futures monthly august 2012

Download Futures Monthly August 2012

Post on 10-Mar-2016

213 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Majalah panduan investasi bursa berjangka forex, indeks saham, harga emas, komoditi

TRANSCRIPT

  • FuturesMonthly 1

  • 2 FuturesMonthly

  • ...............................................................................................................................

    ...............................................................................................................................

    ........................................................................................

    ........................................................................................

    Untuk Alamat Lengkap dapat dilihatpada website Monex :www.mifx.com

    Kantor Cabang Monex :Jakarta | Bogor | Bandung | Cirebon

    Purwokerto | Tegal | Yogyakarta | SoloSemarang | Surabaya | Denpasar | Pontianak

    Medan | Batam | Pekanbaru

    Catatan RedaksiDear pembaca Futures Monthly yang budiman,

    Memasuki paruh ke-dua tahun ini, perekonomian dunia masih tampak sakit dan tidak ada orang yang berani membantah fakta tersebut. Zona euro menjadi wilayah ekonomi yang memperlihatkan sinyal kemunduran terparah di antara kawasan lainnya. Bagaimana tidak? Sejauh ini sudah 5 negara pengguna mata uang tunggal saling bergantian meminta dana

    talangan. Padahal di sisi lain, performa ekonomi Amerika Serikat juga setali tiga uang. Negeri Paman Sam tengah berjuang untuk pulih dari penyakit kronis yang sudah dideritanya sejak tahun 2008 silam. Sektor lapangan kerja dan ritel sudah mencapai level kritis dan sulit untuk disembuhkan. Futures Monthly edisi Agustus kali ini menyoroti ekspektasi pelaku pasar akan munculnya sebuah kebijakan. Kebijakan yang tidak hanya mampu men-stimulasi pelaku bisnis dan dunia usaha, tetapi juga dapat memotivasi minat investasi pemilik modal yang mulai kendur.

    Sebagai investor, kita tentu berharap Washington mampu memunculkan suatu formula pelonggaran moneter yang pro-ekonomi, yaitu Quantitative Easing atau biasa kita sebut dengan istilah QE. Kebijakan tersebut sudah pernah dirilis sebanyak dua kali oleh Federal Reserve antara tahun 2008 dan 2011. Ya, kemunculan Quantitative Easing jilid 3 memang sangat dinantikan oleh banyak pihak, terutama mereka yang bergelut di tengah carut marut pasar aset-aset berisiko. QE3 dianggap senjata yang ampuh untuk mempercepat laju ekonomi, sehingga prospek kinerja bursa saham, emas, minyak dan mata uang non-dollar akan membaik dalam waktu singkat.

    Sayangnya, Ben S. Bernanke dan kolega belum juga memberi restu untuk peluncuran QE3 hingga akhir Juli lalu. Otoritas tampak gamang menyikapi hasil data-data ekonomi, yang inkonsisten; terkadang bagus, tidak jarang pula buruk. QE3 memang tidak akan mampu menumbuhkan optimisme dalam sekejap mata dan prospek jangka panjang tidak ditentukan oleh satu kebijakan saja. Namun terlepas dari seberapa jauh jarak menuju pemulihan ekonomi secara permanen, QE3 bisa berperan layaknya oasis di tengah padang pasir. Yakni sebagai pelepas dahaga di saat investor global haus akan berita menggembirakan. Tetapi sampai momen itu benar-benar tiba, mari kita tetap berinovasi menyiasati liarnya fluktuasi pasar. Melalui penggunaan strategi yang tepat, aliran profit sejatinya tidak akan terhalang oleh guncangan apapun.

    Salam,

    Johannes GintingPemimpin Redaksi

    FUTURESMONTHLY 65th Edition August 2012

    Isi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi, Setiap transaksi yang dilakukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas suatu jenis kontrak perdagangan

    apapun berdasarkan isi dari artikel di majalah ini adalah atas pertimbangan dan keputusan pembuat transaksi.

    DISCLAIMER

    Futures Monthly adalah majalah edukasi yang membahas industri bursa berjangka. Media bulanan ini diterbitkan secara mandiri oleh Monex Investindo Futures yang mengulas

    perkembangan terkini pasar komoditi, indeks saham, valuta asing dan saham CFD serta

    artikel menarik lainnya disertai analisa yang tajam dan akurat.

    PEMIMPIN REDAKSIJohannes Ginting

    EDITORAriston Tjendra

    COPYWRITERDimas Reza

    KONTRIBUTORTim Research & Analyst

    and Tim Education

    KOORD PROMOSIEvi Pane

    MEDIA RELASIOmegawati

    DESIGN GRAFISReza Agusta

    SEKRETARIAT REDAKSI & SIRKULASILanny BlankersSelviyani Putri

    ALAMAT REDAKSI Menara Ravindo, Lt.8, Jl. Kebon Sirih Kav.75

    Jakarta 10340, Phone : 021 - 315 0607

    EMAILfuturesmonthly@mifx.com

    TATA LETAKthinktank creative

    PercetakanTempPrint Jakarta

    PENDIRIMONEX INVESTINDO FUTURES

    PENASEHATSamuel Semarun

    PEMIMPIN UMUMFerhad Annas

  • What inside ?

    04

    180711 | Stock Index Market Outlook

    Waspadai Wabah Risk Aversion!

