refkas anemia

Download Refkas Anemia

Post on 13-Jul-2016

30 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

anak

TRANSCRIPT

REFLEKSI KASUSANEMIA MIKROSITIK HIPOKROMDisusun Untuk Memenuhi Sebagian Tugas Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan Anak Di RSUD dr.Soedjati Purwodadi

Disusun oleh :ELSANITA HAPPY FLORITA01.211.6503

Pembimbing :dr. KURNIA DWI ASTUTI Sp. A.

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG2015

BAB ILAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PENDERITA Nama : An. DHUmur : 10 tahun Jenis Kelamin: Laki-lakiAgama : Islam Suku : Jawa Alamat : Sumberejosari karang rayung Bangsal : Anggrek Masuk RS : 07 Desember 2015

B. ANAMNESIS Alloanamnesis dengan Ibu penderita dilakukan pada tanggal 08 Desember 2015 di Anggrek dan didukung dengan catatan medis.Keluhan Utama: LemasRiwayat Penyakit SekarangPasien datang ke RS dengan keluhan lemas sejak 3 bulan SMRS yang dirasakan semakin memberat dan mengganggu aktivitas pasien. Pasien juga mengeluh cepat lelah saat bermain dengan teman-temannya. Pasien juga merasa nafsu makan turun dan berat badan pasien sulit naik. Pasien juga merasakan badannya lemas walaupun sudah makan banyak. Pasien juga merasakan perutnya sakit dan sering keringat dingin. Pasien sering bermain sepak bola dengan temannya tanpa menggunakan alas kaki dan jarang mencuci tangan sebelum makan. Pasien tidak ada keluhan demam, pusing mual dan muntah. Pasien juga tidak menngalami gangguan pencernaan seperti diare. Pasien juga mengatakan buang air besar dan buang air kecil tidak ada keluhan.Riwayat Penyakit Dahulu Tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan seperti yang dirasakan pasien. Riwayat Kehamilan dan Pemeliharaan Prenatal Ibu mengaku rutin memeriksakan kehamilan di bidan 4x hingga bayi lahir. Ibu juga mengaku mendapat suntikan TT 1x. Ibu mengaku tidak pernah menderita penyakit selama kehamilan, riwayat perdarahan selama kehamilan disangkal, riwayat trauma selama kehamilan disangkal, riwayat minum obat tanpa resep dokter dan jamu disangkal. Obatobatan yang diminum selama masa kehamilan adalah vitamin dan obat penambah darah.Kesan: riwayat kehamilan dan pemeliharaan prenatal baik.Riwayat Persalinan Anak Laki-laki lahir dari ibu G1P1A0 hamil 40 minggu, antenatal care teratur, penyakit kehamilan tidak ada, masa gestasi cukup bulan, lahir secara spontan, anak lahir langsung menangis, berat badan lahir 3100 gram. Kesan : neonates aterm, lahir secara SpontanRiwayat makan dan minumAnak diberikan ASI sejak lahir sampai usia 2 tahun.Riwayat Imunisasi 0-7 hari: HB1, 1 bulan: HB2, BCG 2 bulan: Polio 1, DPT1, 4 bulan: DPT2, Polio 2 6 bulan: Polio 3, HB3, DPT3 9 bulan: CampakKesan : imunisasi lengkap sesuai usia Riwayat Perkembangan dan Pertumbuhan Anak Perkembangan Mengangkat kepala : 2 bulan Memiringkan Badan : 3 bulan Tengkurap dan mempertahankan posisi kepala: 4 bulan Duduk : 6 bulan Merangkak: 8 bulan Berdiri : 11 bulan Berjalan : 12 bulan Berbicara : 17 bulan Bertepuk tangan : 24 bulan Jalan naik tangga sendiri: 30 bulan Mencoret-coret pensil pada kertas : 36 bulan Melompat kedua kaki diangkat : 42 bulan Mengenakan sepatu sendiri: 48 bulan Menggambar lingkaran: 54 bulan Bicaranya mudah dimengerti: 60 bulan Berjalan lurus: 66 bulan Mengenal warna-warni: 72 bulanKesan: pertumbuhan dan perkembangan sesuai anak seusianya PertumbuhanAnak Laki-laki, umur 10 tahun BB lahir: 3100 gram BB saat ini: 30 kg PB : 135 cm BMI = 30/1,352 = 16,5Kesan : status gizi kurangRiwayat Keluarga Berencana Ibu tidak mengikuti program Keluarga Berencana

