skrining fitokimia

of 38 /38
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI II PERCOBAAN II “ SKRINING FITOKIMIA “ OLEH : NAMA : MIKA FEBRYATI KADIR NIM : O1A1 14 026 KELAS : A KELOMPOK : I ( SATU ) ASISTEN : WIWIN HAERIYANI JURUSAN FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2016

Author: devitasubamairi

Post on 09-Jul-2016

466 views

Category:

Documents


79 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

farkon

TRANSCRIPT

mika febryati kadir

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI IISKRINING FITOKIMIA26

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI IIPERCOBAAN II SKRINING FITOKIMIA

OLEH :

NAMA: MIKA FEBRYATI KADIRNIM: O1A1 14 026KELAS: A KELOMPOK: I ( SATU )ASISTEN: WIWIN HAERIYANI

JURUSAN FARMASIFAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS HALU OLEOKENDARI2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur hendaknya penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., atas berkat rahmat dan hidayah-Nya lah, sehingga praktikan dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Farmakognosi dengan percobaan Skrining Fitokimia.Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang tulus kepada seluruh pihak, khususnya kepada asisten atas kebijaksanaan dan kesediaannya dalam membimbing sehingga laporan ini dapat selesai.Praktikan menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan praktikum ini, karena praktikan hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, praktikan mohon maaf sebesar-besarnya serta kritik dan saran sangat diperlukan yang membangun dari semua pihak. Praktikan juga berharap laporan praktikum ini kedepannya dapat berguna bagi pembaca khususnya mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Farmasi.

Kendari, Mei 2016

Praktikan

A. PENDAHULUAN1. Latar BelakangFarmakognosi merupakan ilmu yang mempelajari tentang obat, khususnya yang berasal dari bahan alam. Dalam dunia kefarmasian bahan-bahan alam dalam pembuatan obat bukanlah hal yang asing. Di Indonesia banyak sekali tanaman obat yang sudah dijadikan sebagai bahan-bahan pembuatan obat. Belakangan ini bahan alami banyak dipilih dikarenakan bahan-bahan alami memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingan obat-obat sintesis yang beredar banyak di pasaran saat ini.Bahan-bahan alam yang terdapat di alam ini memang sangat banyak namun tidak semua bahan alam memiliki khasiat yang dapat dijadian obat yang efektif untuk menyembuhkan sebuah penyakit. Oleh karena itu perlu dilakukannya penelitian yang cukup panjang prosesnya untuk menentukan bahan aktif dan zat-zat yang terkandung di dalamnya. Apabila sudah diketahui bahan aktif dan zat-zat yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit maka baru bisa bahan alam tersebut dijadikan sebagai bahan untuk membuat obat. Berbagai khasiat yang dapat dihasilkan oleh tanaman tradisional yang ada, dimana merupakan efek dan khasiat dari berbagai zat yang terkandung dalam tanaman tersebut. Sebagai contoh zat kimia yang terkandung dalam tanaman yang biasa digunakan sebagai adalah alkaloid, flavonoid, glikosida, terpenoid, saponin, tanin dan polifenol.Salah satu pendekatan untuk penelitian tumbuhan obat adalah penapisan/skrining senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman. Cara ini digunakan untuk mendeteksi senyawa tumbuhan berdasarkan golongannya. Sebagai informasi awal dalam mengetahui senyawa kimia apa yang mempunyai aktivitas biologi dari suatu tanaman. Informasi yang diperoleh dari pendekatan ini juga dapat digunakan untuk keperluan sumber bahan yang mempunyai nilai ekonomi lain seperti sumber tanin, minyak untuk industri, sumber gum, dll. Metode yang telah dikembangkan dapat mendeteksi adanya golongan senyawa alkaloid, flavonoid, senyawa fenolat, tannin, saponin, kumarin, quinon, steroid/terpenoid.Berdasarkan penjabaran di atas, untuk mengetahui kandungan kimia yang berkhasiat obat pada bahan alam, maka perlu dilakukan identifikasi terhadap senyawa-senyawa tersebut dengan uij pereaksi kimia.

2. Rumusan MasalahRumusan masalah dari percobaan ini adalah bagaimana cara mengidentifikasi simplisia secara mikroskopis?

3. Tujuan PercobaanTujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui cara mengidentifikasi simplisia secara mikroskopis.

4. Manfaat PercobaanManfaat dari percobaan ini adalah agar mahasiswa/praktikan dapat mengetahui cara mengidentifikasi simplisia secara mikroskopis.

