futures monthly may 2011

Download futures monthly May 2011

Post on 08-Mar-2016

225 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

investment guide magazine forex index commodity gold oil silver

TRANSCRIPT

  • FuturesMonthly 1

  • 2 FuturesMonthly

  • FuturesMonthly 1

    Pengantar RedaksiMasalah hutang, inflasi dan suku bunga masih menjadi tema utama di pasar keuangan. Tidak hanya berpacu dengan waktu dalam penanganan krisis hutang, pemerintah Eropa juga harus membagi perhatian terhadap tekanan inflasi. Sedangkan agensi Standard&Poors memberi informasi kurang sedap dengan merevisi prospek hutang jangka panjang Amerika Serikat (AS) dari stabil menjadi negatif. Prospek kenaikan suku bunga juga menjadi kendala tersendiri bagi mata uang negeri Paman Sam. Di tengah perkembangan ekonomi politik antar kawasan, banyak investor mulai mempertanyakan masa depan major currencies seperti EUR, GBP, JPY dan US Dollar sendiri. Kemudian bagaimana dengan emas, yang terus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah? Silakan simak artikel-artikel Futures Monthly edisi Mei 2011 agar pertanyaan-pertanyaan di atas bisa terjawab dengan lugas. What Inside ?

    Editor Focus _______________________04 Akankah Dollar AS Benar-Benar Rontok?

    Forex Market Outlook _______________07 Waspadai Puncak Harga Euro & Aussie!

    Stock Index Market Outlook __________11 Momentum Rebound Bursa Asia

    Gold Outlook ______________________16 Emas, Dimanakah Titik Puncaknya?

    Wawancara Exclusive _______________18 Profil Sukses Hengky Setiawan CEO Telesindo Shop

    Commodity Focus __________________21 Minyak Masih Akan di Kisaran Tinggi

    Multilateral Product _________________23 Sentimen Beragam Hadang CPO

    CFD Strategy ______________________25 Pasang Surut Bursa Wall Street

    Famous Person ____________________28 Thomas DeMark

    Highlight Indonesia _________________30 Rupiah Sulit Dibendung

    Trading Strategy ____________________32 Tiga Level Zig Zag Semafor Indikator

    Automated Trading _________________34 Mempelajari Intuisi Market

    Investment Clinic ___________________36 Exit Management

    Fundamental Analysis _______________38 Gross Domestic Product (GDP)-Bagian I

    Central Bank Interest Rate Outlook ____41

    Global Economic Calendar ___________42

    Mr. Smart Investment _______________44 S E T = Stop Loss, Entry, Target

    FUTURESMONTHLY 51th Edition May 2011

    DISCLAIMERIsi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi, Setiap transaksi yang dilakukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas suatu jenis kontrak perdagangan apapun berdasarkan isi dari artikel di majalah ini adalah atas pertimbangan dan keputusan pembuat transaksi

    Interview dengan CEO Telesindo ShopBanyak orang berpikir bahwa kesuksesan dapat di raih secara instan. Namun, Hengky Setiawan membuktikan bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Sang CEO raksasa ritel, Telesindo Shop, akan menceritakan bagaimana sebuah kesuksesan harus digapai dengan kerja keras. Futures Monthly juga mengupas keseharian dan hobi uniknya di waktu senggang.

    Beberapa artikel lain yang menarik untuk di simak antara lain:

    Highlight IndonesiaMata uang Rupiah makin perkasa dari hari ke hari. Namun apakah performa apik sepanjang 2011 masih terus berlanjut? Faktor apa saja yang akan mempengaruhi valuta domestik? Simak jawabannya dalam artikel ini.

    Investment ClinicDalam trading, kadang Kita dibingungkan oleh penentuan titik likuidasi posisi saat Kita sudah entry. Menentukan posisi exit secara akurat sangatlah penting karena pengaruhnya terhadap portofolio Kita sangat besar. Melalui artikel ini, Anda akan dipandu tentang bagaimana cara menentukan likuidasi yang benar dan dimana Anda harus menempatkan posisi cut loss berdasarkan aspek teknikal.

    Strategy TradingDiperlukan strategi yang matang untuk memenangkan sebuah pertempuran. Demikian pula dengan trading, tanpa perencanaan cermat, Anda akan kalah. Strategy Trading kali ini akan membantu Anda untuk menggunakan salah satu indikator menarik yaitu: Zig-Zag Semafor. Indikator ini bisa menjadi salah satu senjata handal dalam memenangkan pertempuran di lantai bursa.

  • 2 FuturesMonthly

    pohon untuk penghijauan kembali kawasan ini sangat perlu dilakukan. Jenis bibit tanaman yang akan di tanam adalah sengon, cengkeh, melinjo, dan nangka . Pilihan jenis tanaman tersebut berdasarkan survei atas permintaan dan kebutuhan masyarakat sekitar dan didukung oleh ahli pertanian setempat. Seperti sengon misalnya, merupakan jenis tanaman dimana bagian terpenting dan mempunyai nilai ekonomi tinggi adalah kayunya.Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari

    MONEX GO GREEN11.000 POHON

    11 TAHUN MONEX

    Memperingati ulang tahunnya yang ke 11 , Monex mengusung tema MONEX GO GREEN . Kali ini Monex ikut berpartisipasi dalam Go Green Yogyakarta , khususnya daerah yang terkena bencana sekitar Gunung Merapi dengan gerakan penanaman 11.000 bibit pohon yang rencananya akan dilakukan di Desa Kopeng , Kepuharjo , Sleman, Yogyakarta.

