majalah futures monthly februari 2013 edisi 71

Download Majalah Futures Monthly Februari 2013 Edisi 71

Post on 16-Mar-2016

215 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Majalah panduan investasi di bursa berjangka forex, harga emas, indeks saham, komoditi, monexnews, monex investindo futures

TRANSCRIPT

  • www.mifx.com

    Untuk Alamat Lengkap dapat dilihatpada website Monex :www.mifx.com

    Kantor Cabang Monex :Jakarta | Bogor | Bandung | Cirebon

    Purwokerto | Tegal | Yogyakarta | SoloSemarang | Surabaya | Denpasar | Pontianak

    Medan | Batam | Pekanbaru

    Dear Pembaca Futures Monthly,

    Berkaca pada perkembangan di pasar keuangan dalam satu bulan terakhir, investor mulai bersikap optimis di awal tahun 2013. Bursa saham Wall Street tampil menggembirakan berkat performa impresif saham-saham Dow Jones dan Standard and Poors 500. Stimulus ekonomi yang digelontorkan oleh pemerintah Amerika Serikat nyatanya berhasil memberi

    harapan baru kepada investor. Namun demikian, pemerintah masih harus berjuang untuk mempertahankan soliditas perekonomiannya di tengah bergulirnya masalah batas pagu pinjaman. Amerika perlu menaikkan batas pagu pinjaman untuk menghindarkan diri dari kondisi default atau gagal bayar. Sementara masalah fiscal cliff juga baru disepakati setengah hati karena finalisasi wacana pengetatan anggaran belum juga diambil.

    Terlepas dari apa yang sedang terjadi di negeri Paman Sam, benua Asia menjadi wilayah ekonomi yang menjadi pusat perhatian pelaku pasar akhir-akhir ini. Atensi besar diberikan kepada pemerintah Jepang, yang baru saja mengeluarkan stimulus dalam jumlah signifikanuntuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan iklim inflasi hingga 2%. Kebijakan tersebut menyeret pelemahan mata uang Yen sebanyak 11% dalam kurun waktu singkat sekaligus memberi keuntungan tersendiri bagi indeks Nikkei. Pelemahan nilai tukar domestik sukses mendongkrak harga saham eksportir Jepang dan menerbangkan Nikkei ke level tertinggi dalam 23 bulan terakhir.

    Kinerja Rupiah juga menarik untuk dicermati mengingat performanya saat ini cukup memprihatinkan. Rupiah terus melemah meski mata uang Asia lainnya sedang asyik menguat. Pelemahan ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap defisit neraca perdagangan Indonesia yang kurang stabil. Transaksi spekulasi NDF di luar negeri bahkan menyeret kurs Rupiah jauh lebih rendah terhadap Dollar, dibandingkan harga riil-nya di pasar. Ada kekhawatiran valuta Garuda bisa kembali menyentuh level psikologis 10.000 dalam waktu yang tidak lama lagi.

    Untuk mengetahui informasi secara lengkap tentang kilasan isu di atas, silakan baca artikelnya di Futures Monthly. Semoga bermanfaat dan dapat membantu keputusan investasi anda.

    Salam,

    Johannes GintingPemimpin Redaksi

    FUTURESMONTHLY 71st Edition February 2013

    Isi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi, Setiap transaksi yang dilakukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas suatu jenis kontrak perdagangan apapun

    berdasarkan isi dari artikel di majalah ini adalah atas pertimbangan dan keputusan pembuat transaksi.

    DISCLAIMER

    Futures Monthly adalah majalah edukasi yang membahas industri bursa berjangka. Media bulanan ini diterbitkan secara mandiri oleh Monex Investindo Futures yang mengulas

    perkembangan terkini pasar komoditi, indeks saham, valuta asing dan saham CFD serta

    artikel menarik lainnya disertai analisa yang tajam dan akurat.

