obstruksi usus halus dan usus besar

Download obstruksi usus halus dan usus besar

Post on 05-Oct-2015

83 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah obstruksi usus halus dan usus besar

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Obstruksi usus atau sering disebut ileus obstruktif merupakan kegawatan dalam bedah abdomen yang sering dijumpai, merupakan 60-70% seluruh kasus akut abdomen yang bukan appendisitis akut. Di Indonesia, tercatat 7.059 kasus yang dirawat inap dan 7.024 kasus rawat jalan pada 2004, sedangkan di Amerika, diperkirakan sekitar 300-400 ribu kasus tercatat tiap tahunnya (Jeekel, 2003).Obstruksi ini dapat bersiat parsial atau komplet. Keparahannya tergantung pada daerah usus yang terkena, derajat dimana lumen tersumbat, dan khususnya derajat dimana sirkulasi darah dalam dinding usus terganggu. Jadi, obstruksi usus adalah penyumbatan yang terjadi pada usus dimana fungsi peristaltik usus normal namun isi usus tidak mampu untuk berjalan kedepan untuk menjalani proses sebagaimana fungsi normal usus.

Kebanyakan obstruksi usus (85%) terjadi dalam usus halus. Perlekatan paling umum menyebabkan obstruksi usus halus (insiden sebanyak 60%), diikuti dengan hernia dan neoplasma. Penyebab lain mencangkup intususepsi, vulvus (pemutaran usus), dan ileus paralitik. Dan diperkirakan 15% obstruksi usus terjadi di usus besar dan kebanyakan ditemukan di sigmoid. Penyebab paling umum adalah karsinoma, divertikulitis, gangguan usus inflamasi dan tumor ganas. (Brunner & Suddarth, 2001)

Usus halus yang mengalami strangulasi dapat menjadi nekrosis dan ganggrendalam waktu 6 jam. Sedangkan obstruksi usus besar bisa mengakibatkan kematian dan perforasi sekum.(Kahan & Ravers,2011)

Secara umum semakin tinggi tempat terjadinya penyumbatan, maka semakin parah gejala dan tanda-tandanyab. Pasien yang mengalami obstruksi usus menunjukan gejala seperti muntah-muntah, distensi abdomen, kolik abdomen, dan suara usus besar. Jadi secara tidak langsung penyakit ini mengganggu penyerapan nutrisi maupun cairan oleh intestinal sehingga mengganggu kenormalan dari salah satu proses sistem gastrointestinal.

Pemberian asuhan keperawatan yang tepat dan benar perlu dilakukan karena gejala-gejala yang muncul dapat mengganggu pasien untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. Sehingga perlu direncanakan asuhan keperawatan yang melibatkan pasien beserta keluarga supaya dapat meminimalisir gangguan yang timbul dan meningkatkan rasa nyaman serta kepercayaan diri dalam menghadapi penyakitnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana anatomi dan fisiologi usus halus dan usus besar?

2. Apakah definisi dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction?3. Apa etiologi dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction?4. Bagaimana patofisiologi dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction?5. Bagaimana manifestasi klinis dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction?6. Apa saja pemeriksaan diagnostik dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction?7. Bagaimana penatalaksanaan dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction?8. Apa saja komplikasi dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction?9. Apa saja prognosis dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction?10. Bagaimana asuhan keperawatan untuk small bowel obstruction dan large bowel obstruction?1.3 TUJUAN

1.3.1 Tujuan Umum

Menjelaskan tentang asuhan keperawatan pada gangguan lambung dan duodenum dalam intestinalobstruction.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui anatomi fisiologi usus halus dan usus besar

2. Untuk mengetahui anatomi fisiologi small bowel obstruction dan large bowel obstruction3. Untuk mengetahui etiologi dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction4. Untuk mengetahui patofisiologi dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction5. Untuk mengetahui manifestasi klinis small bowel obstruction dan large bowel obstruction6. Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostik small bowel obstruction dan large bowel obstruction7. Untuk mengetahui penatalaksanaan dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction8. Untuk mengetahui komplikasi dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction9. Untuk mengetahui prognosis dari small bowel obstruction dan large bowel obstruction10. Untuk mengetahui asuhan keperawatan untuk small bowel obstruction dan large bowel obstruction1.4 MANFAAT

Penulisan ini akan bermanfaat bagi mahasiswa yaitu:a. Mahasiswa mampu dan mengerti dan mengetahui tentang konsep teori small bowel obstruction dan large bowel obstruction.b. Mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan small bowel obstruction dan large bowel obstruction.BAB II

TINJAUAN PUSTAKA2.1 OBSTRUKSI USUS HALUS2.1.1 ANATOMI DAN FISIOLOGI

Usus halus adalah tabung yang panjangnya 2,5 m dalam keadaan hidup dan 6 m saat mati saat otot telah kehilangan tonusnya dan memanjang dari lambung sampai katub ileo-kolika, yaitu tempat bersambungnya dengan usus besar (Evelyn, 2008). Usus halus mempunyai diameter 2,5 cm yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum, jejunum, dan ileum (Perry & Potter, 2000).Dua fungsi utama dari usus halus adalah sebagai penyerapan nutrisi dari lumen usus dan menjaga keseimbangan antara penyerapan (yang diserap adalah protein, lemak, dan hidrat karbon) dan sekresi air dan elektrolit. Usus halus dibagi menjadi tiga bagian yaitu duodenum, jejunum, dan ileum (Evelyn, 2008).

