gangguan usus halus

Download Gangguan Usus Halus

Post on 21-Dec-2015

19 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

blok 9

TRANSCRIPT

Gangguan Usus HalusMarcella AristaFakultas Kedokteran UKRIDAe-mail : Marcella.2013fk113@civitas.ukrida.ac.id

Abstrak: Tubuh kita memiliki banyak sistem yang menyokong kemampuan hidup kita. Salah satunya adalah sistem pencernaan, yang berfungsi menyerap nutrisi dari makanan. Nutrisi ini kemudian akan digunakan untuk menghasilkan energi untuk aktivitas sel. Untuk dapat menyerap nutrisi dari makanan, sebelumnya dibutuhkan penguraian molekul makanan oleh enzim-enzim dalam sistem pencernaan. Molekul makanan yang akan diserap berasal dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan elektrolit. Makanan yang tercemari dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan. Gangguan pencernaan tersebut dapat menggangu metabolisme, bahkan sampai kematian penderita. Kata kunci: Pencernaan, demam tifoid.

Abstract: Our body has many systems that support the ability of our lives. One is the digestive system, which serves to absorb nutrients from food. These nutrients will then be used to generate energy for cell activity. To be able to absorb nutrients from food, it is essential to decompose food molecules by enzymes in the digestive system. Molecules to be absorbed food come from carbohydrates, proteins, fats, vitamins, and electrolytes. If we eat contaminated foods, it can cause indigestion. It can interrupt metabolism even death. Keywords: Digestion, enteric fever.

PendahuluanSistem pencernaan tubuh merupakan serangkaian organ yang berfungsi untuk memindahkan nutrisi dari makanan ke dalam lingkungan internal tubuh. Caranya adalah dengan memecah molekul-molekul organik besar dari makanan menjadi molekul yang lebih kecil menaggunakan enzim. Molekul-molekul kecil ini baru kemudian diserap oleh tubuh untuk dilibatkan dalam proses menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Barulah energi ini digunakan oleh sel untuk berbagai aktivitas, antara lain berkontraksi, biosintesis, eksitasi impuls saraf, dan lainnya.Molekul makanan yang dapat diserap tubuh adalah molekul kecil berupa asam amino, monosakarida, monoasilgliserol, gliserol, asam lemak, vitamin, dan mineral. Dalam proses pencernaan, seperti yang telah disebutkan diatas, dibutuhkan bantuan enzim-enzim untuk memecah molekul makanan menjadi molekul yang lebih kecil. Penyerapan molekul kecil makanan tersebut terjadi di usus halus.

SkenarioSeorang perempuan berusia 22 tahun darang ke dokter dengan keluhan demam naik turun, demam terutama dirasakan pada sore hari. Selain itu ia juga merasa lemas dan mulut terasa pahit. Ia mempunyai kebiasaan makan / jajan dipinggir jalan. Dokter yang memeriksa mendiagnosis dirinya menderita demam thypoid. Sistem Pencernaan1Selain sistem respirasi, sistem kardiovaskular, di dalam tubuh manusia juga terdapat sistem pencernaan atau sering dikenal dengan istilah sistem digestive. Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan nutrien, air, dan elektrolit dari makanan yang kita telan ke dalam lingkungan internal tubuh. Makanan yang ditelan merupakan sumber energi yang digunakan sel untuk menghasilkan ATP. Nantinya, ATP tersebut akan digunakan untuk melaksanakan berbagai aktivitas yang memerlukan energi, seperti transpor aktif, kontraksi, sintesis dan sekresi. Selain sebagai sumber energi, makanan yang masuk ke dalam tubuh juga menjadi bahan baku untuk memperbaharui dan menambah jaringan tubuh.Makanan mula-mula harus dicerna atau diuraikan secara biokimiawi, dari molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil sederhana yang dapat diserap dari saluran cerna ke dalam sistem sirkulasi untuk didstribusikan ke sel-sel. Dalam keadaan normal, 95% dari makanan yang ditelan dapat digunakan oleh tubuh.Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan dan organ-organ pencernaan tambahan. Saluran pencernaan yang dimaksud terdiri dari mulut, faring, esophagus, gaster/lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Sementara itu organ-organ pencernaan tambahan meliputi lidah, gigi, kelenjar-kelenjar liur, pankreas, hati, dan kadung empedu.Garis besar pencernaan2

Pencernaan seperti dijelaskan diatas, berfungsi menguraikan molekul besar makanan menjadi molekul kecil, yang kemudian akan digunakan untuk menghasilkan energi. Proses ini melibatkan empat tahapan dasar, yang siklusnya dapat berlangsung selama satu hingga dua hari. Empat tahap ini adalah ingesti (masuknya makanan melalui mulut), digesti (penguraian dan pencernaan molekul makanan), absorpsi (penyerapan nutrisi), dan egesti (pengeluaran sisa makanan maupun yang tidak tercerna dalam bentuk feses).