B. Tinjauan PustakaEkstraksi adalah proses penarikan komponen aktif yang terkandung dalam tanaman menggunakan bahan pelarut yang sesuai dengan dengan kelarutan komponen aktifnya. Ekstrak minyak atsiri dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu ekstraksi dengan pelarut uap, ekstraksi dengan lemak dingin, dan ekstraksi dengan lemak panas (Yuliani dan Suyanti, 2012). Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi adalah etanol. Etanol disebut juga etil alkohol yang di pasaran lebih dikenal sebagai alkohol merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H5OH. Dalam kondisi kamar, etanol berwujud cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna (Munawaroh dan Prima, 2010). Dari proses ekstraksi akan dihasilkan ekstrak. Ekstrak adalah sediaan kering, kental, atau cair dibuat dengan menyari simplisia nabati atau hewani menurut cara yang cocok, di luar pengaruh cahaya matahari langsung (Depkes RI, 2008).Maserasi merupakan metode sederhana yang paling banyak digunakan. Cara ini sesuai, baik untuk skala kecil maupun skala industri. Metode ini dilakukan dengan memasukkan serbuk tanaman dan pelarut yang sesuai ke dalam wadah inert yang tertutup rapat pada suhu kamar. Proses ekstraksi dihentikan ketika tercapai kesetimbangan antara konsentrasi senyawa dalam pelarut dengan konsentrasi dalam sel tanaman. Setelah proses ekstraksi, pelarut dipisahkan dari sampel dengan penyaringan. Sedangkan soxhletasi dilakukan dengan menempatkan serbuk sampel dalam sarung selulosa (dapat digunakan kertas saring) dalam klonsong yang ditempatkan di atas labu dan di bawah kondensor. Pelarut yang sesuai dimasukkan ke dalam labu dan suhu penangas diatur di bawah suhu reflux (Mukhriani, 2014).Skirining fitokimia merupakan tahap pendahuluan dalam suatu penelitian fitokimia yang bertujuan memberi gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman yang diteliti. Metode skrining fitokimia yang dilakukan dengan melihat reaksi pengujian warna dengan menggunakan suatu pereaksi warna (Simaremare, 2014). Pada uji fitokimia, dilakukan uji alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid (Isnania dkk., 2014).

C. BahanBahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut :1. Buah merica (Piperi nigri fructus)1. Daun kumis kucing (Orthosiponis folium)1. Daun jambu biji (Psidii folium)1. Rimpang jahe (Zingiberis rhizoma)1. Rimpang temulawak (Curcumae rhizoma)1. Rimpang kunyit (Curcumae domestica rhizoma)1. Kayu secang (Sappan lignum)1. Rimpang kencur (Kaempferia rhizoma)1. Kulit kayu manis (Cinnamomi korteks)1. Rimpang lengkuas (Languatis rhizoma)1. Kesumba (Carthami flos)1. Daun alpukat (Perseae folium)1. Buah ketumbar (Coriandri fructus)1. Daun asam jawa (Tamarindi folium)1. Daun pepaya (Caricae folium)1. Biji kacang hijau (Phaseoli semen)1. Daun kelor (Moringae folium)1. Daun kembang sepatu (Hibisci Rosa-sinensis folium)1. Daun kangkung air (Ipomoeae aquaticae folium)1. Cengkeh (Caryophyllum)1. Daun jarak (Ricini folium)1. Daun ubi jalar (Batatasae folium)1. Daun belimbing (Bilimbii folium)1. Daun mengkudu (Morindae folium)1. Daun jambu mete (Anacardii folium)

D. Klasifikasi Bahan1. Merica (Piper nigrum L.) (Sarpian, 2003)

Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas: MonocotyledoneaeOrdo: PiperalesFamili: PiperaceaeGenus: PiperSpesies: Piper nigrum L. 2. Kumis Kucing (Orthosiphon spicatus Bbs.) (Sunarto, 2009)

Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas: AsteridaeOrdo: LamialesFamili: LamiaceaeGenus: OrthosiphonSpesies: Orthosiphon spicatus Bbs.3. Jambu Biji (Psidium guajava Linn.) (Parimin, 2005)

Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas: DiotyledoneaeOrdo: MyrtalesFamili: MyrtaceaeGenus: PsidiumSpesies: Psidium guajava Linn.4. Jahe (Zingiber officinale Roxb.) (Rukmana, 2000)Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas: MonocotyledoneaeOrdo: Zingiberales

Famili: ZingiberaceaeGenus: ZingiberSpesies: Zingiber officinale Roxb.5. Temulawak (Curcuma xantorrhiza Roxb.) (Rukmana, 1995)

Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas: MonocotyledoneaeOrdo: ZingiberalesFamili: ZingiberaceaeGenus: CurcumaSpesies: Curcuma xantorrhiza Roxb.6. Kunyit (Curcuma domestica Val.) (Santoso,2008)

Regnum: Plantae Divisi: SpermatophytaKelas : Monocotyledoneaeordo : ZingiberalesFamili : ZingiberaceaeGenus : CurcumaSpecies : Curcuma domestica val.7. Cengkeh (Caryophyllum) (Anonim,1978)

Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas: DicotyledonaeOrdo: MyrtalesFamili: MyrtaceaeGenus: SyzigiumSpesies: Syzigium aromaticum L.

