futures monthly nov 2012 68 edition

Download Futures Monthly Nov 2012 68 Edition

Post on 08-Mar-2016

221 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Majalah panduan investasi bursa berjangka forex, indeks, harga emas, minyak mentah, CFD saham

TRANSCRIPT

  • www.mifx.com

    Untuk Alamat Lengkap dapat dilihatpada website Monex :www.mifx.com

    Kantor Cabang Monex :Jakarta | Bogor | Bandung | Cirebon

    Purwokerto | Tegal | Yogyakarta | SoloSemarang | Surabaya | Denpasar | Pontianak

    Medan | Batam | Pekanbaru

    Menjelang penghujung tahun 2012, tidak banyak terjadi perubahan yang berarti di pasar keuangan global. Isu-isu soal perlambatan ekonomi , masalah hutang dan kebijakan moneter bank sentral tetap menjadi tema utama perekonomian dunia. Euforia stimulus dari Bank Sentral

    Amerika Serikat kini bahkan sudah bisa dibilang meredup sehingga pelaku pasar harus kembali menerima realita ekonomi yang kurang menyenangkan.

    Pergerakan harga pada mata uang, saham dan komoditi memperlihatkan bahwa pelaku pasar ragu menyikapi situasi yang ada. Pilihan terbaik bagi mereka saat ini adalah dengan melakukan transaksi yang bersifat jangka pendek. Pengambilan posisi untuk jangka panjang terasa riskan di tengah ketidakpastian.

    Valuta Euro, yang menjadi tolok ukur sentimen pasar terhadap perekonomian zona Eropa, masih terjebak dalam range nilai tukar yang terbatas. Sementara Dollar AS justru mampu memaksa Yen Jepang keluar dari zona penguatan. Di pasar komoditi, Emas masih sulit menembus level psikologis $1.800 untuk lari lebih jauh. Demikian pula dengan minyak mentah, yang tidak sanggup bertahan di kisaran tinggi setelah volume persediaan global meningkat dan pertumbuhan ekonomi dunia melambat.

    Lalu, apa perkembangan terbaru yang patut menjadi pusat perhatian anda di penghujung tahun ini? Simak jawabannya dalam lembar demi lembar halaman Futures Monthly edisi November 2012. Begitu banyak sajian artikel yang akan membuka wawasan anda tentang dinamika perekonomian dunia yang berpengaruh besar terhadap performa nilai produk investasi berjangka, mulai dari krisis fiskal Amerika Serikat hingga masalah hutang Eropa. Jangan lewatkan pula proyeksi target harga valuta asing, indeks saham Asia dan harga komoditi emas dan minyak mentah untuk satu bulan ke depan. Semoga bermanfaat bagi keputusan transaksi anda!

    Salam,Johannes GintingPemimpin Redaksi Futures Monthly

    Isi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi, Setiap transaksi yang dilakukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas suatu jenis kontrak perdagangan apapun

    berdasarkan isi dari artikel di majalah ini adalah atas pertimbangan dan keputusan pembuat transaksi.

    DISCLAIMER

    Futures Monthly adalah majalah edukasi yang membahas industri bursa berjangka. Media bulanan ini diterbitkan secara mandiri oleh Monex Investindo Futures yang mengulas

    perkembangan terkini pasar komoditi, indeks saham, valuta asing dan saham CFD serta

    artikel menarik lainnya disertai analisa yang tajam dan akurat.

    PEMIMPIN REDAKSIJohannes Ginting

    EDITORAriston Tjendra

    COPYWRITERDimas Reza

    KONTRIBUTORTim Research & Analyst

    and Tim Education

    KOORD PROMOSIEvi Pane

    MEDIA RELASIOmegawati

    DESIGN GRAFISReza Agusta

    SEKRETARIAT REDAKSI & SIRKULASILanny BlankersSelviyani Putri

    ALAMAT REDAKSI Menara Ravindo, Lt.8, Jl. Kebon Sirih Kav.75

    Jakarta 10340, Phone : 021 - 315 0607

    EMAILfuturesmonthly@mifx.com

    TATA LETAKthinktank creative

    PercetakanTempPrint Jakarta

    PENDIRIMONEX INVESTINDO FUTURES

    PENASEHATSamuel Semarun

    PEMIMPIN UMUMFerhad Annas

    Pengantar Redaksi

  • What inside ?