Gb.1 Bagian-bagian dari usus halus1. DuodenumDuodenum adalah bagian pertama dari usus halus yang mempunyai panjang 25 cm, berbentuk seperti sepatu kuda, dan atasnya mengelilingi ujung pankreas. Saluran empedu memasuki dan saluran pankreas masuk ke dalam duodenum melewati lubang yang disebut ampula hepatopankreatika, atau ampula Vateri yang berjarak 10 cm dari pilorus. Duodenum merupakan bagian paling proksimal, paling lebar, paling pendek, dan paling sedikit pergerakannya dari bagian usus halus lainnya.

2. Jejunum

Jejunum menempati bagian yang terletak di sebelah atas. Warna lebih merah dan lebih banyak mengandung pembuluh darah, dinding lebih tebal dan diameter lebih besar, plica circularis kerkringi (katub besar yang ada di lumen usus) lebih besar dan jumlah lebih banyak, villi intestinales lebih besar dan jumlahnya lebih banyak. Percabangan pembuluh darah kurang kompleks. Keadaan tersebut tampak jelas perbedaannya apabila dibandingkan dengan jejunum bagian proximal dan ileum bagian distal, dimana di bagian tengah perbedaan itu kurang jelas.Mesenterium pada jejunum kelihatan lebih terang oleh karena jaringan lemak extraperitoneal hanya terbatas pada pangkal pembuluh-pembuluh darah, sedangkan pada ileum jaringan lemak tersebut mengikuti panjang pembuluh darah sampai pada dinding ileum. Kurang lebih 1 meter disebelah proximal dari ujung terminal ileum terdapat divertikulum Meckeli yang merupakan sisa dari ductus omphalomesentericus, (tabung panjang yang menghubungkan yolk sac dan lumen) mempunyai ukuran 5 cm. Permukaan dalam jejenum berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni berkurangnya kelenjar Brunner (kelenjar submukosa yang berada di usus 12 jari). Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan jejenum dan usus illeum secara makroskopis.3. Ileum

Ileum menempati bagian akhir dari bagian usus halus. Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, usus ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.Jejunum dan ileum menempati sebagian besar cavum abdominis, bahkan sampai ke dalam cavum pelvicum dan difiksasi oleh mesenterium (menghubungkan organ bersangkutan dengan dinding tubuh). Mesenterium berbentuk kipas dengan bagian yang terlebar di bagian tengah sebesar 20cm, melekat pada dinding dorsal abdomen dan tempat melekatnya disebut radix mesenterii. Panjang radix mesenteri kira-kira 15cm, terletak miring dari cranial kiri ke kaudal kanan, dimulai dari flexura duodeno jejenalis (setinggi corpus vertebra lumbalis II) sampai setinggi articulation sacroiliaca dextra. Oleh karena jejuno ileum bentuknya lebih panjang dari radix mesenteri , maka jejuno ileum terletak berkelok-kelok, sangat mobile dan mudah bergerak. Didalam mesenterium terdapat cabang-cabang dari arteri mesenterica superior, serabut saraf, limphonodus, pembuluh lymphe dan jaringan lemak. Radix mesenteri menyilang disebelah ventral pars horizontalis duodeni, corpus vertebra lumbalis III, dan ureter dextra.Pergerakan usus halus disebabkan oleh aktifitas 2 lapis otot polos yaitu lapisan otot polos longitudinal di bagian luar dan lapisan otot sirkuler di bagian dalam. Pergerakan usus halus berfungsi untuk mencampur makanan dengan enzim percernaan dan mendorong makanan ke arah kolon. Dibutuhkan waktu 3-5 jam agar makanan dari pylorus di ilokeal junction. Isinya yang cair digerakan oleh serangkaian gerakan peristaltik yang cepat, setiap gerakan memiliki waktu 1 detik dan diantara kontraksi terdapat masa relaksasai selama 2 detik. Ada juga 2 jenis gerakan lain yaitu:a. Gerakan segmental

Otot yang terutama berperan pada kontraksi untuk mencampur makanan adalah otot longitudinal. Bila bagian mengalami distensi oleh makanan, dinding usus halus akan berkontraksi secara lokal. Tiap kontraksi ini melibatkan segmen usus halus sekitar 1-4 cm, pada saat suatu segmen usus halus yang berkontraksi mengalami relaksasi, segmen lainnya segera berkontraksi, sehingga makanan bercampur dengan enzim pencernaan dan mengadakan hubungan dengan mukosa usus halus lalu terjadi absorsi. Kontraksi segmentasi berlangsung oleh karena adanya gelombang lambat yang merupakan basic electrical rhytm (BER) dari otot polos saluran cerna. Proses kontraks