8. Asam (Tamarindi Folium) (Anonim,1978)

Regnum: PlantaeDivisi: MagnoliophytaKelas: MagnoliopsidaOrdo: FabalesFamili: FabaceaeGenus: TamarindusSpesies: Tamarindus indica L. 9. Kasumba (Bixa orellana) (Anonim,1978)

Regnum: PlantaeDivisi: MagnoliophytaKelas: MagnoliopsidaOrdo: Violales Famili: BixaceaeGenus: Bixa Spesies: Bixa orellana10. Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensisL.) (Anonim,1978)

Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas : DicotyledonaeOrdo : MalvalesFamili : MalvaceaeGenus : HibiscusSpesies:Hibiscus rosa sinensisL.11. Mengkudu (Morindae citrifoliae) (Santoso,2008)

Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas: DicotyledoneaeOrdo: RubialesFamili: RubiaceaeGenus: MorindaSpesies: Morinda citrifolia L.12. Alpukat (Persea americana Mil) (Santoso,2008)

Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas: Dicotyledoneae Ordo: RanalesFamili: LauraceaeGenus: PerseaSpesies: Persea americana Mil13. Pepaya (Carica papaya L.) (Lisa,2015)

Regnum: PlantaeDivisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : ViolalesFamili : CaricaceaeGenus : CaricaSpesies : Carica papaya L.14. Jarak (Jatropha curcas) (Susilowati,2014)

Regnum: PlantaeDivisi: SpermatophytaKelas: DicotyledonaeOrdo : EuphorbialesFamili : EuphorbiaceaeGenus : JatrophaSpesies : Jatropha curcas 15. Kayu manis (Cinnamomum burmannii) (Nisa,2014)Regnum : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : MagnoliopsidaOrdo : Laurales

Famili : Lauraceae Genus : Cinnamomum Spesies : Cinnamomum burmannii16. Ubi Jalar (Manihot utilissima) (Supadmi,2009)

Regnum : PlantaeDevisi : SpermatophytaKelas : DicotyledoneaeOrdo : EuphorbialesFamili : EuphorbiaceaeGenus : ManihotSpecies: Manihot utilissima17. Kacang hijau (Vigna radiata L.) (Anonim,1978)

Regnum : PlantaeDivisi : SpermatophytaKelas : MagnoliophytaOrdo : RosalesFamili : LeguminasaeGenus : VignaSpesies : Vigna radiata L.18. Lengkuas (Alpinia galangal) (Chasanah,2013)

Regnum: PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : LiliopsidaOrdo : ZingiberalesFamily : AlpinieaeGenus : AlpiniaSpesies : Alpinia galanga

19. Belimbing (Averrhoa bilimbi) (Savitri,2014)

Regnum: Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : MagnoliopsidaOrdo : GeranialesFamili : OxalidaceaeGenus : AverrhoaSpesies :Averrhoa bilimbi20. Kelor (Moringa oleifera L.) (Lutfiana,2013)

Regnum: PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : MagnoliopsidaOrdo : BrassicalesFamili : MoringaceaeGenus : MoringaSpesies : Moringa oleifera L.21. Ketumbar(Coriandrum) (Anonim,1978)

Regnum : PlantaeDivisi : SpermatophytaKelas : DicotyledonaeOrdo : ApialesFamili : ApiaceaeGenus : CoriandrumSpesies : Coriandrum 22. Kangkung (Ipomoea reptans) (Badan POM,2008)

Regnum: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas : Magnoliapsida Ordo : SolanalesFamili : ConvovulceaeGenus : IpomeaSpesies : Ipomoea reptans

23. Kencur (Kaempferia galangal L.) (Anonim,1978)Regnum: PlantaeDivisi: TracheopytaKelas : MagnoliopsidaOrdo: ZingiberalesFamili: ZingiberaceaeGenus: KaempferiaSpesies: Kaempferia galangal L.24. Jambu mete (Anacardium occidentaleL) (Badan POM,2008)

Regnum: Plantae Divisi : MagnoliophytaKelas : Magnoliopsida Ordo : SapindalesFamili : AnacardiaceaeGenus : AnacardiumSpesies :Anacardium occidentaleL.25. Secang (Caesalpinia sappan L.) (Badan POM,2008)

Regnum: Plantae Divisi : SpermatophytaKelas : DycotyledoneaeOrdo : FabalesFamili : FabaceaeGenus : CaesalpiniaSpesies :Caesalpinia sappan L.

