refkas kawasaki

Download Refkas Kawasaki

Post on 28-Jan-2016

228 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Demam Kawasaki

TRANSCRIPT

ANTIBIOTIC SUSCEPTIBILITY PATTERNS OF PSEUDOMONAS CORNEAL ULCERS IN CONTACT LENS WEARERS

KAWASAKI DISEASEDisusun oleh:Ussisti Aladini 012116547

REFLEKSI KASUS

Pembimbing: dr. Agustinawati Ulfah, Sp. A

Nama: an. SUmur: 3 tahunJenis kelamin: laki-lakiAlamat: Tirem 2/6 Brati, GroboganNama orangtua: Tn. SPekerjaan orangtua: wiraswastaTanggal dirawat: 22-10-2015Ruang perawatan: bangsal BIdentitas Anamnesis Dilakukan di bangsal B pada tanggal 24 oktober 2015 pukul 12.00 dengan orangtua pasien.Keluhan utamaBadan panas Riwayat Penyakit SekarangPasien dirawat di RSUD dr. R Soedjati dengan keluhan panas sejak 5 hari yang lalu, 2 hari terakhir badan pasien terlihat lemas, bibir sariawan dan kemerahan sejak 5 hari yang lalu. Selain itu orang tua pasien juga mengeluhkan adanya bengkak di kedua kelopak mata,tangan dan kaki pasien sejak 3 hari yang lalu. 5 hari yang lalu pada tubuh pasien terdapat ruam kemerahan yang dimulai dari pinggang namun sekarang sudah menghilang.Riwayat Penyakit DahuluRiwayat demam tinggi: (+)Riwayat sakit telinga: (-)Riwayat batuk pilek: (-)Riwayat alergi: (-)Riwayat radang tenggorokan: (-)Riwayat Penyakit KeluargaKeluarga pasien saat ini tidak ada yang sakit seperti ini. Riwayat Sosial EkonomiPasien adalah anak pertama dari 2 bersaudara, hidup bersama kedua orangtuanya. Ayah bekerja sebagai wiraswasta dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Pengobatan pasien ditanggung sendiri, kesan ekonomi cukup.

Riwayat Kehamilan dan Prenatal CarePerawatan ANC: tidak rutin, dilakukan sebanyak 6 kali selama hamil dan diperiksakan ke bidan.Tempat kelahiran: RSPenolong kelahiran: bidanCara persalinan: spontan Keadaan bayi: sehat, langsung menangisBBL:2700 gramKelainan bawaan: (-)Kesan: Neonatal AtermRiwayat ibu muntah berlebih (-), sakit kepala berat (-), riwayat jatuh saat kehamilan (-), riwayat minum jamu dan pijat perut (-), selama hamil, ibu pasien hanya menerima dan mengkonsumsi vitamin penambah darah yang diberikan oleh bidan.

Riwayat Pertumbuhan dan PerkembanganPertumbuhanBB lahir: 2700 gramBB saat ini: 11 kgBB bulan lalu: 11 kgPB bulan ini: 85 cmPB bulan lalu: 85 cmBMI : 15.2 Status gizi menurut CDC gizi baikPerkembanganMengangkat kepala: 2 bulanMemiringkan kepala: 3 bulanTengkurap dan mempertahankan posisi kepala: 5 bulanDuduk: 7 bulanMerangkak: 7 bulanBerdiri,bersuara : 10 bulanBerjalan, memanggil mama: 11 bulanBerbicara: 17 bulanKesan: pertumbuhan dan perkembangan sesuai anak seusianya

Riwayat Imunisasi Dasar0-7 hari: Hb O (+)1 bulan: BCG dan Polio 1 (+)2 bulan: DPT, HB, Polio 2 (+)3 bulan: DPT, HB, Polio 3 (+)4 bulan: DPT, HB, Polio 4 (+)9 bulan: Campak (+)Riwayat Pemberian Makan dan MinumASI eksklusif sampai usia 6 bulan, saat ini mulai ditambah MP-ASI berupa bubur bayi, dengan frekuensi dan jumlah cukup.

