trematoda usus

Download TREMATODA  USUS

Post on 18-Mar-2016

375 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

TREMATODA USUS. Fasciolopsis buski ECHINOSTOMATIDAE HETEROPHYIDAE. Fasciolopsis buski. Hospes : Manusia dan babi, juga anjing serta kelinci. Penyakit : fasiolopsiasis Penyebaran Geografik : RRC, Taiwan, Thailand, Vietnam, India dan Indonesia. Morfologi dan Siklus Hidup. - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

  • TREMATODA USUSFasciolopsis buskiECHINOSTOMATIDAEHETEROPHYIDAE

  • Fasciolopsis buskiHospes : Manusia dan babi, juga anjing serta kelinci.Penyakit : fasiolopsiasisPenyebaran Geografik : RRC, Taiwan, Thailand, Vietnam, India dan Indonesia.

  • Morfologi dan Siklus HidupTrematoda terbesar yang didapatkan pada manusia, yaitu 2 - 7,5 cm x 0,8 2 ,0 cm.Bentuknya seperti daun agak lonjong dan lebar.Kutikulum ditutupi duri-duri kecil yang letaknya melintang.Batil isap kepala batil isap perut.Testis sepasang, bercabang terletak agak tandem dibgn posteriorVitelaria terletak lebih lateral dari sekumOvarium berbentuk agak bulat & uterus berkelok-kelok

  • Habitat : melekat pada dinding usus halusTelur : berukuran 130-140 x 80-85 , mirip telur F. hepatica, agak lonjong, berdinding tipis transparan, dg sebuah operculum.Seekor cacing dewasa dpt mengeluarkan telur 15.000-48.000 butir/hari.Hospes perantara I : genus Segmentina, Hippeutis, dan Gyraulus.Perkembangan dlm keong : M-S-R1-R2-CHospes perantara II : Trapa, Eliocharis, Eichornia , Zizania, Nymphoea dan Ipomoea.Dlm Hp. II cerkaria akan menjadi Metaserkaria (btk infektif) >>> siklus lengkap :T-M-S-R(R1-R2)-C-Ms

  • Cara infeksi : memakan tumbuhan air yg mengandung metaserkaria tanpa dimasak dgn sempurna.Metaserkaria tumbuh menjadi cacing dewasa dalam waktu 25-30 hari.Telur ditemukan dalam tinja setelah 3 bulan.

  • Patologi & Gejala KlinisCacing melekatkan diri ke mukosa usus halus (duodenum, yeyenum) melalui batil isap perut. Cacing memakan isi usus dan mungkin mukosa superfisial sehingga terjadi daerah-daerah peradangan, ulserasi dan abses. Cacing dlm jml besar (menyebabkan sumbatan sehingga terjd Illeus akut) Gejala nyeri epigastrium, nausea dan diare, terutama waktu pagi.

  • Pada infeksi berat terjadi intoksikasi dan sensitisasi edema pada muka (halzoun), dinding perut (asistes) dan tungkai bawahKematian terjadi karena merana (exhaustion) atau intoksikasi.Gejala klinis dini pada akhir masa inkubasi : diare diselingi konstipasi dan nyeri ulu hati (epigastrium).Diare >>> awalnya diselingi konstipasi >>> persisten >>> warna tinja mjd hijau kuning (busuk, sisa makanan yg tdk dicerna))

  • Diagnosis Di daerah endemik gejala klinisTelur dalam tinja (diagnosis pasti)

    Pengobatan DiklorofenNiklosamidPraziquantel

  • Prognosis , EpidemiologiPrognosis : infeksi berat , tetapi apabila diobati sedini mungkin >>> harapan sembuhEpidemiologi :Kebiasaan makan tumbuhan air mentah (tdk dimasak dgn sempurna)Pembudidayaan ttumbuhan air di daerah yang tercemar dengan kotoran manusia/ babiDi Indonesia endemis di desa Sei Papuyu, Kalsel. Prevalensinya 27 %. Prevalensi tertinggi ditemukan pd kel. Umur 5-14 th(56,8%), dan pd anak sekolah 79,1 %.

  • Gastrodiscoides hominis

    Hospes >>>> manusia & babiPenyakit >>> gastrodiscoidiasis

    DISTRIBUSI : Endemik di Assam, Banglades, Bengal dan Indocina.

  • Morfologi dan daur hidup

    Telur berukuran 150-152 x 60 72 .Telur berbentuk lonjong, berbentuk kumparan dan mempunyai operculumCacing dewasa mempunyai oral sucker, ventral sucker yang berukuran besar, dua testis berlobus dan ovari berbentuk lobus. Vitelaria dibagian posterior sekitar ventral sucker.