E. Deskripsi Tanaman1. Merica (Piper nigrum L.)Batang tanaman merica beruas-ruas. Ukuran batang berdiameter 6-25 mm. Daun merica berbentuk bundar lebar atau lonjong seperti daunt alas. Bagian pangkal daun berbentuk bulat dan semakin ke ujung semakin meruncing. Permukaan atas daun tanaman merica berwarna hijau tua mengkilap, sedangkan permukaan bawah berwarna hijau pucat dan buram. Bunga lada termasuk bunga berumah satu dan merupakan bunga duduk. Buah merica berbentuk bulat seperti bola. Buah yang masih muda (mentah) memiliki kulit luar (epikarp) berwarna hijau mengkilap, setelah masak berubah menjadi kuning dan merah menyala. Buah merica memiliki rasa pedas yang berbeda dengan pedas dari cabai rawit (Sarpian, 2003). 2. Kumis Kucing (Orthosiphon spicatus Bbs.)Kumis kucing merupakan tumbuhan tak berkayu atau disebut terna, tumbuh tegak, siklus hidup relatif panjang, tinggi dapat mencapai 2 meter. Batang bentuk bulat, silindris, relatif kecil, berwarna coklat, berbulu, pendek atau gundul, basah. Daun tunggal, berbentuk bulat telur, sedikit melengkung, berumpuk atau memisah, bagian tepi bergerigi, agak kasar, tak teratur, tulang dau, dan tangkai berwarna hijau keunguan, berbintik halus. Bunga majemuk berupa tandan yang keluar di bagian ujung cabang, warna keunguan dan putih. Buahnya bulat telur, banyak, berwarna hijau, dan akan berubah hitam bila sudah masak (Sunarto, 2009). 3. Jambu Biji (Psidium guajava Linn.)Jambu biji merupakan tanaman perdu bercabang banyak. Tingginya dapat mencapai 3-10 m. batang jambu biji memiliki ciri khusus, diantaranya berkayu keras, liat, tidak mudah patah, kuat, dan padat. Daun jambu biji berbentuk bulat panjang, bulat langsing, atau bulang oval dengan ujung tumpul atau lancip. Warna daun beragam seperti hijau tua, hijau muda, merah tua, dan hijau berbelang kuning. Permukaan daun ada yang halus mengilap dan halus biasa. Buah jambu biji berbentuk bulat atau bulat lonjong dengan kulit buah berwarna hijau saat muda dan berubah kuning muda mengilap setelah matang (Parimin, 2005).4. Jahe (Zingeberis officinale Roxb.)Tanaman jahe merupakan terna tahunan, berbatang semu dengan tinggi antara 30 cm 75 cm. berdaun sempit memanjang menyerupai pita dan tersusun teratur dua baris berseling. Rimpang jahe memiliki bentuk yang bervariasi, mulai dari agak pipih sampai gemuk (bulat panjang), dengan warna putih kekuning-kuningan hingga kuning kemerah-merahan. Rimpang jahe berwarna kuning muda atau kuning, berserat halus dan sedikit. Beraroma maupun berasa kurang tajam (Rukmana, 2000).5. Temulawak (Curcumae xantorrhiza Roxb.)Temulawak termasuk tanaman tahunan yang tumbuh merumpun. Tanaman ini berbatang semu dan mencapai ketinggian 2-2,5 meter. Daun tanaman temulawak bentuknya panjang dan agak lebar. Warna bunga umumnya kuning dengan kelopak bunga kuning tua, serta pangkal bunganya berwarna ungu. Rimpang induk bentuknya bulat seperti telur, sedangkan rimpang cabang terdapat bagian samping yang bentuknya memanjang. Warna kulit rimpang adalah kuning kotor. Warna daging rimpang adalah kuning, dengan cita rasanya pahit, berbau tajam, serta keharumannya sedang (Rukmana, 1995). 6. Cengkeh (Syzygium aromaticum)Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun dengan tangkai pendek serta bertandan.Pada saat masih muda bunga cengkeh berwarna keungu-unguan, kemudian berubah menjadi kuning kehijau-hijauan dan berubah lagi menjadi merah muda apabila sudah tua. Sedang bunga cengkeh kering akan berwarna coklat kehitaman dan berasa pedas sebab mengandung minyak atsiri (Anonim, 1978).7. Asam (Tamarindi folium)Helaian anak daun berwarna hijau kecoklatan atau hijau muda, bentuk bundar panjang, panjang 1 cm sampai 2,5 cm, lebar 4 mm sampai 8 mm, ujung daun membundar, pinggir daun rata hampir sejajar satu sama lain. Tulang daun terlihat jelas. Kedua permukaan daun halus dan licin, permukaan bawah berwarna lebih muda (Anonim, 1978).8. Kasumba (Carthami flos)Pohon kecil, tingginya 2 - 8 m. Bentuk daun bundar telur hampir seperti jantung, warna merah tua keunguan. Perbungaan bentuk malai 8 - 50 bunga warna merah gelap. Buah seperti buah rambutan warna merah tua/gelap yang umumnya bagian ujung terlihat merekah sehingga biji-bijinya dapat keluar cepat.Manfaat