saad abses paru akper pemkab muna

Download Saad abses paru AKPER PEMKAB MUNA

Post on 12-Jul-2015

483 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DOSEN : SAAD ABDUH, S.Kep, M.KesTUGAS : KMB II

OLEH :KELOMPOK XII SAMNIAHNURMAYANTIROSNA DANI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya hingga penulis dapat merampungkan pembuatan makalah yang berjudulASUHAN KEPERAWATAN DENGANSALURAN PERNAFASAN BAWAH (ABSES PARU)Penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang telah mendukung dan memberikan bimbingan dalam penyusunan makalah ini. Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan askep ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan karena faktor batasan pengetahuan penyusun, maka penyusun dengan senang hati menerima kritikan serta saran saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini ini. Semoga hasil dari penyusunan makalah ini dapat dimanfaatkan bagi generasi mendatang, khususnya mahasiswa D-III Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Muna. Akhir kata, melalui kesempatan ini penyusun makalah mengucapkan banyak terima kasih.

Raha, februari 2013

PenyusunDAFTAR ISIKATAPENGANTAR................................................................................... DAFTARISI..................................................................................................BAB I PENDAHULUANA. LatarBelakang....................................................................................B. Tujuan................................................................................................C. Metode...............................................................................................BABII KONSEP PENYAKIT ABSES PARUA.Konsep penyakit ..................................................................................B.konsep Askep ......................................................................................BAB IV PENUTUPA. Kesimpulan........................................................................................B. Saran..................................................................................................DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUANA. Latar belakang Organ penting merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia. Khususnya berfungsi pada sistem pernapasan manusia. Bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen yang dibutuhkan manusia dan mengeluarkan karbondioksida yang merupakan hasil sisa proses pernapasan yang harus dikeluarkan dari tubuh, sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen tetap terpenuhi. Udara sangat penting bagi manusia, tidak menhirup oksigen selama beberapa menit dapat menyebabkan kematian. Itulah peranan penting paru-paru. Organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini memang mempunyai tugas yang berat, belum lagi semakin tercemarnya udara yang kita hirup serta berbagai bibit penyakit yang berkeliaran di udara. Ini semua dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paruB. Tujuan1. Mengetahui tentang definisi dari abses paru 2. Mengetahui Eteologi dari abses paru3. Mengetahui klasifikasi dari abses paru4. Mengetahui dampak terhadap berbagai sistem tubuh dari abses paru5. Mengetahui patofisiologis dan penyimpangan KDM dari abses paru6. Mengetahui tanda dan gejala dari abses paru7. Mengetahui Prosedur diagnostik dari abses paru8. Mengetahui menejemen medik dari abses paru 9. Mengetahui Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, dan Evaluasi dengan masalah pada sistem pernafasan bawahC. Metode Penulisan Dalam memperoleh data atau informasi yang digunakan untuk penulisan makalah ini, penyusun mengambil dari internet yang relevan dan berbagai kajian pustaka dengan topik penulisan askep ini sebagai dasar untuk mengetahui dan memperkuat teori yang digunakan.

BAB IIPEMBAHASANA. KONSEP PENYAKITa. PengertianAbses paru adalah suatu kavitas dalam jaringan paru yang berisi material purulent berisikan sel radang akibat proses nekrotik parenkim paru oleh proses terinfeksi. Bila diameter kavitas < 2 cm dan jumlahnya banyak (multiple small abscesses) dinamakan necrotising pneumonia.Abses besar atau abses kecil mempunyai manifestasi klinik berbeda namun mempunyai predisposisi yang sama dan prinsip diferensial diagnosea sama pula. Abses timbul karena aspirasi benda terinfeksi, penurunan mekanisme pertahanan tubuh atau virulensi kuman yang tinggi.Pada umumnya kasus Abses paru ini berhubungan dengan karies gigi, epilepsi tak terkontrol, kerusakan paru sebelumnya dan penyalahgunaan alkohol. Pada negara-negara maju jarang dijumpai kecuali penderita dengan gangguan respons imun seperti penyalahgunaan obat, penyakit sistemik atau komplikasi dari paska obstruksi. Pada beberapa studi didapatkan bahwa kuman aerob maupupn anaerob dari koloni oropharing yang sering menjadi penyebab abses paru.

b. EtiologiPendapat dari Prof. dr. Hood Alsagaff (2006) tentang penyebab abses paru sesuai dengan urutan frekuensi yang ditemukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya adalah:1. Infeksi yang timbul dari saluran nafas (aspirasi)2. Sebagai penyulit dari beberapa tipe pneumonia tertentu3. Perluasan abses subdiafragmatika4. Berasal dari luka traumatik paru5. Infark paru yang terinfeksiPravelensi tertinggi berasal dari infeksi saluran pernafasan, mikroorganisme penyebab umumnya berupa campuran dari bermacam-macam kuman yang berasal dari flora mulut, hidung, tenggorokan, termasuk kuman aerob dan anaerob seperti Streptokok, Basil fusiform, Spirokaeta, Proteus, dan lain-lain.Finegold SM dan Fishman JA (1998) mendapatkan bahwa organisme penyebab abses paru lebih dari 89% adalah kuman anaerob. Asher MI dan Beadry PH (1990) mendapatkan bahwa pada anak-anak kuman penyebab abses paru terbanyak adalah stapillococous aureus.