    15 | Liputan Khusus Monex M.A.D

    Perpustakaan Keliling Penyebar Ilmu Pengetahuan Cikarang, Jawa Barat

    Editor FocusQE 3 Yang Tak Kunjung Datang

    Exclusive InterviewDagadu,Mendulang Profit dariIndustri Kreatif

    Forex MarketOutlookBerlindung di Balik Safe Haven

    25 | CFD Strategy

    Peluang Beli dari Raja Microchip Dunia

    16 | Gold Outlook

    Emas Menunggu Q3

    23 | Multilateral Product

    Antara Kinerja Ekspor dan Faktor Musiman

    21 | Commodity Focus

    Faktor Iran Tak Lagi Dominan

    38 | Fundamental Analysis

    Data Ekonomi Jerman

    28 | Famous Person

    Martin S. SchwartzKompetitor Ulung Wall Street

    30 | Highlight Indonesia

    Rupiah Terbentur Kinerja Ekspor

    32 | Trading Strategy

    Trading Dengan Indikator TRIX

    36 | Investment Clinic

    Trade Every Wave

    34 | Automated Trading

    Indikator Tepat, Profit Berlipat!44 | Mr. Smart Investment

    Online Trading

    CFD Contract for Different40 | Trading Rule

    41 | Central Bank Interest Outlook

    42 | Global Economic Calendar

  • FuturesMonthly 5

  • 6 FuturesMonthly

    Editor FocusAriston TjendraHead of Research and Analyst Monex

    Quantitative Easing (QE) sudah dianggap sebagai doping untuk meningkatkan harga instrumen berisiko di pasar keuangan. Indeks saham dunia, harga komoditi dan kurs mata uang non-dollar AS selalu menguat setelah QE diluncurkan. Kita bisa mengambil contoh pada pergerakan indeks saham utama AS, Dow Jones, sepanjang perjalanan QE. Semasa aktivasi QE 1 di bulan Januari 2009 Maret 2010, indeks Dow melesat sampai 21.7%. Sementara saat QE 2 diberlakukan pada periode November 2010 Juni 2011, Dow mampu menguat hingga 10.11%.

    Federal Reserve Bank atau biasa disebut dengan The Fed tentunya tidak sembarangan merilis kebijakan

    QE 3 Yang Tak Kunjung DatangSejak berakhirnya program pelonggaran kuantitatif ke-2 pada Juni 2011 lalu, pelaku pasar keuangan dunia kembali menantikan munculnya kebijakan suportif baru. Setiap pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat selalu dihiasi rumor dan ekspektasi tentang peluncuran Quantitative Easing 3. Namun penantian belum juga terwujud hingga memasuki paruh kedua 2012.

    pelonggaran moneter ini. Berbagai data dan situasi ekonomi terkini menjadi bahan pertimbangan utama bank sentral, mulai dari data pertumbuhan GDP, tingkat pengangguran, sektor perumahan, situasi ekonomi global, angka inflasi, konsumsi domestik dan lain sebagainya. Komite the Fed harus memastikan bahwa rangkaian data tersebut benar-benar dalam tren pelemahan sehingga diperlukan kebijakan yang luar biasa (non-konvensional) seperti pelonggaran kuantitatif untuk memulihkannya. QE ini berpotensi menjadikan tingkat inflasi meninggi dan tidak terkontrol serta berpotensi terciptanya gelembung harga pada perekonomian.

    Pada peluncuran QE 1, The Fed melihat masyarakat AS kesulitan mengakses kredit perumahan. Tingkat suku bunga kredit perumahan saat itu sangat tinggi dan ketersediaan dana pinjaman bank juga terbatas. Oleh karena itu, QE 1 terfokus pada pembelian aset-aset berbasis kredit perumahan dengan harapan kesulitan konsumen itu dapat teratasi. Namun setelah meninjau performa data-data ekonomi domestik yang belum juga naik signifikan, The Fed kembali merilis QE 2. Tujuannya kali ini adalah untuk membeli obligasi pemerintah bertenor 2 hingga 10 tahun agar suku bunga pinjaman jangka panjang menjadi rendah dan peredaran uang di masyarakat bertambah. Dengan demikian, tingkat inflasi inti bisa mencapai target 2%.

    Setelah QE 2 usai, ternyata pemulihan ekonomi AS masih juga tersendat. Tingkat pengangguran tetap tinggi di level 8,2%. Indeks PMI manufaktur dan jasa

  • FuturesMonthly 7

    Editor Focus

    mulai menurun grafiknya setelah QE 2 kadaluwarsa, sementara pertumbuhan GDP tahunan AS konsisten di bawah 2%. Tingkat inflasi mengalami penurunan dan berisiko masuk fase deflasi, yang ditakuti dapat menyebabkan stagnasi ekonomi seperti yang terjadi di Jepang saat ini.

    Melihat situasi tersebut, para pelaku pasar kembali memprediksi The Fed akan mengeluarkan program pelonggaran kuantitatif yang baru. Namun harapan tinggallah harapan, The Fed belum mau mengeluarkan QE tersebut, dan justru menggantinya dengan program swap obligasi yang dikenal dengan istilah operation twist. Melalui program ini, bank sentral membeli obligasi jangka panjang dan menjual obligasi jangka pendek yang dimilikinya. Tujuannya adalah untuk menjamin kelangsungan suku bunga rendah untuk jangka panjang. Suku bunga rendah ini akan membuat pinjaman perbankan semakin murah. Masalahnya, kebijakan itu dirilis saat perbankan AS tengah memperketat aturan pengeluaran kreditnya dan volume permintaan kredit masyarakat masih rendah. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kebijakan twist ini tidak terlalu mempengaruhi perekonomian AS.

    Dalam mengeluarkan sebuah kebijakan, The Fed selalu memakai alasan: untuk memperkuat pemulihan ekonomi dan memastikan bahwa tingkat inflasi berada pada level yang konsisten dengan mandat-nya. Mandat yang dimaksud adalah amanat undang-undang kepada Federal Reserve untuk mempromosikan peningkatan

    kesempatan kerja, s