futures monthly july 2011

Download Futures Monthly July 2011

Post on 09-Mar-2016

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Majalah panduan investasi pasar keuangan, forex, indeks saham, komoditi, CFD

TRANSCRIPT

  • FuturesMonthly 3

    Pengantar Redaksi

    What Inside ? Editor Focus _______________________04 Hutang Besar Hantui Pasar

    Forex Market Outlook _______________07 Goodbye QE2, Welcome Back Dollar ! Stock Index Market Outlook __________11 Paceklik Gain Bayangi Bursa Regional

    Gold Outlook ______________________16 Situasi Tidak Pasti? Emas Pasti!

    Liputan Khusus ____________________18 Monex Corporate Seminar - Dar Wong Live Clinic

    Commodity Focus __________________21 Performa Tiga Negara Tentukan Harga

    Multilateral Product _________________23 CPO Masih Akan Bergejolak

    CFD Strategy ______________________25 Waktunya Berburu Saham Atraktif!

    Famous Person ____________________28 Steven A. Cohen - A Short-Term Trader

    Highlight Indonesia _________________30 Jangan Cemaskan Performa Rupiah

    Trading Strategy ____________________32 Mengidentifikasi Pola Harga Di Pasar

    Automated Trading _________________34 Pencari Efisiensi Harga Di Kala Krisis

    Invesment Clinic ___________________36 Analisis & Sistem Trading

    Fundamental Analysis _______________38 Durable Goods Orders

    Central Bank Interest Rate Outlook ____41

    Global Economic Calendar ___________42

    Mr. Smart Investment _______________44 Stop Loss

    FUTURESMONTHLY 53th Edition July 2011

    DISCLAIMERIsi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi, Setiap transaksi yang dilakukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas suatu jenis kontrak perdagangan apapun berdasarkan isi dari artikel di majalah ini adalah atas pertimbangan dan keputusan pembuat transaksi

    Selviyani Putri

    Forex Market OutlookSesuai dengan ekspektasi pasar, the Federal Reserve menghentikan program Quantitative Easing 2 senilai $600 miliar meski kondisi ekonomi masih jauh dari harapan. Kepala the Fed, Ben S. Bernanke secara jelas menyebut bahwa ekonomi AS melambat. Bagaimana prospek USD dan mata uang utama dunia pasca berakhirnya stimulus AS? Temukan jawaban secara tuntas di kolom: Goodbye QE, Welcome Back Dollar!

    Gold OutlookKrisis hutang menjadi momok menakutkan bagi pelaku pasar karena menciptakan situasi yang tidak pasti. Tidak heran jika investor cenderung sangat berhati-hati dalam mengelola portofolio mereka. Meskipun situasi tidak pasti, selalu ada sebuah investasi yang memberi kepastian. Investasi apakah itu? Dan mengapa investasi tersebut pasti? Simak jawabannya di artikel : Situasi Tidak Pasti? Emas Pasti!

    Dar Wong ClinicMonex selalu memberi pelayanan terbaik bagi para nasabahnya (Best Service). Tidak tanggung-tanggung, Monex secara eksklusif mengundang pakar trading dari Singapura untuk berbagi pengalaman dengan nasabah, sekaligus mengulas kiat-kiat pengelolaan portofolio dengan baik. Dar Wong membuka rahasia strategi trading kepada seluruh peserta clinic. Bagi Anda yang tidak mendapat kesempatan untuk berpartisipasi, Futures Monthly akan me-review tips dari Dar Wong langsung ke hadapan Anda.

    Highlight IndonesiaRupiah masih terlampau tangguh untuk digeser dari range 8500-8600 per dollar AS. Namun, faktor eksternal tidak terlalu positif bagi valuta domestik. Mampukah Rupiah mempertahankan penguatan? Bagaimana pula dengan faktor internal yang masih solid saat ini? Apakah masih cukup solid untuk mendukung aliran modal masuk ke tanah air? Jangan Cemaskan Performa Rupiah siap menjawab pertanyaan tersebut.

    Untuk menyembuhkan suatu penyakit kronis, dibutuhkan obat mujarab dan penanganan oleh dokter spesialis yang sangat profesional. Jika sudah terlanjur akut, maka tentu dibutuhkan waktu penyembuhan lebih lama serta kerjasama yang baik antara si penderita dan sang dokter. Tanpa adanya kerjasama yang baik sulit rasanya untuk mencapai kesembuhan. Demikian kira-kira gambaran mengenai kondisi negara Eropa dan Amerika Serikat. Uni Eropa berperan ibarat dokter yang tengah berjuang menyembuhkan hutang kronis pasiennya, yaitu Yunani. Kini timbul perdebatan tentang obat bernama bail out yang akan disuntikkan ke pembuluh darah Yunani, khususnya setelah si pasien dianggap tidak mampu diajak bekerjasama. Penyakit Amerika Serikat juga sama parahnya dengan Yunani. Pemrintah harus menaikkan ambang hutang agar sanggup bertahan sampai 2013. Bagaimana kondisi aktual dari kedua negara ini? Dapatkan informasi selengkapnya pada Editor Fokus : Hutang Besar Hantui Pasar.

