mekanisme penyerapan di usus halus

Click here to load reader

Post on 30-Dec-2015

37 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Project group

Project group

Hari/Tanggal : Jumat, 14 Januari 2005

Anatomi dan Fisiologi

MEKANISME PENYERAPAN ZAT GIZI MAKRO

DI USUS HALUS

Oleh :

Kelompok VI

Farah Aziiza

(A54103009)

Nia Nuryani

(A54103032)

Enni Nuraieni

(A54103041)

Intan Diani F

(A54103058)

Kustiningrum

(A54103066)

Andhika Safaat

(A54103077)

Asisten dosen

Fithrahturrahmah (A05400060)

Dosen pembimbing

Dr. Clara M Kusharto, M,sc

DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2005

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat sehat kepada kita sehingga dapat menyelesaikan laporan project group anatomi dan fisiologi.

Laporan ini kami susun dengan tujuan memenuhi tugas mata kuliah anatomi dan fisiologi. Selain itu, sasaran kami dalam menyusun Project Group Mekanisme Penyerapan Zat Gizi Makro Di Usus Halus untuk mengembangkan pengetahuan para mahasiswa tentang hal tersebut. Dasar pemikiran dalam pemilihan judul ini adalah memperdalam pemahaman terhadap anatomi dan mekanisme yang terjadi di usus halus.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini belum sempurna sehingga saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Katrin Roosita selaku dosen pembimbing

2. Ibu Clara M. Kusharto selaku dosen pembimbing

3. Semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dalam penyusunan laporan ini.

Bogor, 14 Januari 2005

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantari

Daftar Isiii

Daftar Gambariii

Pendahuluan

Latar Belakang1

Tujuan2

Pembahasan

A. Anatomi Struktur dan Anatomi3

B. Mekanisme Penyerapan 7

C. Mekanisme Penyerapan Karbohidrat7

D. Mekanisme Penyerapan Protein10

E. Mekanisme Penyerapan Lipid 12

Kesimpulan17

Daftar Pustaka19

Lampiran20

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Organ Pencernaan3

Gambar 2. Duodenum4

Gambar 3. Mikrovilli5

Gambar 4. Lapisan Usus Halus6

Gambar 5. Mekanisme Penyerapan Karbohidrat8

Gambar 6. Mekanisme Penyerapan Protein11

Gambar 7. Mekanisme Penyerapan Lipid 114

Gambar 8. Mekanisme Penyerapan Lipid 215

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sistem pencernaan merupakan salah satu sistem yang sangat penting. Sistem pencernaan pada manusia melibatkan beberapa organ penting seperti mulut, esofagus, lambung, hati, pankreas, kandung empedu, usus halus, dan usus besar. Organ-organ tersebut memiliki peranan penting dalam mencerna berbagai zat dalam makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga dapat diabsorpsi oleh tubuh.

Dalam makalah ini, kami membahas tentang mekanisme penyerapan zat makanan dalam usus halus. Bagian terbesar dari pencernaan dan penyerapan terjadi di saluran panjang, yaitu usus halus. Usus halus memilki fungsi utama, yaitu mencerna makanan hingga tuntas lalu mengabsorpsinya. Usus halus dalam tubuh manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Zat-zat makanan yang telah dicerna sebelumnya dalam mulut oleh enzim amilase masuk ke esofagus dan didorong ke dalam lambung dengan gerakan peristaltik. Di dalam lambung, makanan dicerna kembali hingga terbentuk chyme. Kemudian chyme tersebut masuk ke dalam usus halus untuk dicerna lebih lanjut dan diserap oleh tubuh.

Pencernaan karbohidrat dalam usus halus dilakukan dengan memecah pati yang belum dicerna oleh amilase, sehingga sebelum masuk jejunum, pati hampir seluruhnya diubah menjadi maltosa dan isomaltosa. Usus halus juga menghidrolisis disakarida menjadi monosakarida yang dilakukan oleh enzim-enzim epitel usus halus, seperti enzim laktase, enzim sukrase, enzim maltase, dan enzim isomaltase. Sehingga hasil akhir pencernaan karbohidrat yang diabsorsi ke dalam darah semuanya berupa monosakarida.

Selain karbohidrat, dalam usus halus juga dilakukan pencernaan lemak dan protein. Tahap pertama proses pencernaan lemak dalam usus halus, yaitu emulsifikasi lemak oleh asam-asam empedu yang merupakan sekret hati yang tidak mengandung enzim pencernaan dengan memecah butir-butir lemak menjadi ukuran yang lebih kecil. Tahap selanjutnya, yaitu hidrolisis lemak oleh lipase pankreas dan lipase usus sehingga dihasilkan monogliserida, asam lemak, dan gliserol yang selanjutnya akan diabsorpsi oleh mukosa usus.

Protein dalam usus halus dalam bentuk dipeptida dihidrolisis oleh enzim peptidase dari sel-sel epitel usus halus menjadi berbagai dipeptida dan polipeptida kecil. Selanjutnya akan dihidrolisis kembali oleh enzim aminopolipeptidse dan dipeptidase menjadi asam amino. Proses selanjutnya yang terjadi dalam usus halus, yaitu penyerapan zat-zat dalam usus halus yang secara spesifik terjadi dalam vili dan tergantung pada difusi, difusi fasilitatif, osmosis, dan transport aktif. Sebagian besar zat-zat tersebut diserap dalam bentuk yang lebih sederhana.

