isi refreat kelainan sistim limfatik

Download Isi Refreat Kelainan Sistim Limfatik

Post on 07-Nov-2015

55 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sistem limfatik

TRANSCRIPT

26

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSistem limfatik terdiri dari anyaman pembuluh limfe yang luas dan berhubungan dengan kelompok kecil jaringan limfatik, yakni kelenjar limfe (Moore, 2002).Pembuluh limfe merupakan yang membantu sistem kardiovaskular dalam mengembalikan cairan dari ruangan jaringan tubuh, lalu pembuluh ini mengembalikan cairan ke dalam darah. Sistem limatik pada dasarnya merupakan sistem penyaluran dan tidak memiliki sirkulasi. Pembuluh limfatik ditemukan di seluruh jaringan dan organ tubuh, kecuali sistem saraf pusat, bola mata, telinga dalam, epidermis kulit, cartilago, dan tulang (Snell, 2006).Kelainan sistim limfatik adalah suatu keadaan dimana sitim limfatik tidak dapat menjalankan tugas fisiologinya dengan baik dikarenakan ada beberapa faktor penghambat yang membatasi peran optimal sistim limfatik, sehingga muncul berbagai macam gangguan fisiologis hingga patologis, etiologi dari gangguan sistim limfatik sangatlah banyak, tergantung dari jenis gangguan limfatik yang tejadi. Sangat penting untuk mempelajari gangguan sistim limfatik, dengan begitu kita dapat meberikan penanganan yang tepat terhadap pasien sedini mungkin (Sylvia, 2008).Distribusi kasus limfedema primer dalam penggolongan jenis kelamin untuk wanita dilaporkan 87% dan pada laki-laki sebanyak 13%. Limfedema paling sering terjadi di kaki. Limfedema primer pada ekstremitas atas dan wajah jarang terjadi (Brice, 2007).Diseluruh dunia, lebih dari 100 juta orang yang terkena dampak di daerah endemik. Limfedema primer lebih sering terjadi pada wanita, Meige disease adalah yang paling banyak diderita, perbandingannya 1:100.000 untuk wanita, dan 1:400.000 untuk laki-laki. Dapat disimpulkan 70-80% wanita yang banyak mengidap limfedema primer (Rossy, 2013).

1.2 Tujuan Penulisan1.2.1 Tujuan UmumTujuan umum dari pembuatan referat ini adalah untuk mengetahui tentang kelainan sistim limfatik.1.2.2 Tujuan Khususa. Mengetahui definisi kelianan sitem limfatik dan gejala umum yang timbul pada kelainan sistem limfatik.b. Mengetahui mekanisme patofisiologi berdasarkan penyebab terjadinya.c. Mengetahui berbagai macam penyakit kelainan sistim limfatik dan cara menegakan diagnosisnya.d. Mengetahui bagaimana cara melakukan penatalaksanaan secara komperhensife. Mengetahui komplikasi yang dapat terjadi pada kelainan sistim limfatik

1.3 Manfaat Penulisana. Manfaat untuk Penulis: menambah pengetahuan tentang kelainan sistim limfatikb. Manfaat untuk Pembaca: menambah pengetahuan dan wawasantentang kelainan sistim limfatikc. Manfaat untuk Institusi: menambah referensi karya ilmiah atau makalah

BAB IIISI

2.1 Anatomi Sistem Limfatik2.1.1. Jaringan LimfatikJaringan limfatik merupakan jenis jaringan ikat yang mengandung banyak sel limfosit. Jaringan limfatik didapatkan pada organ-organ berikut ini: thymus, nodus lymphaticus, lien, dan nodulus limfaticus. Jaringan limfatik penting untuk pertahanan imunologik tubuh terhadap bakteri dan virus (Snell, 2006).

