futures monthly june 2011

Download Futures Monthly June 2011

Post on 21-Mar-2016

225 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

majalah panduan investasi bulanan forex stock index commodity gold oil

TRANSCRIPT

  • FuturesMonthly 1

    Selviyani Putri

  • 4 FuturesMonthly

    Memperingati ulang tahunnya yang ke-11, Monex mengusung tema MONEX GO GREEN. Kali ini Monex ikut berpartisipasi dalam Go Green Yogyakarta, khususnya daerah yang terkena bencana sekitar Gunung Merapi dengan gerakan penanaman 11.000 bibit pohon yang pelaksanaannya telah kami laksanakan pada 7 Mei 2011 dan dilakukan di Desa Kopeng, Kepuharjo, Sleman, Yogyakarta. Sengaja lokasi penanaman penghijauan kami memilih daerah sekitar Gunung Merapi, karena kawasan lereng Merapi di Sleman dulu terkenal hijau karena banyak ditumbuhi pepohonan. Namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena pohon-pohon tersebut sudah hangus meranggas akibat terkena awan panas.

    11 RIBU TUNAS UNTUK MERAPI11 TAHUN MONEX

    4 FuturesMonthly

  • FuturesMonthly 5

    Ppohon untuk Merapi tahap I sudah selesai dilaksanakan. Acara yang didukung oleh banyak pihak, seperti, TiPhone, The Art of Living, YouC-1000, Restoran Taman Pringsewu, Nasmoco, 110 mahasiswa dari 11 Universitas di Jogjakarta, media partner

    Yogyakarta, Jogja TV, Solo Pos, dsb. Para tamu undangan yang hadir anatara lain , Lurah, Camat dan Kapolsek Cangkringan, perwakilan dari Kantor Gubernur Jogja, beserta Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, yang dalam hal ini mewakili sang ayah,

    Semarak kemeriahan penanaman ini bertambah saat diadakannya fun kuis khusus bagi tamu undangan, yang berhadiah 5 buah handphone dari TiPhone dan acara

    tarian daerah beserta acara wayang golek yang dimainkan oleh pasukan pengawal dari kepolisian dengan sangat spontan, menjadikannya satu gegap gempita tersendiri.

    Acara simbolisasi penanaman bibit ini diawali oleh pelepasan 11 burung merpati yang dilakukan oleh jajaran Direksi Monex, yang terdiri dari CEO, Dirut, VP, BM cabang Yogya, Solo & Semarang, beserta dengan beberapa tamu undangan, seperti Gusti Pembayun, sampai Rektor dari Universitas Janabadra. Sedangkan untuk bibit yang ditanam meliputi 4 macam, yaitu bibit sengon, bibit cengkeh, bibit melinjo, dan bibit nangka. Disamping itu, juga

    diberikan bantuan secara langsung yaitu berupa paket sembako kepada 165 kk yang tinggal disekitar lokasi penanaman dan sebuah genset yang akan digunakan sebagai pelengkap untuk kebutuhan desa.Penanaman tahap selanjutnya akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali, penanaman tahap II akan dilakukan pada tanggal 22 Mei 2011, tahap III pada tanggal 5 Juni 2011 sedangkan tahap IV atau tahap terakhir akan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2011. Sehingga total bibit yang ditanam akan menjadi 11.000 bibit pohon, sesuai dengan umur Monex yang sudah menginjak ke-11. Dan

    diharapkan dari penanaman ini, warga sekitar Merapi yang kemarin terkena dampak bencana akan sedikit terbantu dan secara tidak langsung mendapatkan support moral. Sehingga mereka akan lebih bersemangat lagi dalam menata kehidupan mereka, setelah bencana.

    Bapak Ram Manwani selaku CEO Monex mengatakan , Komitmen menyisihkan Rp. 1000 rupiah dari setiap transaksi yang dilakukan nasabah membuat trading menjadi lebih bermakna dan sifatnya mulia. Kemudian, 11.000 tunas untuk merapi merupakan salah satu dari beberapa komitmen tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat.

    Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dalam sambutannya mengatakan, Semoga Monex tetap melaksanakan Program Monex Go Green tahun depan dan akan diteruskan secara kontinyu.

    FuturesMonthly 5

  • 6 FuturesMonthly

    Pelepasan Merpati Dari Kiri Ke KananSamuel Semarun,Ram T. Manwani, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun.

  • FuturesMonthly 7

    Editor FocusAriston TjendraHead of Research and Analysis Monex

    Beberapa minggu belakangan, dollar AS rebound terhadap seluruh mata uang dunia. Indeks USD berhasil kembali ke kisaran 75 setelah sebelumnya sempat anjlok ke level 72.20. Salah satu faktor pendukungnya adalah asumsi kebijakan moneter Fed yang lebih hawkish atau agresif dibanding kebijakan terdahulu. Di samping itu, masih ada beberapa alasan lain seperti isu restrukturisasi hutang dan penurunan peringkat hutang Yunani, yang melemahkan nilai tukar euro, tren penurunan pada proyeksi ekonomi bank sentral Jepang pasca bencana serta pernyataan beberapa anggota dewan kebijakan bank sentral Inggris yang kurang hawkish dalam menyikapi kebijakan moneternya.Hasil notulen rapat kebijakan FOMC bulan April menunjukkan bahwa sebagian anggota hanya akan

    Kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat

    (AS), Federal Reserve, sangat menarik perhatian

    pelaku pasar keuangan dunia. Terlebih pada

    Bulan Juni ini, Fed akan mengakhiri pelonggaran

    kuantitatif kedua atau yang dikenal dengan QE II (quantitative easing II). Publik ingin mengetahui

    apa kebijakan Fed selanjutnya. Apakah akan

    ada QE III? Mungkinkah sinyal kenaikan suku bunga dalam waktu

    dekat segera terlihat?

    mendukung program pembelian aset berikutnya, seperti QE III, jika ada perubahan (ke arah negatif) yang signifikan pada gambaran ekonomi AS. Beberapa anggota juga berpendapat bahwa tingkat inflasi dan kondisi ekonomi aktual akan mendukung strategi exit stimulus tahun ini. Dengan catatan, penjualan surat berharga hanya dilakukan secara bertahap setelah kenaikan tingkat suku bunga pertama jangka pendek oleh the Fed. Namun sebagian anggota yakin bila Fed keluar dari stimulus terlalu cepat, maka akan mengakibatkan terganggunya pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.Seperti yang kita ketahui, Federal Reserve AS mengemban mandat dari Undang-undang Amerika untuk mendukung penciptaan lapangan kerja dan menstabilisasi harga pasar. Setiap kebijakan moneter

    Fed Akan Lebih Hawkish?

  • 8 FuturesMonthly

    Editor Focus

    yang diambil Fed bertujuan untuk memastikan bahwa mandatnya akan terpenuhi.Menurut Frederic S. Mishkin, mantan anggota dewan gubernur Federal Reserve periode 2006-2008, tingginya tingkat pengangguran akan berakibat pada penurunan standar kehidupan serta menambah angka kemiskinan di

    AS. Hal ini tentu berdampak negatif bagi kehidupan sosial masyarakat. Tingkat pengangguran tinggi akan menurunkan tingkat produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan tingkat harga yang stabil, dibarengi oleh tingkat inflasi rendah dan stabil akan memberi keuntungan besar bagi perekonomian. Tingkat inflasi yang rendah dan dapat diprediksi akan membawa kesejahteraan sosial. Sebagai contoh, kenaikan inflasi

    ekonomi yang berlangsung stabil dan cenderung menguat, seperti tergambar pada data-data fundamental ekonomi, serta kenaikan inflasi secara konstan hingga melebihi target Fed.

