corpus alienum tht fix

of 36 /36
BAB I PENDAHULUAN Corpus alienum atau benda asing pada telinga, hidung, dan tenggorok (THT) adakalanya merupakan masalah kesehatan keluarga, yang biasanya terjadi pada anak-anak. Bahan- bahan asing yang sering ditemukan biasanya merupakan makanan, mainan, dan peralatan rumah tangga yang kecil. Diagnosis pada pasien sering terlambat karena penyebab biasanya tidak terlihat, dan gejalanya tidak spesifik, dan sering terjadi kesalahan diagnosis pada awalnya. Corpus alienum di saluran nafas merupakan keadaan emergensi yang memerlukan penanganan segera. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan terjadinya komplikasi bahkan kematian.bulan Januari 2002 sampai Agustus 2004 tercatat 43 kasus aspirasi yang telah dilakukan tindakan bronkoskopi. Penderita terbanyak berusia dibawah 3 tahun, lebih sering pada anak laki- laki, dan kacang merupakan benda asing organik yang 1

Author: dhia-raihana-mirtafani

Post on 13-Apr-2016

144 views

Category:

Documents


9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

corpal

TRANSCRIPT

CORPUS ALIENUM PADA PASIEN THT

BAB I

PENDAHULUAN

Corpus alienum atau benda asing pada telinga, hidung, dan tenggorok (THT) adakalanya merupakan masalah kesehatan keluarga, yang biasanya terjadi pada anak-anak. Bahan- bahan asing yang sering ditemukan biasanya merupakan makanan, mainan, dan peralatan rumah tangga yang kecil. Diagnosis pada pasien sering terlambat karena penyebab biasanya tidak terlihat, dan gejalanya tidak spesifik, dan sering terjadi kesalahan diagnosis pada awalnya.Corpus alienum di saluran nafas merupakan keadaan emergensi yang memerlukan penanganan segera. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan terjadinya komplikasi bahkan kematian.bulan Januari 2002 sampai Agustus 2004 tercatat 43 kasus aspirasi yang telah dilakukan tindakan bronkoskopi. Penderita terbanyak berusia dibawah 3 tahun, lebih sering pada anak laki-laki, dan kacang merupakan benda asing organik yang terbanyak. Dibagian THT-KL FKUA RS M.Jamil Padang selama periode Januari 2009 sampai Maret 2010 tercatat 8 kasus aspirasi benda asing yang telah dilakukan tindakan bronkoskopi sebanyak 4 kasus adalah aspirasi kacang tanah, dan 1 kasus jarum pentul. Di Departemen THT-KL FKUI RSCM dari Di Amerika Serikat sekitar 3000 orang meninggal setiap tahunnya akibat aspirasi benda asing. Menurut Yadav et al jenis corpus alienum yang paling sering ditemukan pada anak-anak adalah kacang tanah (52,3%), material makanan (12,2%), biji-bijian (5,3%), tulang (1,5%), plastik (15,1%), logam (4,5%), batu (0,8%) dan sisanya tidak ditemukan benda asing. Pengeluaran benda asing lazim dilakukan dengan forceps, irigasi dengan air, dan kateter hisap. Benda asing pada faring atau trakea merupakan keadaan yang darurat dan memerlukan konsultasi bedah. Hasil pemeriksaan radiografi biasanya normal. Endoskopi lunak ataupun kaku sering digunakan untuk memperkuat diagnosis dan untuk mengeluarkan benda asing. Dokter harus memiliki beberapa kecurigaan untuk benda asing pada anak-anak dengan gejala saluran nafas atas yang tidak dapat diterangkan. Sangat penting untuk mengetahui anatomi dan indikasi untuk dirujuk pada subspesialis.