Gambar 1. Jaringan Limfatik

(Putz, R, 2007)

Pembuluh LimfePembuluh limfe merupakan pembuluh yang membantu sistem kardiovaskular dalam mengembalikan carian dari ruangan jaringan tubuh, lalu pembuluh ini mengembalikan cairan ke dalam darah. Sistem limfatik pada dasarnya merupakan sistem penyaluran dan tidak memiliki sirkulasi. Pembuluh limfatik ditemukan di seluruh jaringan dan organ tubuh, kecuali sistem saraf pusat, bola mata, telinga dalam, epidermis kulit, cartilago, dan tulang (Snell, 2006).

Gambar 2. Kapiler Limfe pada Jaringan

(www.doctorology.net)

Limfe adalah nama yang diberikan untuk cairan jaringan yang masuk ke dalam pembuluh limfe. Kapiler limfe adalah anyaman pembuluh-pembuluh halus yang mengalirkan limfe dari jaringan. Kapiler ini mengalirkan limfe ke pembuluh limfe kecil yang akan bergabung membentuk pembuluh limfe besar. Pembuluh limfe berbentuk tasbih karena banyaknya katup yang terdapat disepanjang perjalannya (Snel, 2006).Sebelum limfe masuk ke aliran darah, cairan ini melalui paling sedikit satu kelenjar limfe, bahkan seringkali lebih dari satu. Pembuluh limfe yang membawa limfe ke kelenjar limfe dinamakan pembuluh aferen. Pembuluh yang membawa limfe keluar dari kelenjar limfe disebut pembuluh eferen. Limfe memasuki aliran darah pada pangkal leher melalui pembuluh limfe besar yang dinamakan ductus lymphaticus dexter dan ductus thoracicus (Snell, 2006).

Gambar 3. sistem limfatik pada tubuh manusia

(Tortora, 2011)

1. Duktus Limfatikus DexterPembuluh limfe kanan terbentuk dari cairan limfe yang berasal dari daerah kepala dan leher bagian kanan, dada kanan, lengan kanan, jantung dan paru-paru yang terkumpul dalam pembuluh limfe. Pembuluh limfe kanan bermuara di pembuluh balik (vena) di bawah selangka kanan.2. Duktus TorakikusPembuluh limfe kiri disebut juga pembuluh dada. Pembuluh limfe kiri terbentuk dari cairan limfe yang berasal dari kepala dan leher bagian kiri dan dada kiri, lengan kiri, dan tubuh bagian bawah. Pembuluh limfe ini bermuara di vena bagian bawah selangka kiri.Peredaran limfe merupakan peredaran yang terbuka. Peredaran ini dimulai dari jaringan tubuh dalam bentuk cairan jaringan. Cairan jaringan ini selanjutnya akan masuk ke dalam kapiler limfe. Kemudian kapiler limfe akan bergabung dengan kapiler limfe yang membentuk pembuluh limfe yang lebih besar dan akhirnya bergabung menjadi pembuluh limfe besar yaitu pembuluh limfe kanan dan kiri. Kurang lebih 100 mil cairan limfe akan dialirkan oleh pembuluh limfe menuju vena dan dikembalikan ke dalam darah (Snell, 2006).2.2 Fisiologi Sistem Limfatik2.2.1 Sistem LimfatikSistem limfatik merupakan suatu jalur tambahan tempat cairan dapat mengalir dari ruang interstisial ke dalam darah. Hal yang terpenting, sistem limfatik dapat mengangkut protein dan zat-zat berpartikel besar keluar dari ruang jaringan, yang tidak dapat dipindahkan dengan proses absorpsi langsung ke dalam kapiler darah. Pengembalian protein ke dalam darah dari ruang interstisial ini merupakan fungsi yang penting dan tanpa adanya fungsi tersebut kita akan meninggal dalam waktu 24 jam (Guyton, 2007). Di kebanyakan tempat, limfe juga mengandung protein yang menembus kapiler-kapiler dan kembali ke dalam darah melalui limfe itu sendiri.kadar protein limfe umumnya lebih rendah dibandingkan dengan kadar protein dalam plasma, tetapi kandungan protein limfe bervariasi sesuai daerah tempat aliran limfe itu berasal. Lemak-lemak yang tak terlarut dalam air diabsorpsi dari usus ke dalam pembuluh limfe, dan limfe di duktus torakikus setelah makan berbentuk seperti susu karena kandungan lemaknya yang tinggi (Ganong, 2008).