    Konsep acaranya sendiri terbagi menjadi 3 bagian. Diawali dengan simbolisasi penanaman bibit pohon yang akan dilakukan oleh Sri Sultan , Manajemen Monex , tamu undangan dan para sponsor acara serta didukung oleh 110 mahasiswa dari 11 Universitas dan warga

    setempat bersama Kepala Desanya. Kemudian akan dilanjutkan dengan acara pemberian sumbangan dan bantuan kepada warga dusun Kopeng sebanyak 147 Kepala Keluarga.

    Sengaja lokasi penanaman penghijauan kami memilih daerah sekitar Gunung Merapi , karena kawasan lereng Merapi di Sleman dulu terkenal hijau karena banyak ditumbuhi pepohonan. Namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena pohon-pohon tersebut sudah hangus meranggas akibat terkena awan panas. Sebagian besar pohon-pohon tersebut kini musnah diterjang awan panas erupsi Gunung Merapi, sehingga penanaman

    2 FuturesMonthly

  • FuturesMonthly 3

    udara bebas. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur. Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHUTBUN untuk menggalakkan Sengonisasi. Sedangkan tanaman cengkeh ,

    melinjo dan nangka adalah jenis tanaman yang dapat dibudidayakan oleh masyarakat setempat untuk peningkatan taraf hidup mereka. Direktur Utama Monex Investindo Futures , Samuel Semarun , mengatakan Monex sangat peduli dengan alam serta pentingnya mencintai lingkungan. Melalui Monex Go Green, kami ingin turut serta mengajak seluruh

    masyarakat untuk berperan serta mensukseskan Go Green , khususnya di Indonesia .

    Ayo lestarikan Bumi Indonesia . Sukseskan GO GREEN INDONESIA !!! Direksi Monex Investindo Futures

    Dari kiri kekanan :Direktur Kepatuhan - Ferhad Annas, Direktur Keuangan - Liu Lie Cu, Direktur Utama - Samuel Semarun,

    FuturesMonthly 3

  • 4 FuturesMonthly

    Editor FocusAriston TjendraHead of Research and Analysis Monex

    Pada grafik indeks dollar AS, nilai tukar USD terus meluncur ke bawah sejak awal Januari 2011. Level tertinggi tahun ini, 80.81, sudah tercapai pada 10 Januari 2011. Indeks tidak berhasil menyentuh level tersebut hingga sekarang. Bahkan indeks semakin tenggelam sampai level terendah tahun 2010 pada level 75.13 serta mendekati titik terbawah 2009 (73.67).Indeks dollar sendiri adalah suatu pengukuran nilai USD dibandingkan dengan sekelompok mata uang dunia. Ada enam mata uang yang dijadikan acuan bagi nilai tukar dollar AS. Euro memegang bobot tertinggi dengan 57,6%, disusul oleh yen Jepang dengan bobot sebesar 13,6%. Poundsterling memiliki bobot 11,9%, kemudian dollar Kanada (9,1%), krona Swedia (4,2%) dan franc Swiss (3,6%).

    Akankah Dollar AS

    Benar-Benar Rontok?

    4 FuturesMonthly

    Sejak awal tahun 2011, Kita melihat indeks dollar bergerak dalam tren penurunan. Kita juga menyaksikan mata uang yang menjadi lawan dari dollar AS terus merangkak naik. Tren serupa juga dialami oleh komoditi berdenominasi USD.

  • FuturesMonthly 5

    Editor Focus

    Pada Bulan November 2011, Bank Sentral AS, Federal Reserve, mengeluarkan kebijakan stimulus sebesar $600 miliar untuk membeli obligasi jangka panjang AS hingga bulan Juni 2011. Fed juga mengumumkan rencana tambahan investasi senilai $250-300 miliar dollar dalam bentuk obligasi. Kebijakan ini secara tidak langsung akan menambah jumlah uang yang beredar sehingga kurs dollar AS akan terdepresiasi dalam jangka menengah. Efek dari stimulus Fed berbuah pada kenaikan harga-harga barang di AS. Laporan indeks harga konsumen AS pada bulan April 2011 mengalami kenaikan 2,7%. Angka ini berada di atas target inflasi bank sentral, 2%. Di saat angka inflasi melebihi target, Federal Reserve seharusnya mengeluarkan langkah pengetatan

    moneter, seperti menaikkan suku bunga.

    Akan tetapi, Fed tidak mau mengubah kebijakannya. Dari serangkaian rapat, para anggota dewan gubernur Federal Reserve menganggap tingkat inflasi masih terlihat rendah dan wajar. Selain itu, level pengangguran masih tampak tinggi, meski angkanya sudah turun menjadi 8,8%. Para petinggi Fed masih akan memantau stabilitas pemulihan lapangan kerja dalam negeri. Keengganan bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter ini menekan nilai dollar.

    Kebijakan suku bunga sangat rendah AS berbanding terbalik dengan sikap pemerintah negara-negara emerging seperti Brazil, Rusia, India, China, Korea Selatan dan lain lain. Negara-negara maju seperti anggota zona Euro, Inggris serta Australia juga melihat kenaikan inflasi sebagai ancaman yang harus dibenahi. Beberapa di antara mereka bahkan sudah beberapa kali menaikkan suku

    bunga. Disparitas suku