    PEMIMPIN REDAKSIJohannes Ginting

    EDITORAriston Tjendra

    COPYWRITERDimas Reza

    KONTRIBUTORTim Research & Analyst

    Tim Education

    KOORD PROMOSIEvi Pane

    MEDIA RELASIOmegawati

    DESIGN GRAFISReza Agusta

    Pooja Bahirwani

    SEKRETARIAT REDAKSI & SIRKULASILanny BlankersSelviyani Putri

    ALAMAT REDAKSI Menara Ravindo, Lt.8, Jl. Kebon Sirih Kav.75

    Jakarta 10340, Phone : 021 - 315 0607

    EMAILfuturesmonthly@mifx.com

    TATA LETAKthinktank creative

    PercetakanTempPrint Jakarta

    PENDIRIMONEX INVESTINDO FUTURES

    PENASEHATSamuel Semarun

    PEMIMPIN UMUMFerhad Annas

    Pengantar Redaksi

  • What inside ?

    07

    Forex Market OutlookKebijakanBank SentralPerbaiki Risk Appetite

    18Exclusive InterviewJoe DiNapoliThe Godfatherof Fibonacci

    25 | CFD Strategy

    Laju Saham Makin Kencang

    11 | Stock Index Market Outlook

    RecoveryMode: ON

    15 | Liputan Khusus Monex M.A.DMonex M.A.D Peduli Banjir Jakarta

    16 | Gold Outlook

    Bullish NamunTerbatas

    23 | Multilateral Product

    Periode SulitKomoditi Minyak Sawit

    21 | Commodity Focus

    Performa HargaMulai Rapuh

    28 | Famous Person

    Michael SteinhardtThe Living Legend

    30 | Highlight Indonesia

    DibayangiLevel Keramat 10.000

    32 | Trading Strategy

    Berita ituMenggerakkan Pasar

    36 | Investment Clinic

    Lebih Fokus padaRisiko dan Modal

    34 | Automated Trading

    Robot Hedging untuk PeriodeKetidakpastian Ekonomi

    38 | Fundamental Analysis

    Fundamental Ekonomi Update 2013Bagian 1

    44 | Mr. Investment

    M.A.D = Make A Different

    NIKKEI40 | Trading Rule

    41 | Central Bank Interest Outlook

    42 | Global Economic Calendar

    04Editor FocusDrama Fiskal AS Berlanjut

  • 6 l Futures Monthly www.mifx.com

    EDITOR FOCUSFutures Monthly Edisi February 2013

    Ariston Tjendra - Head of Research and Analysis Monex

    Sebelumnya, kecemasan pasar terkait isu fiscal cliff tampak pada pergerakan Dollar AS yang terus melemah. Sementara tingkat imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun naik, seperti terlihat pada grafik 1 dan 2 di bawah. Pada grafik 1, terlihat indeks dollar mulai melemah sejak permasalahan fiscal cliff mengemuka pada pertengahan November 2012 hingga tercapainya keputusan di 1 Januari 2013. Sebaliknya pada grafik 2, terlihat tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran pelaku pasar keuangan terhadap instrumen berdenominasi dollar. Dan setelah

    Awal tahun 2013 lalu, sentimen positif masuk ke pasar keuangan dunia. Ditandai dengan dicapainya kesepakatan fiscal cliff di Amerika Serikat (AS) antara Partai Demokrat dan Republik. Dollar AS pun kembali menguat. Sentimen positif lainnya dimunculkan oleh pemerintah Jepang, yang baru saja menggelontorkan stimulus besar-besaran, baik dari sisi fiskal maupun moneter, untuk memulihkan perekonomiannya dari tekanan apresiasi Yen. Krisis hutang Eropa yang mereda sepanjang akhir 2012 hingga Januari 2013 juga memberi dukungan bagi penguatan instrumen-instrumen berisiko di pasar keuangan.

    Drama Fiskal AS Berlanjut

    Grafik 1. Indeks Dollar AS

    Sumber: Bloomberg.com

    negosiasi fiscal cliff disepakati, Dollar AS mulai menguat dan yield obligasi 10 tahun turun kembali.

