refkas anak dadrs - gizi buruk

Download Refkas Anak Dadrs - Gizi Buruk

Post on 13-Apr-2016

233 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DADRS-GIZI BURUK

TRANSCRIPT

REFLEKSI KASUSDIARE AKUT DEHIDRASI RINGAN SEDANG DENGAN STATUS GIZI BURUK

Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan AnakRS Islam Sultan Agung Semarang

disusun oleh :Hana Mitayani012116403

Pembimbing:dr. Hj. Pujiati Abbas Sp. A

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAKFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG2016LAPORAN KASUS

1. IDENTITAS PASIEN Nama: An. A.B.A Umur: 0 tahun 8 bulan 2 hari Jenis Kelamin: Perempuan Alamat: Kudu 01/02 Genuk Indah Semarang Agama: Islam Nama Ayah: Tn. ZAUmur: 32 tahunPekerjaan: SwastaAgama: Islam Nama Ibu: Ny. SKUmur : 30 tahunPekerjaan: Buruh pabrikAgama: Islam2. DATA DASAR (Aloanamnesis 11 Februari 2016 jam 08.00 di Baitunnisa 1)Keluhan Utama: Mencret sejak 5hari laluRiwayat Penyakit Sekarang:2 hari SMRS anak mengalami mencret. Mencret dalam sehari 8 kali. Buang air besar dengan konsistensi cair, ada ampas sedikit, ada lendir, tidak ada darah, tidak nyemprot dan tidak berbuih. BAK pada pasien tidak ada keluhan. Anak juga muntah setiap minum susu. Nafsu makan berkurang semenjak anak mencret sehingga anak rewel dan apabila anak tampak kehausan apabila di beri minum. Sebelum diare pasien tidak mencoba ganti produk susu baru ataupun mencoba makanan baru.2 SMRS badan pasien demam. Demam naik turun. Anak tidak mengalami mimisan, gusi tidak berarah, tidak ada ruam merah dan tidak ada kejang. Pasien batuk dan pilek.

Riwayat Penyakit Dahulu:Pasien pernah panas,batuk dan pilek diakui .Penyakit anak yang pernah diderita : Faringitis: Disangkal Enteritis: Disangkal

Bronchitis: Disangkal Disentri Basilar: Disangkal

Pneumonia: Disangkal Disentri Amoeba: Disangkal

Morbili : Disangkal Thip.Abdominalis: Disangkal

Pertusis : Disangkal Cacingan: Disangkal

Varicella: Disangkal Operasi: Disangkal

Difteri : Disangkal Trauma: Disangkal

Malaria: Disangkal Reaksi Obat/Alergi : Disangkal

Polio: Disangkal

Faringitis: Disangkal Enteritis: Disangkal

Bronchitis: Disangkal Disentri Basilar: Disangkal

Pneumonia: Disangkal Disentri Amoeba: Disangkal

Morbili : Disangkal Thip.Abdominalis: Disangkal

Pertusis : Disangkal Cacingan: Disangkal

Varicella: Disangkal Operasi: Disangkal

Difteri : Disangkal Trauma: Disangkal

Malaria: Disangkal Reaksi Obat/Alergi : Disangkal

Polio: Disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga:Tidak ada keluarga yang pernah mengalami ini sebelumnyaRiwayat Sosioekonomi:Ayah bekerja swasta dan Ibu rumah tangga. Berobat dengan BPJS PBI Kelas II. Kesan: cukup

DATA KHUSUS1. Riwayat PerinatalAnak perempuan lahir dari ibu P1A0 hamil 38 minggu, lahir secara spontan ditolong oleh bidan, anak lahir langsung menangis, warna kulit kemerahan, berat badan lahir 2800 gram dan panjang badan 46 cm.2. Riwayat Makan-MinumAnak diberikan susu formula sejak umur 0 sampai sekarang, sejak umur 7 bulan anak mulai di berikan makanan pendamping.3. Riwayat Imunisasi DasarNoJenis ImunisasiJumlahDasar