Riwayat Sosial Ekonomi dan Lingkungan Ayah pasien bekerja sebagai petani dan menanggung 1 orang istri dan 1 orang anak. Biaya pengobatan ditanggung Jamkesda Pasien tinggal di desa Kenteng Toroh dengan kebersihan relatif kurangKesan: keadaan sosial ekonomi dan lingkungan kurang

C. PEMERIKSAAN FISIKKeadaan Umum: Compos mentis, lemah, pucata. Tanda Vitali. HR: 112 x / menit, reguler, isi tegangan cukupii. Suhu: 37,2 0Ciii. RR: 22 x / menitb. Status Generalisi. Kepala: mesocephal, rambut hitam tidak mudah dicabutii. Mata: konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-), Refleks cahaya (+/+), isokor ( 3mm)iii. Telinga: discharge (-/-)iv. Hidung: secret (-), napas cuping hidung (-)v. Mulut: bibir kering (+), lidah kotor (-), lidah tremor (-)vi. Leher: pembesaran KGB (-), trachea terdorong (-)vii. THORAX Paru-paru: Inspeksi: bentuk normal, hemithorax dextra dan sinistra simetris, retraksi costa (-) Palpasi: Strem fremitus kanan = Strem fremitus kiri Perkusi: sonor di seluruh lapangan paru Auskultasi: suara dasar vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-) Jantung: Inspeksi: Iktus cordis tidak tampak Palpasi: Iktus cordis teraba pada ICS V medial linea midclavicula sinistra Perkusi: Batas jantung kiri di linea midclavicula sinistra, batas kanan di linea parasternalis dextra, batas atas di ICS III sinistra Auskultasi: Bunyi jantung I dan II reguler AbdomenInspeksi: datar Auskultasi: peristaltik (+), bising usus (+) normalPerkusi: timpani di seluruh kuadran Palpasi: supel (+), nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba Ekstremitas Akral dingin: Superior (-/-) Inferior (-/-) Oedem Extremitas: Superior (-/-) Inferior (-/-)

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG

a. 7 Desember 2015 (H1)PemeriksaanHasilNilai Normal

Hemoglobin5,1 gr/dl12 16 gr/dl

Hematokrit19,7 %36 47 %

Lekosit69004000-10000/mm3

Trombosit 320000150 450 x 103/ul

Eritrosit 3,53 x 1064,5-5,5 x 106

b. 8 Desember 2015 (H2)HematologiPemeriksaanHasilNilai Normal

Hemoglobin5,3 gr/dl12 16 gr/dl

Hematokrit19,2 %36 47 %

Lekosit1270004000-10000/mm3

Trombosit 420000150 450 x 103/ul

Eritrosit 3,49 x 1064,5-5,5 x 106

Feses Warna Kuning, lembek

Kista -

Ancylostoma+ (Positif)

Trycomonas-

Sisa makanan+

Ascaris-

Lemak-

Lekosit1-2

Eritrosit1-2

Amoeba -

Lain-lainBakteri +1

Warna Kuning, lembek

Kista -

Ancylostoma+ (Positif)