    Namun seperti yang kita ketahui, negosiasi fiscal cliff ini belum tuntas sepenuhnya. Masih ada masalah pemangkasan anggaran yang belum dibahas. AS juga memiliki masalah pelik soal batas atas hutang, yang harus segera dinaikkan karena hutang AS saat ini sudah melebihi batas atas yang ditentukan sebelumnya yaitu $16,4 triliun. Kekhawatiran akan alotnya kesepakatan untuk menaikkan batas atas hutang membuat Dollar kembali melemah dan yield obligasi AS tenor 10 tahun menguat.

  • www.mifx.com Futures Monthly l 7

    71st EditionEDITOR FOCUS - February 2013Futures monthly edisi February 2013

    Ariston Tjendra - Head of Research and Analyst Monex

    Kenaikan batas hutang diperlukan agar pemerintah AS bisa membiayai kembali hutang-hutangnya, membayar gaji pegawai pemerintah dan angkatan bersenjata serta membayar jaminan sosial dan tagihan lainnya. Bayangkan bila AS gagal bayar, maka kepercayaan dunia internasional terhadap negara ini akan jatuh. Peringkat hutangnya bisa diturunkan, Dollar bisa melemah tajam, tingkat imbal hasil obligasi bisa meroket dan bursa sahamnya kemungkinan mengalami crash.

    Menjelang akhir Januari lalu, Kongres menunda diberlakukannya batas atas hutang untuk sementara dan memberikan keleluasaan kepada pemerintah untuk meminjam uang untuk membayar tagihan-tagihan hingga untuk berhutang hingga 19 Mei 2013. Sesuai dengan Undang-undang di AS, pemerintah memang memerlukan izin atau otorisasi dari kongres untuk meminjam uang yang diperlukan untuk membiayai program-program yang telah disetujui pihak kongres. Penundaan batas atas hutang sementara ini tentunya memberi kelegaan ke pasar yang artinya pemerintah akan terhindar dari status default untuk 3 bulan ke depan.

    Dalam sejarahnya, batas atas hutang diperkenalkan saat Perang Dunia I. Ketika itu, pembatasan hutang dimaksudkan agar pemerintah tidak perlu meminta persetujuan kongres setiap kali diharuskan berhutang. Jadi pemerintah bisa menerbitkan surat hutang tanpa seizin kongres selama total hutang masih di bawah ambang batas atas. Batas atas hutang ini menjadi isu yang hangat karena dalam kenyataannya sekarang hutang pemerintah AS terus bertambah dan menyentuh

    batas atas. Padahal pemerintah masih memerlukan dana untuk membiayai program-programnya di masa depan. Hal inilah yang memaksa pemerintah untuk meminta persetujuan kongres supaya menaikkan batas atas hutangnya. Total hutang AS terus naik dari tahun ke tahun hingga menyentuh batas atas hutang sebesar $16,4 triliun dollar di 2012 (lihat grafik 3).

    Namun demikian, permasalahan fiskal AS tidak berhenti sampai di sana. Sebulan ke depan, pemerintah bakal menghadapi pemangkasan anggaran secara otomatis sebesar 1,2 triliun dollar AS dan terancam mengalami penghentian operasional bila Undang-undang belanja pemerintah tidak disahkan sehingga negosiasi anggaran belanja kemungkinan akan berlangsung di bulan ini. Berikut ini adalah timeline masalah fiskal AS hingga Mei 2013:

    House of Representatif meloloskan Undang-undang untuk menaikan batas atas hutang AS dalam 3 bulan hingga 19 Mei 2013 pada 23 Januari 2013.

    Sumber: Bloomberg.com

    Grafik 2. Tingkat Imbal Hasil Obligasi AS Tenor 10 Tahun

    Sumber: Wikipedia.org

    Grafik 3. Total Hutang Nasional AS

  • 8 l Futures