cover fistum i

Download Cover Fistum i

Post on 07-Dec-2014

114 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugass

TRANSCRIPT

RESPON FISIOLOGI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L) TERHADAP STRESS GARAM

Disusun oleh : Atina Istiqomah Hadi Mukharomatul Afsoh Tri Yulia Ningsih Ilham B1J011006 B1J011024 B1J011056 B1J011074

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN I

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO

2012

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN I

Disusun oleh : Atina Istiqomah Hadi Mukharomatul Afsoh Tri Yulia Ningsih Ilham Kelompok : 6 Rombongan : IV B1J011006 B1J011024 B1J011056 B1J011074

Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian akhir praktikum mata kuliah Fisiologi Tumbuhan I pada Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Menerima dan menyetujui Purwokerto, Desember 2012 Asisten

Hety Sartika B1J010188

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum Fisiologi Tumbuhan I sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian responsi dan ujian akhir mata kuliah Fisiologi Tumbuhan I di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan praktikum Fisiologi Tumbuhan I tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dosen Fisiologi Tumbuhan I yang telah memberikan bimbingan. 2. Asisten praktikum yang telah membantu pelaksanaan praktikum dan penyusunan laporan ini. 3. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan praktikum Fisiologi Tumbuhan I. Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu segala kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Purwokerto,

Desember 2012

Penulis

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... ii PRAKATA .................................................................................................... iii DAFTAR ISI ................................................................................................. iv I. PENDAHULUAN................................................................................. 1 A. Latar Belakang ................................................................................ 1 B. Tujuan .............................................................................................. 4 II. MATERI DAN METODE ................................................................... 5 A. Materi ............................................................................................. 5 B. Metode ............................................................................................ 5 III. HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 6 A. Hasil ................................................................................................ 6 B. Pembahasan ..................................................................................... 11 IV. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 13 A. Kesimpulan ..................................................................................... 13 B. Saran ............................................................................................... 13 DAFTAR REFERENSI ................................................................................. 14

RESPON FISIOLOGI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L) TERHADAP STRESS GARAM

Oleh : Tri Yulia Ningsih B1J011056

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN I

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2012

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan tanaman didefinisikan sebagai bertambah besarnya tanaman yang diikuti oleh peningkatan berat kering. Proses pertumbuhan tanaman terdiri dari pembelahan sel, perbesaran sel dan diferensiasi sel. Pada umumnya keberadaan garam-garam terlarut dalam medium dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dengan dua cara. Pertama konsentrasi tinggi ion-ion tertentu dapat meracuni dan menginduksi gangguan fisiologis (misal Na+, borat), kedua garam-garam terlarut menekan potensi air dari medium dan berakibat terbatasnya penyerapan air oleh akar. Konsentrasi garam yang lebih tinggi di medium, cenderung meningkatkan penyerapan ion dan menurunkan potensial air dalam akar tanaman yang akan menstimulir penyerapan air dan akan meningkatkan turgor sel dan turgiditas jaringan tanaman. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan air yang dikenal dengan penyesuaian osmotik. Pada praktikum kali ini varietas cabai yang digunakan adalah jenis cabai rawit (Capsicum frutescent). Beberapa tanaman mengembangkan mekanisme untuk mengatasi cekaman tersebut di samping ada pula yang menjadi teradaptasi. Mayoritas tanaman budidaya rentan dan tidak dapat bertahan pada kondisi salinitas tinggi; atau sekalipun dapat bertahan tetapi dengan hasil panen yang berkurang. Tanaman yang toleran terhadap cekaman garam Na disebut tanaman natrofilik (halophyta), sedangkan yang tidak toleran disebut tanaman natrofobik (glycophyta). Salinitas dapat berpengaruh menghambat pertumbuhan tanaman dengan dua cara yaitu : a. Dengan merusak sel-sel yang sedang tumbuh sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. b. Dengan membatasi jumlah suplai hasil-hasil metabolisme esensial bagi pertumbuhan sel melalui pembentukan tyloses. Salinitas menekan proses pertumbuhan tanaman dengan efek yang menghambat pembesaran dan pembelahan sel, produksi protein serta penambahan biomass tanaman. Tanaman yang mengalami stres garam umumnya tidak

menunjukkan respon dalam bentuk kerusakan langsung tetapi pertumbuhan yang tertekan dan perubahan secara perlahan.

B. Tujuan 1. Memahami bahwa pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal (lingkungan). 2. Memahami bahwa kondisi lingkungan yang ekstrim (cekaman) merupakan kondisi yang kurang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. 3. Menentukan konsentrasi garam yang masih dapat ditoleransi oleh tanaman cabai (Capsicum frutescent). 4. Menjelaskan perubahan-perubahan fisiologi dan anatomi tanaman cabai (Capsicum frutescent) akibat cekaman garam tinggi.