    04

    1807

    Editor FocusPaman Sam di Tepi Jurang

    Exclusive Interview

    Jonni BS NugrohoTalenta Tanpa Batas

    Forex MarketOutlookAkankah Rally CurrenciesBerlanjut Sampai Akhir Tahun?

    29 | CFD Strategy

    ParadeSaham Juara

    11 | Stock Index Market Outlook

    Musim EarningsAlihkan Sentimen Pasar

    15 | Liputan Khusus Monex M.A.D

    Pembangunan SMP IT Al-Qimmah,Lombok Timur, NTB

    16 | Gold Outlook

    MenantiPemicu Baru!

    27 | Multilateral Product

    How LowCan It Go?

    21 | Commodity Focus

    Minyak Butuh Bukti,Bukan Janji

    24 | Exclusive Interview

    Lulut WahyudiMendunia Lewat Modifikasi Motor Besar

    47 | Exclusive Program

    Monex Di Program E - BuzzMNC Business Channel

    32 | Famous Person

    Jack D. SchwagerThe Market Wizard

    34 | Highlight Indonesia

    Rupiah KebalDihantam Gelombang

    36 | Trading Strategy

    Bangun Strategi denganChart Pattern (3)

    40 | Investment Clinic

    Complete Divergence Trading (end)

    38 | Automated Trading

    OptimasiRobot vs Realita

    48 | Mr. Smart Investment

    Dont Put All Your Eggs in One Basket

    42 | Fundamental Analysis

    Oecd Composite LeadingIndicators (Cli)

    USD/JPY44 | Trading Rule

    45 | Central Bank Interest Outlook

    46 | Global Economic Calendar

  • 6 l Futures Monthly www.mifx.com

    EDITOR FOCUSFutures Monthly Edisi November 2012

    Ariston Tjendra - Head of Research and Analysis Monex

    Krisis Eropa belum berakhir, namun di depan telah menganga masalah lain yang tidak kalah besarnya. Fiscal Cliff atau jurang fiskal telah didengungkan oleh banyak analis sebagai bencana bagi perekonomian Amerika Serikat (AS). Pelaku bisnis dan finansial patut waspada karena sejarah membuktikan bahwa gejolak anggaran negara selalu berpengaruh besar terhadap pergerakan harga di pasar keuangan.

    Paman Sam

    di Tepi JurangAdalah Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Ben S. Bernanke, yang pertama kali menyebut istilah Fiscal Cliff dalam testimoninya di hadapan Komite Jasa Keuangan Parlemen pada akhir Februari 2012. Istilah tersebut dipakai untuk menggambarkan betapa besar masalah fiskal yang harus diselesaikan pemerintah dan kongres AS, selambatnya di akhir 2012 atau awal 2013. Apabila kedua lembaga tinggi gagal bertindak cepat, maka negara itu disinyalir segera memasuki fase resesi ekonomi mulai pertengahan tahun depan.

    Terdapat beberapa poin penting dalam komponen fiskal Amerika Serikat yang mengancam pertumbuhan ekonomi, yaitu:

  • www.mifx.com Futures Monthly l 7

    68th EditionEDITOR FOCUS - NOVEMBER 2012Futures Monthly Edisi November 2012

    Ariston Tjendra - Head of Research and Analyst Monex

    1. Berakhirnya pemangkasan pajak versi eks-presiden Bush pada akhir 2012.

    2. Berakhirnya pemangkasan pajak penghasilan dan perpanjangan tunjangan pengangguran.

    3. Berlakunya pemangkasan belanja secara otomatis per Januari 2013 karena kegagalan kongres dan pemerintah untuk menyepakati pengurangan defisit anggaran tahun lalu. Anggaran belanja yang akan terpangkas antara lain anggaran pertahanan, jaring pengaman sosial, dana pensiun federal dan tunjangan para veteran.