1.BCG1x1 bulan

2.Polio 3x0, 2, 4 bulan

3.Hepatitis B3x0,2,4

4.DPT2x2, 4 bulan

5.Campak -9 bulan

Kesan Imunisasi : Imunisasi dasar lengkap sesuai umur4. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan AnakSenyum (usia 1 bulan), miring (usia 3 bulan), tengkurap (usia 4 bulan), duduk (usia 6 bulan)Kesan : Pertumbuhan dan Perkembangan Sesuai Umur5. Pemeriksaan Status Gizi (Z-Score)Diketahui : Berat Badan: 6.6 kgTinggi Badan: 76 cmUmur: 0 tahun 8 bulan 2 hari (8 bulan)WAZ = BB - Median= 6,6-8,2 = -1.6 SD SD 1,0

HAZ = TB - Median= 76-69,1 = 2.5 SD SD2.7

WHZ = BB - Median= 6.6-9.8= -3,56 SD SD0.9

Kesan Gizi: Gizi buruk 6. Riwayat Keluarga Berencana Orang TuaIbu menggunakan KB suntik 3 bulan.

3. PEMERIKSAAN FISIKData dari IGD:1. Keadaan Umum Rewel2. Tanda Vital a. Tekanan Darah: -b. Nadi: Frekuensi : 128x/menit, Irama : Reguler Isi&Tegangan : Cukup Ekualitas : Equalc. Laju Pernapasan: 28x/menitd. Suhu: 40 oC (Axila)

Dilakukan pada tanggal 07 februari 2016 Jam 16.35 WIBAnak perempuan, BB 6.6 kg, TB 76 cm3. Status Internusa. Kepala: Mesocephale, UUB menutupb. Rambut : Hitam, tidak mudah dicabutc. Kulit : tidak ada jaringan lemak dibawah kulit,terutama pada kedua bahu, lengan,pantat dan paha, Tidak sianosis, Ptechie (-), Turgor baikd. Mata : Mata cekung (+), Air mata (+), Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-) e. Hidung : Epistaksis (-), Nafas cuping hidung ( -/-)f. Telinga : Discharge ( -) g. Mulut : Gusi berdarah (-), Bibir kering (+), Lidah kotor(-)h. Leher : Simetris, tidak ada pembesaran kelenjar limfei. Tenggorok : Faring hiperemis (-) T1-T1j. Thorak: PULMO: Inspeksi : tulang iga terlihat jelasStatis: Hemithorax dextra sama dengan sinistraDinamis: Hemithorax dextra sama dengan sinistra, Palpasi : Sulit dinilai Perkusi: Tidak dilakukan Auskultasi: SD Vesikuler, ST Wheezing (-), Ronki (-)COR: Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak Perkusi : sulit dinilai Palpasi : Iktus tak teraba, Thril (-) Auskultasi :Frekwensi : 100x/menit Irama : RegulerBunyi Jantung: BJ I dan BJ II normal regulerBising : (-)k. Abdomen: Inspeksi: Datar Auskultasi: Peristaltik (+) meningkat Perkusi : Timpani Palpasi: Nyeri Tekan (-) pada region epigastrium Hati, Limpa: Tidak ada pembesaran Turgor: lambatl. Alat kelamin: Perempuanm. Anggota Gerak : Atas Bawah Capilary refill: < 2 < 2 Akral dingin : -/- -/- R. Fisiologis :+/+ +/+ R. Patologis :-/- -/-4. PEMERIKSAAN PENUNJANG (07 Februari 2016)Darah:Hemoglobin: 12,2 g/dlHematokrit: 36,3 %Leukosit: 18.700 sel/mm3Trombosit: 151.000 sel/mm3Gol. Darah: A+KimiaNatrium: 140,8 mmol/LKalium: 4,9 mmol/LChloride:117,8 mmol/L

5. ASSESTMENTa. Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedangb. Gizi BBurukDAFTAR MASALAH

NOPROBLEM AKTIFTGLPROBLEM INAKTIFTGL

Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang

Gizi buruk

6. INITIAL PLANAssestment: Diare akut dehidrasi ringan sedangDD: a) Infeksi enteralb) Alergic) Keracunan IP Dx S: -O: Px Darah Rutin, Px. Kimia Darah, Px. Feses rutin IP Rx Oralit 3 jam pertama : 600 ml Cairan tambahan (oralit 50-100 ml) tiap kali BAB Zinc 20 mg 1x1 selama 10 hari Antipiretik : Paracetamol syr 60 mg/5 ml 1 CTh prn Penghitungan cairan :Infus RL BB : 6,6 kg