tumbuhan : Biji-biji kesumba masih dipakai untuk mewarnai bahan anyaman dan kipas, mengandung zat pewarna yang disebut bixin. Zat ini dapat diekstraksi dengan merendam biji dalam air. Biji biasa digunakan untuk mewarnai produk-produk makanan (Anonim, 1978).9. Kembang sepatu (Hibisci Rosa-sinensis folium)Batang berbentuk Bulat, berkayu, keras, diameter 9 cm, masih muda ungu setelah tua putih kotor.Daun : Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm, lebar 5-11 cm, hijau muda, hijau.Bunga : Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota terdiri dari lima belas sampai dua puluh daun mahkota, merah muda, benang sari banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung, merah (Anonim, 1978).10. Mengkudu (Morindae citrifoliae fructus)Tumbuhan ini berbentuk pohon dengan tinggi 4-8cm. Batang berkayu, bulat, kulit kasar, percabangan monopoidal. Daun tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing. Panjang 10-40 cm. Bunga majemuk, bentuk bongkol, bertangkai, benang sari 5. Buah bongkol, permukaan tidak teratur, berdaging, panjang 5-10 cm, hijau kekuningan (Santoso, 2008).11. Alpukat (Perseae folium)Jenis pohon kecil dengan tinggi 3 sampai 10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, dan ranting berambut halus. Daun pada tanaman alpukat ini berbentuk tunggal dengan tangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak menggulung ke atas, bertulang menyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm (Anonim, 1978). 12. Pepaya (Caricae folium)Pepaya merupakan tanaman herba. Batangnya berongga, biasanya tidak beracun, dan tingginya dapat mencapai 10 m. Daunnya merupakan daun tunggal, berukuran besar, dan bercangkap. Tangkai daun panjang dan berongga. Bunganya terdiri dari tiga jenis, yaitu bunga jantan, bunga betina, dan bunga semurna. Bentuk buah bulat sampai lonjong. Batang, daun, dan buahnya mengandung getah yang memiliki daya enzimatis, yaitu dapat memecah protein. Pertumbuhan tanaman papaya termasuk cepat karena antara 10-12 bulan setelah ditanam buahnya telah dapat dipanen (Lisa, 2015).13. Jarak (Ricini folium)Tanaman jarak pagar termasuk famili Euphorbiaceae, satu famili dengan karet dan ubikayu. Pohonnya berupa perdu dengan tinggi tanaman 17 m, bercabang tidak teratur. Batangnya berkayu, silindris bila terluka mengeluarkan getah. Daunya berupa daun tunggal, berlekuk, bersudut 3 atau 5, tulang daun menjari dengan 57 tulang utama, warna daun hijau (permukaan bagian bawah lebih pucat dibanding bagian atas). Panjang tangkai daun antara 415 cm. Bunga berwarna kuning kehijauan, berupa bunga majemuk berbentuk malai, berumah satu. Bunga jantan dan bunga betina tersusun dalam rangkaian berbentuk cawan, muncul diujung batang atau ketiak daun. Buah berupa buah kotak berbentuk bulat telur, diameter 24 cm, berwarna hijau ketika masih muda dan kuning jika masak. Buah jarak terbagi 3 ruang yang masing masing ruang diisi 3 biji. Biji berbentuk bulat lonjong, warna coklat kehitaman. Biji inilah yang banyak mengandung minyak dengan rendemen sekitar 3040 % (Susilowati, 2014).14. Kayu manis (Cinnamomum burmannii)Semak atau pohon kecil, tinggi 5 m sampai 15 m, pepagangan (kulit) berbau khas. Helaian daun berbentuk lonjong, panjang 4 cm sampai 14 cm, lebar 1,5 cm sampai 6 cm, permukaan atas halus, permukaan bawah berambut berwarna kelabu kehijauan yang tertekan pada permukaan daun atau bertepung, daun muda berwarna merah pucat; berpenulangan 3; panjang tangkai daun 0,5 cm sampai 1,5 cm. Perbungaan berupa malai, berambut halus berwarna kelabu yang tertekan pada permukaan; panjang gagang bunga 4 mm sampai 12 mm, juga berambut halus; tenda bunga, panjang 4 mm sampai 5 mm, helai tenda bunga sesudah berkembang tersobek secara melintang dan terpotong agak jauh dari dasar bunga; benang sari lingkaran ketiga, mempunyai kelenjar di tengah-tengah tangkai sari. Buah adalah buah buni, panjang lebih kurang 1 cm (Nisa, 2014). 15. Daun ubi (Batatasae folium)Tanaman perdu, bisa mencapai 7 meter tinggi, dengan cabang agak jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbiakar yang dapat dimakan. Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari klon/kultivar. Bagian dalam umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat meracun bagi manusia. Umbi ketela pohon merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daunsingkong karena mengandung asam amino metionina (Supadmi, 2009).16. Kacang hijau (Phaseoli semen)Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji. Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan (Anonim, 1978).17. Lengkuas (Languatis Rhizoma)Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 meter. Tanaman ini memilki akar tak teratur. Pada lapisan luar terdapat kulit tipis berwarna coklat sedangkan dibagian tangkai yang berbentuk umbi berwarna merah. Bagian dalam berwarna putih dan jika dikeringkan menjadi kehijau-hijauan. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri atas susunan pelepah pelepah daun. Daun-daunnya berbentuk bulat panjang antara daun yang terdapat pada bagian bawah terdiri atas pelepah-pelepah saja, sedangkan bagian atas batang terdiri dari pelepah-pelepah lengkap dengan helaian daun. Bunganya juga muncul pada bagian ujung tumbuhan. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga memiliki aroma yang khas (Chasanah, 2013).18. Belimbing (Bilimbii folium)Pohon belimbing wuluh kecil setinggi sekitar 10 meter dengan diameter pangkal batang mencapai 30 cm. Batangnya bergelombang dan tidak rata, kasar dan berbenjol- benjol, percabangan sedikit, arah condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beledu dan berwarna cokelat muda. Daun majemuk menyirip ganjil sepanjang 30-60 cm dengan 11-45 pasang anak daun. Anak daun berwarna hijau, permukaan bawah berwarna hijau muda, bertangkai pendek, berbentuk bulat telur hingga jorong dengan ujung agak runcing, pangkal daun membulat, tepi daun rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm. Bunga majemuk yang tersusun dalam malai, berkelompok. Bunga belimbing asam, seperti buah kepel, tumbuh keluar dari batang atau percabangan yang besar.Bunga kecil-kecil berbentuk bintang, berwarna ungu kemerahan. Buah berupa buni, bentuk bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 cm, berwarna hijau kekuningan, berair banyak, jika masak rasa asam. Bentuk biji bulat telur, gepeng. kuningan. Perbanyakan dengan biji dan cangkok (Savitri, 2014).19. Kunyit (Curcuma domestica Val.)Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m, daunnya berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang. Perbanyakannya dengan anakan (Santoso, 2008).20. Kelor (Moringae folium)Moringa oleifera L. dapat berupa semak atau dapat pula berupa pohon dengan tinggi 12 m dengan diameter 30 cm. Kayunya merupakan jenis kayu lunak dan memiliki kualitas rendah. Daun tanaman kelor memiliki karakteristik bersirip tak sempurna, kecil, berbentuk telur, sebesar ujung jari. Helaian anak daun memiliki warna hijau sampai hijau kecoklatan, bentuk bundar telur atau bundar telur terbalik, panjang 1-3 cm, lebar 4 mm sampai 1 cm, ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, tepi daun rata. Kulit akar berasa dan berbau tajam dan pedas, dari dalam berwarna kuning pucat, bergaris halus, tetapi terang dan melintang. Tidak keras, bentuk tidak beraturan, permukaan luar kulit agak licin, permukaan dalam agak berserabut, bagian kayu warna cokelat muda, atau krem berserabut, sebagian besar terpisah. Moringa oleifera L. mengandung kombinasi senyawa yang unik yaitu isotiosianat dan glukosinolat. Isotiosianat (ITC) merupakan zat yang terdapat dalam berbagai tanaman, termasuk Moringa oleifera L., dan memiliki potensi sebagai agen kemopreventif (Lutfiana, 2013).21. Ketumbar (Coriandri fructus)Tanaman ketumbar berupa semak semusim, dengan tinggi sekitar satu meter. Akarnya tunggang bulat, bercabang dan berwarna putih. Batangnya berkayu lunak, beralur, dan berlubang dengan percabangan dichotom berwarna hijau. Tangkainya berukuran sekitar 5-10 cm. Daunnya majemuk, menyirip, berselundang dengan tepi hijau keputihan. Buahnya berbentuk bulat, waktu masih muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna kuning kecokelatan. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna kuning kecokelatan Ketumbar dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini dipanen setelah berumur tiga bulan, kemudian dijemur dan buahnya yang berwarna kecoklatan dipisahkan dari tanaman (Anonim, 1978).