Kekerapan benda asing pada bidang THT terjadi pada anak maupun dewasa. Dokter biasanya dapat mengeluarkan benda asing tersebut, namun hal ini bergantung pada beberapa faktor seperti lokasi dari benda asing, bahan material benda asing, apakah benda berupa bahan yang mudah diambil ( lembut dan irregular) atau tidak mudah diambil (keras dan bulat), ketrampilan dokter dan kerjasama pasien.BAB II

TINJAUAN PUSTAKAA. Definisi

Corpus alienum adalah benda asing yang berasal dari luar atau dalam tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada pada tubuh.(1) B. Etiologi dan Faktor Predisposisi

Faktor yang mempermudah terjadinya aspirasi benda asing kedealam saluran nafas antara lain, faktor personal (umur, jenis kelamin, pekerjaan, kondisi sosial, tempat tinggal), kegagalan mekanisme proteksi yang normal (keadaan tidur, kesadaran menurun, alkoholisme, dan epilepsi), faktor fisik (kelainan penyakit neurologik), proses menelan yangbelum sempurna pada anak, faktor dental, medikal dan surgical (tindakan bedah, ekstraksi gigi, belum tumbuhnya gigi molar pada anak yang berumur kurang dari 4 tahun), faktor kejiwaan (emosi dan gangguan psikis), ukuran dan bentuk serta sifat benda asing, faktor kecerobohan (meletakkan benda asing dimulut, persiapan makan yang kurang baik, makan atau minum tergesa-gesa, makan sambil bermain, memberikan kacang atau permen pada anak yang gigi molarnya belum lengkap).C. Jenis-jenis

Benda asing yang berasal dari luar tubuh disebut benda asing eksogen, biasanya masuk melalui hidung atau mulut. Sedangkan yang berasal dari dalam tubuh disebut benda asing endogen. Benda asing eksogen terdiri dari benda padat, cair atau gas. Benda asing eksogen padat terdiri dari zat organik seperti kacang-kacangan (yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan), tulang (yang berasal dari kerangka binatang) dan zat anorganik seperti paku, jarum, peniti, batu, dan lain-lain. Benda asing eksogen cair dibagi dalam benda cair yang bersifat iritatif, seperti zat kimia, dan benda cair non-iritatif, yaitu cairan dengan pH 7,4. Benda asing endogen dapat berupa secret kental, darah atau bekuan darah, nanah, krusta, perkijuan, membran difteri, bronkolit. Cairan amnion, mekonium dapat masuk ke dalam saluran napas bayi pada saat proses persalinan.(2)Benda Asing di Telinga

Liang telinga luar terdiri dari cartilago dan tulang yang dilapisi oleh periosteum dan kulit. Bagian tulang merupakan bagian yang sangat sensitive. Karena itulah percobaan mengeluarkan benda asing di telinga terasa sangat sakit. Liang telinga luar menyempit pada bagian persambungan antara cartilago dan tulang. Benda asing dapat terjepit disini sehingga membuat semakin sulit pada pengangkatan benda asing. Percobaan mengambil benda asing dapat membuat benda tersebut semakin masuk kedalam dan tersangkut pada tempat penyempitan tersebut. Maka dari itu perlu pencahayaan yang kuat dan alat yang memadai. Biasanya alat yang digunakan adalah alat yang masuk ke telinga, magnet untuk bahan dari logam, irigasi telinga, dan mesin dengan alat hisap.(3)

Gambar 1. Letak predileksi benda asing di telinga

Gejala

Pada beberapa kasus pasien dengan benda asing di telinga adalah tanpa gejala, dan pada anak-anak ditemukan secara kebetulan. Pasien yang lain mungkin merasa sakit dengan gejala seperti otitis media, pendengaran berkurang, atau rasa penuh ditelinga. Beberapa kasus sering ditemukan pada anak-anak berumur kurang dari 8 tahun. Benda asing yang sering terdapat pada telinga adalah manik-manik, mainan plastik, kelereng, biji jagung. Serangga lebih sering pada pasien berumur lebih dari 10 tahun. Terkadang pada anak-anak umur kurang dari 10 tahun pengambilan benda asing perlu dilakukan anestesi umum.(3)Diagnosa