Trycomonas-

Sisa makanan+

Ascaris-

Lemak-

Lekosit1-2

Eritrosit1-2

Amoeba -

Lain-lainBakteri +1

Gambaran Darah Tepi EritrositMikrositik, hipokrom, ovalosit, teardrop cell,

LeukositEstimasi jumalah meningkat

TrombositEstimasi jumlah normal, trombosit besar

Kesan : Anemia Mikrositik Hipokrom

c. 10 Desember 2015 (H4)PemeriksaanHasilNilai Normal

Hemoglobin11,3 gr/dl12 16 gr/dl

Hematokrit37,2 %36 47 %

Lekosit83004000-10000/mm3

Trombosit 423000150 450 x 103/ul

Eritrosit 3,49 x 1064,5-5,5 x 106

E. DAFTAR MASALAHa. Badan Lemas 3 bulanb. Anemia Mikrositik Hipokromc. Leukositosisd. Ankylostomiasis

F. DIAGNOSIS BANDING Anemia Mikrositik Hipokrom et causa Ancylostomiasis Anemia Defisiensi Besi

G. DIAGNOSIS SEMENTARAAnemia Mikrositik Hipokrom et causa AncylostomiasisH. INITIAL PLANNINGInitial Diagnosis:-Initial Terapi: Infus RL 10 tpm Transfuse PRC 2 Kolf jarak 4 jam Inj. Furosemid 15 mg Asam Folat 1 x 1mg Maltiron Syr 1x 1 cth Pirantel Pamoat 1 x 250 mgInitial MonitoringMonitoring suhu, frekuensi jantung, frekuensi pernapasan.Initial Edukasi Menjelaskan pada keluarga tentang penyakit pasien dan menjelaskan cara penularan penyakit yang diderita pasien. Menjelaskan pada pasien tentang penyebab penyakit, dan risiko penularan penyakit yang diderita pasien. Menjelaskan pada pasien untuk meminum obat secara teratur dan control setelah 1 minggu keluar dari rumah sakit. Menjelaskan pada keluarga pasien agar menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal pasien. Memeri motovasi pada pasien dan keluarga untuk sering mencuci tangan dengan sabun. Menjelaskan pada pasien tentang pola hidup bersih dan sehat.I. PROGNOSISQuo ad vitam: ad bonamQuo ad sanam: ad bonamQuo ad fungsionam: ad bonamBAB IITINJAUAN PUSTAKA

ANEMIA 1. DefinisiAnemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa eritrosit (red cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer (penurunan oxygen carrying capacity). Secara praktis anemia ditunjukkan oleh penurunan kadar hemoglobin, hematokrit atau hitung eritrosit (red cell count). (Bakta, 2011)

2. Etiologi Pada dasarnya anemia disebabkan oleh karena: (Bakta,2011) a. Gangguan pembentukan eritrosit oleh sumsum tulang b. Kehilangan darah keluar tubuh (perdarahan) c. Proses penghancuran eritrosit dalam tubuh sebelum waktunya (hemolisis)

3. Kriteria Anemia Kriteria Anemia menurut WHO (2012) : AnakUsia 6 bulan 6 tahun Hb < 11 gr/dL Usia 6 -14 tahunHb < 12 gr/dLDewasa Laki-laki dewasaHb < 13 gr/dL Wanita dewasa tidak hamilHb < 12 gr/dL Wanita hamilHb < 11 gr/dL

4. Klasifikasi AnemiaKlasifikasi Anemia menurut etiopatogenesis : (Bakta.2011) A. Anemia karena gangguan pembentukan eritrosit dalam sumsum tulang 1. Kekurangan bahan esensial pembentuk eritrosit a. Anemia defisiensi besib. Anemia defisiensi asam folat c. Anemia defisiensi vitamin B12 2. Gangguan penggunaan besia. Anemia akibat penyakit kronik b. Anemia sideroblastik 3. Kerusakan sumsum tulang a. Anemia aplasticb. Anemia mieloptisik c. Anemia pada keganasan hematologi d. Anemia diseritropoietik e. Anemia pada sindrom mielodisplastik B. Anemia akibat perdarahan 1. Anemia pasca perdarahan akut 2. Anemia akibat perdarahan kronik C. Anemia hemolitik 1. Anemia hemolitik intrakorpuskular a. Gangguan membran eritrosit (membranopati) b. Gangguan enzim eritrosit (enzimopati): anemia akibat defisiensi G6PD c. Gangguan hemoglobin (hemoglobinopati) - Thalasemia - Hemoglobinopati struktural : HbS, HbE, dll 2. Anemia hemolitik ekstrakorpuskuler a