan Hipotiroid . 5. 5 BAB II TINJAUAN TEORITIS HIPOTIROID A. Defenisi Hipotiroid merujuk pada kondisi yang dikarakteristikakan oleh tak disekresikannya hormon-hormon tiroid. Ini dimanifestasikan dengan pelambatan semua fungsi tubuh dan mental secara umum (Barbara:568). Hipotiroid merupakan keadaan yang ditandai dengan terjadinya hipofungsi tiroid yang berjalan lambat dan diikuti oleh gejala-gejala kegagalan tiroid. Keadaan ini terjdai akibat kadar hormon tiroid dibawah nilai optimal (Brunner&Suddarth:1299). Hipotiroid adalah penurunan sekresi hormon kelenjar tiroid sebagai akibat kegagalan mekanisme kompensasi kelenjar tiroid dalam memenuhi kebutuhan jaringan tubuh akan hormon-hormon tiroid . (Hotma Rumahorbo S.kep,1999) Hipertiroidisme adalah suatu sindrome klinis akibat dari defisiensi hormon tiroid yang mengakibatkan fungsi metabolik. (Greenspan, 2000) Jadi secara umum hipotiroid adalah Merupakan keadaan yang ditandai dengan terjadinya hipofungsi tiroid yang berjalan lambat dan diikuti oleh gejala-gejala kegagalan tiroid. Keadaan ini terjadi akibat kadar hormone tiroid berada dibawah nilai optimal. Tipe Ada beberapa tipe hipotiroidime : a) Hipotiroid primer (tiroidal) ini mengacu kepada difungsi kelenjer tiroid itu sendiri. Lebih dari 95% penderita hipotiroidime mengalami hipotiroidime tipe ini. b) Hipotiroid sentral (hipotiroidime sekunder/pituitaria) Adalah disfungsi tiroide yang disebabkan oleh kelenjer hipofisis, hipolatamus, atau keduanya. c) Hipotiroid tertier (hipotalamus) Ditimbulkan oleh kelainan hipotalamus yang mengakibatkan sekresi TSH tidak adikuat aktibat penurunan stimulasi TRH. d) Kretinisme Adalah difisiensi tiroid yang diderita saat lahir. Pada keadaan ini, ibu mungkin juga menderita difisiensi tiroid. e) Miksedema Adalah penumpukan mukopolisakarida dalam jaringan supkutan dan intersisial lainnya. Meskipun meksedema terjadi pada hipotiroidime yang sudah berlangsung lama dan bera, istilah tersebut hanya dapat digunakan untuk menyatakan gejala ekstrim pada hipotiroidime yang berat (Brunner&Suddarth:1300). B. Etiologi. 6. 6 Penyebab hipotiroid yang paling sering ditemukan pada orang dewasa adalah tiroidsotoimun (tiroiditis hashimoto), dimana sistem imun menyerang kelenjer tiroid. Gejala hipertiroidime dan kemudian dapat diikuti oleh gejala hipotiroidime dan miksedema. Hipotiroidime juga sering terjadi pada pasien dengan riwayat hipertiroidime yang mengalami terapi radioiodium, pembedahan, atau preparat antitiroid. Kejadian ini paling sering ditemukan pada wanita lanjut usia. Terapi radiasi untuk penanganan kanker kepala dan leher kini semakin sering menjadi penyebab hipotiroid pada lansia laki-laki. Karena itu, pemeriksaan fungsi tiroid diajurkan bagi semua pasien yang menjalani terapi tersebut (Brunner&Suddarth:1300). Penyebab hipotiroidime yang lain : a) Tiroidtis limfositik kronik (tiroiditis hashimoto) b) Atrofi kelenjer tiroid yang menyertai proses penuaan c) Terapi untuk hipertiroidime: Lodium redioaktif Tiroidektomi d) Obat-obatan: Litium Senyawa iodium e) Radiasi pada kepala dan leher untuk penanganan kenker kepala dan leher, limfoma f) Penyakit infiltratif pada tiroid (amiloidosis,skleroderma) g) Defisiensi dan kelebihan iodium (Brunner&Suddarth:1300) C. Manifestasi Klinis Kardiovaskuler : a) Penurunan HR + penurunan SV = penurunan CO b) Kebutuhan oksigen miokardium menurun c) Peningkatan tahanan vaskuler perifer d) Hiperlipidemia e) Hiperkolestrolemia Hematologi : a) Anemia Pernapasan : a) Penurunan transportasi oksigen b) Hiperkapnea c) Kelemahan otot pernapasan d) Dyspnea 7. 