Tujuan

a. Mahasiswa mengetahui anatomi dan fungsiologi dari usus halus

b. Mahasiswa mengetahui mekanisme penyerapan Karbohidrat di usus halus

c. Mahasiswa mengetahui mekanisme penyerapan protein di usus halus

d. Mahasiswa mengetahui mekanisme penyerapan lemak di usus halus

PEMBAHASAN

A. Struktur dan Anatomi

Usus halus adalah saluran yang memiliki panjang 6 m. Fungsi usus halus adalah mencerna dan mengabsorpsi chyme dari lambung.. Usus halus memanjang dari pyloric sphincter lambung sampai sphincter ileocaecal, tempat bersambung dengan usus besar (gambar 1). Usus halus terdiri atas tiga bagian , yaitu: duodenum, jejunum, ileum.

Gambar 1 Organ Pencernaan.

Sumber :http://www. Medicastore.com/cybermed/detail Duodenum, bagian terpendek (25cm), yang dimulai dari pyloric sphincter di perut sampai jejunum. Berbentuk sepatu kuda melengkung ke kiri, pada lengkungan ini terdapat pancreas dan duodenal papilla, tempat bermuaranya pancreas dan kantung empedu. Empedu berfungsi mengemulsikan lemak dengan bantuan lipase. Pankreas menghasilkan amilase yang berfungsi mencerna hidrat arang menjadi disakarida dan tripsin yang berfungsi mencerna protein menjadi asam amino/albumin dan polipeptida. Dinding usus halus mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar brunner yang berfungsi memproduksi getah intestinum.

Gambar 2. Duodenum

Sumber : http://liver_2.yahoo.com/ imgres?imgurl gif Jejunum memiliki panjang antara 1,5 m 1,75 m. Di dalam usus ini, makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Getah usus yang dihasilkan mengandung lendir dan berbagai macam enzim yang dapat memecah makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam jejunum, makanan menjadi bubur yang lumat yang encer.

Usus penyerapan (ileum), panjangnya antara 0,75m 3,5m terjadi penyerapan sarisari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot-jonjot usus/vili. Adanya jonjot usus mengakibatkan permukaan ileum menjadi semakin luas sehingga penyerapan makanan dapat berjalan dengan baik. Dinding jonjot usus halus tertutup sel epithelium yang berfungsi untuk menyerap zat hara. Terdapat sekitar 1000 mikrovili (gambar 3) dalam tiap sel. Dinding tersebut juga mengeluarkan mucus. Enzim pada mikrovili menghancurkan makanana menjadi partikel yang cukup kecil untuk diserap. Di dalam setiap jonjot terdapat pembuluh darah halus dan saluran limfa yang menyerap zat hara dari permukaan jonjot. Vena porta mengambil glukosa dan asam amino, sedangkan asam lemak dan gliserol masuk ke sel limfa.

Gambar 3. Mikrovilli

Sumber : http://humdigest_2. google.com/ imgres?imgurl gif Lapisan usus halus (gambar 4) terdiri atas 4 lapisan yang sama dengan lambung, yaitu :

1. Lapisan luar adalah membran selulosa, yaitu peritornium yang melapisi usus halus dengan erat.

2. Lapisan otot polos terdiri atas 2 lapisan serabut, lapisan luar yang memanjang (longitudinal) dan lapisan dalam yang melingkar (serabut sirkuler). Kontraksi otot polos dan bentuk peristaltic usus yang turut serta dalam proses pencernaan mekanis, pencampuran makanan dengan enzim-enzim pencernaan dan pergerakkan makanan sepanjang saluran pencernaan.. Diantara kedua lapisan serabut berotot terdapat pembuluh darah, pembuluh limfe, dan pleksus syaraf.

3. Submukosa terdiri dari jaringan ikat yang mengandung syaraf otonom, yaitu plexus of meissner yang mengatur kontraksi muskularis mukosa dan sekresi dari mukosa saluran pencernaan. Submukosa ini terdapat diantara otot sirkuler dan lapisan mukosa. Dinding submukosa terdiri atas jaringan alveolar dan berisi banyak pembuluh darah, sel limfe, kelenjar, dan pleksus syaraf yang disebut plexus of meissner. Pada duodenum terdapat kelenjar blunner yang berfungsi untuk melindungi lapisan duodenum dari pengaruh isi lambung yang asam. Sistem kerjanya adalah kelenjar blunner akan mengeluarkan sekret cairan kental alkali.

4. Mukosa dalam terdiri dari epitel selapis kolumner goblet yang mensekresi getah usus halus (intestinal juice). Intestinal juice merupakan kombinasi cairan yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar usus (glandula intestinalis) dari duodenum, jejunum, dan ileum. Produksinya dipengaruhi oleh hormon sekretin dan enterokrinin. Pada lapisan ini terdapat vili (gambar 3) yang merupakan tonjolan dari plica circularis (lipatan yang terjadi antara mukosa dengan submukosa). Lipatan ini menambah luasnya permukaan sekresi dan absorpsi serta memberi kesempatan lebih lama pada getah cerna untuk bekerja pada makanan. Lapisan mukosa berisi banyak lipatan Lieberkuhn yang bermuara di atas permukaan, di tengah-tengah vil

View more