Pemeriksaan FisikKeadaan umum: tampak sakit, lemahKesadaran: komposmentis Tanda vital:HR: 125 x/menitRR: 42 x/menitT: 40.0oCKepala: normocephal, UUB tidak cekung.Mata: tidak cekung, konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/-, injeksi konjungtiva -/-, lakrimasi -/-, pupil isokor, refleks cahaya +/+,edem palpebral +/+Telinga: otorhea -/-, hiperemis -/-Hidung: nafas cuping hidung (-), epistaksis (-), sekret ()Mulut: eritem (+),stomatitis (+),strawberry tounge (+),bibir kering (-), sianosis (-), pucat (-)Leher: tidak ada pembesaran KGBDilakukan pemeriksaan fisik di bangsal bugenvil pada tanggal 24 oktober 2015 pada pukul 13.15 WIBThorax:Pulmo:Inspeksi: simetris, retraksi costa -/-Palpasi: sterm fremitus kanan = kiriPerkusi: sonor seluruh lapang paruAuskultasi: SDV +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-Cor:Inspeksi: iktus kordis tak tampakPalpasi: iktus kordis teraba pada ICS V linea midclavicula sejajar papilla mamaePerkusi: tidak ada pembesaran jantungAuskultasi: BJ I dan II regular, frekuensi 136 x/menit, bising jantung (-)Ekstremitas:Superior InferiorAkral dingin -/- -/-Capillary refill< 2 detik < 2 detikSianosis -/- -/-Edem +/+ +/+Refleks patologis (-) dan fisiologis (+)Abdomen:Inspeksi: datar, tidak tampak gerakan peristaltic,tidak ada ruamAuskultasi: BU (+) normalPerkusi: timpani seluruh lapang abdomenPalpasi: supel, turgor kembali cepat, tidak ada nyeri tekan, hepar dan lien tidak teraba.Hasil Laboratorium darah rutin (22/10/2015):Hb: 8,9 g/dl (14 18)Leukosit: 17.700/mm3 (4000 10.000)BBS I/II: 45/120 mm3 (10 20)Hitung jenis:Eosinofil: 0 (1 5)Basofil: 0 (0 1)Batang: 0 (3 5)Segmen: 71 (37 50)Limfosit: 17 (25 40)Monosit: 12 (1 6)Eritrosit: 3.810.000/mm3 (4.5 5.5 juta)Trombosit: 403.000/mm3 (150.000 500.000)HT: 28%Kesan : anemi,leukositosis,peningkatan LED,shift to the rightPemeriksaan PenunjangHasil Laboratorium darah rutin (24/10/2015):

Hb: 8,9 g/dl (14 18)Trombosit: 459.000/mm3 (150.000 500.000)HT: 20.2%Hasil Laboratorium darah rutin (26/10/2015):

Hb: 8,8 g/dl (14 18)Leukosit:15.700(4000 10.000)Trombosit: 618.000/mm3 (150.000 500.000)HT: 27.5%Hasil Laboratorium darah rutin (28/10/2015):

Hb: 9.2 g/dl (14 18)Leukosit:9.200(4000 10.000)Trombosit: 682.000/mm3 (150.000 500.000)HT: 29.9%

Hasil Laboratorium darah rutin (29/10/2015):

Hb: 9.7 g/dl (14 18)Leukosit: 16.100(4000 10.000)Trombosit: 890.000/mm3 (150.000 500.000)

Hasil pemeriksaan Urinalisa (27/10/2015):

Protein: -Reduksi:-SedimenEpithel: gepeng 2-3Erythrosit: 2-3(0-1/Lpk)Lekosit: 1-2(0-1/Lpk)Kristal: ca oksalat(+)Silinder: -Lain-lain: bakteri (+)PH: 8

Daftar MasalahPanas sejak 5 hari yang laluEdem palpebra dan ektremitasStrawberry toungeAnemiaLeukositosisShift to the righttrombositosis15Diagnosis SementarakawasakiDiagnosis BandingMeaslesrubelaStevens Johnson syndrome

16Initial PlanInitial plan diagnosisEKGechocardiographyInitial plan terapiInfus RL 10 tpmImunoglobulin (gamaglobulin) intravena (IVIG) segera diberikan setelah diagnosis --ditegakkan dengan yakin. IVIG(gamunex) 20 g selama 10-12 jam. Asetosal (asam asetil salisilat) per oral 1x 40 mgParacetamol syr. 3x 1 Cth

