fistum pengukuran status air

Download Fistum Pengukuran Status Air

Post on 24-Dec-2015

296 views

Category:

Documents

57 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pengukuran Status Air

TRANSCRIPT

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Air sangat dibutuhkan oleh tanaman karena merupakan komponen utama dalam sel-sel untuk menyusun jaringan tanaman (70% - 90%), pelarut dan medium reaksi biokimia,medium transport senyawa, memberikan turgor bagi sel, bahan baku pembentuka klorofil dan menjaga suhu tanaman supaya tetap konstan.

Peran air sebagai pelarut unsure hara di dalam tanah menyebabkan tanaman dapat dengan mudah mengambil hara tersebut sebagai bahan makanan melalui akar dan sekaligus mengangkut hara tersebut ke bagian bagian tanaman yang memerlukan melalui pembuluh xylem. Air dalam tanah akan diserap oleh akar kemudian masuk ke dalam tanaman, selanjutnya air akan menuju ke daun untuk menjalankan proses fotosintesis. Air akan melarutkan glukosa sebagai hasil dari proses fotosintesis dan mengangkutnya ke seluruh tubuh tumbuhan melalui pembuluh floem. Hasil fotosintesis ini akan digunakan tumbuhan untuk proses pertumbuhannya. (Najiyati dan Danarti, 1998)

Semua proses fisiologi di dalam jaringan tanaman tidak akan terjadi tanpa adanya air yang berperan penting dalam proses tersebut.Selama pertumbuhan tanaman air memiliki peranan penting di antaranya berperan sebagai pelarut bahan-bahan organik, bahan utama proses fotosintesis dan lain-lain.Jika tanaman mengalami stress air, maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut tidak akan berjalan normal.Air masuk ke dalam sel tanaman melalui proses difusi, yang mana proses difusi ini terjadi karena perbedaan konsentrasi, yaitu konsentrasi diruang yangdalam sel lebih rendah di bandingkan konsentrasi di luar sel.Sel tumbuhan dapat mengalami kehilangan air yang besar jika potensial air di luar sel lebih rendah dibandingkan dengan potensial air di dalam sel, sehingga akan mengakibatkan volume isi sel akan menurun dan tidak akan mampu mengisi seluruh telah dibentuk oleh sel tersebut (Anonim, 2009).

Jika pada suatu tumbuhan terjadi peristiwa kekurangan air karena ketersediaan air dalam media tanam kurang hal ini akan menyebabkan kecepatan absorbsi tidak dapat mengimbangi kehilangan air melalui proses transpirasi tanaman, sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada tanaman tersebut. (Haryati, 2003)

Status air dan tumbuhan pada kecepatan relatif penyerapan air oleh akar dankehilangan air oleh transpirasi menyerupai air yang tidak cukup oleh akarmenimbulkan devisit air dalam tumbuhan, termasuk sel-sel daun, suatu devisit yangmengakibatkan penurun evaporasi air dari daun sehingga transpirasi menjadi rendah.Selain itu, transpirasi yang berlebihan juga dapat menimbulkan defisit air. Sistemtransportasi bekerja sebagai suatu unit yang cenderung menjaga agar sel tumbuhanselalu dalam keadaan turgit atau segar. (Diah L, 1997)

Molekul air dapat terikat pada suatu permukaan hirofilik oleh tenaga hidrasi dengan kekuatan antara 100 MPa sampai 300 MPa. Dengan demikian air yang sudah berada didalam pembuluh xilem tidak akan tertarik lagi oleh gaya gravitasi (Tjitrosoepomo, 2003).

Potensial air merupakan ukuran dari energi bebas air yang dipengaruhi oleh zat terlarut, tekanan dan partikel matriks. Kontribusi dari potensial air oleh solute terlarut disebut dengan potensial osmotik, yang selalu bernilai negatif. Di lain pihak, zat terlarut menurunkan potensial air. Potensial tekanan air dapat bernilai positif, negatif, bahkan nol. Tetapi secara umum nilai potensial tekanan ini bernilai positif, karena setiap sel tumbuhan memiliki tekanan turgor. Terkait dengan kemampuan air untuk berasosiasi dengan partikel koloid, maka munculah istilah potensial matriks. Potensial matriks bernilai cukup kecil, sehingga seringkali diabaikan. Namun, potensial matrik sangatlah penting ketika membahas mengenai hubungannya dengan air tanah. (Miftahuddin dkk, 2010)

Banyak aktifitas tumbuhan ditentukan oleh sifat air dan bahan yang larut dalam air. Maka dari itu nilai yang diperkirakan orang tentang kekentalan air atau tahanan untuk mengalir, menjadi jauh lebih besar dari sebenarnya (Lakitan, 2004)

B. Tujuan

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kandungan air dalam suatu jaringan dengan metode berat segar, berat kering dan kandungan air relative.TINJAUAN PUSTAKASuatu tanaman dapat tumbuh dan berkembang jika terjadi proses fisiologis padatanaman itu sendiri.Dengan proses fisiologis inilah maka organ tanaman satu persatu akan terbentuk. Semua proses fisiologi di dalam jaringan tanaman tidak akan terjadi tanpa adanya air yang berperan penting dalam proses tersebut.Jika tanaman mengalami stress air, maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut tidak akan berjalan normal karena sel tumbuhan dapat mengalami kehilangan air yang besar jika potensial air di luar sel lebih rendah dibandingkan dengan potensial air di dalam sel, sehingga akan mengakibatkan volume isi sel akan menurun dan tidak akan mampu mengisi seluruh ruang yang telah dibentuk oleh sel tersebut.(Taji, Kumar dan Lakshmanan, 2002).