22. Kangkung (Ipomoeae aquaticae folium)Kangkung merupakan tanaman yang sangat tergolong lama tumbuh, tanaman ini memiliki akar tunggang dan bercabang-cabang. Perakaran ini menembus dengan kedalam 60 100 cm, dan menyebar luas secara mendatar 150 cm hingga lebih, terutamanya tanaman kangkung pada air. Batang pada tanaman kangkung bult dan berlubang, berbuku-buku, dan banyak mengandung air. Terkadang buku-buku tersebut mengeluarkan akar tanaman yang serabut dan juga berwarna putih dan ada juga berwrana kecoklatan tua. Kangkung juga memiliki tangkai dauan melekat pada buku-buku batang dan di keiak batang terdapat mata tunas yang dapat tumbuh cabang baru. Bentuk dauan memiliki ujung runcing dan juga tumpul, permukaan dauan berwarna hijau tua , dan juga berwarna hijau muda (Badan POM, 2008). 23. Kencur (Kaempferia rhizoma)Simplisia berupa irisan pipih, bau khas, rasa pedas, bentuk hamper bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 1-4 mm, panjang 1-5 cm, lebar 0,5-3 cm, bagian tepi berombak dan keriput, warna cokelat sampai cokelat kemerahan, bagian tegah berwarna putih sampai putih kecoklatan. Korteks sempit, lebar lebih kurang 2 mm, warna putih (Anonim, 1978).24. Jambu mente (Anacardii folium)Anacardium occidentale, berbentuk pohon, berwarna coklat tua, batang berkayu (lignosus), silindris, permukaan kasar, percabangan monopodial. Arah tumbuh batang tegak lurus, arah tumbuh cabang ada yang condong ke atas dan ada yang mendatar. Daun merupakan daun tunggal yang hanya tumbuh di ujung-ujung ranting.Daun padaAnacardium occidentaleL. merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina), lazimnya disebut daun bertangkai. Daun bertangkai pendek (1,5-3 cm), daun berbentuk bulat telursungsang dan guratan rangka daunnya terlihat jelas bulat telur terbalik, kebanyakan dengan pangkal runcing dan ujung membulat. Helaian daun tunggal, warna hijau kekuningan sampai hijau tua kecoklatan, panjang 4 cm sampai 22 cm, lebar 2 cm samapai 15 cm, ujung daun membulat (rotundatus) tidak terbentuk sudut sama sekali, pangkal daun runcing (acutus) yakni jika kedua tepi daun di kanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu sudut lancip (kurang dari 90) (Badan POM, 2008).25. Secang (Sappan lignum)Habitus berupa semak atau pohon kecil, tinggi lebih dari 10m. Ranting-ranting berlentisel dan berduri, bentuk duri bengkok, tersebar. Daun majemuk, panjang 25-40 cm, bersirip, 9-14 pasang sirip, panjang sirip 9-15 cm, setiap sirip mempunyai sepuluh sampai dua puluh pasang anak daun yang berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuk lonjong, pangkal daun hampir rompang, ujung bundar serta sisinya agak sejajar, panjang anak daun 10-25 mm, lebar 3-11 mm. Perbungaan berupa malai, terdapat di ujung, panjang malai 10-40 cm, panjang gagang bunga 15-20 cm, pinggir kelopak berambut, panjang daun kelopak yang terbawah 10 mm, lebar 4 mm, tajuk memencar berwarna kuning, helaian bendera membundar bergaris tengah 4-6 mm, empat helai daun tajuk lainnya juga membundar dan bergaris tengah 10 mm, panjang benang sari 15 mm, panjang putik 18 mm. Polong berwarna hitam, berbentuk lonjong, pipih dengan panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, berisi 3-4 biji, panjang biji 15-18 mm, lebar 8-11 mm, tebal 5-7 mm (Badan POM, 2008).