Benda asing dalam telinga dapat dilihat oleh dokter yang kompeten dengan langsung melihat ke dalam telinga menggunakan otoskop. Pada anak-anak perlu dicurigai adanya benda asing yang jumlahnya lebih dari satu ataupun lubang lain yang juga terlibat (mulut, dan hidung) yang juga harus diperiksa.(4)

Gambar 2. Pemeriksaan telinga dengan otoskop

Gambar 3. Benda asing dalam liang telinga

Penatalaksanaan

Pada benda yang sangat kecil dapat dicoba untuk mengoyangkan secara hati-hati. Menarik pinna telinga kearah posterior meluruskan liang telinga dan benda asing dapat keluar dengan goncangan lembut pada telinga. Jika benda asing masuk lebih dalam maka perlu diangkat oleh dokter yang kompeten. Tidak dianjurkan untuk mengorek telinga sendiri karena dapat mendorong lebih kedalam dan menyebabkan ruptur membran timpani atau dapat melukai liang telinga.(4)Beberapa tehnik di klinik pada pengeluaran benda asing di teinga:(4) Forceps yang sudah dimodifikasi dapat digunakan untuk mengambil benda dengan bantuan otoskop Suction dapat digunakan untuk menghisap benda

Irigasi liang telinga dengan air hangat dengan pipa kecil dapat membuat benda-benda keluar dari liang telinga dan membersihkan debris.

Penggunaan alat seperti magnet dapat digunakan untuk benda dari logam

Sedasi pada anak perlu dilakukan jika tidak dapat mentoleransi rasa sakit dan takut.

Serangga dalam liang telinga biasanya diberikan lidocain atau minyak, lalu diirigasi dengan air hangat.

Setelah benda asing keluar, diberikan antibiotik tetes selama lima hari sampai seminggu untuk mencegah infeksi dari trauma liang telinga.

Benda Asing di Hidung

Benda asing sebagai penyebab sumbatan hidung hampir selalu ditemukan pada anak-anak. Anak-anak cenderung memasukan benda-benda kecil dalam hidung. Benda asing yang lazim ditemukan adalah manik-manik, kancing, kacang, kelereng, dan karet penghapus. Bila benda tersebut belum lama dimasukan, maka tidak atau hanya sedikit mengganggu, kecuali bila benda tersebut tajam atau sangat besar.(5) Benda asing berupa baterai jam yang kemungkinan paling sering terjadi pada anak-anak dapat membahayakan, selain sifatnya yang korosif sehingga dapat membuat nekrosis pada jaringan yang ada di hidung jika benda tersebut terlalu lama terperangkap. Selain itu juga dapat menyebabkan destruksi pada bagian tulang rawan hidung sehingga bentuk hidung menjadi landai.Di antara material yang sering digunakan untuk operasi kosmetik adalah silikon untuk augmentasi rhinoplasti. Bagaimanapun, silikon merupakan benda asing yang bukan berasa dari tubuh manusia, sehingga penggunaannya dapat menimbulkan beberapa efek samping ataupun komplikasi. Pada kasus augmentasi rinoplasti dengan menggunakan silikon ditemukan 18% komplikasi yang disebabkan oleh rancangan bentuk implan atau teknik operasi yang kurang. Komplikasi yang tersering adalah berupa infeksi, pergeseran, ekstusi dan penonjolan silikon yang berlebihan. Menurut Foda seperti yang dikutip oleh Gendeh, koplikasi rinoplasti eksterna diantaranya adalah flap septum yang robek 2,8%, cedera kartilago alar 1,8%, trauma nasal post operasi 1%, epistaksis 2%, infeksi 2,4%, edema 17%, obstruksi hidung 0,8%.Gejala

Gejala yang lazim adalah obstruksi unilateral dan secret yang berbau. Benda asing umumnya ditemukan di anterior vestibulum atau pada meatus inferior sepanjang dasar hidung. Tidak satupun benda asing boleh dibiarkan dalam hidung oleh karena bahaya nekrosis dan infeksi sekunder yang mukin timbul, dan kemungkinan aspirasi kedalam saluran pernapasan bawah.(5)

