laporan fistum

Download LAPORAN FISTUM

Post on 29-Sep-2015

52 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fistum 1

TRANSCRIPT

RESPON FISIOLOGI TANAMAN KACANG HIJAU(Vigna radiata) TERHADAP STRES GARAM

Oleh : Retno Mayangsari

B1J013074

Maretra Anindya P.

B1J013090

Iis Islamiyah

B1J013092

Weni Rahayu Putri

B1J013094

Afrizal

B1J013106Rombongan : VII

Kelompok : 4

Asisten : Siti Nur HidayahLAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN IKEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS BIOLOGI

PURWOKERTO

2014

BAB II. Pendahuluan1.1 Latar Belakang

Dewasa ini produktivitas lahan terutama di daerah pesisir terus mengalami penurunan akibat meningkatnya salinitas. Peningkatan salinitas tersebut diduga berkaitan dengan tingginya intrusi air laut, sebagai konsekuensi dari penggunaan air tanah yang berlebihan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan air yang semakin meningkat. Kurang lebih sepertiga dari seluruh luasan tanah pertanian yang teririgasi telah mengalami peningkatan salinitas, terutama didaerah daerah kering dimana stres garam biasanya dibarengi dengan stres akibat suhu tinggi sehingga semakin banyak lahan pertanian yang hilang akibat salinitas (Lu dan Zhang, 1998).Kadar garam yang tinggi pada tanah menyebabkan tergganggunya pertumbuhan, produktivitas tanaman dan fungsi-fungsi fisiologis tanaman secara normal, terutama pada jenis-jenis tanaman pertanian. Salinitas tanah menekan proses pertumbuhan tanaman dengan efek yang menghambat pembesaran dan pembelahan sel, produksi protein, serta penambahan biomassa tanaman. Tanaman yang mengalami stres garam umumnya tidak menunjukkan respon dalam bentuk kerusakan langsung tetapi dalam bentuk pertumbuhan tanaman yang tertekan dan perubahan secara perlahan (Sipayung, 2003). Dalam FAO (2005) dijelaskan bahwa garam-garaman mempengaruhi pertumbuhan tanaman umumnya melalui: (a) keracunan yang disebabkan penyerapan unsur penyusun garam yang berlebihan, (b) penurunan penyerapan air dan (c) penurunan dalam penyerapan unsur-unsur hara yang penting bagi tanaman.

Menurut Petani Wahid (2006), kemasaman tanah merupakan kendala paling inherence dalam pengembangan pertanian di lahan sulfat masam. Tanaman tumbuh normal (sehat) umumnya pada ph 5,5 untuk tanah gambut dan pH 6,5 untuk tanah mineral. Pada kebanyakan spesies, pengaruh jenis-jenis garam umumnya tidak khas terhadap pertumbuhan tanaman tetapi lebih tergantung pada konsentrasi total garam yang dikandung media tanam.Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi rakyat Indonesia. Tanaman ini mengandung zat-zat gizi, antara lain: amylum, protein, besi, belerang, kalsium, minyak lemak, mangan, magnesium, niasin, vitamin (B1, A, dan E). Tanaman ini mempunyai nilai gizi yang tinggi dan harga yang baik dibanding dengan tanaman kacang-kacangan yang lain. Kacang hijau memiliki kelebihan ditinjau dari segi agronomi maupun ekonomis, seperti lebih tahan kekeringan, serangan hama penyakit lebih sedikit, dapat dipanen pada umur 55 60 hari, dapat ditanam pada tanah yang kurang subur, dan cara budidaya yang mudah. Dengan demikian kacang hijau mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan (Sunantara, 2000).

Setiap makhluk hidup memerlukan kondisi lingkungan sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangannya dalam kehidupan. Pada kenyataanya, kondisi lingkungan di mana makhluk hidup berada selalu mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi mungkin saja masih berada dalam area toleransi makhluk hidup, namun seringkali perubahan lingkungan menyebabkan menurunnya produktivitas bahkan kematian pada makhluk hidup. Hal ini menguatkan bahwa setiap makhluk hidup memiliki faktor pembatas dan daya toleransi terhadap lingkungan. Bila kondisi lingkungan sedemikian rupa sehingga makhluk hidup tanggap secara maksimal terhadap suatu faktor lingkungan maka makhluk hidup itu tidak tercekam oleh faktor tersebut. Oleh karena itu, hal tersebut yang akan dipelajari dalam praktikum ini.

Tanaman kacang hijau ini digunakan dalam praktikum Fisiologi Tumbuhan I karena tanaman tersebut mudah didapat dan mewakili tanaman dikotil, pemeliharaannya mudah, dan media tumbuhnya tidak terlalu sulit serta mudah untuk diamati.1.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum Fisiologi Tumbuhan I ini adalah sebagai berikut :