Kehilangan cairan 8% 100% - 8 % = 92 %BB awal : (100/92) X 6,6kg = 7.17 kgKebutuhan cairan sehari : 100cc x 6.6 kg: 660ccKebutuhan cairan sehari : 8%x660: 52.8Kebutuhan cairan sehari : 660+ 52.8: 712.8/24 jam: 30/jama. Kebutuhan cairan sehari : 12 tpm IP Mx Vital sign, tanda dehidrasi (turgor, mencret, muntah, diuresis), cek ulang kadar elektrolit. IP Exa. Menjelaskan kepada ibu tentang penyakit, perjalanan penyakit, serta tindakan yang akan dilakukanb. Istirahat cukupc. Minum obat secara teratur dan tepat waktud. Menjaga pola makan yang cukup gizi dan higienise. Makan makanan yang dimasak terlebih dahuluf. Menjaga lingkungan dan kebersihan diri (Jaga kebersihan tangan, alat makan)g. Berikan anak lebih banyak minum (Bisa diberikan oralit)

Assestment: Gizi BurukDD Gizi KurangGizi baik IP Dx S: Kualitas dan kuantitas makanan sehari-hariO: Penilaian Klinis Gizi dan data antropometri IP RxKebutuhan kalori umur 8 bulan, BB : 6.6 kg (61*BB) -54 = 349 kkalTerdiri dari :Karbohidrat: 60% * 349 = 209.4 kkalLemak: 35% * 349 = 122.15 kkalProtein: 5% * 349 = 17.5 kkalBeri formula F100 IP Mxa. Penimbangan berat badan secara rutin dan teraturb. Pengukuran tinggi badan satu tahun sekali IP Exa. Makan teraturb. Asupan makanan yang bergizic. Menjaga kebersihan diri dan lingkungand. Menimbang BB secara rutin

TINJAUAN PUSTAKADiare PendahuluanDiare masih merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak di negara yang sedang berkembang. Dalam berbagai hasil Survei kesehatan Rumah Tangga diare menempati kisaran urutan ke-2 dan ke-3 berbagai penyebab kematian bayi di Indonesia1. Sebagian besar diare akut disebabkan oleh infeksi. Banyak dampak yang terjadi karena infeksi seluran cerna antara lain pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorpsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit dan keseimbangan asam basa. Invasi dan destruksi sel epitel, penetrasi ke lamina propria serta kerusakan mikrovili dapat menimbulkan keadaan maldiges dan malabsorpsi2. Bila tidak mendapatkan penanganan yang adekuat pada akhirnya dapat mengalami invasi sistemik2.Secara umum penanganan diare akut ditujukan untuk mencegah/menanggulangi dehidrasi serta gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa, kemungkinan terjadinya intolerasi, mengobati kausa diare yang spesifik, mencegah dan menanggulangi gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta. Untuk melaksanakan terapi diare secara komprehensif, efisien dan efekstif harus dilakukan secara rasional. Pemakaian cairan rehidrasi oral secara umum efektif dalam mengkoreksi dehidrasi. Pemberian cairan intravena diperlukan jika terdapat kegagalan oleh karena tingginya frekuensi diare, muntah yang tak terkontrol dan terganggunya masukan oral oleh karena infeksi. Beberapa cara pencegahan dengan vaksinasi serta pemakaian probiotik telah banyak diungkap dan penanganan menggunakan antibiotika yang spesifik dan antiparasit3.

DefinisiDiare akut menurut Cohen4 adalah keluarnya buang air besar tiga kali atau lebih yang berbentuk cair dalam satu hari dan berlangsung kurang 14 hari. Menurut Noerasid5 diare akut ialah diare yang terjadi secara mendakak pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat. Sedangkan American Academy of Pediatrics (AAP) mendefinisikan diare dengan karakteristik peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi, dapat disertai atau tanpa gejala dan tanda seperti mual, muntah, demam atau sakit perut yang berlangsung selama 3 7 hari6.EtiologiPeny