    Rangkaian masalah itu hanya akan memperburuk keadaan karena sekarang ekonomi AS sama sekali belum mendekati normal seperti masa pra-krisis tahun 2008 dulu. Oleh karena itu dibutuhkan stimulus yang besar guna membangkitkan perekonomian. Menurut Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office - CBO), seandainya permasalahan itu tidak terselesaikan, maka angka Gross Domestic Product (GDP) AS akan turun sebesar 4 poin persentase. Artinya, dengan mengacu pada angka pertumbuhan GDP saat ini yang sebesar 2,1%, maka pertumbuhan GDP AS akan negatif dan ekonomi masuk fase resesi dalam waktu singkat. Skenario inilah yang dikhawatirkan oleh banyak analis dan pelaku pasar.

    Kabar baiknya, menurut CBO,

    kegagalan untuk menuntaskan masalah fiskal akan serta merta menurunkan beban defisit anggaran AS yang sudah sebesar $1,17 triliun. Defisit nanti akan terpangkas hingga sekitar setengahnya menjadi hanya $560 miliar di tahun 2013 karena pendapatan pajak melonjak 19,6% plus penurunan anggaran belanja sebanyak 1%. Dan ini juga akan menurunkan rasio beban hutang publik menjadi sekitar 68% di tahun 2017. Namun demikian, kombinasi antara penurunan defisit anggaran, kenaikan pemasukan pajak dan rendahnya anggaran belanja akan

    Amerika Serikat tentunya tidak ingin terjebak dalam resesi lagi seperti yang terjadi pasca krisis keuangan 2008 silam. Kala itu, negara adidaya ini membutuhkan dana triliunan dollar untuk membangkitkan ekonominya sehingga jumlah hutang ikut membengkak sampai nyaris 100% atau setara dengan nilai GDP. Seandainya terpuruk lagi, maka perekonomian AS akan sulit untuk bangkit kembali. Jikalau bisa, maka upaya yang dibutuhkan bias dua kali lebih besar dibanding apa yang sudah dilakukan sejak krisis 4 tahun

    mengurangi jumlah stimulus yang dibutuhkan oleh perekonomian AS saat ini. Hal tersebut, menurut CBO, bisa membebani perekonomian karena jumlah pengangguran berpotensi naik sebanyak 1 poin persentase atau setara penghilangan 2 juta lapangan kerja.

    lalu. Sentimen negatif dapat terus membayangi perdagangan pasar uang sepanjang 2013, belum lagi ditambah efek dari krisis hutang Eropa yang tidak kunjung usai.

    Setelah melihat ancaman yang ada di depan mata, baik kongres

    Gambar 1. Skenario I: Efek Fiscal Cliff Terhadap Perekonomian AS di 2013

    Sumber: Congressional Budget Office (CBO)

    Artinya, dengan mengacu pada angka pertumbuhan GDP saat ini yang sebesar 2,1%, maka pertumbuhan GDP AS akan negatif dan ekonomi masuk fase resesi dalam waktu singkat.

  • 8 l Futures Monthly www.mifx.com

    EDITOR FOCUS - NOVEMBER 2012Futures Monthly Edisi November 2012

    Ariston Tjendra - Head of Research and Analyst Monex

    maupun pemerintah tentu tidak akan tinggal diam. Namun kata sepakat kemungkinan masih tertunda hingga terbentuk pemerintahan baru hasil pemilu tanggal 7 November. Kongres yang kini terbelah, di mana house of representatives dikuasai oleh Republikan dan Senat dikuasai oleh Partai Demokrat, akan sulit menyepakati suatu kebijakan seperti halnya saat memutuskan kenaikan plafon hutang di tahun 2011.

    Skenario keempat,yaitu