Gambar 4. Letak predileksi benda asing di hidung

Diagnosa

Untuk memeriksa hidung bagian dalam dapat digunakan speculum hidung dan penlight. Pada inspeksi akan telihat benda asing yang terjepit dalam hidung.(6)

Gambar 5. Pemeriksaan rhinoskopi anterior

Gambar 6. Benda asing dalam hidung

Penatalaksanaan

Pengangkatan dapat dilakukan di klinik pada anak yang kooperatif, setelah sebelumnya dioleskan suatu anastetik topical dan vasokonstriktor misalnya kokain. Suatu kait buntu yang diselipkan di belakang benda tersebut atau suatu forsep alligator yang kecil akan sangat membantu. Kadang diperlukan anestesi umum untuk mengeluarkan benda tersebut.(5)Rinolit

Rinolit juga dianggap sebagai suatu benda asing tipe khusus yang biasanya diamati pada orang dewasa. Garam-garam tak larut dalam secret hidung membentuk suatu masa berkapur sebesar benda asing yang tertahan lama atau bekuan darah. Sekret sinus kronik dapat mengawali terbentuknya masa seperti itu di dalam hidung.(5)Benda Asing di Laring, Trakea, dan Bronkus

Setelah benda asing teraspirasi, maka benda asing tersebut dapat tersangkut pada 3 tempat anatomis yaitu, laring, trakea atau bronkus.

Dari semua aspirasi benda asing, 8090% diantaranya terperangkap di bronkus dan cabang-cabangnya.

Pada orang dewasa, benda asing bronkus cenderung tersangkut di bronkus utama kanan, karena sudut konvergensinya yang lebih kecil dibandingkan bronkus utama kiri.

Benda asing yang lebih besar lebih banyak tersangkut di laring atau trakea.Gejala

Gejala sumbatan benda asing di dalam saluran napas tergantung pada lokasi benda asing, derajat sumbatan (total atau sebagian), sifat, bentuk dan ukuran benda asing. Benda asing yang masuk melalui hidung dapat tersangkut di hidung, nasofaring, laring, trakea dan bronkus. Benda yang masuk melalui mulut dapat tersangkut di orofaring, hipofaring, tonsil, dasar lidah, sinus piriformis, esofagus atau dapat juga tersedak masuk ke dalam laring, trakea dan bronkus. Gejala yang timbul bervariasi, dari tanpa gejala hingga kematian sebelum diberikan pertolongan akibat sumbatan total. Seseorang yang mengalami aspirasi benda asing saluran napas akan mengalami 3 stadium.

Stadium pertama merupakan gejala permulaan yaitu batuk-batuk hebat secara tiba-tiba (violent paroxysms of coughing), rasa tercekik (choking), rasa tersumbat di tenggorok (gagging) dan obstruksi jalan napas yang terjadi dengan segera.

Pada stadium kedua, gejala stadium permulaan diikuti oleh interval asimtomatis. Hal ini karena benda asing tersebut tersangkut, refleks-refleks akan melemah dan gejala rangsangan akut menghilang. Stadium ini berbahaya, sering menyebabkan keterlambatan diagnosis atau cenderung mengabaikan kemungkinan aspirasi benda asing karena gejala dan tanda yang tidak jelas.

Pada stadium ketiga, telah terjadi gejala komplikasi dengan obstruksi, erosi atau infeksi sebagai akibat reaksi terhadap benda asing, sehingga timbul batuk-batuk, hemoptisis, pneumonia dan abses paru. Benda asing di laring dapat menutup laring, tersangkut di antara pita suara atau berada di subglotis. Gejala sumbatan laring tergantung pada besar, bentuk dan letak (posisi) benda asing. Sumbatan total di laring akan menimbulkan keadaan yang gawat biasanya kematian mendadak karena terjadi asfiksia dalam waktu singkat. Hal ini disebabkan oleh timbulnya spasme laring dengan gejala antara lain disfonia sampai afonia, apnea dan sianosis. Sumbatan tidak total di laring dapat menyebabkan disfonia sampai afonia, batuk yang disertai serak (croupy cough), odinofagia, mengi, sianosis, hemoptisis, dan rasa subjektif dari benda asing (penderita akan menunjuk lehernya sesuai dengan letak benda asing tersebut tersangkut) dan dispnea dengan derajat bervariasi. Gejala ini jelas bila benda asing masih tersangkut di laring, dapat juga benda asing sudah turun ke trakea, tetapi masih menyisakan reaksi laring oleh karena adanya edema.(2)Diagnosa