1. Memahami bahwa pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal (lingkungan).2. Memahami bahwa kondisi lingkungan yang ekstrim (cekaman) merupakan kondisi yang kurang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.3. Menentukan besarnya kandungan garam dalam media tanam dimana tanaman masih toleran untuk tumbuh.4. Menjelaskan dampak cekaman garam tinggi terhadap perubahan-perubahan fisiologi tanaman kacang hijau (Vigna Radiata).BAB IIII. Tinjauan PustakaLingkungan akan mempengaruhi kelangsungan hidup tumbuhan. Stress atau cekaman dapat didefinisikan suatu kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan bagi tanaman, akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan tanaman, reproduksi, dan kelangsungan hidup tanaman itu sendiri. Stress adalah gangguan, hambatan atau percepatan proses metabolisme normal sehingga dipandang tidak menguntungkan atau suatu keadaan negatif. Terjadinya kerusakan ditentukan oleh tingkat tingginya stress, waktu dari tanaman dihadapkan pada kondisi stress, dan tingkat resistansi dari tanaman terhadap stres itu sendiri. Suhu tinggi dapat menginduksi desikasi atau pengeringan sebagai contoh kerusakan oleh stress kedua (suhu tinggi mengakibatkan peningkatan evaporasi, sehingga mengakibatkan stress yang memulai terjadinya kerusakan) (Cornic et al., 1992). Pertumbuhan tanaman dapat terhambat dengan berbagai macam stress di antaranya cahaya, air, dan garam. Stress cahaya dilakukan melalui auksin dan efek timbul karena berkurangnya efektifitas auksin pada keadaan cahaya yang terik. Misalnya tumbuhan yang tumbuh dalam keadaan gelap atau cahaya yang lemah akan mempunyai batang yang panjang dengan ruas yang lebih panjang dan lebih besar dari tumbuhan yang mendapat cahaya yang terang. Stress air adalah keadaan dimana tanaman mengalami cekaman karena kekurangan air, dan hal ini dapat menghambat proses metabolisme yang ada di dalam tubuh tanaman. Stress garam adalah keadaan dimana tanaman mengalami cekaman karena kelebihan kadar garam, dan hal ini dapat menghambat proses metabolisme yang ada di dalam tubuh tanaman. Stress garam terjadi dengan terdapatnya salinitas atau konsentrasi garam-garam terlarut yang berlebihan. Stress garam ini umumnya terjadi pada tanaman dengan tanah yang kondisi airnya salin. Tanah dengan kadar garam tinggi akan menghambat beberapa aktivitas yang sangat esensial untuk respirasi dan fotosintesis (Harjadi dan Yahya, 1988).Dalam dunia tumbuhan, tanaman kacang hijau diklasifikasikan sebagai berikut :Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledone

Ordo : Rosales

Family : Leguminosae (Fabaceae)

Genus : Vigna

Spesies : Vigna radiata (Purwono, 2012).Susunan tubuh tanaman (morfologi) kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk bintil-bintil (nodula) akar. Batang tanaman kacang hijau berukuran kecil, berbulu, berwarna hijau kecokelat-cokelatan, atau kemerah-merahan; tumbuh tegak mencapai ketinggian 30 cm-110 cm dan bercabang menyebar ke semua arah. Daun tumbuh majemuk, tiga helai anak daun per tangkai. Helai daun berbentuk oval dengan ujung lancip dan berwarna hijau. Bunga kacang hijau berkelamin sempurna (hermaphrodite), berbentuk kupu-kupu, dan berwarna kuning. Buah berpolong, panjangnya antara 6 cm-15 cm. Tiap polong berisi 6-16 butir biji. Biji kacang hijau berbentuk bulat kecil, berwarna hijau sampai hijau mengkilap. Biji kacang hijau tersusun atas tiga bagian, yaitu kulit biji, kotiledon, dan embrio (Rukmana, 1997).Kacang hijau (Vigna radiata) merupakan salah satu jenis tanaman yang tidak tahan salinitas tinggi (glycophyta). Ketahanan terhadap salinitas adalah kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan dan metabolisme pada lingkungan yang kaya akan NaCl (Munns et al., 1995). Ketahanan tersebut ditentukan oleh beberapa faktor struktural dan fisiologis yang berbeda namun sangat berkaitan membentuk sebuah pengaruh yang sangat kompleks (Robinson et al., 1997), sementara tumbuhan tingkat tinggi tidak memiliki metabolisme yang tahan garam, meskipun tumbuhan tersebut terbenam dalam air laut (Yeo, 1998).

BAB IIIIII. Materi Dan Metode3.1 MateriAlat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah timbangan analitik, oven, gelas ukur, mortal, pestel, penggaris, pensil, polybag, spektrofotometer, kertas saring, kertas label, labu ukur 10 ml, tabung reaksi, dan kamera.Bahan- bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tanaman kacang hijau (Vigna radiata), NaCl, tanah, akuades dan aseton.3.2 Metode3.1.1 Tinggi Tanaman

a. Pengukuran tinggi tanaman dilakukan setiap satu minggu sekali.

b. Tinggi tanaman diukur menggunakan penggaris mulai dari pangkal batang sampai titik tumbuh apikal tanaman kemudian hasilnya dicatat.3.1.2 Luas Daun

a. Pengukuran luas daun dilakukan setiap dua minggu sekali.

b. Daun yang diukur luasnya adalah daun ke dua dari ujung pada tanaman kacang hijau.c. Pengukuran luas daun dilakukan menggunakan metode gravimetri.

d. Kertas HVS 70 gr dipotong dengan ukuran 10 cm x 10 cm sehingga berbentuk bujursangkar dengan luas 16 cm.

e. Kertas yang telah berbentuk bujursangkar ditimbang sehingga diperoleh berat kertas yaitu 0,71 gr.

f. Daun kedua dari tanaman kacang hijau diambil dan dibuat polanya pada kertas bujursangkar tadi kemudian dipotong menurut polanya.

g. Pola daun kedua tersebut ditimbang menggunakan timbangan analitis sehingga diperoleh berat pola sampel daun.

h. Luas daun kedua dihitung dengan rumus : Luas da