Gambar 4. Garis Besar Saluran Pencernaan2

Abdomen 3,4

Abdomen merupakan daerah yang terletak pada bagian bawah batang tubuh, tepatnya dibawah diafragma. Rongga abdomen terbentang luas, yakni ke atas hingga batas rusuk (arcus costae), dan ke bawah hingga ke tulang panggul. Dalam rongga abdomen, terdapat organ-organ yang berperan dalam sistem pencernaan maupun urogenital, antara lain adalah lambung, usus, hati, pankreas, empedu, ginjal, pembuluh darah, saraf, serta pembuluh limfe.1

Gambar 1. Rongga Abdomen3

Gambar 2. Organ-organ yang Terletak Dalam Rongga Abdomen3Rongga abdomen dibagi menjadi 9 regio, yang dibagi oleh dua garis horizontal dan dua garis vertikal. Garis horizontal yang membagi abdomen terletak pada bidang transpylorica (melintang antara tepi caudal 2 cartilago costae ke IX di anterior, setinggi vertebra lumbal I di posterior) dan bidang transtubercularis (menghubungkan tuberculum iliaca dextra-sinistra, setinggi vertebra lumbal V). Sementara kedua garis vertical terletak masing-masing melalui linea medioclavicula kanan dan kiri. Sembilan region ini adalah:1. R. Hypochondrica (Dextra & Sinistra)2. R. Epigastrica3. R. Lumbalis (Dextra & Sinistra)4. R. Umbilicalis5. R. Inguinalis (Dextra & Sinistra)6. R. HypogastricaSaluran pencernaan Saluran pencernaan bermula dari mulut, yang berlanjut ke oesophagus (tenggorokan), masuk ke lambung, usus halus, usus besar, rectum, dan berakhir pada anus. Seluruhnya juga dibantu kelenjar-kelenjar pencernaan, seperti kelenjar ludah, empedu, dan pancreas. Mulut 5,6

Dimulai dari mulut, yang bermula dari rima oris dan berakhir pada isthmus faucium. Rongga mulut dibagi menjadi vestibulum oris dan cavum oris proprium. Vestibulum oris merupakan celah antara pipi dan bibir dengan gigi, sementara cavum oris proprium adalah rongga mulut yang sebenarnya. Cavum oris proprium dibatasi oleh gigi pada daerah depan dan samping, palatum durum dan palatum molle di atas, dasar rahang dan lidah di bawah, dan isthmus faucium pada bagian belakang.Seperti disebutkan diatas, pada cavum oris proprium terdapat lidah yang terletak di dasar mulut. Lidah adalah massa otot lurik yang ditutupi oleh membrana mucosa. Dua pertiga bagian anteriornya terletak di dalam mulut, dan sepertiga bagian posteriornya terletak di pharynx. Pada permukaan atas dua pertiga bagian anterior lidah terdapat 3 jenis papilla: papilla filiformis, papilla fungiformis, dan papilla vallata. Pada papilla-papilla ini terdapat kuncup kecap (taste bud) yang berfungsi untuk membantu kita merasakan makanan yang masuk.

Gambar 5. Cavum Oris 7

Orofaring dan oesophagus8,9

Setelah makanan ditelan, maka bolus makanan akan melewati orofaring dan oesophagus untuk dapat sampai ke lambung. Orofaring terletak di belakang cavum oris dan terbentang dari palatum molle sampai ke pinggir atas epiglottis. Atapnya dibentuk oleh isthmus pharyngeus dan bagian bawah palatum molle, dimana bisa ditemukan kumpulan jaringan limfoid. Terdapat pula dua massa jaringan limfoid (tonsila palatina) yang terletak pada dinding lateral orofaring, dalam fossa tonsilaris.Oesophagus adalah sebuah tabung otot sepanjang 25 cm, yang menyalurkan makanan dari faring ke lambung. Oesophagus membentang melewati rongga dada dan rongga perut, dimana sebagian besar terdapat pada rongga dada (oesophagus abdominal hanya sepanjang 1.5 cm). Oesophagus memasuki rongga abdomen melalui crus dextrum diafragma, yang terletak di sebelah kiri garis tengah tubuh setinggi vertebra T10. Oesophagus abdominal terletak di bagian supero-posterior dari hati, dan mengarah ke kiri untuk kemudian memasuki hati melewati incisura cardiaca.

Gambar 6. Oesophagus10Lambung8

Lambung (atau gaster) merupakan bagian saluran pencernaan yang melebar dan mempunyai tiga fungsi: menyimpan makanan, mencampur makanan dan mengatur kecepatan pengiriman chymus ke usus halus sehingga pencernaan dan absorpsi yang efisien dapat berlangsung. Gaster dibagi menjadi bagian-bagian berikut:1. FundusBerbentuk kubah, menonjol ke atas, biasanya terisi udara2. CorpusTerbentang dari ostium cardiacum hingga incisura angularis3. AnthrumTerbentang dari incisura angularis hingga pylorus4. PylorusBagian paling akhir lambung yang berbentuk tubular, dindingnya tebal dan membentuk musculus sphincter pylorus. Musculus sphincter pylorus mengatur kecepatan pengeluaran isi lambung ke duodenum

Intestinum tenue 8,11

dibagi atas tiga bagian, yakni duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan illeum (usus halus). Duodenum terletak setelah pylorus lambung dan menghubungkannya ke jejunum, dan merupakan bagian terpendek dari intestinum tenue. Duodenum dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir pada ligamentum Treitz. Organ ini tidak sepenuhnya terbungkus oleh selaput peritoneum, dan dapat ditemukan muara pankreas dan kantung empedu. Setelah chymus melewati duodenum, maka akan memasuki jejunum dan illeum yang memuliki panjang total 6 meter. Dari 6 meter tersebut, 2/5 bagian awalnya merupakan jejunum, baru kemudian ditemukan illeum yang akan memasuki colon. Jejunum dan illeum dapat dibedakan dengan melihat beberapa aspek:1. Lengkung-lengkung jejunum terletak pada bagian atas cavitas peritonealis di bawah sisi kiri mesocolon transversum; ileum terletak pada bagian bawah cavitas peritonealis dan di dalam pelvis.2. Jejunum lebih lebar, berdinding lebih tebal, dan lebih merah dibandingkan ileum. 3. Mesent