Pada kasus benda asing di saluran napas dapat dilakukan pemeriksaan radiologis dan laboratorium untuk membantu menegakkan diagnosis. Benda asing yang bersifat radioopak dapat dibuat rongent foto segera setelah kejadian, benda asing radiolusen dibuatkan rongent foto setelah 24 jam kejadian, karena sebelum 24 jam kejadian belum menunjukkan gambaran radiologis yang berarti. Biasanya setelah 24 jam baru tampak tanda-tanda atelektasis atau emfisema.Video fluoroskopi merupakan cara terbaik untuk melihat saluran napas secara keseluruhan, dapat mengevaluasi pada saat ekspirasi dan inspirasi dan adanya obstruksi parsial. Pemeriksaan laboratorium darah diperlukan untuk mengetahui adanya gangguan keseimbangan asam basa, serta tanda-tanda infeksi saluran napas.(2)Penatalaksanaan

Untuk dapat menanggulangi kasus aspirasi benda asing dengan cepat dan tepat, perlu diketahui dengan baik lokasi tersangkutnya benda asing tersebut. Secara prinsip benda asing di saluran napas dapat ditangani dengan pengangkatan segera secara endoskopik dengan trauma minimum. Pada anak dengan sumbatan total laring, dapat dicoba menolongnya dengan dengan memegang anak dalam posisi terbalik, kepala di bawah, kemudian daerah punggung/tengkuk dipukul, sehingga diharapkan benda asing dapat dibatukkan keluar. Umumnya penderita dengan aspirasi benda asing datang ke rumah sakit setelah melalui fase akut, sehingga pengangkatan secara endoskopik harus dipersiapkan seoptimal mungkin, baik dari segi alat maupun personal yang telah terlatih. Penderita dengan benda asing di laring harus mendapat pertolongan segera, karena asfiksia dapat terjadi dalam waktu hanya beberapa menit.

Cara lain untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat laring secara total ialah dengan cara perasat dari Heimlich (Heimlichmaneuver), dapat dilakukan pada anak maupun dewasa. Menurut teori Heimlich, benda asing yang masuk ke dalam laring ialah pada saat inspirasi. Dengan demikian paru penuh dengan udara, diibaratkan sebagai botol plastik yang tertutup, dengan menekan botol itu, maka sumbatnya akan terlempar keluar. Komplikasi perasat Heimlich adalah kemungkinan terjadinya ruptur lambung atau hati dan fraktur kosta. Oleh karena itu pada anak sebaiknya cara menolongnya tidak dengan menggunakan kepalan tangan tetapi cukup dengan dua buah jari kiri dan kanan. Pada sumbatan benda asing tidak total di laring perasat Heimlich tidak dapat digunakan. Dalam hal ini penderita dapat dibawa ke rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas endoskopik berupa laringoskop dan bronkoskop.(2)

Terdapat tiga metode untuk mengatasi sumbatan jalan napasoleh benda asing: Abdominal Thrust, Chest Thrust, dan Back Blow (7, 8, 9).Tahapan Prosedur Abdominal Thrust

1. Jika pasien dalam keadaan berdiri/duduk:

a. Penolong berdiri di belakang pasien

b. Lingkarkan lengan kanan dengan tangan kanan terkepal, kemudian pegang lengan kanan tersebut dengan lengan kiri. Posisi lengan anda pada abdomen pasien yakni di bawah prosesus xipoideus dan diatas pusat/umbilikus.

c. Dorong secara cepat (thrust quickly), dengan dorongan pada abdomen ke arah dalam-atas.

d. Jika diperlukan, ulangi abdominal thrust beberapa kali utk menghilangkan obstruksi jalan napas.

e. Evaluasi jalan napas secara sering utk memastikan keberhasilan tindakan ini.