Initial plan monitoringMonitoring KU, kesadaran,Monitoring suhu, frekuensi jantung, frekuensi pernapasan,tekanan darahInitial plan edukasiMemberitahukan Kepada orangtua jika anaknya menderita penyakit Kawasaki dimana penyakit ini dapat menyebabkan kelainan koroner sehinggga perlu tindak lanjut (minum obat teratur, pemantauan kondisi jantung) Pengamatan penderita pasca penyakit Kawasaki terutama jika terdapat riwayat aneurisma koroner berat, dilakukan jangka panjang dan mungkin seumur hidup oleh kardiolog (anak) yang menanganinya mengingat tingginya risiko stenosis koroner pada aneurisma berat maupun kemungkinan timbulnya aterosklerosis pada usia relatif muda (aterosklerosis prematur). prognosisQuo ad vitam: dubia ad bonamQuo ad sanam : dubia ad bonamQuo ad functionam : dubia ad bonam

Pembahasan Penyakit Kawasaki (PK) juga dikenal sebagai mucocutaneous lymph node syndrome. Penyakit yang menimbulkan vaskulitis sistemik ini belum diketahui etiologinya hingga saat ini dan terutama menyerang balita. Komplikasi yang ditakutkan adalah dilatasi atau aneurisma arteri koroner yang dapat terjadi pada sekitar 25-40 % penderita dengan segala konsekuensinya seperti trombosis arteri koroner, stenosis arteri koroner dan infark miokard yang dapat berakhir pada kematian.PENYAKIT KAWASAKI

Diagnosis PK ditegakkan berdasarkan gejala klinis semata. Belum ada pemeriksaan yang dapat memastikan diagnosis. Meskipun demikian, berbagai pemeriksaan penunjang dapat membantu dalam menegakkan diagnosis.Secara klinis terdapat 6 kriteria diagnostik berdasarkan gejala pada fase akut:1. Demam remiten, dapat mencapai 41C dan berlangsung 5 hari atau lebih2. Injeksi konjungtiva bilateral dengan manifestasi mata merah, tanpa eksudat3. Kelainan di mulut dan bibir: lidah stroberi, rongga mulut dan faring merah difus, bibir merah dan pecah 4. Kelainan tangan dan kaki: eritema telapak tangan dan kaki serta edema (fase akut), pengelupasan kulit jari tangan dan kaki (fase subakut) 5. Eksantema polimorfik (berbagai bentuk) 6. Limfadenopati servikal unilateral (diameter >1,5 cm)DIAGNOSISFASE PADA PENYAKIT KAWASAKIDiagnosis PK dapat ditegakkan jika dijumpai kriteria demam ditambah 4 dari 5 kriteria lainnya. Terdapatnya kelainan arteri koroner pada ekokardiografi bersifat diagnostik meskipun dijumpai kurang dari 4 kriteria selain demam namun kriteria demam adalah mutlak (harus ada). Jika ditemukan demam yang disertai dengan kurang dari empat kriteria lain dan dijumpai kelainan arteri koroner, disebut sebagai penyakit Kawasaki inkomplit. Fase akutTerjadi pada saat awitan sampai hari ke-10 dengan gejala dan tanda tersebut di atas yang merupakan kriteria diagnostik. Pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan laju endap darah dan reaktan fase akut (CRP), leukositosis dengan pergeseran ke kiri, peningkatan SGOT dan SGPT, serta penurunan kadar albumin dan hemoglobin. Pada urinalisis, dapat ditemukan adanya leukosituria.PEMERIKSAAN GCSFase subakut Terjadi pada hari ke 10-25. Saat ini gejala klinis mulai hilang namun mulai timbul pengelupasan pada kulit jari jari tangan dan kaki. Mulai terjadi trombositosis sedangkan LED,CRP,SGOT, SGPT albumin dan hemoglobin mulai kembali normal. Biasanya pada fase ini komplikasi jantung mulai muncul.Thrombocytosis :Bisa > 1,000,000 - 2,000,000/mm3

Fase konvalesen Terjadi setelah hari ke 25. Saat ini penyakit sudah tidak aktif lagi dapat dapat dijumpai garis horizontal di kuku yang dikenal sebagai Beaus line

DarahLeukositosis dengan pergeseran ke kiri pada hitung jenisTerdapat peningkatan reaktan fase akut: CRP (C Reactive-Protein), laju endap darahTrombositosis dijumpai pada fase subakutSGOT/SGPT dapat meningkatAlbumin serum dapat menurun Peningkatan enzim miokardium seperti creatin phospokinase MB (CPK MB) menunjukkan adanya infark miokardFoto dadaFoto dada umumnya tidak banyak memberi informasi. Sering dijumpai infiltrat ringan pada kedua lapangan paru. Dapat ditemukan k