Fisiologi tumbuhan dapat dikatakan sebagai ilmu yang banyak membicarakan tentang air karena banyak fungsi-fungsi tumbuhan yang secara langsung bergantung pada sifat-sifat air dan senyawa-senyawa yang terlarut di dalamnya. Dibandingkan dengan faktor lingkungan lainnya, air merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap laju pertumbuhan. (Tjondronegoro, dkk, 1999)

Fungsi air sebagai larutan ini penting sekali artinya bagi kehidupantumbuhan. Struktur molekul protein dan asam nukleat sangat ditentukan denganadanya molekul air disekitarnya. Aktivitas senyawa lain didalam protoplasma jugasangat ditentukan kandungan air (Kimball, 1998).

Untuk menyatakan status air atau perimbangan air di dalam tubuh tumbuhandapat dilakukan dengan dua cara yang umum digunakan, yaitu satu diantaranyaberdasarkan atas energi air didalamnya jaringan tumbuhan yang lazim disebutpotensial air, dan ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan status airdari jaringan tanaman dengan memakai istilah potensial air.KarenaSuatu jaringan akan mengalami defisit air jika potensial air tersebut kurangatau lebih dari 0 (nol) bar. Kemudian Cara yang kedua adalah dengan mengukur kuantitas airdari suatu jaringan kandungan airnya dan menyatakan dengan kondisi standartertentu (Nurdina, 2009).

Dalam kondisi transpirasi yang cepat kondisi kehilngan air cenderung melampaui absorbsi, dan kolom air dalm sel pembuluh mengalami tegangan. Dan kemudian tegangan tersebut akan dilanjutkan keakar (Lakitan, 2007).

Banyak aktifitas tumbuhan ditentukan oleh sifat air dan bahan yang larut dalam air. Maka dari itu nilai yang diperkirakan orang tentang kekentalan air atau tahanan untuk mengalir, menjadi jauh lebih besar dari sebenarnya (Lakitan, 2004)

Pentingnya air sebagai pelarut dal;am organisme hidup. Proses osmosis, misalnya bergantung pada bahanterlarutyang ada di dalam air sel, pergerakkan berbagai bahan terlarut dengan cara difusi dan aliran massa dalam tumbuhan. Molekul air secara aktif terllibat dalam reaksi kimia yang menjadi dasar kehidupan. Pada potensial air digunakan untuk menyatakan status air dalam tumbuhan. Semakin rendak potensial air dari suatu sel atau jaringan tumbuhan akan semakin besar kemampuannya untuk mengabsorbsi air. Sebaliknya semakin tinggi potensial air semakin besar kemampuan jaringan tersebut untuk memberair kepada sel atau jaringan tumbuhan yang kandungan airnya lebih rendah. Banyak aktifitas tumbuhan ditentukan oleh sifat air dan bahan yang larut dalam air. Hikatan hydrogen didapatkan pada banyak senyawa selain air. Ikatan hidrogen dengan oksigen atau dengan nitrogen. Kemudian ikatan hydrogen harus diputuskan agar air dapaat mengalir. Maka nilai yang diperkirakan orang tentang kekentalan air atau tahanan untuk mengalir, menjadi jauh lebih besar dari sebenarnya (Lakitan, 2004)

Kelangsungan hidup tanaman berkaitan erat dengan keberadaan Air karena 70-90% penyusun tubuh tanaman adalah air. Oleh sebab ituSetiap tanaman harus menyeimbangkan antara proses kehilangan air dan proses penyerapan air, bila proses kehilangan air tidak diimbangi dengan penyerapan air oleh tanaman melalui akar tanamana maka akan terjadilah kondisi dimana tanaman kekurangan air didalam sel tanaman yang dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada banyak proses dalam tanaman (Taiz & Zeiger 2002)

Tanaman memiliki reaksi yang sangat kompleks menghadapi cekaman kekeringan. Bentuk morfologi, anatomi dan metabolisme tanaman yang berbeda menyebabkan tanaman memiliki respon yang beragam. Ketika kekeringan semakin meningkat maka tanaman menyesuaikan diri melalui proses fisiologi yang kemudian diikuti perubahan struktur morfologi tanaman seperti layu, meningkatkan pertumbuhan akar dan menghambat pertumbuhan pucuk. Penurunan proses fotosintesis dan pertumbuhan, sehingga tanaman juga mengalami penurunan produksi seperti berkurangnya hasil panen secara kualitas maupun kuantitas (Taiz & Zeiger 2002)

Fungsiairsebagailarutaninipentingsekaliartinyabagikehidupantumbuhan. Strukturmolekulproteindan asamnukleatsangatditentukan dengan adanya molekul air disekitarnya . Aktivitas senyawa lain didalam protoplasma jugasangat ditentukan kandungan air (Kimball,1998)

Tersedianya air untuk pertumbuhan tanaman ditentukan oleh status air pada jaringan tanaman, untuk mengetahui status air pada tanaman digunakan dua cara yang umum :

1. Berdasarkan energi air dalam jaringan tumbuhan yang disebut potensial air

2. Mengukur kuantitas air dari suatu jaringan dan menyatakannya dengan kondisi standar tertentu.

Dari kedua cara diatas, yang paling tepat dan umum dilakukan adalah cara yang pertama berdasarkan potensial air. (Ismed , 2009)

Air sangat dibutuhkan oleh tanaman karena merupakan komponen utama dalam sel-sel untuk menyusun jaringan tanaman (70% - 90%), pelarut dan medium reaksi biokimia,medium transport senyawa, memberikan turgor bagi sel, bahan baku pembentuka klorofil dan menjaga suhu tanama