2. Jika pasien dlm keadaan supine/unconcious:

a. Penolong mengambil posisi berlutut/mengangkangi paha pasien.

b. Penolong menempatkan lengan kiri di atas lengan kanan yg menempel di abdomen pasien tepatnya di bawah prosesus xipoideus dan di atas pusat/umbilikus.

c. Dorong secara cepat (thrust quickly), dengan dorongan pada abdomen ke arah dalam-atas.

d. Jika diperlukan, ulangi abdominal thrust beberapa kali utk menghilangkan obstruksi jalan napas.

e. Evaluasi jalan napas secara sering utk memastikan keberhasilan tindakan ini.

3. Jika mungkin, lihat secara langsung mulut dan faring pasien dengan laringoskopi dan jika tampak utamakan mengekstraksi benda asing tersebut menggunakan Kelly atau Megil forcep.

Tahapan Prosedur Chest Thrust

1. Jika posisi pasien duduk/ berdiri:

a. Penolong berdiri di belakang pasien

b. Lingkarkan lengan kanan dengan tangan kanan terkepal di area midsternal di atas prosesus xipoideus pasien (sama seperti pada posisi saat kompresi jantung luar).

c. Lakukan dorongan (thrust) lurus ke bawah ke arah spinal. Jika perlu ulangi chest thrust beberapa kali utk menghilangkan obstruksi jalan napas.

d. Evaluasi jalan napas secara sering utk memastikan keberhasilan tindakan ini.

2. Jika posisi pasien supine:

a. Penolong mengambil posisi berlutut/mengangkangi paha pasien.

b. Tempatkan lengan kiri di atas lengan kanan anda dan posisikan bagian bawah lengan kanan pada area midsternal di atas prosesus xipoideus pasien (sama seperti pada posisi saat kompresi jantung luar).

c. Lakukan dorongan (thrust) lurus ke bawah ke arah spinal. Jika perlu ulangi chest thrust beberapa kali utk menghilangkan obstruksi jalan napas.

d. Evaluasi jalan napas secara sering utk memastikan keberhasilan tindakan ini.

3. Jika mungkin, lihat secara langsung mulut dan paring pasien dengan laringoskopi dan jika tampak utamakan mengekstraksi benda asing tersebut menggunakan Kelly atau Megil forcep.

Tahapan Prosedur Back Blow & Chest Thrust (untuk Bayi)

1. Bayi diposisikan prone di atas lengan bawah penolong, di mana kepala bayi lebih rendah dari pada badannya.

2. Topang kepala bayi dengan memegang rahang bayi.

3. Lakukan 5 kali back blow dengan kuat antara tulang belikat menggunakan tumit tangan anda.

4. Putar bayi ke posisi supine, topang kepala dan leher bayi dan posisikan di atas paha.

5. Tentukan lokasi jari setingkat di bawah nipple bayi. Tempatkan jari tengah pada sternum dampingi dengan jari manis.

6. Lakukan chest thrust dengan cepat.

7. Ulangi langkah 1-6 sampai benda asing keluar atau hilangnya kesadaran.

8. Jika bayi kehilangan kesadaran, buka jalan napas dan buang benda asing jika ia terlihat. Hindari melakukan usapan jari secara membuta pada bayi dan anak, karena benda asing dapat terdorong lebih jauh ke dalam jalan napas.

Tahapan Prosedur Back Blow & Chest Thrust (untuk Anak 1-8 th)

1. Untuk pasien yg berdiri/duduk:

a. Posisi penolong di belakang pasien.

b. Tempatkan lengan di bawah aksila, melingkari tubuh pasien

c. Tempatkan tangan melawan abdomen pasien, sedikit di atas pusar dan di bawah prosesus xipoideus.

d. Lakukan dorongan ke atas (upward thrusts) sampai benda asing keluar atau pasien kehilangan kesadaran.