7 Ginjal : a) Retensi cairan b) Penurunan output urine c) Hiponatremi dilusi d) Penurunan produksi eritropoetin Gasterointestinal : a) Penurunan peristaltik b) Anoreksia c) Peningkatan BB d) Konstipasi e) Penurunan metabolisme protein f) Peningkatan lipid serum g) Uptake glukosa lambat h) absorbsi glukosa lambat Muskuloskeletal : a) Nyeri yang berpindah-pindah b) Kejang otot c) Pergerakan lambat d) Peningkatan densitas tulang e) Penurunan pembentukan tulang Integumen : a) Kulit kering dan bersisik b) Rambut mudah dicabut c) Kuku kaku d) Edema periorbital e) Tidak tahan terhadap dingin Endokrine : a) Thyroid membesar atau normal Neurologi : a) Penurunan refleks tendon b) Fatigue c) Somnolen d) Bicara lambat e) Apati, depresi, paranoia f) Gangguan memori jangka pendek g) Letargi Reproduksi : a) Wanita : menorragia, anovulasi, mensturasi tidak teratur, penurunan libido b) Pria : penurunan libido, impoten. Lain-lain : 8. 8 a) mixedema. (Penurunan kecepatan metabolisme drastis, hipoventilasi yang menyebabkan asidosis respiratori, hipotermi, dan hipotensi) D. Patofisiologi Iodium merupakan semua bahan utama yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hormon tyroid. Bahan yang mengandung iodium diserap usus, masuk ke dalam sirkulasi darah dan ditangkap paling banyak oleh kelenjar tyroid. Dalam kelenjar, iodium dioksida menjadi bentuk yang aktif yang distimuler oleh Tiroid Stimulating Hormon kemudian disatukan menjadi molekul tiroksin yang terjadi pada fase sel koloid. Senyawa yang terbentuk dalam molekul diyodotironin membentuk tiroksin (T4) dan molekul yoditironin (T3). Tiroksin (T4) menunjukkan pengaturan umpan balik negatif dari sekresi Tiroid Stimulating Hormon dan bekerja langsung pada tirotropihypofisis, sedang tyrodotironin (T3) merupakan hormon metabolik tidak aktif. Beberapa obat dan keadaan dapat mempengaruhi sintesis, pelepasan dan metabolisme tyroid sekaligus menghambat sintesis tiroksin (T4) dan melalui rangsangan umpan balik negatif meningkatkan pelepasan TSH oleh kelenjar hypofisis. Keadaan ini menyebabkan pembesaran kelenjar tyroid.( Hotma Rumahorbo,1999) Patofisiologi hipotiroidisme brdasarkan atas masing-masing penyebab yang dapat menyebabkan hipotiroidisme, yaitu : a). Hipotiroidisme sentral (HS) Apabila gangguan faal tiroid terjadi karena adanya kegagalan hipofisis, maka disebut hipotiroidisme sekunder, sedangkan apabila kegagalan terletak di hipothalamus disebut hipotiroidisme tertier. 50% HS terjadi karena tumor hipofisis. Keluhan klinis tidak hanya karena desakan tumor, gangguan visus, sakit kepala, tetapi juga karena produksi hormon yang berlebih (ACTH penyakit Cushing, hormon pertumbuhan akromegali, prolaktin galaktorea pada wanita dan impotensi pada pria). Urutan kegagalan hormon akibat desakan tumor hipofisis lobus anterior adalah gonadotropin, ACTH, hormon hipofisis lain, dan TSH. b). Hipotiroidisme Primer (HP) Hipogenesis atau agenesis kelenjar tiroid. Hormon berkurang akibat anatomi kelenjar. Jarang ditemukan, tetapi merupakan etiologi terbanyak dari hipotiroidisme kongenital di negara barat. Umumnya ditemukan pada program skrining massal. Kerusakan tiroid dapat terjadi karena, : Operasi, Radiasi, Tiroiditis autoimun, Karsinoma, Tiroiditis subakut, Dishormogenesis, dan Atrofi Pasca operasi. Strumektomi dapat parsial (hemistrumektomi atau lebih kecil), subtotal atau total. Tanpa kelainan lain, strumektomi parsial jarang menyebabkan hipotiroidisme. Strumektomi 9. 9 subtotal M. Graves sering menjadi hipotiroidisme dan 40% mengalaminya dalam 10 tahun, baik karena jumlah jaringan dibuang tetapi juga akibat proses autoimun yang mendasarinya. Pasca radiasi. Pemberian RAI (Radioactive iodine) pada hipertiroidisme menyebabkan lebih dari 40-50% pasien menjadi hipotiroidisme dalam 10 tahun. Tetapi pemberian RAI pada nodus toksik hanya menyebabkan hipotiroidisme sebesar