II. MATERI DAN METODE A. Materi Alat yang digunakan adalah spektrofotometer, timbangan analitik, oven, mikroskop, gelas ukur, gelas beaker, mortar dan pestle, gunting, object glass dan cover glass, penggaris, kertas label, kamera, dan kertas bujur sangkar. Bahan yang digunakan adalah tanaman cabai (Capsicum frutescent), larutan NaCl (konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50), akuades dan aseton 80%. B. Metode 1. Cara Kerja Pengukuran Luas Daun 1. Data luas daun diperoleh dengan cara mengukur luas daun ke dua (fully expanded leaf) dan dinyatakan dalam cm2 2. Pengukuran luas daun dilakukan dengan metode gravimetric a) Dengan menggunakan kertas HVS 70 gram, dibuat kotak bujur sangkar berukuran 4 x 4 cm. b) Kertas bujusangkar ditimbang dengan timbangan analitik c) Dibuat pola daun kedua tanaman sampel. Kertas bujursangkar dipotong sesuai pola yang dibuat, untuk kemudian ditimbang dengan timbangan analitik . 3. Luas daun ke-2 dihitung dengan rumus : Luas daun= AC/B cm2 A : Luas kertas bujur sangkar B : Berat kertas bujur sangkar C : Berat pola sampel daun Pengukuran Tinggi Tanaman 1. Pengukuran tinggi tanaman dilakukan dengan cara mengukur tinggi tanaman mulai dari pangkal batang sampai titik tumbuh apical tanaman. 2. Pertambahan tinggi tanaman dihitung dengan rumus (h= ht-ht-1). Pengukuran Berat Basah dan Berat Kering

1. Memisahkan media dari akar tanaman, dilakukan dengan cara menyobek polybag . 2. Memotong/ memisahkan bagian akar, batang, dan daun tanaman. 3. Menimbang masing-masing bagian tanaman dan hasilnya sebagi berat basah. 4. Mengkeringkan masing-masing bagian tanaman dengan cara mengoven sampai dengan diperoleh berat yang konstan sebagai berat kering. Pengukuran Kandungan Klorofil 1. Memotong daun segar dengan ukuran 1 x 1 cm dan dilumatkan dalam mortal dengan pelarut aseton sampai semua pigmen terlarut. 2. Setelah daun lumat, pigmen terlarut dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan sisa daun disaring dengan kertas penyaring. 3. Dengan menggunakan spektrofotometer, baca absorbansi filtrat pada panjang gelombang 470 nm, 646 nm, dan 663 nm.4. Kandung klorofil dapat ditentukan dengan menggunakan formulasi :

2.Metode Penelitian Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan petak terpisah (split plot design). Petak utama yang dicobakan adalah cabai (Capsicum frutescent) yang diduga tidak tahan cekaman lingkungan abiotik. Sebagai anak petak adalah konsentrasi garam NaCl yang diberikan yaitu 0 mM, 10 mM, 20 mM, 30 mM, 40 mM dan 50 mM. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang paling sedikit 3 kali.

II.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil

Tabel Data Pengamatan Tabel 1. Tinggi Pohon cabai (Capsicum frutescent) A. Tinggi tanaman minggu pertamaPerlakua n 1 K0 (0 mM) K1 (10 mM) K2 (20 mM) K3 (30 mM) K4 (40 mM) K5 (50 mM) 22.8 22.5 17.9 15.5 22.4 25.6 2 22.4 23.5 17 17.6 19.3 19.5 Ulangan 3 10.2 17 14 18 16.5 17 4 15.5 16 16 18.5 17.4 15 5 10 22.6 15 15 23 20 Jumla h 80.9 101.6 79.9 84.6 98.6 97.1 Rataa n 16.18 20.32 15.98 16.92 19.72 19.42

B. Tinggi tanaman minggu keduaPerlakua n 1 K0 (0 mM) K1 (10 mM) K2 (20 mM) K3 (30 mM) K4 (40 mM) K5 (50 mM) 23 23 18.9 17.1 25.5 25.8 2 23 24 18 21 21.3 24.8 Ulangan 3 11.5 20.1 18.4 21 18 19.5 4 15.5 17 17 19 20 17.5 5 11 23 17 16.8 24 20.5 Jumla h 84 107.1 89.3 94.9 108.8 108.1 Rataa n 16.8 21.42 17.86 18.98 21.76 21.62

C. Tinggi tanaman minggu ketigaPerlakua Ulangan

n 1 K0 (0 mM) K1 (10 mM) K2 (20 mM) K3 (30 mM) K4