Kuman penyebab Abses Paru menurut Asher MI dan Beadry PH (1990) antara lain adalah sebagai berikut:1. Staphillococcus aereus: Haemophilus influenzae types B, C, F, and nontypable; Streptococcus viridans pneumoniae; Alpha-hemolytic streptococci; Neisseria sp; Mycoplasma pneumoniae2. Kuman Aerob: Haemophilus aphropilus parainfluenzae; Streptococcus group B intermedius; Klebsiella penumonia; Escherichia coli, freundii; Pseudomonas pyocyanea, aeruginosa, denitrificans; Aerobacter aeruginosa Candida; Rhizopus sp; Aspergillus fumigatus; Nocardia sp; Eikenella corrodens; Serratia marcescens3. Sedangkan kuman Anaerob: Peptostreptococcus constellatus intermedius, saccharolyticu;s Veillonella sp alkalenscenens; Bacteroidesmelaninogenicus oralis, fragilis, corrodens, distasonis, vulgatus ruminicola, asaccharolyticus Fusobacterium necrophorum, nucleatum Bifidobacterium sp.c. Klasifikasi Berdasarkan jenis kelamin, abses paru lebih sering terjadi pada laki-laki karena sering mengkonsumsi alkohol dan merokok. Abses paru mungkin terjadi lebih sering pada pasien usia lanjut karena terjadinya penurunan fungsi paru. Namun, serangkaian kasus dari pusat perkotaan dengan prevalensi tinggi alkoholisme melaporkan rata-rata penderita abses baru berusia 41 tahun.Angka kejadian Abses Paru berdasarkan penelitian Asher et al tahun 1982 adalah 0,7 dari 100.000 penderita yang masuk rumah sakit hampir sama dengan angka yang dimiliki oleh The Childrens Hospital of eastern ontario Kanada sebesar 0,67 tiap 100.000 penderita anak-anak yang MRS. Dengan rasio jenis kelamin laki-laki banding wanita adalah 1,6 : 1.Angka kematian yang disebabkan oleh Abses paru terjadi penurunan dari 30 40 % pada era preantibiotika sampai 15 20 % pada era sekarang.

d. Patofisiologi Dan Penyimpangan KDMa. Patofisiologi Abses paru terjadi karena bakteri atau kuman yang masuk pada saluran pernapasan sehingga terjadinya obstruksi dan daya tahan pada saluran pernapasan terganggu.Bakteri dan kuman mengadakan miltiplikasi sehingga terjadi peradangan pada bronkus dan menyebar ke parenkim paru menyebabkan edema trakeal atau faringeal dan terjadi peningkatan produksi secret (batuk produktif), sesak napas, dan penurunan kemampuan batuk efektif sehingga timbul masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas.Selain itu juga peradangan pada bronkus yang menyebar ke parenkim paru dapat membentuk jaringan granulasi di paru.sehingga pembentukan pus dan drainase tidak memadai menyebabkan jaringan efektif paru atau kerusakan membran alveolar kapiler dan gangguan sesak napas, pengguanaan otot bantu napas, pola napas tidak efektif sehingga timbul gangguan pertukaran gas di paru.Pembentukan pus dan drainase tidak memadai dapat menimbulkan reaksi sistemis karena bakteri menyebabkan penurunan berat badan sedangkan laju metabolisme meningkat, anoreksia dan intake nutrisi tidak adekuat sehingga makin kurus sehingga timbul gangguan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.b. Penyimpangan KDMAdanya mikrorganisme penyebab infeksi Masuk ke perenkim paru inflamasi Lesi Lesi membentuk ruang Abses parue. Tanda Dan GejalaGejala klinis yang ada pada abses paru hampir sama dengan gejala pneumonia pada umumnya yaitu:1. Panas badan Dijumpai berkisar 70% - 80% penderita abses paru. Kadang dijumpai dengan temperatur > 400C. 2. Batuk, pada stadium awal non produktif. Bila terjadi hubungan rongga abses dengan bronkus batuknya menjadi meningkat dengan bau busuk yang khas (Foetor ex oroe)3. Produksi sputum yang meningkat dan Foetor ex oero dijumpai berkisar 40 75% penderita abses paru.4. Nyeri yang dirasakan di dalam dada5. Batuk darah6. Gejala tambahan lain seperti lelah, penurunan nafsu makan dan berat badan. Pada pemeriksaan dijumpai tanda-tanda proses konsolidasi seperti redup pada perkusi, suara nafas yang meningkat, sering dijumpai adanya jari tabuh serta takikardi.

f. Prosedur Diagnostik 1. Laboratorium a. Pada pemeriksaan darah rutin. Ditentukan leukositosis, meningkat lebih dari 12.000/mm3 bahkan pernah dilaporkan peningkatan sampai dengan 32.700/mm3. Laju endap darah ditemukan meningkat > 58 mm / 1 jam.b. Pemeriksaan sputum dengan pengecatan gram tahan asam