ppt telinga fix

Click here to load reader

Post on 19-Feb-2016

266 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hut

TRANSCRIPT

Diapositiva 1

Anatomi & Fisiologi TelingaREYNOLD SAPUTRA AI GEDE BAGUS ARYA MRENTHA PURNAMA24/11/2015124/11/20152

Telinga LuarAurikulum

Aurikula dilapisi oleh kulit dan disangga oleh tulang rawan kecuali lobulus. 24/11/20153

Anthelix Cymba ConchaCavum ConchaLobulusTragusHelixTelinga LuarMeatus akustikus eksternus

24/11/20154

Terbagi atas 2 bagian :1/3 lateralterbentuk oleh tulang rawan (pars kartilagenus) dan dilapisi oleh kulit lanjutan dari MAE, kulit berfolikel rambut, kel. serumen2/3 medialdibungkus oleh kulit lanjutan aurikulum dan terbentuk oleh rangka tulang (pars oseus) dari dalam. 24/11/20155Membrana timpaniSelaput putih mutiaraBentuk oval kerucutTerdiri dari :Pars flaksida (2 lapis)Luar kulit tipis lanjutan MAEMedial mukosa lanjutan kavum timpaniPars tensa (3 lapis)Luar kulit tipis, lanjutan dr MAEMedial mukosa, lanjutan dr mukosa yg melapisi kavum timpaniTengah membrana propiaLateral serat serat radierMedial serat serat sirkuler24/11/20156Telinga LuarMembran timpani24/11/20157

Telinga TengahCavum TimpaniEpitympanumMesotympanumHypotypanum

Cavum timpani dilapisi oleh selaput mukosa

24/11/20158

Telinga TengahBatas cavum timpaniSuperior: tegmen timpaniInferior: bulbus v.jugularisPosterior: aditus ad antrumAnterior: A. karotis , muara Tuba Eustachi, M.tensor timpaniMedial: kanalis semisirkularis pars horizontal, kanalis N. VII pars horizontal, foramen ovale, promontoriumLateral: membran timpani24/11/20159

Telinga TengahIsi cavum timpani :OsikulaMuskuliLigamenSyaraf

24/11/201510

24/11/201511

Telinga TengahMembran timpani & osikulae memperkuat gelombang bunyi 22 kaliM. tensor timpani & M. stapedius mengurangi gelombang bunyi yang terlalu keras24/11/201512Telinga TengahTuba EustachiPanjang 37 mmNormal nasofaring : tertutupmembuka : m. tensor veli palatini (N.V)Fungsi tuba eustachii Menghubungkan kavum timpani dengan nasofaring yaitu sebagai drainase, ventilasi.24/11/201513Telinga TengahMastoidBerhubungan dengan kavum timpani melalui aditus ad antrumPneumatisasi (proses pembentukan sel sel mastoid) : infantil, normal, hiperpneumatisasi dan sklerotik

24/11/201514Telinga DalamKoklea (organ auditivus)Skala vestibuli & Skala timpani : perilimfSkala media : endolimfOrgan Corti merupakan reseptor pendengaran Merubah rangsang bunyi (mekanik) listrik (cochlear microphonic)

24/11/20151524/11/201516

Membran basalRambut sel luarRambut sel dalamSerabut sarafMembran ReissnerMembran sektorialOrgan CortiDuktus KokleaLigamen spiralDari oval windowGanglionDari round windowTelinga DalamLabirin vestibuler (organ vestibuler /status)Lateral (horizontal)Superior (anterior vertikal)Posterior (posterior vertikal)

24/11/201517

Pemeriksaan TelingaLampu Kepala

19Lampu Van Hessel Cara Memasang lampu kepala

20Pasang lampu kepala, sehingga tabung lampu berada di kedua mata,letakan telapak tangan kanan pd jarak 30 cm didepan mata kanan, mata kiri ditutup. Proyeksi tabung harus tampak terletak medial dari proyeksi cahaya dan saling bersinggungan,diameter proyeksi cahaya kurang lebih 1 cmCara duduk

BenarSalah2111/24/2015Posisi Duduk yang benar

22Penderita duduk didepan pemeriksa, lutut kiri pemeriksa berdempetan dgn lutut kiri penderita,Kepala dipegang dgn ujung jari, Waktu memeriksa telinga yg kontralateral, hanya posisi kepala penderita yg diubahKaki, lutut penderita dan pemeriksa ttp pd keadaan semulaCara memegang telinga