2. Utk pasien pada posisi supine:

a. Posisi anda berlutut di samping pasien atau mengangkangi paha pasien.

b. Tempatkan lengan penolong di atas pusar & di bawah prosesus xipoideus.

c. Lakukan thrust ke atas dengan cepat, dengan arah menuju tengah-tengah dan tidak diarahkan ke sisi abdomen.

d. Jika benda asing terlihat, keluarkan dengan menggunakan sapuan jari tangan.

Gambar 7. Benda asing di laring pada pemeriksaan foto Rontgen

Gambar 8. Duri ikan pada laring tampak pada endoskopi

Gambar 9. Benda asing pada bronkus principalis dekstraBenda Asing di Orofaring dan Esofagus

Benda asing dapat masuk ke saluran cerna bagian atas. Orofaring terinervasi maka pasien dapat menunjukan benda asing pada orofaring. Luka gores atau lecet pada mukosa orofaring dapat menimbulkan sensasi benda asing. Benda asing yang terlalu lama dapat menyebabkan infeksi jaringan lunak sekitar dari tenggorokan dan leher.(10)Esofagus merupakan struktur berbentuk tabung sepanjang 20-25cm. pasien biasanya dapat menunjukan benda asing jika berada pada esofagus bagian atas tapi akan sulit jika berada pada esophagus bagiah bawah. Esophagus memiliki 3 tempat penyempitan dimana biasanya benda asing terperangkap yaitu: upper esophageal sphincter(UES), crossover aorta, lower esophageal sphincter(LES). Struktur abnormal dari esophagus termasuk striktur, web, divertikel, dan keganasan meningkatkan kejadian benda asing yang terperangkap dan sama halnya dengan gangguan motorik seperti scleroderma, spasme esophageal difus, atau achalasia.(10)

Gambar 10. Anatomi esofagus

Gejala

Gejala orofaring biasanya terdapat sensasi benda asing terutama setelah memakan ayam ataupun ikan. Rasa tidak nyaman dari ringan sampai berat. Pasien biasanya mengeluh sulit menelan atau tidak dapat mengontrol air liur. Biasanya pasien dapat melokalisir benda asing tersebut.(10)Gejala esophagus biasanya akut dengan riwayat mencerna. Ketidaknyamanan padaepigastrium menandakan bahwa benda asing terperangkap pada LES. Disfagia biasa dikeluhkan oleh pasien dewasa dengan ketidakmampuan mengendalikan sekresi air liur. Pada pasien anak biasanya tidak terdapat gejala yang khas. Orang tua biasanya yang memberitahu kepada dokter bahwa anaknya telah menelan sesuatu. Rasa tersumbat ditenggorok, muntah, dan sakit tenggorokan biasanya muncul. Jika benda asing berlangsung lama maka biasanya anak menjadi tidak ingin makan, rewel, gagal tumbuh, demam, stridor, gejala pulmonal seperti pneumonia yang berulang yang berasal dari aspirasi. Benda asing esophagus yang besar pada UES dapat mendesak trakea sehingga menyebabkan stidor dan membahayakan pernafasan.(10)Diagnosis

Benda asing pada orofaring biasanya dapat terlihat dan mudah diambil. Pada pasien yang kooperatif dapat dilakukan laringoskopi indirect atau nasofaringoskopi serat optik. Foto Rontgen polos esophagus servikal dan torakal anteroposterior dan lateral dilakukan pada pasien yang menelan benda asing terutama logam. Sehingga dapat diketahui letak dari benda asing di esophagus. Endoscopi dilakukan pada pasien dimana jalan nafas ikut terlibat dan sudah timbul komplikasi. Jika belum jelas maka dapat dilakukan CT scan sebelum endoskopi.(10)Penatalaksanaan