  • Manusia terinfeksi karena menelan metasercaria pada kulit tumbuhan air (water caltrop)Daur hidup belum diketahui secara lengkap, mungkin hampir sama dengan F. buskiBabi merupakan hp. Reservoar di daerah endemikCacing dewasa berhabitat di usus besar

  • Patologi dan klinik Infeksi ringan tidak menimbulkan gejala Infeksi berat terjadi peradangan dalam mukosa usus besar >>>>> diare

    Diagnosis >>> menemukan telur dalam tinja

    Pengobatan : Heksilresorsinol, tetrakloroetilen, parazikuantel (sama dgn F. buski)

  • HETEROPHYIDAEHeterophyes heterophyesMetagonimus yokogawaiHaplorchis yokogawai Haplorchis taechui

    Penyakit : HeterophyiasisHospes : manusia, kucing, anjing, rubah dan berbagai jenis burung.Penyebaran geografis: Mesir, Turki, Jepang, Korea, RRC, Taiwan, Filipina dan Indonesia.

  • Morfologi dan daur HidupHabitat cacing dewasa bagian tengah usus halusBentuk piriformis, warna keabu-abuan.Permukaan ditutupi duri-duri seperti sisikMempunyai 3 batil isap (mulut, perut & kelamin)Batil isap perut besar terletak 1/3 anterior.Mempunyai batil isap genital pada tepi posterior kiri batil isap perut.Dua testis lonjong tltk di lateral 1/5 posterior badanOvarium kecil , uterus berkelok-kelokdiantara dua sekum.

  • Telur : berwarna coklat muda, mempunyai operkulum, ukuran 26,5-30 x 15-17 , berisi mirasidium.Mirasidium keluar berenang >> Hp. I (Keong air tawar/payau Pirenella, Cerithidia,Semisulcospira) >>> di dlm Hp. I berubah mjd sporokista (S) >>> R (R1-R2) >>> Serkaria >>>> Hp. II (ikan Mugil, Tilapia, Aphanius, Acanthogobius, Clarias, dll).Di dlm Hp. II serkaria berubah menjd Metaserkaria (bentuk infektif) (otot-otot ikan) Infeksi >>> trjd apabila memakan daging ikan mentah/yg dimasak kurang matang yg mengandung metaserkariaPd ikan jenis Plectoglossus >> metaserkaria tdk msk ke dlm otot, tetapi hinggap di sisik & sirip.

  • Patologi & klinikBiasanya menyebabkan iritasi ringan pada usus halus.Pada infeksi berat terjadi diare kronis berlendir disertai nyeri kolik dan rasa tidak enak pada abdomen dan nyeri tekan.Kadang-kadang cacing menembus dinding usus, sehingga telurnya dapat masuk aliran limfe dan menyangkut di katup-katup jantung payah jantung. Hal ini dilaporkan pada infeksi cacing Metagonimus dan Haplorchis yokogawai.Telur cacing dewasa dpt bersarang di jaringan otak & menyebabkan kelainanInfeksi berat tsb dpt menimbulkan mulas-mulas/kolik, diare berlendir & nyeri tekan pd perut

  • Diagnosis : menemukan telur dalam tinjaPengobatan : Prazikuantel atau tetraklor etilenEpidemiologi: Yang merupakan sumber infeksi :Manusia, terutama pedagang ikan dan hewan seperti kucing, anjing bila menderita infeksi.Ikan yang diproses kurang sempurna .

  • ECHINOSTOMATIDAEEchinostoma ilocanumE. malayanumE. revolutumE. lindoense (di Palu).E. recurvatum

    Penyakit : ekinostomiasisHospes : Manusia, tikus, anjing, burung, ikan dan lain-lain.Penyebaran Geografis : Filipina, Cina, Indonesia dan India.

  • Morfologi dan Daur HidupHabitat : usus halus (cacing dewasa)Ciri-ciri khas : Duri-duri leher (collar sines) 37-51 buah letaknya dua baris berupa tapal kuda melingkari bagian belakang dan samping batil isap mulut.Bentuk lonjong dg ukuran 2,5 mm 15 mm x 0,4 3,5 mm.Warna agak merah ke abu-abuan.Testis agak bulat, berlekuk-lekuk tersusun tandem di bagian posterior.Vitelaria sebelah lateral, 2/3 bgn hingga bgn posterior.

  • Echinostoma spp.

  • Telur : 103-137 x 59-75 Mempunyai operkulum Telur (dlm tinja Manusia, burung, anjing, tikus, & ikan (3 mggu) dlm air menetas >>> mirasidium >>> berenang bebas >>> Hp.I (keong kecil: Anisus, Gyraulus, Lymnaea) >>> sporokista >>> Redia (R1, R2) >>>> serkaria >>> Hp. II (keong besar: Vivipara, Bellamya, Pila, Corbicula) >>> Metaserkaria (bentuk infektif)Siklus lengkap dari Telur :T-M-S-R (R1-R2)-SK-MSInfeksi terjadi apabila manusia memakan Hp. II (keong besar/sawah) yg tidak matang yg mengandung Metaserkaria

  • Patologi dan Gejala KlinisKerusakan ringan pada mukosa usustidak menimbulkan gejalaPada infeksi berat : radang kataral pada dinding usus, atau ulserasiPada anak-anak diare, sakit perut, anemia dan edema.

  • Diagnosis : menemukan telur dalam tinja.Pengobatan : TetrakloroetilenPrazikuantelEpidemiologi :Keong sawah merupakan sumber infeksi apabila tidak dimasak sampai matang.Metasercaria hidup & tumbuh >>> cacing dewasa.