    Jangan lewatkan artikel menarik lainnya :

  • 4 FuturesMonthly

  • FuturesMonthly 5

  • 6 FuturesMonthly

    Editor FocusAriston TjendraHead of Research and Analyst Monex

    Negara-negara yang terimbas krisis tahun 2008 memerlukan banyak sekali dana untuk membangun kembali perekonomiannya. Berhutang merupakan salah satu opsi untuk membiayai pembangunan. Pemerintah negara-negara tersebut mengeluarkan berbagai obligasi dengan tenor variatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sebagian obligasi sudah ada yang jatuh tempo, sehingga dibutuhkan dana untuk membayar obligasi tersebut dengan cara menerbitkan obligasi baru. Akibat kinerja perekonomian menurun, negara-negara yang terkena krisis tidak memperoleh penghasilan cukup sehingga terjadi defisit anggaran. Pemerintah tidak dapat membayar pengeluaran dari pendapatannya. Kian

    Hutang Besar Hantui Pasar

    Persoalan hutang kembali menghantui para pelaku pasar keuangan dunia. Seakan tidak pernah habis, masalah ini terus muncul ke permukaan. Pelaku

    pasar mengkhawatirkan penyelesaian hutang yang tidak menentu akan memicu krisis ekonomi lanjutan. Negara-negara perekonomian besar dunia

    membawa bahaya laten hutang yang membengkak.

    hari defisit justru bertambah besar karena pemasukan makin berkurang namun belanja anggaran terus naik.

    Isu terpanas bulan lalu masih mengenai bailout bagi Yunani. Negara ini sebenarnya sudah mendapat bailout dari Uni Eropa (EU) dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada awal Mei 2010 senilai 110 miliar euro yang dibagi dalam tiga tahun. Namun pemerintah masih memerlukan dana tambahan untuk membayar obligasi yang akan jatuh tempo pada bulan Juli nanti. Rupanya dana bailout yang sudah cair tidak mampu menutup semua kewajiban Yunani. Pemerintah memerlukan tambahan pinjaman sebesar 12 miliar euro untuk membayar bunga dan pokok hutang sebesar 6,5 miliar

    6 FuturesMonthly

  • FuturesMonthly 7

    euro pada awal Bulan Juli. Jika kewajiban itu gagal terpenuhi, maka Yunani dinyatakan default atau gagal bayar.

    Muncul berbagai respon untuk menyelesaikan masalah Yunani. Beredar wacana restrukturisasi hutang, ada pula yang menawarkan solusi pemberian bantuan bailout baru. Para pejabat moneter cenderung memilih opsi ke-2, tapi tidak demikian dengan para petinggi pemerintahan Eropa. Bailout tambahan sama dengan memberi modal segar untuk Yunani. Lalu, dari mana dana tersebut berasal? Tentu dari kas negara yang berasal dari hasil pajak rakyat. Hal inilah yang menimbulkan sikap keberatan banyak kepala pemerintahan. Rakyat akan protes keras bila pemasukan negara dipakai untuk membenahi persoalan negara lain. Alhasil, muncul opsi untuk merestrukturisasi hutang dengan cara memperpanjang masa pembayaran hingga beberapa tahun ke depan.

    Sebaliknya, para pejabat bank sentral Eropa (ECB) tidak ingin mengambil opsi restrukturisasi tersebut. Pilihan ini sama artinya dengan mengakui ketidakmampuan Yunani untuk melunasi hutang atau dianggap default. Peringkat hutang negara ini akan meluncur drastis sehingga surat hutangnya tidak lagi memenuhi syarat untuk dijadikan agunan. ECB telah meminjamkan dana sebesar 80 miliar euro bagi perbankan Yunani dengan menerima surat hutang pemerintah sebagai jaminannya. Artinya jika Yunani default, ECB memiliki surat hutang yang tidak akan laku untuk dijual. Patut dicatat, persoalan hutang Yunani tidak terpaku di Yunani saja. negara ini banyak meminjam dana dari perbankan negara Eropa, antara lain bank-bank di Prancis, Inggris dan Jerman. Dengan demikian, bank-bank tersebut akan mengalami kerugian besar jika Yunani divonis bangkrut. Bila perbankan tidak mempunyai dana yang cukup, maka harus diterapkan proses rekapitalisasi atau bahkan likuidasi. Dan hal tersebut berpotensi membebani keuangan negara sehingga bisa menciptakan krisis keuangan baru. Bahaya inilah yang menghantui benak para pelaku pasar. Krisis hutang Yunani dapat menciptakan krisis keuangan berkepanjangan di Eropa, atau bahkan bisa menyebar ke kawasan lain. Pertumbuhan ekonomi dunia bisa ikut terganggu oleh persoalan hutang ini.

    Bukan hanya Yunani yang memicu kecemasan pelaku pasar. Negara lain yang termasuk dalam akronim PIIGS

    Editor Focus

    Persoalan hutang ini dapat dipastikan akan berlangsung bertahun-tahun dan berpotensi besar timbul persoalan

    baru seperti yang dialami Yunani.

    (Portugal, Irlandia, Italia, Spanyol) juga layak mendapat perhatian. Portugal dan Irlandia sudah mendapat bailout dari Uni Eropa dan IMF. Sementara Italia dan Spanyol dikhawatirkan tidak mampu membayar kewajiban masing-masing karena pertumbuhan ekonominya terlalu kecil. Angka pengangguran dan ketidakmampuan pemerintah mengatasi defisit anggaran makin melengkapi derita kedua negara. Peristiwa yang dialami Yunani bisa terjadi di negara-negara tersebut, sehingga krisis hutang bisa bertambah parah.

    Persoalan hutang ini dapat dipastikan akan berlangsung bertahun-tahun dan berpotensi besar timbul persoalan baru seperti yang dialami Yunani. Setiap jatuh tempo obligasi negara Eropa terutama yang tergabung dalam PIIGS akan menjadi pusat perhatian para pelaku pasar. Para pengambil kebijakan berusaha mengatasi persoalan ini dengan memperketat anggaran, menghemat dana belanja pemerintah

    atau paling tidak memperkecil defisit supaya neraca keuangan tetap positif. Proses ini tentu tidak akan selesai dalam waktu singkat. Apalagi langkah efisiensi bisa mengurangi kemampuan pemerintah dalam membiayai perekonomian negara, artinya