    Data Non-farm Payrolls, laporan situasi pekerjaan yang dirilis bulanan oleh Departemen Tenaga Kerja AS, menunjukkan peningkatan cukup stabil dalam tiga bulan terakhir, yakni berkisar pada 200 ribu pekerjaan per bulan. Adapun tingkat pengangguran masih konstan di kisaran 9% dan terlihat dalam tren penurunan (silakan melihat grafik 1&2). Beberapa anggota dewan kebijakan Fed berpendapat bahwa meski terlihat ada perbaikan di sektor tenaga kerja dan beberapa indikator ekonomi lain seperti indeks manufaktur dan jasa, Fed masih akan memerlukan

    stabilitas dari angka-angka tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

    Grafik 3 Sementara itu, tingkat inflasi year-on-year terlihat dalam tren naik sejak akhir tahun 2010 hingga April 2011 (silakan melihat grafik 3). Data terakhir menunjukkan tingkat inflasi naik 3,2% yoy atau melebihi target inflasi Federal Reserve sebesar 2,0%. Menurut analisa para pembuat kebijakan Fed, kenaikan inflasi ini lebih disebabkan oleh lonjakan harga komoditi dan energi. Mereka juga beranggapan bahwa inflasi tinggi hanya bersifat temporer.

    Ben S. Bernanke, Gubernur Bank Sentral AS, pernah mengatakan bahwa tingkat inflasi yang terlalu rendah, terutama bila terjadi dalam ekonomi yang rapuh, dapat menjadi

    berimbas pada peningkatan angka kemiskinan karena masyarakat miskin tidak mempunyai akses ke dalam instrumen-instrumen keuangan, yang dapat melindungi mereka dari ancaman inflasi.

    Grafik 1 & 2 Dari pendapat yang dikemukakan oleh para anggota FOMC dan Mishkin, diperoleh kesimpulan bahwa dibutuhkan dua indikator penunjang agar Fed dapat mengubah kebijakan moneternya lebih hawkish. Yaitu pemulihan

    Pada rapat kebijakan moneter FOMC

    Bulan Juni ini, hampir dipastikan bahwa

    Fed akan mengambil keputusan penghentian pelonggaran kuantitatif kedua sesuai jadwal.

  • FuturesMonthly 9

    Editor Focus

    deflasi dan membuat stagnasi ekonomi dalam waktu panjang. Situasi seperti ini sedang dialami oleh negara Jepang. Bernanke menganggap kenaikan inflasi setelah penggelontoran stimulus besar masih dalam level wajar.

    Pada rapat kebijakan moneter FOMC Bulan Juni ini, hampir dipastikan bahwa Fed akan mengambil keputusan penghentian pelonggaran kuantitatif kedua sesuai jadwal. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan, apakah Fed akan lebih hawkish pada semester II 2011? Dari hasil pembelian surat berharga sejak krisis 2008, Fed telah berhasil mengumpulkan aset sebesar $2,7 triliun. Ada kemungkinan Fed akan mulai berkonsolidasi untuk menjual aset surat berharga tersebut. Artinya, kebijakan moneter bank sentral AS akan lebih agresif dibanding sebelumnya.Dalam notulen rapat FOMC April 2011, disebutkan bahwa hampir semua anggota FOMC sepakat tentang langkah pertama untuk menormalisasi kebijakan pelonggaran moneter. Caranya adalah dengan menghentikan program investasi kembali pada pembayaran nilai prinsipal ke pembelian surat berharga. Selanjutnya, penjualan surat-surat berharga yang dimiliki Fed akan mulai berlangsung setelah kenaikan pertama suku bunga jangka pendek. Penjualan tersebut

    akan dilakukan secara gradual, sesuai dengan kondisi ekonomi yang sedang berlangsung. Asumsi kebijakan moneter Federal Reserve pasca rapat kebijakan

    Bulan Juni kemungkin