F. Hasil dan Pembahasan1. Hasil PengamatanPRAKTIKUM FARMAKOGNOSILABORATORIUM FARMASIFAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS HALU OLEO

No.Nama SimplisiaGambarGambarPustakaKeterangan

1Jambu Mete11

1.Epidermis atas

2Kangkung1

1.Epidermis atas

3Ubi jalar1

1.Epidermis atas dengan stomata

4Ketumbar1

1. Endokarp

5Kencur1

1.Parenkim

6Kumis kucing1

1.Epidermis atas

7Lengkuas1

1.Parenkim korteks

8Belimbing1

1.Fragmen epidermis bawah

9Kunyit1

1.Butir pati

10Temulawak1

1.Rambut penutup

11Kacang hijau1

1.Endosperm

12Kelor1

1.Epidermis bawah

13Seppan1

1.Serabut xylem

14Cengkeh1

1.Epidermis

15Jambu biji1

1.Hablur kalsium oksalat

16Kesumba1

1.Fragmen tangkai sari

17Asam1

1.Epidermis atas

18Alpukat1

1.Fragmen epidermis atas

19Kembang sepatu1

1.Mesofil

20Pepaya1

1.Hablur kalsium oksalat

21Mengkudu1

1. Epidermis atas

22Jahe1

1.Amilum

23Jarak1

1.Epidermis bawah

24Lada hitam1

1.Fragmen epikarp berikut hipodermis

25Kayu manis1

1.Sel batu

2. Pembahasan

G. Penutup1. KesimpulanBerdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan simplisia secara mikroskopi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pemalsuan simplisia, namun terbatas pada segi kualitatif saja. Pemeriksaan secara mikroskopi dilakukan dengan mikroskop yang derajat perbesarannya disesuaikan denga keperluan. Dengan adanya pemeriksaan simplisia secara mikroskopi ini dapat diketahui struktur sel dan jaringan pada simplisia yang secara umum berupa epidermis, endokarp, butir pati, rambut penutup, sel batu, dan bagian lainnya.2. SaranSaran dari percobaan ini adalah pada saat pengujian organoleptik diharapkan praktikan dapat lebih serius dalam proses pengerjaannya sehingga kesalahan dalam proses pengujian dapat diminimalisir. Selain itu, diharapkan pula pada proses preparasi simplisia dilakukan dengan baik dan benar agar simplisia yang diuji benar-benar murni dan bebas dari pengotor.

DAFTAR PUSTAKADepkes RI. 1979. Materia Medika Indonesia, Jilid III. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Depkes RI. 2009. Farmakope Herbal Indonesia, Edisi I. Jakarta : Departemen Kesahatan Republik Indonesia.Isnania, Fatimawali, dan Frenly W. 2014. Aktivitas Diuretik dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus). Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol. 3(3).Makhriani. 2014. Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, Dan Identifikasi Senyawa Aktif. Jurnal Kesehatan. Vol. 7(2).Munawaroh, S dan Prima A.H. 2010. Ekstraksi Minyak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C.) dengan Pelarut Etanol dan N-Heksana. Jurnal Kompetensi Teknik. Vol. 2(1).Parimin, S.P. 2005. Jambu Biji Budidaya dan Ragam Pemanfaatannya. Bogor : Penebar Swadaya. Rukmana, R. 2000. Usaha Tani Jahe. Yogyakarta : Kanisius.Rukmana, R. 1995. Temulawak : Tanaman Rempah dan Obat. Yogyakarta : Kanisius.Rukmi, I. 2009. Keanekaragaman aspergillus pada berbagai simplisia jamu Tradisional. Jurnal Sains & Matematika. Vol. 17(2). Sarpian, T. 2003. Pedoman Berkebun Lada dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta : Kanisius.Simaremare, E.S. 2014. Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Gatal (laportea decumana (Roxb.) Wedd). Pharmacy. Vol. 11(1).Sunarto, H. 2009. 100 Resep Sembuhkan Hiperteni, Asam Urat, dan Obesitas. Jakarta : PT Alex Media Komputindo.Yuliani, S dan Suyanti S. 2012. Panduan Lengkap Minyak Atsiri. Jakarta : Penebar Swadaya. mika febryati kadirMEGAWATI

o1a1 14 026