makalah penelitian fistum

Download MAKALAH PENELITIAN FISTUM

Post on 30-Dec-2015

81 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

berisi tentang makalah yg berkaitan dengan pertumbuhan bawang putih dengan faktor penentunya berupa berbagai medium jenis tanah.

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

I.1 Latar BelakangFisiologi tumbuhan adalah suatu bidang ilmu yang mengkaji fenomena-fenomena penting di dalam tumbuhan. Dalam kajian ini dipelajari proses dan fungsi yang menyangkut tanggapan tumbuhan terhadap perubahan-perubahan lingkungan, dan pertumbuhan serta perkembangannya sebagai hasil dari respon tersebut. Contoh proses yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan misalnya fotosintesis, respirasi, penyerapan ion, angkutan, membuka dan menutupnya stomata, asimilasi, transpirasi, perbungaan dan pembentukan biji. Inti sari dari semua sasaran fisiologi tumbuhan adalah untuk menyusun secara detil dan luas (comprehensive) semua kejadian alam yang terjadi dalam tumbuhan sehingga kita mengerti pertumbuhan, perkembangan dan gerak yang terjadi pada tumbuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang terdapat pada benih atau tanaman itu sendiri. Faktor eksternal merupakan faktor yang terdapat di luar benih atau tanaman, salah satu yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu media tanam.Media tanam yang baik adalah media yang mampu menyediakan air dan unsur hara dalam jumlah cukup bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat ditemukan pada tanah dengan tata udara yang baik, mempunyai agregat mantap, kemampuan menahan air yang baik dan ruang untuk perakaran yang cukup. Berbagai jenis media tanam dapat kita gunakan, tetapi pada prinsipnya kita menggunakan media tanam yang mampu menyediakan nutrisi, air, dan oksigen bagi tanaman. Penggunaan media yang tepat akan memberikan pertumbuhan yang optimal bagi tanaman. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji beberapa media tanam terutama jenis tanah yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Tanaman yang dijadikan bahan penelitian adalah bawang putih (Allium sativum L.).I.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dari penulisan makalah ini, maka rumusan masalah yang dapat dikaji yaitu:1. Bagaimana pengaruh media tanam tanah pasir, tanah merah, dan tanah pupuk terhadap pertumbuhan tanaman bawang putih (Allium sativum L.)?2. Jenis tanah manakah yang lebih baik digunakan untuk penanaman bawang putih (Allium sativum L.)?3. Apa sajakah syarat tumbuh yang baik untuk pertumbuhan tanaman bawang putih (Allium sativum L.)?

I.3 Tujuan PenulisanBerdasarkan rumusan masalah yang dikaji, maka tujuan yang dapat diambil untuk penulisan makalah ini yaitu:1. Untuk mengetahui pengaruh media tanam tanah pasir, tanah merah, dan tanah pupuk terhadap pertumbuhan tanaman bawang putih (Allium sativum L.).2. Untuk mengetahui jenis tanah yang lebih baik digunakan untuk penanaman bawang putih (Allium sativum L.)3. Untuk mengetahui syarat tumbuh yang baik untuk pertumbuhan tanaman bawang putih (Allium sativum L.)

I.4 Manfaat PenulisanManfaat dari penulisan makalah.ini adalah:1. Sebagai bahan informasi bagi mahasiswa pendidikan Biologi, terutama pengikut mata kuliah Fisiologi Tumbuhan.2. Sebagai bahan masukan pada penelitian selanjutnya dengan memperhatikan perkembangan dari materi mata kuliah Fisiologi Tumbuhan.3. Sebagai pengaplikasian dari teori tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan pada mata kuliah Fisiologi Tumbuhan pada program studi Pendidikan Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.BAB IITINJAUAN PUSTAKA

II. 1 Tanah sebagai Media TanamTanah merupakan campuran bahan padat (organik dan anorganik), dan udara. Bahan organik yang ditambahkan ke dalam tanah tidak hanya menyediakan unsur hara bagi tanaman, tetapi juga dapat memperbaharui sifat fisik tanah. Bahan organik berperan sangat penting di dalam menciptakan struktur tanah yang ideal bagi pertumbuhan tanaman, meningkatkan kemampuan tanah menahan air, meningkatkan kapasitas infiltrasi, dan stabilitas agregat tanah dan pada akhirnya akan menurunkan aliran permukaan dan erosi.Media tanam dapat didefinisikan sebagai kumpulan bahan atau substrat tempat tumbuh benih yang disebarkan atau ditanam. Sebagai media tanam, tanah menyediakan faktor-faktor utama untuk pertumbuhan tanaman, yaitu unsur hara, air, dan udara dengan fungsinya sebagai media tunjangan mekanik akar dan suhu tanah. Semua faktor tersebut haruslah seimbang agar pertumbahan tanaman baik dan berkelanjutan.Unsur hara tanah yang diperlukan terdiri dari unsur makro (yang diperlukan dalam jumlah banyak) meliputi N, P, K, Ca, Mg, dan S, dan unsur mikro (yang diperlukan dalam jumlah sedikit) meliputi Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, dan Cl.Selain kandungan unsur makro dan mikro, tanah juga harus mengandung air. Daya simpan air pada jenis tanah tertentu akan berbeda, hal ini tergantung dari struktur tanahnya. Yang diperlukan dari media yang baik adalah jenis tanah yang dapat menyimpan air tetapi tidak berlebih, sesuai dengan kebutuhan tanaman dengan kondisi musim apapun.Selain itu, tanah juga memiliki pH (derajat keasaman). Faktor ketersediaan air berpengaruh terhadap tingkat keasaman tanah. Kisaran pH tanah untuk daerah basah adalah 5-7 dan kisaran untuk daerah kering adalah 7-9. Hal ini berpengaruh juga terhadap pemilihan jenis tanaman. Untuk daerah basah (ph 5-7) pilihlah tanaman yang dapat tumbuh subur di kisaran pH seperti itu. Begitu juga halnya dengan pH yang lainnya.Hal yang juga penting adalah kandungan udara. Keberadaan udara pada tanah akan mempengaruhi kerapatan dan kepadatan struktur tanah. Perkembangan akar yang sehat serta proses pernafasan udara oleh akar menjadi tolak ukur dari baik atau tidaknya aerasi udara pada struktur tanah tertentu.