Gambar 4. Sistem Limfatik pada tubuh manusia

(Tortora, 2011)2.3 Sistem Imunologi2.3.1. Organ limfatikSejumlah organ limfoid dan jaringan limfoid yang morfologis dan fungsional berlainan berperan dalam respon imun. Organ limfoid tersebut dapat dibagi menjadi organ primer dan sekunder. Timus dan sumsum tulang adalah organ primer yang merupakan organ limfoid tempat pematangan limfosit (Baratawidjaja, 2012).1. Organ limfoid primerOrgan limfoid primer atau sentral terdiri atas tulang dan timus. Sumsum tulang merupakan jaringan kompleks tempat hematopoiesis dan depot lemak. Lemak merupakan 50% atau lebih dari kompartemen rongga sumsum tulang. Organ limfoid primer diperlukan untuk pematangan, diferensiasi dan proliferasi sel T dan sel B sehingga menjadi limfosit yang dapat mengenal antigen. Karena itu organ tersebut berisikan limfosit dalam berbagai fase diferensiasi. Sel hematopoietik yang diproduksi di sumsum tulang menembus dinding pembuluh darah dan masuk ke dalam sirkulasi dan didistribusikan ke berbagai bagian tubuh (Baratawidjaja, 2012).2. Organ limfoid sekunderLimpa dan KGB merupakan organ limpoid sekunder yang terorganisir tinggi. Yang akhir ditemukan sepanjang sisitem pembuluh limfe. Jaringan limfoid yang kurang terorganisasi secara kolektif disebut MALT (Mucosa Associated lymphoid Tissue) yang ditemukan di berbagai tempat di tubuh. MALT meliputi jaringan limfoid ekstranodul yang berhubungan dengan mukosa di berbagai lokasi, seperti SALT (Skin Associated lymphoid Tissue) di kulit, BALT (Broncus Associated lymphoid Tissue) di bronkus, GALT (Gut Associated lymphoid Tissue) di saluran cerna (meliputi plak peyer di usus kecil, appendiks, berbagai folikel limfoid dalam lamina propria usus), mukosa hidung, tonsil, mame, serviks uterus, membran mukosa saluran nafas atas, bronkus dan saluran kemih. Ogan limfoid sekunder merupakan tempat SD (Sel Dendritik) mempresentasikan antigen yang ditangkapnya di bagian lain tubuh ke sel T yang memacunya untuk proliferasi dan diferensiasi limfosit (Baratawidjaja, 2012).

Gambar 5. Organ dan Jaringan Limfoid(Baratawidjaja, 2012)

2.4 Keluhan Umum Pada Gangguan Sistim LimfatikKeluhan umum yang didapat pada gangguan sistim limfatik dapat berupa timbulnya pembengkakan secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebab yang jelas, pembengkakan umumnya di daerah tungkai, pembengkakan ini dapat mengganggu aktifitas namun tidak selalu disertai rasa nyeri, oedem di daerah ekstremitas, beserta adanya pembesaran kelenjar getah bening walaupun gejala ini kadang jarang ditemui (Rossy, 2013).Gejala lymphedema meliputi: Pembengkakan bagian dari lengan atau kaki atau seluruh lengan atau kaki, termasuk jari atau jari kaki Perasaan berat atau sesak di lengan atau kaki Dibatasi berbagai gerakan di lengan atau kaki Sakit atau ketidaknyamanan pada lengan atau kaki. Terjadinya infeksi berulang pada anggota badan yang terkena disertai Pengerasan dan penebalan kulit di lengan atau kaki. Pembengkakan disebabkan oleh berkisar dari ringan lymphedema, perubahan hampir tidak terlihat dalam ukuran lengan atau kaki untuk pembengkakan ekstrim yang dapat membuat tidak mungkin untuk menggunakan anggota badan yang terkena. Jika lymphedema disebabkan oleh pengobatan kanker, pasien mungkin tidak melihat pembengkakan apapun sampai be