Telinga dipegang dengan tangan kiri

Telinga kanan penderita :Dipegang dengan ibu jari dan telunjuk, 3 jari lainnya pada planum mastoideum, telinga ditarik ke posterosuperior

Telinga kiri penderita:Dipegang dengan ibujari dan telunjuk, 3 jari lainya di depan aurikulum, telinga diratik ke postero superior23Memasang spekulum telinga

24Telinga dipegang dengan tangan kiri

Telinga kanan penderita :Dipegang dengan ibu jari dan telunjuk, 3 jari lainnya pada planum mastoideum, telinga ditarik ke posterosuperiorLalu kita masukan spekulum telinga

Telinga kiri penderita:Dipegang dengan ibujari dan telunjuk, 3 jari lainya di depan aurikulum, telinga diratik ke postero superiorLalu kita masukan spekulum telinga

Memeriksa dengan otoskop

26Pilihlah spekulum telinga yg sesuai dgn besar lumen MAE, nyalakan lampu otoskopMasukan spekulum telinga pd MAEProcessus BrevisManubrium maleiUmboRefleks cahayaPlika anteriorPlika posteriorMargo timpaniPars flaksidaPars tensa 11/24/2015

123674589Memb Timpani Normal2724/11/201528Pembagian kuadran pada membran timpani

PEMERIKSAAN PENDENGARAN24/11/201530Tes BisikSyarat : Tempat sunyi dan tdk ada echo (dinding dibuat tdk rata atau dilapisi soft board/korden, serta jarak sepanjang 6m

Penderita : Mata ditutup/dihalangi agar tdk membaca gerak bibirTelinga diperiksa dihadapkan ke arah pemeriksaTelinga yg tak diperiksa ditutup atau dimasking dgn menekan tragus kearah MAE oleh pembantu pemeriksa. Bila tdk ada pembantu, telinga ditutup kapas yg dibasahi oleh gliserin.Mengulang dgn keras dan jelas kata-kata yg dibisikan.

Pemeriksa : Kata kata dibisikkan dgn udara cadangan paru-paru, sesudah ekspirasi biasa.Kata-kata dibisikkan terdiri 1 atau 2 suku kata yg dikenal penderita, biasanya kata-kata benda yg disekeliling kita. Kata harus mengandung huruf lunak (frek.rendah) dan huruf desis (frek.tinggi)lunak :l,k,m,n,g,u

huruf desis frek tinggi tl persepsi, mis susu u u )huruf desis : s,f,cTujuan : untuk menentukan derajat ketulian24/11/201531Tes BisikTeknik pemeriksaan : Penderita dan pemeriksa berdirim penderita tetap ditempat pemeriksa berpindah tempat. Mulai pd jarak 1 m, dibisikkan 5/10 kata umumnya 5 kata.Bila semua kata dpt didengar, pemeriksa mundur ke jarak 2m dibisikan kata lain dlm jumlah yg sama, bila dengar semua mundur lg sampai jarak dimana penderita mendengar 80% kata-kata, pd jarak itulah tajam pendengaran telinga yg dites.Untuk memastikan, apa tes ini benar maka tes dpt diulang. Misalnya tajam pendengaran 3 m, maka bila pemeriksa maju ke arah 2 m penderita akan mendengar semua kata yg dibisikkan dan bila pemeriksa mundur ke jarak 4 m maka penderita hanya mendengar kurang dari 80% kata yg dibisikan.24/11/201532Hasil Tes

Pendengaran dpt dinilai secara kuantitatif (tajam pendengaran)Kuantitatif Fungsi pendengaranSuara bisikNormal6m Tuli ringan>4m- 1 m - < 4mTuli berat 25 dB & BC 25 dBTuli Sensorineural AC dan BC > 25 dB, airbone gap tdk ada / berhimpitTuli Campuran (Mixed)AC dan BC > 25 dB dan terdapat airbone gap / tidak berhimpit

Airbone gap : selisih AC dan BC pd frekuensi yg sama > 10 dBTdk ada airbone gap atau berhimpit : Selisih antara AC dan BC pd frekuensi yg sama 10 dB

Rata- rata Nilai ambang dengar penderita :

AC pada frekuensi 500 Hz + 1000Hz + 2000 Hz + 4000 HZ 4Gangguan pendengaran..

Ambang DengarTingkat Gangguan Pendengaran0 25 dBNORMAL26 40 dBTuli ringan41 55 dBTuli sedang56 70 dBTuli sedang berat71-90 dBTuli berat> 90 dB

Tuli Sangat beratTERIMA KASIH