II. 2 Tanah Pasir, Tanah Merah, dan Tanah Pupuk1. Tanah PasirTanah pasir merupakan tanah yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil. Kapasitas serap air pada tanah pasir sangat rendah, ini disebabkan karena tanah pasir tersusun atas 70% partikel tanah berukuran besar (0,02-2 mm).Tanah pasir bertekstur kasar, dicirikan adanya ruang pori besar diantara butir-butirnya. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi berstruktur lepas dan gembur. Melihat dari ciri-ciri tanah pasir tersebut dapat dengan mudah dijelaskan bahwa tanah pasir memiliki kemampuan mengikat air yang sangat rendah.Tanah pasir tidak cocok digunakan sebagai media tanam disebabkan tanah ini memiliki partikel besar kurang dapat menahan air. Air dalam tanah akan berinfiltrasi, bergerak ke bawah melalui rongga tanah. Akibatnya tanaman kekurangan air dan menjadi layu. Kondisi semacam ini apabila berlangsung terus menerus dapat mematikan tanaman. Namun masih ada beberapa tanaman yang dapat hidup pada jenis tanah berpasir ini.

2. Tanah Merah (Tanah Laterit)Tanah laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Tanah laterit merupakan tanah yang kaya akan seskuioksida dan telah mengalami pelapukan yang lanjut. Tanah mineral ini miskin akan mineral-mineral dan mudah lapuk serta kandungan mineral resisten sangat tinggi dan KPK tanah sangat rendah. Penyebaran tanah ini di Indonesia diperkirakan 8.085 juta ha yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dan Jawa. Karena tanah ini merupakan tanah mineral yang kaya akan seskuioksida maka, tanah ini mempunyai muatan positif dan didominasi oleh liat aktivasi rendah.Tanah laterit dicirikan oleh adanya horison oxic pada kedalaman kurang dari 1,5 m atau memilki horison candic yang jumlah mineral mudah lapuk memenuhi syarat horison oxic. Tanah ini memiliki sifat-sifat khusus seperti cadangan hara yang sangat rendah, kesuburan alami sangat rendah, kandungan Al didapat tinggi, permeabilitas baik, dan tahan terhadap erosi. Walaupun demikian beberapa jenis tanah ini (Laterit/Oxisols) misalnya dari kelompok besar Eutrotrorrox, memilki kejenuhan basa tinggi.Intensifnya perkembangan tanah di daerah tropika basah menyebabkan terbentuknya tanah Laterit memiliki rongga yang sangat dalam. Tanah-tanah ini dapat berkembang dari macam-macam bahan induk, seperti batuan beku granit, basalt, batu pasir dan andesit. Perbedaan sifat dan jenis batuan induk dpat dihilangkan oleh kegiatan proses perkembangan tanah, sehingga hasilnya hampir serupa yaitu pada tanah berwarna merah, merah kuning, atau merah cokelat yang mengandung sebagian besar lempung silikat kaolinit (1:1) yang memilki sifat-sifat koloid rendah, dan reaksinya masam karena sebagian besar basanya telah tercampur.

3. Tanah Pupuk (Tanah Pupuk Organik)Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Definisi tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih ditujukan kepada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar haranya; nilai C-organik itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik. Bila C-organik rendah dan tidak masuk dalam ketentuan pupuk organik maka diklasifikasikan sebagai pembenah tanah organik. Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Kandungan unsur haranya yang lengkap seperti natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat pupuk kandang cocok untuk dijadikan sebagai media tanam. Unsur-unsur tersebut penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman.Komposisi kandungan unsur hara pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis hewan, umur hewan, keadaan hewan, jenis makanan, bahan hamparan yang dipakai, perlakuan, serta penyimpanan sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah matang dan steril. Hal itu ditandai dengan warna pupuk yang hitam pekat. Pemilihan pupuk kandang yang sudah matang bertujuan untuk m