Benda asing di esophagus dikeluarkan dengan esofagoskopi menggunakan cunam yang sesuai dengan benda asing tersebut. Bila benda asing telah berhasil dikeluarkan harus dilakukan esofagoskopi ulang untuk melihat adanya kelainan-kelainan esophagus yang telah ada sebelumnya. Benda asing tajam yang tidak berhasil dikeluarkan dengan esofagoskopi harus dikeluarkan dengan pembedahan yaitu servikotomi, torakotomi, atau esofagotomi, tergantung lokasi benda asing. Bila dicurigai adanya perforasi yang kecil segera dipasang pipa nasogaster agar pasien tidak menelan makanan ataupun ludah dan diberikan antibiotika bersprektm luas selama 7-10 hari untuk mencegah timbulnya sepsis.(11)

Gambar 11. Koin dalam esophagus pada foto Rontgen AP

Gambar 12. Koin dalam esophagus pada foto Rontgen lateral

Gambar 13. Koin dalam esophagus pada pemeriksaan endoskopi

BAB IIIPENUTUPKesimpulanBenda asing adalah masalah yang lazim pada bidang THT, khususnya pada bidang THT anak, seringkali diikuti berbagai komplikasi, beberapa mengalami keparahan. Pada tahun awal kehidupan anak mengalami penjelajahan dan interaksi dengan lingkungan. Ketika anak mulai dapat merangkak dan berjalan, anak mulai berrinterkasi dengan banyak benda yang biasanya anak suka memasukan benda-benda tersebut ke dalam lubang mulut, telinga, hidung, dan sampai tenggorokan.

Pada pasien dewasa masalah benda asing biasanya terjadi akibat kesengajaan atau tidak sengaja yang biasanya dapat diakibatkan oleh serangga, ataupun benda asing lainnya. Karena benda asing bisa menjadi suatu keadaan yang darurat maka perlu segera dilakukan tindakan untuk mengangkat benda asing tersebut. Namun terkadang terjadi kesulitan dalam pengangkatan benda asing dalam THT. Pengangkatan benda asing bergantung pada faktor-faktor dari benda asing sendiri, dokter yang kompeten dengan alat-alat yang memadai, dan kerjasama dari pasien.

DAFTAR PUSTAKA

1. Medical dictionary. Corpus Alienum. http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Corpus+alienum. Diunduh pada tanggal 16 Januari 2016.

2. Junizaf MH. Benda Asing di Saluran Napas. In: Soepardi EA, Iskandar N. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher edisi 6. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2008. Hal. 259-65.

3. Heim SW, Maughan KL. Foreign Body in the Ear, Nose, and Throat. University of Virginia School of Medicine, Charlottesville, Virginia. Am Fam Physician. 2007, Oct 15; 76(8): 1185-89. Diunduh dari: http://www.aafp.org/afp/2007/1015/p1185.html pada tanggal 16 Januari 2016.4. Cunha JP. Objects or insects in Ear. http://www.medicinenet.com/objects_or_insects_in_ear/article.htm. Diunduh pada 16 Januari 2016.5. Hilger PA. Penyakit Hidung. Dalam: BOEIS Buku Ajar Penyakit THT. Editor: Adams GL, Boeis LR, Higler PA. Edisi ke-6. EGC. 1997. Hal 238-9.

6. Acute Rhinitis. http://www.wrongdiagnosis.com/a/acute_rhinitis/book-diseases-5a.htm. Diunduh pada tanggal 16 Januari 2016.7. Proehl, J.A. (Emergency nursing procedures. (2nd ed.). Saunder Company. Philadelphia: W.B. 19998. American Heart Association. Basic life support for healthcare providers. Dallas: Author. 19949. Simon, R., & Brenner, B. Emergency procedures and techniques. (3rd ed.). Baltimore: William & Wilkins. 199410. Munter DW. Gastrointestinal Foreign Bodies in Emergency medicine. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/776566-overview#a0104 pada 16 Januari 2016.11. Yunizaf M. Benda Asing di Esofagus. In: Soepardi EA, Iskandar N. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher edisi 6. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2008. Hal. 301.

PAGE 7